Mungkinkah aku mendapatkan Beasiswa AAS 2020?

Tanggal 1 Februari 2019, pendaftaran Beasiswa Australia Awards Scholarship untuk keberangkatan tahun 2020 sudah resmi dibuka. Bagi banyak orang, ini tentu berita yang sudah lama ditunggu-tunggu. Bagi sebagian lainnya, berita ini mungkin asing dan baru. Bagi teman-teman yang sudah membaca madeandi.com sejak lama mungkin sudah tahu apa itu Beasiswa AAS. Mungkin juga sudah ada yang tahu, saya telah menulis Buku “Berguru ke Negeri Kangguru” yang kini bermanifesrasi menjadi buku “Rahasia Beasiswa Australia”.

Continue reading “Mungkinkah aku mendapatkan Beasiswa AAS 2020?”

Advertisements

Milly dan Mamet: Memang bukan Rangga dan Cinta

Kepercayaan saya tumbuh kepada dunia perfilman Indonesia ketika Petualangan Sherina muncul di tahun 2000. Setelah sekian lama mengalami masa kegelapan yang begitu suram, film besutan Riri Riza itu hadir sebagai penyelamat. Dan tumbuhnya kepercayaan itu kemudian dikukuhkan dengan lahirnya Ada Apa dengan Cinta (AADC). Selera saya akan film Indonesia muncul atau lebih tepatnya lahir kembali bersama AADC. Jangan salahkan jika kemudian AADC menjadi standard kualitas film dalan pikiran dan terutama imajinasi saya. Jangan salahkan juga jika Dian Sastro menjadi standard kecantikan dan keindahan perempuan di mata saya.

Continue reading “Milly dan Mamet: Memang bukan Rangga dan Cinta”

I Am A TED Speaker!

Dari sekian banyak hal yang terjadi di tahun 2018, menjadi pembicara TEDxUGM adalah satu yang sangat penting bagi saya. Mereka yang menekuni bidang penyajian ilmu pengetahuan, umumnya memahami konferensi TED. TED singkatan dari Technology, Entertainment and Design yang pada awalnya merupakan sebuah media pertemuan bagi para pakar untuk menyajikan keahlian dan penelitian mereka. Yang menarik dari konferensi TED ini adalah sajiannya yang cenderung populer. Di konferensi TED, seorang pakar ‘dipaksa’ untuk menyajikan bidang ilmunya dengan cara yang mudah dipahami oleh orang yang tidak menekuni bidang tersebut.

Continue reading “I Am A TED Speaker!”

Di Bima Kroda Menjelang Natal

Makanku terhenti sejenak karena tiba-tiba terdengar nyanyian. Sekelompok anak SMA 3 Jogja datang mengamen untuk penggalangan dana. Untuk perayaan Natal, kata mereka. Sementara aku sedang menikmati hidangan khas Bali di Warung makan Bima Kroda di Banguntapan, selepas beritual di Pura Jagatnatha.

Continue reading “Di Bima Kroda Menjelang Natal”

Ini Diplomasi ala Indonesia

MenluRuangan Balai Senat UGM penuh sesak oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Jogja. Mereka telah menunggu tidak kurang dari 1 jam sebelum akhirnya Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno Marsudi, tiba di ruangan. Gemuruh tepuk tangan dan teriakan bernuansa histeris terdengar menyambut Ibu Menteri yang memasuki ruangan dengan tenang dan tersenyum akrab.

Hari itu, Bu Retno mengenakan baju putih sederhana, dipadu dengan celana hitam hingga bawah lutut dan sepatu sporty. Gayanya memang santai dan gaul, cocok dengan kerumunan peserta kuliah umum yang mayoritas milenial. Sementara itu, saya duduk mengamati dengan seksama di deretan bangku paling depan, awas mengamati proses, siap sedia jika terjadi sesuatu yang membutuhkan intervensi. Saya adalah panitia yang dituntut selalu siaga.

Continue reading “Ini Diplomasi ala Indonesia”

Membidik Misi, Merawat Mimpi di UGM

Saya tertegun setelah berbicara di telepon dengan Pak Suyastra, mantan Kepala SMA 3 Denpasar, almamater saya. Meskipun sudah 22 tahun menamatkan sekolah, komunikasi kami masih baik. Pak Suyastra acap kali menghubungi saya untuk berbagai perihal, serius maupun tidak. Kali ini agak serius, beliau mengabarkan kondisi seorang adik kelas kami.

Continue reading “Membidik Misi, Merawat Mimpi di UGM”