Katakan dengan Bunga

Saya sering mengandalkan bunga untuk menyatakan sesuatu. Ketika pacaran sama Asti dulu, paling sering membeli bunga di dekat RRI di Jogja. Kala itu, setangkai tidak sampai Rp 5000. Pasti bisa menebak, berapa usia saya sekarang ini. Sebagian orang menganggap bunga itu lebai, berlebihan atau picisan. Yang demikian, mungkin memili menyatakan cinta dengan tas kulit buaya, atau boot kulit domba dari New Zealand, atau ikat pinggang merek Paris atau kaca mata dari New York.

Sejak berpisah, saya di Australia Asti dan Lita di Jogja, kebutuhan membeli bunga lebih tinggi. Akhirnya saya menemukan solusi pesan antar bunga di Jogja. Nama toko online ini adalah Jogja Florist dan saya harus berterima kasih kepadanya. Prosesnya juga sangat mudah. Saya kunjungi websitenya, pilih paket dari katalog lalu email untuk memesan. Beberapa menit kemudian ada konfirmasi bahwa stoknya ada lalu saya lakukan pembayaran dengan internet banking Mandiri. Beberapa menit kemudian muncul konfirmasi dan nanti sorenya sudah ada pesan dari Jogja “terima kasih bunganya”. Singkat mudah dan terutama, maaf, affordable (istilah lebih canggih dari “murah”)

Continue reading “Katakan dengan Bunga”

Kidung Kasmaran – A song of falling in love

The above song is in Balinese. I sing it again for Asti’s 33rd birthday today on 8 July 2012. I just realise that this song might sound a little bit too much and over romantic but fifteen years ago things were certainly different. Here is my own version of translation. Enjoy 🙂

Listen to me my dear

I am singing a song for you

A song of falling in love

The love that I have always have for you

You are the flower of my heart

It has been so long

I have always been waiting for your letter

I wonder if there is someone else in your heart

I am aimless. I feel like a dog longing for offerings

I am day dreaming on my bed

It feels like a million years of waiting

Will you send me a letter?

It seems that my hearth is hung upon the air

No hook, yet I have been locked 

Deep inside heart, I have only you

Your face has always been coloring my day

Should you chose not to believe

You can literally break into my chest and you will know

Note: Kalau didengarkan lagi, lagu lama bisa terdengar lebai abis. Sekarang orang mencibir anak muda yang bilang “I heart you” tapi dulu, mereka, para orang yg tidak muda lagi itu, juga bernyanyi “I swear, by the moon and the stars in the sky” Sama saja 🙂 Jadi mari tidak saling menertawakan. Kalau mengejek, cukup dalam hati saja 😀

Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah

Kita tahu, semua tahu, bahwa kita tidak boleh menyerah. Hanya saja tidak banyak contoh nyata yang bisa menginspirasi dan dijadikan teladan. Nasihat “jangan menyerah” yang datang dari mereka yang tidak pernah gagal tentu saja tidak bernyawa. Nasihat “pantang menyerah” dari mereka yang hidupnya selalu dilayani tentu saja tanpa taksu, tidak berbisa untuk menyulut semangat. Malam ini, kita menyaksikan satu dari sedikit teladan tentang ketekunan dan pantang meneyerah itu. Dialah Regina, sang Indonesian Idol 2012.

Continue reading “Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah”

Kondom

semuadablog.blogspot.com

Suatu saat saya berkendara bersama beberapa kawan mahasiswa riset di University of Wollongong. Saya sedang asik nyetir ketika terjadi kasak kusuk di jok belakang antara dua orang teman. Keduanya cewek, satu dari Pasifik dan satu lagi orang Asia. “What are you guys doing?” kata saya terusik dengan berisik itu. Yang ada bukan jawaban, hanya gelegar tawa, seakan mereka baru saja melakukan hal yang sangat lucu. Namun di balik tawa itu saya menangkap ada yang mencurigakan. Entahlan apa itu.

Belakangan, salah seorang membongkar rahasia kasak kusuk itu. Ternyata, teman Asia memberikan beberapa bungkus kondom kepada teman Pasifik. Di jok belakang mobil saya baru saja terjadi sebuah “transaksi dewasa” melibatkan alat kontrasepsi. Sementara teman yang memberikan kondom itu malu-malu merah mukanya ketika rahasia itu terbongkar. Saya hanya tertawa saja mendengarnya.

Rupanya, baru saja ada pembagian kondom di asrama mahasiswa tempat dia tinggal. Karena dia lajang dan tidak merasa memerlukannya, maka dia berikan kondom itu kepada kawan lain yang sudah bersuami. Kebetulan saja transaksi itu terjadi di jok belakang mobil saya dan dilakukan dengan cara yang agak menggelikan. Rupanya teman saya yang mendapatkan kondom gratis ini merasa risih kalau transaksi tersebut ketahuan. Tepatnya, dia malu. Tidak lebih tidak kurang. “Come on, grow up!” saya lalu meledeknya. Kamipun semua tertawa sementara muka teman saya masih agak merah. Rasanya ini cukup umum terjadi pada orang Asia.

Continue reading “Kondom”

Tukang Sapu itu Bernama Kathy

Maid in Manhattan

“Hey Andi, what are you doing here? Go home and have fun!” Aku hampir hafal ucapan senada ini yang meluncur dari mulutnya hampir setiap sore. Dia selalu datang ke ruang kerjaku di Innovation Campus, University of Wollongong. Di tangan kanannya tergenggam sebuah sapu dan tangan kirinya mengepit serok untuk mengumpulkan sampah. Di kantong celananya berjuntai selembar lap kain dan di kantong satu lagi tergantung botol penyemprot berisi cairan pembersih. Wajahnya selalu riang penuh senyum dan percaya diri. Gadis manis itu adalah tukang sapu. Dia bernama Kathy. Sepertinya nama aslinya adalah Katharina atau sejenis itu, aku tidak begitu peduli. Kathy adalah keturunan Macedonia yang lahir besar dan menjadi warga negara Australia. Konon Ibu Bapaknya migrasi ke Australia beberapa puluh tahun silam.

Sementara aku hanya senyum saja membalas celotehnya, Kathy mulai beraksi. Ditelitinya jengkal demi jengkal lantai di ruanganku dan dilapnya setiap senti meja di sekitar ruangan sehingga bersih dari debu. Sekali waktu aku dengar suara semprotan cairan kimia dari botol itu ketika dia menemukan noda yang sulit dibersihkan. Sementara aku tetap mengetik atau mengerjakan apa saja yang sedang aku kerjakan di komputer. Sekali waktu kami bercakap-cakap untuk menghabiskan waktu. Terutama ketika dia harus menghentikanku dari aktivitas saat membersihkan debu dan sampah di mejaku.

Continue reading “Tukang Sapu itu Bernama Kathy”

Nonton final Piala Eropa 2012 ‘live’ dari pinggir lapangan

Tentu saja saya tidak pergi ke Olympic Stadium di Kiev, Ukraina tapi melihat stadion dari Google Street View (GSV). Dengan GSV ini kita bisa seperti benar-benar berkunjung ke Kiev dan mengamati lapangan dari dekat. Silakan berjalan mengelilingi lapangan. Klik di sembarang tempat pada gambar lalu gunakan tanda panah untuk bergerak maju, melihat ke kiri dan kanan. Seru sekali. Inilah salah satu sumbangan teknologi geospasial untuk dunia hiburan olah raga 🙂

Beginilah kalau saya main gitar

Silakan menikmati persembahan saya yang pasti tidak bagus 🙂 Now and Forever dari Richard Marx adalah lagu pertama yang saya bisa mainkan saat belajar main gitar 17 tahun lalu.

Juara Piala Eropa dalam Peta

Saya mungkin termasuk kaum lelaki minoritas karena tidak suka sepak bola sama sekali. Saya agak suka nonton sepak bola kalau yang main adalah Indonesia (PSSI), itupun bukan karena sepak bolanya tetapi rupanya karena rasa nasionalisme. Selain PSSI, saya tidak bisa menyukai sepak bola. Meskipun tidak pernah merasa terganggu dengan teman yang begitu gandrung dengan bola, saya tetap tidak merasa perlu begadang untuk nonton sepak bola. Tapi saya juga bisa terpesona denga kejeniusan Messi dalam menggiring bola.

Meski tidak suka bola, hiruk pikuk Piala Eropa 2012 toh tidak bisa saya hindari. Tidak perlu sengaja mencari informasinya, dia datang dengan sukarela dari segala penjuru. Kadang ada teman yang tanya di twitter atau di FB soal ini. Rasanya jadi aneh juga jika sama sekali tidak bisa berkomentar. Akhirnya saya sempatkan membaca-baca satu atau dua berita.

Sebagai penghargaan saya atas hajatan empat tahunan yang menggegerkan dunia itu, saya buatkan sebuah peta yang menampilkan Juara Piala Eropa dari tahun ke tahun. Ini hal paling sederhana yang bisa disumbangkan oleh seorang surveyor/kartograf bagi dunia sepak bola, meskipun dia tidak menyukai bola. Silakan zoom in/out menggunakan tanda [+] atau [-] dan geser petanya dengan cara klik tahan dan seret ke tempat yang diinginkan. Untuk mengetahui detil juaranya, silakan klik balon udara di masing-masing negara. Selamat bersepak bola dalam peta 🙂

Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri

The Proposal – movie

Untuk melamar sekolah dan beasiswa, kita kadang diharapkan mengajukan proposal penelitian/riset (research proposal) untuk tesis atau disertasi. Hal ini wajib bagi mereka yang akan sekolah S3 atau S2 dengan penelitian (master by research). Banyak yang bertanya perihal proposal riset ini pada saya. Saya biasanya menjawab sesuai pengalaman saja, tidak ada teori berlebihan. Satu hal yang selalu saya sampaikan, meskipun pernah diterima, proposal saya juga pernah ditolak. Anggap saja tulisan ini pelengkap dari pencarian teman-teman yang sudah sangat intensif. Jika ini adalah tulisan pertama tentang proposal riset yang dibaca, jangan percaya begitu saja, silakan baca tulisan lainnya.

Ibu saya, meskipun tidak sekolah, sering penasaran dengan apa yang saya lakukan. Beliau rajin menanyakan istilah-istilah asing seperti konferensi, proposal, seminar, presentasi dan sebagainya. Tentu saja heran karena beliau tidak pernah menyiapkan anaknya bergaul dengan hal-hal aneh seperti itu. Saya bilang, proposal ini adalah usul. Kalau kita punya satu maksud maka kita perlu sampaikan dalam bentuk usulan. Tujuannya agar pihak lain mengerti dan kemudian mendukung usulan itu. Proposal riset juga demikian.

Continue reading “Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri”

Mari Kita Ganyang Malaysia

Perselisihan dua bangsa serumpun ini sepertinya tidak habis-habis. Inilah sepuluh alasan mengganyang Malaysia:

http://duniadongeng.wordpress.com/

Continue reading “Mari Kita Ganyang Malaysia”