15 Tips di Bandara, Imigrasi, dan Pesawat

  1. Sebelum masuk bandara, siapkan tiket dan kartu identitas. Jangan baru ngeluarin semua itu di depan petugas jaga bandara. kalau kaya gitu biasanya KTP ga ketemu lah, tiket nyelip lah. Kamu juga pasti kesel kalau lihat orang di depanmu kaya gitu kan?!
  2. Saat pemeriksaan barang dengan X-Ray di pintu pertama, tidak perlu keluarin laptop atau melepas jaket. Masukkan saja semua barang bawaan ke kotak X-Ray dan segera masuk ke pintu metal detector. Lakukan dengan sigap, cepat dan tanpa ragu-ragu. Eh, itu koper juga dimasukkan, jangan ditinggal. Gimana sih?!!
  3. Begitu melewati metal detektor dan mendengar suara, segera berhenti, senyum dan bentangkan tangan tanpa ragu-ragu. Jangan pasang tampang kesel apalagi marah. Kita kan rakyat biasa. Santai aja! Tapi gak perlu takut dan pasang tampang khwatir juga. Kamu gak bawa bionet atau narkoba kan?
  4. Saat check in, pastikan siapkan paspor (kalau ke luar negeri) atau identitas lain. Untuk lebih cepat, siapkan juga tiket dari HP atau yang sudah dicetak. Jangan lupa senyum ramah pada mbak yang jaga. Tapi jangan sok cakep.
  5. Saat pemeriksaan imigrasi, maju ke konter dan senyum wajar tapi jangan menggoda. Bila perlu ucapkan salam (Good morning, Selamat pagi, dll). Segera serahkan paspor tanpa ragu. Perhatikan proses dg seksama. Dengarkan perintah kapan harus finger print dll. Santai aja, kamu bukan penjahat atau buronan kepolisian kan?
  6. Saat pemeriksaan dg X-Ray sebelum naik pesawat, keluarkan laptop, lepas jaket dan ikat pinggang (pastikan celana ngga kedodoran hehe) Keluarkan dompet dan semua logam (koin, kunci, dll). Masukkan ke tray/wadah yang disediakan. Siap2 jika diminta melepas sepatu dan pastikan kaos kakimu ngga bolong.
  7. Kalau ketemu mbak dan mas pramugari/a di pintu pesawat dan dikasih salam, jangan lupa senyum dan balas sapaannya. Kasian tuh, kadang mereka dicuekin sama penumpang. Mereka kan bukan robot. Walaupun ada juga sih yang kayak robot tersenyum hehe.
  8. Saat mau masuk pesawat, perhatikan nomor kursi dan lokasinya (jendela, tengah, atau lorong). Kalau bawa tas gendong, jangan banyak tingkah karena bisa-bisa penumpang lain kena tabok kalau kamu banyak gerakan muter-muter. Kalau mau lihat sekitar, kepala doang yang muter.
  9. Kalau sudah ketemu tempat duduk dan ternyata di sebelahmu sudah ada orang, jangan lupa sapa dan senyum saat pertama kali mata bertemu. Sekedar mengangguk sudah cukup. Tidak perlu anggap dia sombong meski tampil mentereng, tidak perlu juga anggap dia ndeso meskipun kelihatannya belum mandi. Santai aja, kamu juga gitu kali!
  10. Taruh koper di kompartemen di atas kepala. Tas gendong bisa ditaruh di bawah kursi di depan kamu. Tapi kalau kamu duduk di dekat pintu darurat, semua barang harus diletakkan di atas. Kalau mau, kamu bisa keluarkan laptop saja. Siapa tahu mau nyelesaikan skripsi atau laporan penelitian yang sudah mepet tenggat waktunya.
  11. Saat waktu makan tiba, biasanya pramugari datang dan kasih pilihan. Kadang ngomongnya cepat dan boso Inggris lagi. Pokoknya dengarkan kata2 chicken, fish atau beef. Meskipun nama masakannya serem banget, kamu bisa pilih dg bilang salah satu kata kunci itu. Daan siap2lah menerima kenyataan hehe
  12. Kalau kamu keluar pesawat, perhatikan baris di depanmu yang mau keluar juga. Kalau dia sudah berdiri siap keluar, berikan kesempatan keluar duluan. Jangan jadi orang yang menyebalkan, apalagi cuek sama HP terus sambil jalan gak peduli. Yang sudah siap2 keluar pasti kesel banget lihat kamu.
  13. Di pintu pesawat, jangan lupa berterima kasih sama mbak pramugarinya. Sama masnya juga sih. Jangan pilih kasih. Kasihan, mereka sudah capek-capek senyum dan menyampaikan salam, masa’ ga dibalas. Paling gak, senyum lah.
  14. Jika ada barang di bagasi, tunggu dengan sabar. Jangan menerobos kerumunan orang kalau pas melihat koper kamu sudah bergerak di conveyor belt. Cari lokasi yang agak lowong. Ingat, koper kamu ga akan pergi meninggalkanmu. Kamu gak pernah mengecewakannya kan?
  15. Kalau ini masuk ke negeri orang, jangan lupa isi form kedatangan. Biasanya dikasih di pesawat atau bisa diambil di bandara. Setelah itu baru ke konter imigrasi. Ingat tips di atas. Senyum wajar, jangan pasang tampang penjahat atau juga penakut. Santai aja.

Itu dulu ya. Yang punya tips lain, silakan tulis di kolom komentar 🙂
Foto: Tidak sedang Traveling ke New York

Advertisements

Ada Intan di UGM

Sore kemarin saya kedatangan dua orang tamu. Mereka adalah Intan dan Dita, keduanya mahasiswa Fisipol, UGM. Di kesempatan lain saya akan cerita tentang Dita. Kali ini, saya akan mengisahkan Intan. Intan adalah sebuah kisah klasik insan UGM. Dia lahir di keluarga sederhana dari seorang ibu yang telah melahirkan 10 orang anak. Intan anak terkecil dan ayahnya pun telah tiada. Ibunya ‘hanya’ pedagang sembako kecil dan harus berjibaku menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya. Ini sudah tahun 2019, saya tertegun mendengar penggalan cerita yang lebih mirip dengan kisah tahun 1980an.

Continue reading “Ada Intan di UGM”

MEMAHAMI PULAU DAN REKLAMASI

I Made Andi Arsana, Ph.D
madeandi@ugm.ac.id
Dosen Teknik Geodesi UGM, menekuni aspek geospasial hukum laut internasional

Sebuah berita dengan headlines “Anies: Reklamasi Itu Pantai, Bukan Pulau” di Kumparan tanggal 23 Juni 2019 menuai perdebatan hangat. Banyak yang menyalahkan Anies Basewedan,Gubernur DKI Jakarta, dengan pernyataan itu. Kini media sosial penuh dengan cela-mencela atau bela-membela seputar istilah reklamasi, pantai dan pulau. Mari kita lihat.

Continue reading “MEMAHAMI PULAU DAN REKLAMASI”

Tips Menjawab Pertanyaan Dosen saat Sidang Skripsi

Sidang skripsi bisa jadi misteri yang paling ditakuti oleh mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang lancar ketika kuliah tetapi terhambat kelulusannya karena tidak siap menjalani sidang skripsi. Ada juga mahasiswa yang nilai skripsinya tidak maksimal bukan karena topik dan penggarapan skripsinya yang buruk tetapi karena tidak tampil prima saat sidang skripsi. Sebagian lain mengalami kesulitan karena tidak memiliki kesiapan saat harus menjawab pertanyaan atau komentar penguji saat sidang skripsi.

Continue reading “Tips Menjawab Pertanyaan Dosen saat Sidang Skripsi”

Eid Mubarak, Fatima

Dear Fatima,

I am writing this while overhearing the beauty of adzan from a mosque located not far from where I live. You’ve been here, I am sure you can imagine. The night has just arrived and I could feel stronger energy through the salawat sung by ummah, young and old, male and female. The last night of Ramadhan, everybody seems happy for a successful one-month journey. Yet, I could feel how they start to miss the holly month already.

Continue reading “Eid Mubarak, Fatima”

Kalah Tapi Tak Hina

Kemarin saya menemukan sebuah piagam lama yang umurnya sudah lebih dari dua dekade. Di piagam itu bertuliskan “Juara II” dalam rangka pemilihan siswa teladan di Kota Denpasar. Ingatan saya melambung ke masa lalu dan tiba-tiba potongan-potongan fragmen hidup seperti diputar ulang meskipun acak dan tidak kronologis.

Orang pertama yang saya ingat adalah dia yang memperoleh “Juara I”. Tak lain dan tak bukan, lelaki itu adalah Kadek Dian Sutrisna, siswa SMA 1 Denpasar. Konon, final sejati pemilihan siswa teladan Bali berlangsung di tingkat kabupaten/kota, tepatnya di Kota Denpasar. Mereka yang memenangkan kompetisi ini dipastikan melaju ke Jakarta. Dek Dian, dengan meyakinkan, memastikan tiket untuk ke Jakarta, bahkan sebelum berlaga di tingkat Provinsi Bali. Benar saja, beberapa bulan kemudian, Dek Dian mewakili Bali di Jakarta.

Continue reading “Kalah Tapi Tak Hina”

Cerita dari Tiongkok

Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada menghubungi saya, namanya Angelo Wijaya. Dia merekomendasikan saya kepada panitia untuk jadi pembicara di Tsinghua University, Tiongkok yang digelar Students Association of Belt and Road. Rupanya interaksi dan dukungan2 kecil yang saya berikan ke Angelo membuat dia mengambil keputusan itu.

Continue reading “Cerita dari Tiongkok”