Galungan Hari ini, Masih di Tegaljadi

Jalan kami tak diukir lagi. Rupanya Ibu Bupati sudah peduli dan jalan desa kini rapi jali. Lihatlah penjor-penjor yang menuju langit dan melengkung lalu menukik turun seakan mengajarkan bahwa yang menjulang toh akhirnya akan merunduk. Maka penjor mengingatkan, kesombongan itu hanya milik orang-orang yang lemah dan gamang menentukan jati dirinya. Di Desa Tegaljadi, saat Galungan ini, pelajaran hadir lewat penjor, asap dupa yang mengepul, sanggah dari anyaman bambu yang berselempang kain kasa putih kuning atau ceniga yang menjuntai memamerkan rias-rias sakral untuk ritual.

Continue reading “Galungan Hari ini, Masih di Tegaljadi”

Buku Ini Budi

Sambil menunggu waktu rapat di Ruang Rapat Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), saya sempat mampir ke sebuah direktorat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Di sebuah lorong, saya berhenti di dekat sebuah rak yang memajang beberapa buku hasil karya Kemendikbud, terutama Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Bagian ini mengelola keterlibatan orang tua dalam pendidikan bagi anak didik di Indonesia, sebuah direktorat yang relatif baru.

Continue reading “Buku Ini Budi”

Penulis Perlu Sombong

Ketika membaca sebuah cerita di majalah anak-anak di akhir 1980an, reaksi pertama yang muncul adalah ‘aku bisa menulis seperti ini’. Cerita itu tentang seorang anak yang memelihara ayam yang kemudian bertelur. Judul tulisan cerpen itu adalah “Telor Si Blorok” yang mengisahkan kejadian-kejadian umum ketika seseorang memelihara ayam.

Saya yang tinggal di desa dan memang sedang memelihara ayam tentu bisa memahami cerita itu dengan baik. Tidak hanya memahami, saya bahkan bisa melihat kelemahan-kelemahan dalam cerita itu. Ada banyak kejadian yang seharusnya bisa disampaikan dalam cerita itu, jika penulisnya memang mengalami sendiri apa yang diceritakannya. Memang itu sebuah cerpen yang bersifat fiksi tetapi cerita fiksipun seharusnya berdasarkan pada kejadian-kejadian di sekitar kita. Anak kecil usia sebelasan tahun dengan sombongnya mengkritik tulisan di sebuah majalah terbita ibu kota. Berlebihan!

Continue reading “Penulis Perlu Sombong”

Nyepi Esok Hari

Esok hari, waktu akan berjalan seperti biasa. Kami akan terjaga saat subuh karena gema adzan dari masjid kampung yang tak jauh dari rumah. Kami akan bangkit dari tempat tidur karena susulan adzan lain tak jauh di ujung lainnya. Adzan akan tetap sahut menyahut, sebagian merdu, sebagian lagi dengan lantunan yang datar berusaha mengumpulkan energi positif. Esok adalah hari biasa saja di sekitar rumah kami. Kehidupan akan berjalan normal.

Continue reading “Nyepi Esok Hari”

Bukan Naked, tapi Nekad Traveler: Sebuah Review Film

Ketika mendengar Buku The Naked Traveler (TNT) akan difilmkan, saya khawatir. Sebagai pembaca, saya sulit membayangkan bagaimana sebuah buku perjalanan yang minim konflik berat akan dikemas menjadi film. Film, dalam bayangan sederhana saya, harus memiliki konflik serius dan penyelesaian yang daramatis. Dalam istilah yang lebai, bahagianya harus menyentuh dan mengharu biru, sedihnya harus menguras air mata. Bisakah buku perjalanan yang berbasis kejadian sebenarnya dibuat seperti itu? Di mana klimaksnya? Apa yang akan membuat penonton harap-harap cemas dan larut ke dalam kisah film? Siapa tokoh antagonisnya? Sederet pertanyaan itu mengganggu saya.

Continue reading “Bukan Naked, tapi Nekad Traveler: Sebuah Review Film”

Kopdar sambil Ngobrol soal Kuliah di Luar Negeri

Pembaca yang budiman,

Selama 13 tahun terakhir saya selalu berbagi informasi soal beasiswa dan kuliah di luar negeri. Sangat banyak tulisan yang saya buat dan ada juga buku yang saya terbitkan. Selama itu pula, puluhan seminar sudah terselenggara. Saya sangat menikmatinya. Bagi saya, berbagi selalu menyenangkan dan tidak pernah rugi.

Meskipun berbagai cara sudah saya lakukan, tetap saja ada ketidakjelasan informasi yang sampai kepada pembaca atau penyimak seminar saya. Saya akhirnya meyakini. obrolan santai dan intim memang tidak bisa dikalahkan. Keyakinan saya ini kemudian diamini oleh sahabat-sahabat muda penuh semangat di Mini Akademi dan mereka berbaik hati membuat sebuah kegiatan sehingga saya bisa bertemu dengan teman-teman pejuang beasiswa. Saya rasa ini solusi yang baik. Pertemuan ini akan santai, tidak formal sama sekali dan dalam suasana yang akrab. Kita akan bertemu di rumah saya di Jogja. Ya, betul. Anda akan menjadi tamu istimewa saya sambil kita bisa berbagi soal beasiswa dan sekolah di luar negeri.

Saya akan membagi semua pengetahuan yang saya punya dengan cara menjawab semua pertanyaan dari teman-teman. Meski demikian, saya juga yakin bahwa pertemuan ini akan menjadi media belajar juga bagi saya pribadi. Mendengar pertanyaan, keluhan, kegembiraan, kegalauan dan rasa penasaran dari teman-teman adalah sarana belajar yang baik. I am so excited!

Oh ya, kali ini teman-teman akan dikenai uang pembayaran. Pertama karena acara ini memang disiapkan dengan sangat serius dan profesional oleh orang-orang yang patut kita hargai jerih payahnya. Kedua karena kami yakin bahwa perjuangan memerlukan pengorbanan dan teman-teman adalah orang-orang yang serius dalam berjuang. Apakah ini berarti saya sudah kehilangan komitmen berbagi secara cuma-cuma? Kita tidak perlu berdebat soal ini. Jika teman-teman adalah pembaca setia blog ini, saya tidak perlu menceritakan banyak hal tentang komitmen saya dalam berbagi.

Tunggu apa lagi, ayo kita kopi darat sambil ngobrol hangat.

Link: bit.ly/DaftarTemuAndi

Poster: bit.ly/TemuAndi

Tujuh Rahasia Lamaran Beasiswa yang Layak Diterima

Jika Anda sedang menyiapkan lamaran beasiswa luar negeri untuk sekolah S1, S2 atau S3, atau untuk tujuan studi lainnya, Anda perlu pertimbangkan tujuh rahasia ini.

Continue reading “Tujuh Rahasia Lamaran Beasiswa yang Layak Diterima”