Mengkritisi Presentasi Agus Yudhoyono


Saya akan menjadi layaknya komentator sepak bola yang bisa memuji maupun mengkritik tetapi belum tentu (atau pasti tidak) bisa melakukan. Komentator sepak bola yang canggih umumnya tidak bisa main sepak bola. Jika saya punya kemampuan untuk memperbaiki presentasi saya maka ada hal-hal yang ingin saya perbaiki bercermin pada presentasi Agus Yudhoyono  seperti yang ada di video berikut:

  1. Kaku. Terlihat sekali gaya tentara Agus yang kaku, tidak hangat, tidak menyentuh personal, tidak menyentuh penonton di hati mereka. Agus tidak menyajikan guyon sama sekali. Hal ini berbeda dengan Dino Patti Djalal dan Nicolas Saputra, misalnya.
  2. Menghafal tanpa acting yang natural. Nampak begitu menyolok kalau pidato Agus ini hasil hafalan. Bicaranya yang runut, tertata rapi dan sepertinya too good to be true tanpa diiringin improvisasi membuat hafalan ini kurang berjiwa. Menghafal itu penting dan bagus tetapi jika tidak dibawakan dengan akting yang baik maka kelihatan tidak natural. Standup comedy juga hafalan tetapi berhasil dibawakan dengan gaya alami seakan-akan spontan. Agus perlu belajar dari para standup comedian.
  3. Tanpa interaksi. Agus fokus dengan hafalannya dan tidak begitu peduli dengan penonton. Dia sibuk memenuhi targetnya yaitu menuntaskan pidatonya dengan lancar tanpa patah-patah. Bagi Agus, dalam presentasi ini, yang terpenting adalah dia berbicara lancar sesuai dengan hafalannya, bila perlu tanpa jeda dan tanpa kesalahan. Dia memang berhasil tetapi penonton sepertinya tidak dilibatkan sama sekali.
  4. Seperti membaca puisi. Agus berbicara seperti layaknya orang yang membaca pusi. Yang penting dilatih dan tampil sesuai latihan. Gerakan tangan, langkah dan gerakan tubuh adalah hasil latihan yang berjalan persis seperti latihan. Meski demikian, karena tanpa sentuhan personal dengan penonton, apa yang Agus lakukan tidak lebih dari sekedar drama yg diperankan pemain yg pintar menghafal dialog.

Saya tidak bisa berbicara lebih baik dari Agus Yudhoyono, itu pasti. Tapi saya memang sedang mencatat pelajaran dari banyak orang, yang saya sukai maupun yang saya anggap memiliki kelemahan. Meski saya fokus pada kelemahan pidato Agus kali ini, video di atas mengandung banyak sekali hal positif dan berguna untuk diterapkan dalam presentasi. Pembaca yang sedang belajar presentasi semoga mendapat pelajaran yang berguna dari video Agus dan tulisan ini.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

8 thoughts on “Mengkritisi Presentasi Agus Yudhoyono”

  1. Biasanya kalau saya menghafal suatu presentasi, saya akan banyak mengedipkan mata dengan interval tarikan nafas yang tidak biasanya, bukan hanya di awal presentasi, takut tidak terunut hafalannya.., :), iya bisa terlihat terutama ketika akan menyebutkan satu persatu “the source of each conflict…,” sangat terburu-buru menyelesaikan satu demi satu seperti yg pak Andi sampaikan pada poin 3.

    Kalau dari tips-tips presentasi yang di petik dari Pak Andi, seharusnya ada ice breakingnya di awal pidato, apalagi ini penampilannya yang kedua kalinya, untuk menyegarkan suasana forum yang dari temanya memang sudah agak menegangkan (menurut saya).. 🙂

    Oh iya satu lagi, kalau saya terlihat menghafal dan tegang serta tidak natural sejak dari awal presentasi,biasanya memang karena materi presentasinya bukan saya buat sendiri.., : ) tapi saya sangat yakin Pak Agus Yudhoyono menyiapkannya sendiri apalagi untuk forum internasional seperti itu. Mudah-mudahan.. 🙂

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s