Learning English: Ibu Astini and the French Couple

http://luxagraf.net/

I was reading an inspiring story from my good friend, Subhan. He wrote about a student by the name of Sentot who studied English in Jakarta. I eventually discovered that the story is autobiographical and Sentot is in fact Subhan himself. The story reminds me of my own experience in learning English.

It was in 1990 when I started learning English in my Junior High School. To me, English is fascinating and I fell in love to the language the first day I started learning it. Ibu Astini, my English teacher, should be given the credit since she managed to captivate me with her charm on the first day of her class. I still remember, we learned numbers on that day. Since everybody seemed to be quite familiar with numbers, Ibu Astini started the class by asking us to spell out numbers and write them on the blackboard. Yes, we still used chalks and blackboard back then. I was amazed by the way English words are spelled out. How can one pronounce “one” as /wʌn/? It did not make any sense to me at the beginning but I liked it. Put simply, I feel in love with English that day.

Continue reading “Learning English: Ibu Astini and the French Couple”

Pirku malang pirku tersayang

http://www.menumakananbalita.com/

Sore tadi saya membeli buah pir di sebuah pusat perbelanjaan di Wollongong. Mungkin lagi musimnya, ada begitu banyak pir yang dipajang, semuanya segar dan ranum. Warnanya yang hijau merekah mengundang selera. Rasanya ingin membeli semuanya tapi saya hidup sendiri. Tidak ada perlunya membeli buah pir lebih dari lima biji.

Saat mendekati sebuah keranjang, saya berpikir sejenak. Ternyata tidak mudah memilih lima biji pir dari ratusan yang bagus. Sulit menemukan yang cacat, semuanya istimewa dan nampak manis menggoda. Saya sentuh satu per satu, semuanya segar. Pir itu mengkal dan padat, matangnya pas mantap. Satu disentuh, yang lain seakan berteriak “mengapa bukan aku?!”. Begitu tangan saya berpindah ke yang berteriak, yang ditinggalkan menjerit “mengapa tidak jadi memilihku?!”. Kalau saja pir itu bisa berbicara, pastilah suasana akan riuh oleh tawa, pertengkaran, teriakan dan tangisan yang mengumandang.

Continue reading “Pirku malang pirku tersayang”

Saling menuduh

Suatu siang di Jogja

“Gila panas banget ya!?” Dewi mengibas-ngibaskan tangannya kegerahan.
“Ya, aku juga merasa gerah banget! Ndak tahan aku” Mera menimpali.
“sudah panas, lembab lagi. Jadinya keringetan gini. Aku pengen cepet-cepet balik jadinya.”
“Kapan mau balik ke Melbourne?”
“Tadinya bulan depan tapi kayaknya aku mau majukan aja tiketnya. Ndak kuat!”
“Aku juga balik minggu depan. Mending liburan di Christchurch aja, adem.”
“Ya bener. Di sini bikin stress aja. Belum lagi orang-orangnya pada ndak bener semua!”
“Kenapa?”

Continue reading “Saling menuduh”

Cara mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri

Untuk kepentingan sekolah atau kerja dalam waktu lama, kita pasti memerlukan rumah untuk tempat tinggal di luar negeri. Memang bisa saja meminta teman untuk mencarikan rumah jika mereka sempat atau minta tolong staf Konjen setempat jika kita anak pejabat tapi tidak semua orang memiliki ‘kemewahan’ itu. Yang kita obrolkan sekarang adalah mencari rumah dengan usaha sendiri. Seperti inilah orang geospasial, para pecinta peta mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri. Jika belum, baca juga pengalaman saya tahun 2008 silam.

Continue reading “Cara mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri”

Trikaya Parisudha

ikmbali.wordpress.com

Suatu sore saya mendapat sms dari ibu mertua “Yah, Lita mau belajar Agama sama ayah jam 7 ya!” Dari semua sms yang ada, ini termasuk salah satu yang menegangkan. Segaul-gaulnya seorang Bapak, ketika tiba saatnya, maka dia harus mengajarkan agama kepada anaknya. Di titik inilah dia akan bertanya pada dirinya, seberapa paham dia tentang agama yang dianutnya.

Continue reading “Trikaya Parisudha”

Bagaimana Orang Geodesi Memantau Pergeseran Jembatan

Jembatan raksasa seperti Sydney Harbour Bridge atau Brooklyn Bridge atau Jembatan Suramadu pasti memerlukan pemeliharaan agar bertahan lama. Salah satu yang dipantau adalah pergerakannya untuk mengetahui apakah ada pergeseran yang membahayakan atau tidak. Pergeseran ini dikenal juga dengan istilah deformasi dalam bahasa teknis. Bagaimanakah proses pemantauan jembatan ini dilakukan? Bagaimana orang Geodesi dapat berperan melakukan pemantauan ini? Tulisan ini menjelaskannya untuk orang awam.

Continue reading “Bagaimana Orang Geodesi Memantau Pergeseran Jembatan”

Video petunjuk pengisian formulir Beasiswa ADS

Pejuang Beasiswa ADS yang budiman,

Akhirnya apa yang saya impikan sejak lama terwujud sudah. Dari dulu saya ingin membuat tutorial pengisian formulir beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) dalam bentuk video. Saya sempat mencoba tahun lalu tetapi gagal karena berbagai alasan. Kini saya menyempatkan diri dan akhirnya terwujud. Dari segi sinematografi, video ini jauh dari bagus karena dikerjakan oleh orang yang sama sekali tidak profesional di bidang audio visual 🙂 Meski demikian, saya yakin video singkat yang berjumlah 8 buah ini bisa memberikan gambaran umum bagi pejuang Beasiswa ADS untuk mengisi formulir perndaftaran tahun ini. Mudah-mudahan video ini datang tepat waktu, dua bulan sebelum tenggat waktu penyerahan berkas lamaran ADS. Semua ini adalah persembahan saya untuk Anda semua, rasa terima kasih saya kepada Australia dan wujud cinta saya bagi Indonesia. Selamat menikmati dan selamat berjuang.

Continue reading “Video petunjuk pengisian formulir Beasiswa ADS”

Inilah Gempa yang Menggoyang Jakarta

Ini adalah visualisasi gempa yang menggoyang Jakarta tanggal 4 Juni 2012 dalam sajian peta. Data ini berdasarkan rekaman USGS, Amerika Serikat yang nampaknya sesuai dengan data dari BMKG Indonesia. Lingkaran yang ada di sini hanya ilustrasi belaka, warna tidak menunjukkan dampak gempa. Silakan klik tanda [+] untuk zoom in (memperbesar) atau [-] untuk zoom out (memperkecil). Untuk menggeser peta, klik dan seret (click and drag).

Rok Mini

dari http://baltyra.com/

Suatu siang di bulan September, di belahan bumi utara.

“Eh sorry banget gue telat” Sarah datang beringsut, wajahnya agak tegang.
“Ya nih, nggak biasanya lu telat. Dari mana?” Rina yang sudah menunggu menyambut dengan pertanyaan.
“Ya, tadi gue nemenin si Rama tuh ke mall. Keliling nyari bahan bubur buat anaknya.”
“Lo, kenapa lu yang nyari, si Astrid ke mana?”
“Justru itu, tadi tiba-tiba si Astrid telpon gue buat bantuin si Rama beli bubur. Dianya lagi ada tugas ke Washington katanya.”

Continue reading “Rok Mini”

Cuci piring

memandang jauh

Saat kecil saya terbiasa mendapat tugas mencuci piring dan menyiram tanaman. Sementara itu, kakak saya ditugaskan mencuci baju, ngepel, dan menyapu halaman rumah. Seingat saya, tugas itu kami lakukan sejak usia 6 tahun. Tentu saja tidak ada yang istimewa karena kebanyakan teman-teman saya juga demikian, membantu orang tua sejak usia belia. Saya mencuci piring di sungai dekat rumah. Piring dan peralatan dapur lain yang kotor ditempatkan dalam sebuah jembor, sejenis ember, yang terbuat dari aluminium. Saya menjunjungnya dari rumah ke tempat pencucian. Pembersihnya adalah sabun colek Wings Biru dengan penggosok dari sabut kelapa.

Continue reading “Cuci piring”