Di Bima Kroda Menjelang Natal

Makanku terhenti sejenak karena tiba-tiba terdengar nyanyian. Sekelompok anak SMA 3 Jogja datang mengamen untuk penggalangan dana. Untuk perayaan Natal, kata mereka. Sementara aku sedang menikmati hidangan khas Bali di Warung makan Bima Kroda di Banguntapan, selepas beritual di Pura Jagatnatha.

Continue reading “Di Bima Kroda Menjelang Natal”

Advertisements

Ini Diplomasi ala Indonesia

MenluRuangan Balai Senat UGM penuh sesak oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Jogja. Mereka telah menunggu tidak kurang dari 1 jam sebelum akhirnya Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno Marsudi, tiba di ruangan. Gemuruh tepuk tangan dan teriakan bernuansa histeris terdengar menyambut Ibu Menteri yang memasuki ruangan dengan tenang dan tersenyum akrab.

Hari itu, Bu Retno mengenakan baju putih sederhana, dipadu dengan celana hitam hingga bawah lutut dan sepatu sporty. Gayanya memang santai dan gaul, cocok dengan kerumunan peserta kuliah umum yang mayoritas milenial. Sementara itu, saya duduk mengamati dengan seksama di deretan bangku paling depan, awas mengamati proses, siap sedia jika terjadi sesuatu yang membutuhkan intervensi. Saya adalah panitia yang dituntut selalu siaga.

Continue reading “Ini Diplomasi ala Indonesia”

Membidik Misi, Merawat Mimpi di UGM

Saya tertegun setelah berbicara di telepon dengan Pak Suyastra, mantan Kepala SMA 3 Denpasar, almamater saya. Meskipun sudah 22 tahun menamatkan sekolah, komunikasi kami masih baik. Pak Suyastra acap kali menghubungi saya untuk berbagai perihal, serius maupun tidak. Kali ini agak serius, beliau mengabarkan kondisi seorang adik kelas kami.

Continue reading “Membidik Misi, Merawat Mimpi di UGM”

Menikmati Sekitar, Apa Adanya

Hari Minggu kemarin saya duduk saja di gazebo di halaman belakang rumah. Tidak ada agenda khusus, tidak mengerjakan apapun, hanya duduk diam dan menikmati saja. Tiba-tiba saya lihat sepasang burung emprit terbang di sekitar batang markisa yang menjalar di atas jalan setapak. Yang menarik, mereka membawa rumput kering yang kemudian dianyam menjadi sarang. Pada silang lintang pokok markisa yang menjalar, mereka memilih titik yang tepat untuk memulai rumah tangga mereka. Mungkin demikian, entahlah.

Continue reading “Menikmati Sekitar, Apa Adanya”

Invest Kindness: Lessons learnt from a Passport Tragedy!

I was shocked in a hotel room in Jakarta when I realised that I left my passport in Jogja. I was scheduled to visit Tainan, Taiwan for a workshop on 3 September 2018 and was supposed to fly from Jakarta via Hong Kong the day before at dawn. Obviously I flew from Jogja to Jakarta first and spend a night in a hotel close to the airport. Since Jogja-Jakarta is a domestic flight, I did not need my passport for my KTP just did. That is partly the reason why I forgot my passport.

Continue reading “Invest Kindness: Lessons learnt from a Passport Tragedy!”

Pohon Beringin yang Menghalangi Pandangan

Saya tahu sejak hari pertama, pohon beringin di tepi jalan itu menghalangi pandangan saya setiap kali keluar dari garasi. Pohon itu memang tidak terlalu tinggi, tidak juga besar tetapi posisinya sedemikian rupa sehingga menghalangi pandangan saya saat mengendarai mobil. Akibatnya, setiap kali keluar dari garasi kami, saya selalu risau karena tidak bisa mengetahui situasi kendaraan yang melintas di jalan. Proses keluar dari garasi, setiap kali berangkat kerja, selalu tersendat.

Continue reading “Pohon Beringin yang Menghalangi Pandangan”

Memerdekakan Diri

Hari itu adalah kelas perdana saya di semester ini. Tidak main-main, saya mengajar Matematika Geodesi. Saya tahu, mata kuliah ini bukanlah mata kuliah yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa. Jika saja mata kuliah ini tidak wajib, mungkin hanya segelintir mahasiswa saja yang ada di kelas saya. Jika saya tanya tanggapan mereka terhadap mata kuliah ni, sebagian besar akan mengatakan “sulit” atau “menyeramkan”.

Continue reading “Memerdekakan Diri”