Tips presentasi: skenario, bukan talking points!

Karena berbagai alasan, saya sering berbicara di berbagai forum. Konferensi adalah yang paling sering karena pekerjaan saya sebagai seorang peneliti dan mahasiswa S3. Sebagian besar dari semua itu harus saya sampaikan dalam Bahasa Inggris. Syukurlah, hingga sekarang saya melakukannya dengan cukup baik. Biasanya saya merasa puas setelah menyampaikan pemikiran saya, sebagai tanda keberhasilan. Penilaian ini tentulah subyektif.

Continue reading “Tips presentasi: skenario, bukan talking points!”

Advertisements

Teknologi yang menggelitik

Beberapa waktu lalu saya melewatkan liburan Paskah dengan berkumpul di rumah teman di Wollongong. Saat berkumpul, saya melakukan komunikasi dengan Asti dan Lita di Jogja menggunakan Skype lewat iPad. Anak-anak teman saya adalah teman-temannya Lita juga sehingga mereka bisa ngobrol setelah lama tidak bertemu. Bosan nbobrol lewat Skype, anak-anak teman saya menjauh dari iPad saya dan menghambur main di lantai atas. Tentu saja Lita yang di Jogja tidak bisa melihat dan nbobrol dengan temannya lagi. Dia merasa ditinggal.

Merasa sendiri, Lita bertanya “where are they going Ayah?” dan saya jelaskan. Mengejutkan respon Lita lewat Skype “can I go upstairs with them?” Bayangkan, Lita yang ada di Jogja dan muncul di ruang tamu teman saya lewat iPad ingin ikut ke atas bermain bersama temannya di Australia. Bagi Lita itu bukan lelucon. Itu hal biasa saja, dia memang ingin “ikut ke atas” bermain dengan teman-temannya. Saya terharu mendengar permintaan itu.

Continue reading “Teknologi yang menggelitik”