Kekuasaan Semu

Setiap kali akan melakukan  check in di konter Garuda Indonesia, hal pertama yang saya lihat adalah konter istimewa untuk para memegang Garuda Miles. Konter ini memberikan layanan prioritas sehingga tidak perlu berdesakan di konter lain yang digunakan konsumen ‘biasa’. Saya pemegang kartu Garuda Miles Gold dan fasilitas istimewa itu menjadi hak saya.

Continue reading “Kekuasaan Semu”

Advertisements

Diplomasi KPop

Saya di di Korea Selatan minggu lalu dalam kapasitas sebagai Steering Committee member untuk program ASEAN International Mobility for Students. Acara itu dihadiri oleh delegasi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang dan tentu saja Korea. Di ruang rapat itu, saya adalah satu-satunya orang baru, menggantikan seorang anggota steering committee yang purna tugas. Sebagai orang baru, saya berusaha bermain cantik untuk berperan aktif tanpa ‘mengganggu’ suasana. Tidak mudah.

Continue reading “Diplomasi KPop”

Nama, Bangsa dan Bendera

Mungkin situasi harus pernah menempatkan nama kita berdampingan dengan bendera dan nama bangsa kita. Di titik itu mungkin kita akan merasakan kesunyian dan menjadi bangsa kita sendiri. Kita adalah bangsa kita dan kita adalah bendera itu sendiri.

Continue reading “Nama, Bangsa dan Bendera”

Tak Selamanya Gagal

Saya berkenalan dengan seorang mahasiswa Indonesia yang sedang sekolah di Kumoh National Institute of Technology di Korea Selatan lewat Instagram. Anafi namanya. Saya perhatikan, Anafi cukup rajin berkunjug ke blog ini dan meninggalkan jejak positif. Dari percakapan saya di IG, saya rasa kisahnya menarik untuk dibaca pejuang beasiswa lainnya. Itulah yang memotivasi saya untuk meminta agar Anafi bercerita di blog ini. Berikut adalah tulisannya yang saya rasa bisa mewakiki banyak pejuang beasiswa di Indonesia. Selamat menyimak 🙂

Continue reading “Tak Selamanya Gagal”

Langkah-langkah untuk Sekolah S3 dengan Beasiswa

Tiba-tiba dapat telepon dari seorang kawan lama, katanya dia ingin sekolah S3. Secara spesifik dia mau S3 di Australia. “Apa saja langkah awal yang harus ditempuh Bli?” katanya penasaran. Saya rangkum hasil percakapan saya tadi ya.

Continue reading “Langkah-langkah untuk Sekolah S3 dengan Beasiswa”

Toleransi Drama Korea

Saya tidak suka Drama Korea (drakor). Saya penyuka film barat dengan tema patriotisme. Saya menyukai dialog yang saya klaim ‘berkelas’. Drama Korea, menurut saya, tidak memenuhi syarat itu. Okay, sebelum Anda, para pecinta drakor, menghujat atau mendemo saya, mari saya kasih tahu sesuatu.

Saya tidak suka drakor dan saya minoritas di rumah. Lita jelas suka, Asti mengikuti jejak Lita dengan suka rela. Di saat liburan seperti ini, ketika keluarga besar ada di Jogja, status minoritas saya makin tegas. Semua orang suka drakor kecuali saya.

Continue reading “Toleransi Drama Korea”

Tips Seminar Skripsi

  1. Baca kembali dan kuasai materi skripsimu. Jangan bertempur tanpa persiapan.
  2. Rancang sebuah cerita yang secara umum menggambarkan apa yang sudah ada (penelitian sebelumnya) sehingga kamu jadi tahu apa yang belum ada (permasalahan) dan selanjutnya mengisi apa yang belum ada itu (topik penelitian).
  3. Bagaimana kamu mengisi yang belum ada itu? Itulah metodologi penelitian. Apa yang kamu perlukan untuk mengisi yang belum ada itu? Itulah alat dan bahan penelitian.
  4. Selanjutnya buat presentasi sesuai dengan alur cerita yang sudah dibuat. Dalam hal ini kamu bisa membuat presentasi mengikuti alur skripsi (Pendahuluan; Metode Alat dan Bahan; Hasil dan Pembahasan; Kesimpulan) tapi dengan logika cerita di atas. Maka dari itu, yang ada lebih dahulu adalah rangkaian ceritanya, baru muncul slide presentasinya.
  5. Hindari membuat presentasi dengan cara copas isi skripsi apa adanya. Buat poin-poin penting. Sedapat mungkin, sertakan ilustrasi dalam bentuk peta, gambar atau animasi.
  6. Untuk memudahkan dalam bersiap-siap, buat naskah presentasi dengan rinci sesuai dengan urutan slide presentasi. Tulis detail yang akan kamu katakan untuk tiap slide.
  7. Berlatih dengan serius. Pastikan presentasi hanya berlangsung 10-15 menit saja, kecuali di kampusmu memang dibolehkan lebih lama. Kalau belum bisa tepat waktu, jangan berhenti berlatih. Saya biasa latihan puluhan kali kalau mau presentasi.
  8. Saat Hari H, lakukan sesuai latihan. Jangan lupa menyapa dan berterima kasih. Pembuka dan penutup harus jelas dan tegas. Jika latihannya bener, kamu pasti akan tepat waktu.
  9. Saat menjawab, gunakan kalimat positif, bukan bantahan. Memulai jawaban dengan frase “tapi kan” atau “bukan begitu” atau frase negative lain itu kurang tepat.
  10. Sampaikan terima kasih dan gunakan awalan ‘menyetujui’ ketika menjawab pertanyaan atau merespon sanggahan penguji. Misal “betul apa yang Bapak sampaikan tentang X. Di sisi lain, ada fenomena yang berbeda sehingga bla bla”
  11. Tugasmu bukan untuk membantah penguji tetapi untuk membuktikan bahwa kamu benar, dengan cara yang tidak mempermalukan siapapun. Maka berlatihlah untuk meyampaikan kebenaranmu, bukan sekedar membantah kebenaran orang lain.