Pengembara Geospasial

Saya penah dihubungi seseorang dari Jakarta. Beliau memerlukan bantuan karena putranya akan bersekolah di Wollongong. Seperti biasa, sayapun membantu sebisanya dengan informasi yang saya punya. Yang cukup mengejutkan adalah ketika beliau tiba di Wollongong. Sepertinya hafal dengan semua jalan dan lingkungan, padahal baru pertama kali ke Wollongong. Ketika saya tanya, ternyata beliau sudah melakukan kunjungan virtual dengan Google Maps sebelum kunjungan sebenarnya. Saya menyebut orang-orang seperti ini sebagai “pengembara geospasial”, mereka yang melakukan perjalanan dengan persiapan geospasial yang matang. Peta adalah andalan mereka.

Continue reading “Pengembara Geospasial”

Do you see what I see?

Konferensi dan studi banding

This is a seminar, not a conference 🙂

Teman saya pernah bilang “hebat ya, sudah konferensi ke mana-mana. Banyak duit dong!” He just had no idea. Konferensi itu tidak membuat seorang peneliti banyak duit, percayalah. Salah-salah bisa jadi miskin.

Konferensi itu, dalam bahasa sederhana, adalah sebuah forum yang mempertemukan para peneliti untuk bisa menyampaikan temuan terbarunya. Konferensi itu diselenggarakan oleh asosiasi profesi/ilmiah sebagai wadah terjadi pertukaran gagasan. Misalnya, Anda sedang melakukan penelitian dan ingin agar kemajuan penelitian itu diketahui peneliti lain sekaligus untuk mendapat masukan, maka Anda datang ke konferensi. Partisipasi di sebuah konferensi biasanya ditandai dengan menyerahkan paper, presentasi oral atau presentasi poster. Yang lebih penting, partisipasi konferensi adalah keinginan sendiri dengan usaha sendiri dan terutama dengan biaya sendiri. Memang ada kemungkinan beberapa peserta konferensi terpilih dan didanai partisipasinya oleh penyelenggara tetapi ini sangat jarang. Jadi, umumnya konferensi itu terkait erat dengan menghabiskan uang, bukan mendapatkan uang.

Continue reading “Konferensi dan studi banding”

Kecantikan di Taman Keraton

Keraton, sudah kutegaskan kepadamu, tidak selalu kejam. Bahwa dia kadang angkuh dan dingin, semata-mata karena harus menjaga wibawa. Itu saja. Aku bertemu dengan orang-orang termasyur itu siang tadi, mereka menyapaku dengan ragu-ragu seakan tak hendak mengenal. Atau karena dinginnya taman kerajaan yang merambat menjalar pada serpihan-serpihan hati yang bersembunyi di dada mereka, entahlah. Mungkin juga, karena orang-orang keraton harus tampil berwibawa mempesona.

Tapi itu hanya sesaat. Setelah kuperagakan sinar-sinar yang berkelebat itu, mereka tak kuasa menahan kehangatan yang menyeruak mengemuka. Di dalam dada mereka, api bara yang terkungkung itu menyala dan membakar. Mengejawantah menjadi senyum lalu bermanifestasi menjadi puja dan puji. Sinar-sinar yang berkelebat itu adalah warisanmu, aku mengandalkannya untuk menghangatkan taman kota yang menggigil nyaris beku.

Seperti rencanaku aku bertemu kecantikan itu di sela-sela dingin yang menghukum. Kehangatan itu disembunyikannya seakan ingin dikuasainya sendiri. Maka dari itu dia menjadi pesona. Keraton ternyata menyembunyikannya rapi. Aku hanya pejalan kaki yang merasa cukup dengan memandang. Seperti yang kamu kabarkan, kecantikan itu tumbuh di ladang-ladang yang tidak boleh dijamah, tepat di taman keraton.

 

 

 

Bagaimana Ilmu Geodesi Menjelaskan Qiblat?

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi sahabat Muslim di seluruh dunia. Semoga puasanya lancar hingga akhir nanti. Dalam rangka menyambut Ramadhan dan menghormati sahabat Muslim yang berpuasa, saya coba jelaskan perihal arah Qiblat dari kacamata Geodesi. Video berikut ini murni pemahaman saya secara ilmiah berdasarkan ilmu terkait di Geodesi.

Jika ada hal yang kurang tepat dari pemaparan saya di video ini, semata-mata karena kesalahan pribadi. Mohon kesediaan Anda menghubungi saya jika menemukan kesalahan sehingga bisa dikoresksi. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Lihat juga posting sebelumnya tentang program Excel untuk menentukan Qiblat.

Menentukan Qiblat dengan Ms Excel dan Google Earth

Sebelum membaca ini, sebaiknya Anda membaca posting lain di blog ini.

Saya membuat sebuah program Macro Excel untuk menentukan Qiblat secara praktis dan menghasilkan file KMZ yang bisa dibuka dengan Google Earth. Jangan lupa, Sesuaikan penggunaan titik atau koma untuk detik pada sudut. Jika settingnya bahasa Indonesia, gunakan koma, jika Bahasa Inggris, pakai titik. Silakan unduh program tersebut di sini dan simak video petunjuknya di bawah.

Kartu Nama Pak Dino

Bandingkanlah

Sore tadi saya menyimak sebuah suguhan inspiratif: pemaparan Bapak Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, soal Diaspora Indonesia. Diaspora Indonesia, dalam bahasa sederhana, adalah orang yang memiliki keterikatan Indonesia namun tinggal di luar Indonesia. Pemaparannya terkait hasil pelaksanaan sebuah kongres bersejarah di Los Angeles beberapa hari lalu yang bertajuk Congress of Indonesian Diaspora (CID). Dalam lawatannya ke Australia kali ini, beliau menyempatkan diri bertemu masyarakat Indonesia di Sydney dan menyampaikan apa yang terjadi di LA beberapa waktu lalu. Hasil pertemuan Diaspora Indonesia itu disajikan kepada Diaspora Indonesia di Sydney.

Continue reading “Kartu Nama Pak Dino”

Angka-angka misterius

http://writemeout.wordpress.com/

Saya ingin bercerita soal angka-angka misterius. Ini tidak penting tetapi cukup menarik untuk diingat. Yang paling menarik adalah pertemuan saya dengan Asti pada tanggal 7/9/97. Asti Kelahiran 79 dan angkatan 97 di UGM. Hal menarik kedua adalah tentang angka yang terpampang di sebuah lemari. Tahun 2004 saya membeli sebuah lemari pakaian bekas di Sydney saat mulai sekolah. Di belakang lemari itu tertulis sebuah nomor empat angka. Lemari itu kami tempatkan sedemikian rupa sehingga bagian belakangnya menutupi tempat tidur. Setiap malam, angka itu kami pandangi, sengaja ataupun tidak. Beberapa saat kemudian kami membeli sepetak tanah dengan nomor sertifikat yang persis sama dengan angka yang tertera di belakang lemari itu. Cukup mengesankan.

Beberapa hari lalu saya memenangkan sebuah lomba penulisan esai di Belanda. Ternyata jumlah pesertanya 54 tulisan dari berbagai benua. Kemarin saya membaca-baca catatan saya tiga tahun lalu ketika memenangkan Olimpiade Karya Tulus Inovatif di Paris dan menemukan bahwa peserta lomba itu juga 54 tulisan. Kenyataan ini membuat saya tersenyum-senyum.

Apa artinya? Tidak ada makna yang serius. Hanya saja, misteri ini menarik untuk saya ingat dan membuat tersenyum di kala iseng. Tidak lebih tidak kurang. Adakah hal mirip yang terjadi pada hidup Anda? Oh satu lagi, saya menikah pada tanggal 14 April, tepat 91 tahun setelah Jack Dowson melukis Rose Dewitt Bukater di kapal Titanic 🙂

Panduan Menulis Proposal Penelitian

Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D. (biasa saya panggil Katirn), kawan saya di Unpar Bandung, berbaik hati mengompilasi berbagai bahan menjadi sebuah panduan menulis proposal penelitian (research proposal). Sebagian bahannya saya sumbangkan dari tulisan sebelumnya. Di tangan Katirn, tulisan ini jadi sangat cantik. Saya sarankan untuk membaca panduan ini bagi mereka yang akan membuat proposal penelitian, terutama bagi pejuang beasiswa luar negeri. Selain teori, ada juga contoh yang diambil dari sumber-sumber terpercaya. Meskipun beberapa contoh diambil dari Australia dan strukturnya menyesuaikan dengan proposal Beasiswa ADS, saya yakin Panduan Menulis Proposal Penelitian (pdf) bisa digunakan untuk kepentingan studi di manapun. Selamat membaca 🙂

Ide Juara yang Sederhana, Sebuah Ide untuk Jakarta

Saya mengikuti sebuah lomba penulisan esai bertema “Solusi untuk Jakarta” yang diselenggarakan oleh Komunitas Masyarakat Indonesia (KMI) Belanda. Yang menarik tentu saja hasilnya. Saya menjadi juara dari 54 peserta di Asia, Australia, Amerika dan Eropa. Hasilnya sudah jelas, saya ingin mengungkap cerita di baliknya.

Continue reading “Ide Juara yang Sederhana, Sebuah Ide untuk Jakarta”