Sepuluh ‘Dosa’ Saat Menulis Email

Seharusnya saya beri judul tulisan ini “Tips Menulis Email yang baik dan benar” tapi mungkin kurang sangar makanya saya ganti menjadi seperti judul sekarang. Dulu saya berpikir bahwa menulis email itu begitu mudah, semua orang bisa dan tidak perlu diajari. Semakin lama saya semakin ragu dengan pemahaman itu. Dalam beberapa hari terakhir saya bahkan jadi yakin bahwa menulis email itu tidak mudah dan saya merasa tergerak untuk berbagi pemahaman saya. Tulisan ini berdasarkan ratusan email yang saya terima baik dari mahasiswa maupun dari mitra di luar universitas. Ada sepuluh hal penting yang perlu diperhatikan:

Continue reading “Sepuluh ‘Dosa’ Saat Menulis Email”

Anak muda, pergilah! Tinggalkan Indonesia!

dusunAda seorang perempuan muda duduk dan sedang membaca buku. Dia takzim menyimak kata demi kata di buku itu dan sesekali melingkari lokasi-lokasi di peta yang menghiasi halaman yang sedang dibacanya dengan pena. Dari wajah dan buku yang dibaca, saya duga dia orang Jepang atau mungkin China. Entahlah. Saya duduk di sebelahnya, sebentar lagi pesawat akan terbang dari Jakarta ke Jogja. Perempuan muda itu menoleh sekilas, tersenyum sesaat lalu tenggelam lagi dalam bacaannya.

In a holiday?” tanya saya setelah mengencangkan sabuk pengaman. Saya tidak menoleh, hanya melirik saja, sekedar untuk memulai percakapan. Rasanya aneh jika tidak menyapa orang yang duduk di sebelah saya dalam sebuah perjalanan yang berlangsung satu jam. “Yes”, katanya sambil menengok. Mungkin dia tidak menyangka saya akan menyapanya. “I hope you enjoy Indonesia” kata saya singkat sambil tersenyum. “Yes” katanya singkat dan berhenti membaca. Dari jawabannya saya bisa tahu, Bahasa Inggrisnya tidak lancar tetapi dia berusaha dengan baik.

Continue reading “Anak muda, pergilah! Tinggalkan Indonesia!”

Kuliah Online yang Mudah, Murah, dan Wah

Saya sudah sering menceritakan soal kuliah online di blog ini. Saya pernah memberi kuliah online di ITS, di Paser, di Sidoarjo, di Papua dan banyak lagi. Kali ini agak berbeda, saya meminta orang lain untuk memberi kuliah online di kelas saya di Jogja. Namanya Imam Priambodo, anak muda lulusan Geodesi UNDIP yang bekerja di Fugro, sebuah perusahaan yang cukup mentereng namanya di bidang offshore. Imam saya minta memberikan materi tekait surveying yang dilakukan untuk pekerjaan konstruksi offshore. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan materi terkait prosedur pemindahan rig atau rig move.

Continue reading “Kuliah Online yang Mudah, Murah, dan Wah”

Tips Menjadi Moderator: Improvisasi di Tengah Jalan

Ada kalanya kita tidak siap untuk melakukan suatu tugas. Alasannya bisa banyak. Mungkin karena tidak punya waktu mempersiapkan, karena tugas itu memang bukan bidang keahlian kita atau semata mata karena kita pemalas. Saya akan ceritakan pengalaman saat menjadi moderator sebuah forum dan sebenarnya saya tidak siap sehingga harus berimprovisasi.

Saya pernah menulis di blog ini tentang tips menjadi moderator. Bagi saya, sukses itu perlu persiapan. Ini tidak bisa ditawar. Maka dari itu, ada perasaan bersalaah saat harus tampil tanpa persiapan, apalagi tampil sebagai moderator di forum internasional. Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma UGM meminta saya menjadi moderator bagi tiga ilmuwan keren dengan topik Weda dan Ilmu Pengetahuan. Ini bukan topik sehari hari yang saya geluti tetapi menantang dan keinginan untuk belajar begitu besar sehingga saya iyakan. Malang sekali, saya dihantam berbagai kesibukan lain sehingga tidak sempat melakukan persiapan semestinya. Jika Anda membaca tulisan saya sebelumnya, Anda akan paham persiapan apa yang saya maksudkan.

Continue reading “Tips Menjadi Moderator: Improvisasi di Tengah Jalan”

Lelaki Pengelana

Aku lelaki pengelana yang bepergian tidak saja dari satu tempat ke tempat lain tetapi juga dari satu peradaban ke peradaban berikutnya. Aku menuai badai yang menerpa layarku untuk merelakan diri terombang ambing di satu titik Samudera tak bertuan. Aku menyisir pantai yang lengang, melacak jejak kebijaksanaan abadi seraya mengabadikan tinggalan tinggalan yang gugup nan rapuh.

Aku berkelana dipandu bintang, disemangati angin yang bergemuruh dan dilecut terik matahari yang menikam kemalasan. Aku mandi tetasan air yang mengalir dari gemercik suara yang berasal dari senda gurau para cendikia. Aku berbekal tongkat para santri yang mudah lantak dan luluh tapi berjaya tanpa keluh meski terik tak kunjung teduh. Aku berjalan di kesunyian, saat sendiri dan sepi menjadi satu satunya kebisingan. Saat senyap menjadi perdebatan yang paling hakiki, bahwa lawan sejati adalah keyakinan akan senyap yang penuh cerita.

Aku berkelana, tidak untuk meninggalkan kepatutan tetapi untuk berburu satu wasiat nan waskita. Aku meniti pematang yang gelap atau lorong lorong yang berdebu dan kehilangan gairah, bukan untuk menyembunyikan diri tetapi untuk menemukan keniscayaan yang lama hilang. Di suatu titik waktu aku kembali. Kembali pada gairah cemara atau aroma pagi yang basah di sebuah kita yang kerap gelisah. Dan tak ada satupun yang lebih melenakan, dari senyum seorang gadis kecil yang berlari dan menghantamku tanpa ampun dengan tumpukan rindu yang sengaja tak dipatut patutkannya.

Geodesi dan Geomatika Merekam Keistimewan Peradaban

surveyorjogja
Surveyor pakai blangkon

Ada yang berbeda di Keraton Yogyakarta tanggal 5-7 Juli 2014. Sejumlah orang datang dengan seperangkat alat yang tidak lazim terlihat di Keraton: Terrestrial Laser Scanner (TLS). Alat ini bisa memancarkan sinar laser untuk merekam obyek bangunan dengan akurat dan mewujudkannya dalam bentuk digital tiga dimensi. Adalah Jurusan Teknik Geodesi UGM bekerjasama dengan alumni di PT. Lidar Indonesia dan PT. Leica Geosystem yang mewujudkan gagasan itu. Para surveyor itu melakukan pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Teknik Geodesi UGM ke-55.

Jogja istimewa, kita semua tahu. Keraton adalah salah satu tanda keistmimewaan yang penting bagi Jogja. Bangunan Keraton, seperti halnya bangunan lain, sesungguhnya terancam keberadaannya oleh kondisi alam, polusi, bencana, peperangan dan kurangnya perawatan. Bangunan bersejarah ini dengan mudah bisa punah jika tidak dijaga. Yang lebih penting, renovasi dan rekonstruksi bangunan bersejarah ini juga tidak mudah dilakukan jika tidak atau belum pernah dilakukan dokumentasi yang sistematis dan akurat. Sebagai contoh, bagaimana mungkin Keraton bisa dibangun kembali sesuai bentuk aslinya jika dokumentasi teknis terhadap bentuk aslinya tidak pernah ada?

Agar tidak mengalami nasib yang sama seperti banyak tinggalan peradaban lainnya, pemeliharaan terhadap Keraton Yogyakarta mutlak diperlukan. Pemeliharaan ini dapat dilakukan dengan pendokumentasian yang berfungsi untuk konservasi. Konservasi Keraton Yogyakarta membutuhkan tingkat ketelitian dan kerincian yang tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan sains, khususnya bidang ilmu keteknikan.

Continue reading “Geodesi dan Geomatika Merekam Keistimewan Peradaban”

Contoh tayangan dan naskah presentasi

Banyak yang bertanya cara membuat presentasi yang baik. Saya sudah melihat ratusan presentasi dan banyak dari presentasi itu yang sangat bagus. Dari mereka saya belajar banyak sampai akhirnya saya menemukan cara dan pola membuat presentasi yang menurut saya baik. Kualitas presentasi tentu saja bisa subyektif. Yang baik menurut saya bisa jadi tidak baik menurut orang lain. Meski demikian, saya yakin ada kriteria presentasi yang bisa dianut karena mengandung kriteria yang secara umum bisa diterima oleh banyak pihak.

Contoh presentasi yang saya sampaikan di posting ini terdiri dari dua berkas. Berkas pertama adalah tayangan presentasinya dalam bentuk file Power Point dan berkas kedua adalah naskah presentasi dalam file Microsoft Word. File kedua merupakan naskah yang berisikan kata-kata yang diucapkan oleh seorang presenter ketika membawakan presentasi pada file pertama. File naskah disusun seperti naskah skenario drama yang memuat ucapan sekaligus tindakan (acting) yang harus dilakukan oleh seorang presenter ketika presentasi. Kedua jenis file ini biasa saya gunakan ketika menyiapkan presentasi, bukan ketika presentasi yang sebenarnya. Saya sarankan, hafalkan naskah ini ketika berlatih dan praktikkan ketika presentasi sebenarnya. Meski demikian, bukan tidak mungkin naskah ini memang disiapkan untuk dibawakan saat presentasi jika presenter tidak ingin menghafalkan.

Jika Anda adalah pemula di bidang presentasi, saya rasa kedua file ini akan berguna bagi Anda untuk memahami bagaimana sebuah presentasi dibuat, dipersiapkan, dilatih dan akhirnya dipentaskan. Sekali lagi, yang baik menurut saya belum tentu baik menurut Anda. Silakan gunakan kedua materi ini dengan penuh kebijaksanaan. Jika Anda ingin memiliki kedua file ini silakan kirimkan email ke madeandi@ugm.ac.id dengan subyek “Unduh Tayangan dan Naskah Presentasi” (tanpa tanda petik). Email dengan subyek ini akan secara otomatis dibalas jadi pastikan subyek emal Anda tidak salah.

Catatan:

  1. Contoh presentasi dalam Bahasa Inggris
  2. Silakan baca tulisan saya lainnya soal presentasi di sini, sini, sini, sini dan sini
  3. Jika berhasil mengunduh file ini, mohon kesediaannya menyampaikan tanggapan/saran/kritik ke saya

 

Apakah Anda Suka Berbagi?

http://understandquran.com/

Hidup di era teknologi informasi dan komunikasi jauh lebih mudah dibandingkan masa-masa sebelumnya. Informasi begitu gampang diperoleh, tentang apa saja. Mesin pencari Google menjadi penunjuk jalan paling sakti bagi siapa saja. Apapun yang Anda cari nyaris ada informasinya. Meski begitu, kadang kita tidak menemukan apa yang kita cari. Artinya, belum ada orang yang berbagi informasi itu? Di saat seperti ini kita kadang sedih atau bahkan kesal, menyayangkan mengapa tidak ada orang yang menuliskan informasi yang kita cari. Pernahkan Anda demikian?

Continue reading “Apakah Anda Suka Berbagi?”

Kreatif atau Mati

Jika Anda pernah bepergian dengan pesawat, mungkin Anda setuju dengan saya bahwa setelah penerbangan lebih dari tiga kali maka perhatian kita terhadap instruksi keselamatan penerbangan mengalami penurunan yang serius. Petunjuk mengenakan sabuk pengaman, pemakaian baju pelampung dan masker oksigen menjadi tidak menarik lagi jika Anda sudah terbiasa naik pesawat. Sering saya perhatikan, pramugari yang memeragakan instruksi itu juga setengah hati melakukan peragaan dan penumpang juga acuh tak acuh. Intinya, semua ritual itu seperti formalitas basa-basi, tidak lebih tidak kurang. Singkat kata, membosankan.

Anggapan saya berubah saat naik Air Asia dari Kuala Lumpur ke Singapura tanggal 26 Juni 2013 lalu. Karena lelah setelah mengikuti konferensi di Kuala Lumpur, saya hampir tertidur bahkan sebelum pesawat tinggal landas. Di sela kantuk dan kegamangan itu saya dikejutkan oleh berisik penonton yang tertawa seperti dikomando. Ternyata penumpang tertawa mendengarkan instruksi keselamatan yang yang dibawakan dengan cara lucu oleh pilot atau ko-pilot (saya tidak tahu persis).

Setelah saya perhatikan, ternyata instruksi keselamatan disampaikan secara langsung oleh seorang lelaki dari ruang kendali sambil diperagakan oleh beberapa orang pramugari. Yang membuatnya tidak biasa adalah cara penyampaianya yang lucu. Seringkali lelaki itu berbicara dengan gaya bergema (echo) yang dibuat-buat. Dia juga menyampaikan komentar-komentar konyol seperti “baju pelampung ini memiliki dua pipa tiup, bukan pipa sedot” yang disambut gelak tawa penumpang. Di saat lain, lelaki itu mengatakan “if you cannot find your seatbelt, you might sit on it”. Singkat kata, penumpang dibuatnya riuh rendah tertawa dan penuh perhatian.

Ini video dari Youtube, bukan video yang saya rekam sendiri

Ini adalah contoh kreativitas. Sesuatu yang tadinya biasa dan cenderung membosankan bisa menarik lagi dan menjadi pusat perhatian. Yang diperlukan hanya satu hal: keberanian berpikir dan berbuat di luar kebiasaan. Tentu ada risikonya tetapi jika tidak dicoba, maka ritual instruksi keselamatan di pesawat akan menjadi ‘barang kuno’ padahal sesungguhnya penting tetapi diabaikan sebagian besar orang. Alangkah berbahayanya jika kita abai akan hal-hal yang penting, hanya gara-gara penyampaiannya tidak menarik dan membosankan.
Dalam banyak hal, kreativitas adalah kunci. Tanpa itu, kita akan mati dengan segera. Mati karena terlindas roda zaman yang berlari kencang dan menjadi korban mengenaskan dalam kompetisi yang kian sengit. Jadi pilihannya jelas, kreatif atau mati.

Mendadak Indonesian Intellectual Summit

Pemandangan dari panggung. Ghra Sabha Pramana, UGM

Pukul 5.42 pagi, telepon saya bergetar tanpa suara. Agak lama getaran itu bercampur mimpi dini hari dan membuat saya tidak segera beranjak sampai akhirnya benar-benar tersadar. “Halo, selamat pagi”, kata saya menjawab telepon setelah setengah sadar memperhatikan nomor Jakarta tertera di layarnya. “Halo, Andi ya?” tanya suara di seberang. Ketika saya iyakan, dia mengatakan “ini Adhit, Ndi!” Saya masih setengah sadar, nyawa belum terkumpul semua. “Adhit…?” saya menyebut nama itu ragu. “Adhit yang dulu di Belanda, Ndi” “Oh, Adhit, apa kabar Dhit?” Saya baru tersedar, di Achmad Adhitya kawan saya.

Continue reading “Mendadak Indonesian Intellectual Summit”