Tips presentasi: skenario, bukan talking points!


Karena berbagai alasan, saya sering berbicara di berbagai forum. Konferensi adalah yang paling sering karena pekerjaan saya sebagai seorang peneliti dan mahasiswa S3. Sebagian besar dari semua itu harus saya sampaikan dalam Bahasa Inggris. Syukurlah, hingga sekarang saya melakukannya dengan cukup baik. Biasanya saya merasa puas setelah menyampaikan pemikiran saya, sebagai tanda keberhasilan. Penilaian ini tentulah subyektif.

Yang mungkin orang tidak pahami adalah bahwa untuk menyampaikan gagasan dalam Bahasa Inggris itu tidak mudah bagi saya. Bahwa kemudian saya terlihat melakukannya dengan cukup baik, ini adalah cerita lain. Saya akan mengungkapkan satu rahasia.

Ketika tampil di sebuah forum internasional untuk pertama kali tahun 2005, saya berlatih dengan sangat amat keras. Saat itulah saya menyadari bahwa saya harus menyiapkan dengan sangat baik agar bisa tampil maksimal. Saya bukanlah seorang jenius yang bisa berimprovisasi dan menguasai audiens dengan mudah tanpa berlatih. Maka saat itulah untuk pertama kalinya saya berkesimpulan bahwa presentasi dalam bahasa Inggris memerlukan naskah skenario yang lengkap, bukan sekedar talking points atau pokok-pokok pembicaraan. Sayapun membuat sebuah skenario untuk masing-masing halaman slide yang lengkap titik komanya. Saya bahkan menyiapkan lelucon yang relevan di halaman tertentu yang juga ditulis lengkap di skenario. Selanjutnya saya membuat kartu dari semua halaman slide yang dibaliknya dicetak naskah skenarionya. Kartu itulah yang menyertai ke manapun saya pergi untuk berlatih tiada henti. Di halte bus, di pasar, di kampus, di kantin, di kamar mandi, di dapur, di mana saja, saya bisa berlatih.

Skenario itu saya hafalkan, bukan sekedar ingat dan pahami. Dengan demikian saya tahu persis apa yang akan saya katakan saat presentasi nanti dan seberapa banyak waktu yang saya akan habiskan. Singkatnya, saya bisa mengontrol presentasi saya dengan sangat baik. Jika ditanya berapa kali saya harus berlatih, jawabannya adalah sampai saya bisa melakukan dengan lancar dan tepat waktu. Jika 50 kali tidak cukup maka saya berlatih 70 kali. Betul, saya memang bukan orang jenius yang bisa belajar sesuatu dengan super cepat. Dengan berlatih seperti ini, dijamin presentasi saya tanpa ‘eeee’ atau ‘hmmmm’ atau jeda diam yang tidak perlu. Tugas saya dalam presentasi yang sesungguhnya adalah membuat semuanya sealami mungkin sehingga tidak terdengar seperti sedang menghafalkan skenario. Keberhasilan membuat skenario menjadi terlihat natural dan spontan itulah kunci sukses seorang pembicara publik.

Jika Anda juga bukan orang jenius seperti halnya saya, saya sarankan untuk membuat naskah skenario, bukan sekedar talking points saat harus presentasi atau memberi pidato, terutama dalam bahasa asing. Selanjutnya adalah menghafalkannya dengan latihan yang tidak kenal lelah lalu menyampaikannya seakan-akan semuanya natural dan spontan. Dan jika Anda pernah atau akan melihat saya presentasi dengan baik, percayalah itu hasil berlatih puluhan kali. Tidak ada yang istimewa.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

14 thoughts on “Tips presentasi: skenario, bukan talking points!”

  1. Artikel yang sangat bagus, pak Andi.

    Saya Ada 2 pertanyaan:
    – Gimana kalau di’todong’ untuk presentasi mendadak ?
    – bagaimana persiapannya untuk sesi Tanya jawab?

    1. Mas Ardi, terima kasih 🙂
      1. Memang rada sulit. Kalau ditodong biasanya saya paksakan siapkan talking point kl masih sempat. Kalau tidak sempat, saya harus pastikan kalimat pembukanya lancar dan agak bagus. Biasanya berupa joke bahwa ini adalah presentasi todongan sehingga suasa jadi cair. Selanjutnya biasanya lebih mudah.
      2. Menurut saya idealnya kita memang harus paham betup konten presentasi kita. Ini langkah pertama untuk bisa jawab pertanyaan dengan baik. Selanjutnya saya biasanya ‘berkompromi’ pada diri bahwa saya tidak tahu segalanya, kalau ada yg tidak bisa dijawab, anggap wajar tapi janjikan dengan tulus akan mencari tahu jawabannya. kalau ini bukan presentasi ujian, tentu tidak ada masalah kita mengatakan demikian to 🙂

  2. wow that awesome tips that I should try in the future.
    my experience when I talk in front of the people which is about 100 people in english of course, the first thing that I have to prepared of myself is I have to be READY for it(100%) and relax myself of it. and know the “contents” of what I will presented. and if it needed for emergency, i prepared for notes (small notes) even though I will not see them while im talking. at that time I tried to walk around to the front where the people seat by seeing at the screen sometime (not often) because sometime the audience will move their head to see you that mean they will pay more attention to get of what you are talking about. and yes I did some funny things by telling something examples and make sure that they understands and smile and laugh. and also I often move my hands and seeing around the audience (not one point only)

    note, sorry i havent watch the video yet I just read your article only, will watch it later

    thanks Mr, made Andi,
    regard
    Rahmat.

  3. wow that awesome tips that I should try in the future.
    my experience when I talk in front of the people which is about 100 people in english of course, the first thing that I have to prepared of myself is I have to be READY for it(100%) and relax myself of it. and know the “contents” of what I will presented. and if it needed for emergency, i prepared for notes (small notes) even though I will not see them while im talking. at that time I tried to walk around to the front where the people seat by seeing at the screen sometime (not often) because sometime the audience will move their head to see you that mean they will pay more attention to get of what you are talking about. and yes I did some funny things by telling something examples and make sure that they understands and smile and laugh. and also I often move my hands and seeing around the audience (not one point only)

    note, sorry i havent watch the video yet I just read your article only, will watch it later

    thanks Mr, made Andi,
    regard
    Rahmat.

  4. Di presentasi pertama saya,saya minta tolong teman untuk mrekam presentasi saya,meskipun sudah berlatih masih banyak eeee dan mmmm nya, tapi itu jd evaluasi yg bagus.ada presentasi yg lain november ini,dan saya akan melatuhnya lebih keras….thanks this article is ecouraging me to keep more

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s