Pendaftaran Beasiswa AAS 2019 sudah dibuka!

Jika kamu seorang pejuang beasiswa sesungguhnya, seharusnya judul tulisan ini tidak mengejutkan karena kamu pasti sudah tahu bahwa Beasiswa AAS 2019 memang sudah dibuka sejak 1 Februari 2018 lalu. Jika kamu pengunjung setia madeandi.com ini tetapi bukan untuk urusan beasiswa luar negeri, bisa jadi infromasi ini berisi hal baru. Jika kamu memang tertarik untuk sekolah S2 atau S3 di Australia, silakan lanjutkan membaca tulsian ini. Jika tidak, mungkin bisa beralih ke tulisan lain yang lebih cocok dengan minat/greget sendiri.

Continue reading “Pendaftaran Beasiswa AAS 2019 sudah dibuka!”

Advertisements

Bercermin pada [kejayusan] Dilan: Sebuah Resensi Film

Sebuah twit dari seorang public figure yang saya ikuti pemikiran dan karyanya berbunyi “Dilan is officially the new AADC”. Dalam hati saya bertanya “apa ya?” Saya pengagum AADC dan selama ini belum menemukan tandinganya, meskipun memang harus diakui bahwa film Indonesia sepertinya sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saya tahu, pendapat public figure ini subyektif tetapi saya penasaran. Hanya ada satu cara untuk mengetahui kebenarannya: nonton.

Continue reading “Bercermin pada [kejayusan] Dilan: Sebuah Resensi Film”

Setidaknya Ada Kabar

“Aku kesel sekali dengan Pak Broto. Janjinya ngembalikan uang dalam sebulan, ternyata sudah tiga bulan belum ada kabar. Aku telefon nggak pernah diangkat. Dia selalu menghindar. Sebenarnya aku tidak mempersoalkan uang segitu tetapi aku tidak suka karena dia melanggar janji. Kalau tidak punya uang untuk mengembalikan, setidaknya ada kabar lah. Aku mau tahu apa yang terjadi. Jangan malah tidak mau angkat telefon. Orang-orang seperti ini yang membuat bangsa ini tidak maju-maju.”

Continue reading “Setidaknya Ada Kabar”

Saat Males Ngerjain Skripsi Tiba

1. Tetap ke kampus, rasakan atmosfer kegentingan dan semangat teman-teman. Ini sanggup membuatmu resah dan gelisah. Harapannya lalu semangat kerja lagi.

2. Kalau males nulis atau ga punya ide, baca skripsi orang lain sebanyak-banyaknya. Tidak harus yang berhubungan. Banyak membaca membuat kamu bisa menulis.

3. Ketemu dosen pembimbing. Jangan hindari. Silakan curhat soal ketidakadaan kemajuan. Kalau dosenmu baik, dia akan paham. Mungkin kamu mqlah diajak makan sambil ngobrol. Ingat, jangan hindari dosen saat genting seperti ini.

4. Datang ke tempat wisuda untuk melihat temanmu wisuda. Kamu akan nangis darah lalu semangat skripsi lagi. Semoga.

5. Sering-sering baca lowongan kerja, terutama yang mensyaratkan sarjana. Apa ngga nyesel kamu ga bisa daftar karena belum punya ijazah?

6. Bergaul dengan orang-orang yang rajin dan positif tapi jangan jadi parasit buat mereka. Yang ada, malah mereka yang ikut males hehe.

7. Pasang gambar negara yang ingin kamu tuju untuk S2. Jadikan semangat!

8. Skripsi itu memang tebal, tapi ingat dia terdiri dari lembar-lembar halaman. Di skripsi itu pasti ada bagian yang mudah. Mulai dari yang mudah. Misalnya halaman persembahan. Atau ini sulit juga? Dasar jomblo 🙂

10. Ingat, orang pertama yang akan kecewa kalau kamu tidak selesai adalah ibumu. Di manapun beliau berada. Bahagiakan beliau.

Mana nomor sembilan? Dasar malas… tulis sendiri dong! Katanya mau skripsi 🙂

Demi Kepentingan yang Lebih Besar

“Seharusnya dia tidak bersikap picik seperti itu. Sebagai pejabat negara, dia harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Jangan hanya gara-gara tidak suka dengan seseorang, atau gara-gara orang itu tidak berasal dari partainya, maka dia tidak mau bekerja sama. Jika pejabat negara bersikap seperti itu, kapan negara ini maju?!”

Sambil telaten menyetir kendaraan, Genjo menyimak celoteh tuannya, sang akademisi, yang berbicara bersemangat. Sungguh cemerlang pandangan beliau soal mengutamakan kepenting bangsa. Di tengah percakapan searah itu, tiba-tiba ada panggilan telepon masuk. Sang tuan menjawabnya dengan sigap.

Continue reading “Demi Kepentingan yang Lebih Besar”

Ketika Standup Comedian Bercanda tentang Agama

Untuk kepentingan pribadi, saya berkeyakinan bahwa kita boleh bercanda dengan topik agama. Saya dengan sangat ringan bisa mengatakan “saya Hindu KW” sambil berkelakar, ketika tidak bisa menjelaskan suatu perkara dalam sudut pandang Hindu. Teman saya biasanya tertawa mendengar itu. Tidak ada yang marah, tidak ada yang menghina dan rasanya juga tidak ada yang memandang saya jauh lebih rendah dari sebelumnya. Bagi saya, ini adalah bercanda dengan topik agama. Saya melakukannya dengan kesadaran dan tidak ada maksud menghina siapapun, kecuali diri sendiri. Itupun kalau mengaku sebagai Hindu KW itu bisa membuat saya hina.

Continue reading “Ketika Standup Comedian Bercanda tentang Agama”

Buku Baru 2017: Inspirasi Empat Musim

Sahabat pembaca yang budiman,

Terima kasih telah setia bersama madeandi.com selama beberapa tahun terakhir. Saya tahu, ada pembaca yang telah berkunjung ke sini sejak 2004 dan masih kerap mampir hingga hari ini. Terima kasih. Pembaca baru yang awalnya tergelincir karena licinnya mesin pencari atau media sosial juga tidak sedikit yang akhirnya menjadi pembaca setia. Terima kasih. Apapaun yang Anda temukan di sini, semoga ada pelajaran, dari yang baik maupun tidak begitu baik. Dari cerita kesuksesan maupun kegagalan, semoga ada inspirasi yang bisa dituai.

Mengakhiri tahun 2017 saya persembahkan tulisan-tulisan saya di blog ini menjadi sebuah buku. Anda mungkin sudah membaca sebagian besar dari tulisan itu tapi mungkin tertarik untuk memilikinya sebagai buku untuk dibaca di kala senggang atau saat sedang melamun di kereta, pesawat, bus atau saat mengantri di mana saja. Atau mungkin Anda ingin membagi pengalaman membaca ini kepada mereka yang tidak punya kemewahan menikmati internet yang memadai. Saudara-saudara kita yang ada di tempat-tempat yang jauh dari riuh rendah teknologi mungkin akan sumringah menerima kiriman sebuah buku untuk mereka baca.

Buku ini adalah tentang perjalanan  saya mengunjung berbagai negara di Asia, Australia, Amerika, Eropa dan Afrika yang memberikan banyak pelajaran berharga. Inspirasi ini saya harap bisa menjadi alasan untuk keluar dari zona nyaman dan lingkungan geografis yang melenakan. Semoga inspirasi ini menggerakkan Anda untuk melakukan sesuatu yang baru dan memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat jauh yang asing dan penuh kejutan.Kepada Anda yang berada di teman-tempat jauh yang mungkin terlupakan, semoga buku ini jadi pengingat bahwa dunia kita sebenarnya jauh lebih besar dari yang kita lihat. Dunia ini sesungguhnya sebesar imajinasi kita.

Semoga buku ini mengingatkan bahwa kita adalah warga dunia. Jika dunia bisa digerakkan dari sebuah kantor di Wall Street New York, maka dia harusnya bisa diwarnai dari sebuah rumah sederhana di Talaud atau Atambua. Maka bukalah mata, lakukan hal-hal baru. Seperti nasihat Mark Twain, dalam dua puluh tahun ke depan, kita akan lebih sering menyesali apa yang tidak sempat kita lakukan, bukan apa yang kita lakukan.

Seorang sahabat penulis idola saya, Bang Fuadi, penulis Negeri Lima Menara, menyampaikan dukungannya:

Berbilang buku catatan perjalanan yang saya baca, tapi buku ini salah satu favorit saya. Kisah tamasya dengan aneka cita rasa: haru, tawa, bangga dan menyuntikkan energi. Ahli hukum laut dan surveyor ini kerap berbicara di berbagai forum internasional, di hadapan para pemimpin dunia, peneliti internasional, menteri dll. tapi sirkuit global yg membanggakan ini tak membuat dia lupa utk membimbing mahasiswanya dengan penuh perhatian di rumahnya yang asri. Dan kawan baik saya ini terus rindu utk pulang ke Bali, mengobrol berlama-lama dengan ibunya di dapur sambil menyantap masakan ibu.

Apakah Anda ingin mengoleksi karya ini? Dapatkan satu buku istimewa di bit.ly/Inspirasi4Musim