ITB, UI, UGM: APA BEDANYA?


Semuanya menyuguhkan berita buruk sekali waktu. Semuanya pernah membenamkan harapan dan mengikis optimisme di saat tertentu. Memang tidak ada yang sempurna. Tidak ada!

Hari-hari ini, banyak hal buruk mengemuka dari perguruan panutan di tanah air. Sebegitu burukkah lembaga pendidikan kita? Apa nasib moral negeri ini yang punggawanya terdidik di perguruan ternama itu? Orang mudah untuk bertanya dan bahkan menuduh. Beralasan pastinya. Berita buruk mengikis kepercayaan dan menumpulkan keyakinan.

Hal buruk harus diperbaiki. Semua seharusnya setuju. Dengan cara yang baik, itu pasti! Keadilan harus ditegakkan tanpa ragu. Begitu yang kita mau. Namun, pahamkah kita bahwa setiap lembaga mungkin punya penjaranya masing-masing? Setiap institusi punya lubang kuburannya sendiri sehingga tak mudah baginya untuk keluar membebaskan diri. Tak jarang, kuburan itu digalinya sendiri. Dengan kesadaran. Atau dengan tekanan yang diciptakannya sendiri.

Hari ini, yang punya kuasa diuji untuk menggunakan kuasanya untuk kebaikan. Yang punya kewenangan diminta keberaniannya untuk menggunakan kewenangannya bagi mereka yang tertindas, jadi korban, dan terluka. Yang tidak punya semuanya, mari berdoa agar perguruan terkemuka negeri ini meraih kembali wibawanya. Untuk khalayak ramai, bukan untuk kenikmatan diri pribadi punggawanya. Seperti kata Bung Karno kepada insan UGM “mengalirlah ke laut pengabdian kepada rakyat, bukan kepada kemuktian diri”

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?