Berburu rumah di Australia


Habis sudah masa bersuka cita menikmati nostalgia karena telah kembali ke Australia, kini urusan sesungguhnya mulai nampak. Hal pertama dan utama adalah bagaimana mendapatkan tempat tinggal secepat mungkin. Tidak mudah melakukan ini di Australia dan tidak akan pernah mudah, meskipun sudah berkali-kali datang dan pernah tinggal lama di negeri kangguru ini. Yang sedikit berubah hanya satu. Ya satu saja, kini aku tidak terlalu khawatir dibandingkan ketika datang ke sini pertama kali.

Aku ingat bahwa identitas adalah yang utama. Jangan lupa memfotokopi paspor. Itu yang selalu terngiang di telinga. Tanpa identitas, tidak mungkin mendapatkan rumah. Hal penting lain yang harus siap adalah surat dari universitas menyatakan penerimaan (acceptance letter), surat dari AusAID menyatakan jumlah beasiswa, dan dokumen lain yang mendukung yaitu kartu asuransi kesehatan dan kartu mahasiswa jika sudah punya. Rekening bank akan sangat membantu juga. Meskipun belum punya gambaran tentang akomodasi yang akan dijajagi, semua syarat tersebut sudah siap aku kopi.

Hal pertama yang terbersit di pikiran tentu saja adalah website Universitas Wollongong, terutama bagian akomodasi. Di website tersebut ada daftar akomodasi yang disewakan, termasuk mahasiswa juga bisa memasang iklan jika akan menyewakan akomodasi. Cukup banyak yang tersedia tetapi nampaknya tidak satupun sesuai dengan keinginan. Aku mengharapkan sebuah unit atau rumah 2 kamar dengan transportasi mudah. Tidak masalah apakah dia fully furnished (dengan furniture) atau tidak. Yang diiklankan di website universitas biasanya satu kamar kosong yang ’dikoskan’.

Sumber informasi lain tentu saja adalah website agen penyewaan rumah seperti fanning, ljhooker, laing and simmons, ray white, Rain and Horne dan lain-lain. Aku sendiri tidak ingat website masing-masing tapi untunglah Google can always help. Fanning adalah salah satu yang menjanjikan harapan. Ketika melakukan pencarian di website fanning.com.au, aku mendapatkan dua opsi yang menarik. Masing-masing adalah unit (apartemen) dua kamar dan kosong tanpa furniture (unfurnished). Harganyapun sama, AUD 170 per minggu (sekarang 1 AUD hampir Rp 9000). Harga yang sangat murah untuk Australia. Ingat ini per minggu, bukan per bulan. Di Sydney bisa paling tidak 2 kali lipatnya.

Aku juga melihat di website tersebut bahwa satu rumah akan dibuka untuk dilihat (inspeksi) pada hari Jumat jam 2.15-2.30 sore hari. Sementara satu rumah lainnya dibuka pukul 2.45-3.00 pada hari yang sama. Kebetulan pula keduanya tidak jauh satu sama lain, aku akan mengunjungi keduanya.

Jam 2.00 sore hari aku melaju dengan sepeda dari kampus. Untunglah Mb Yuli, mahasiswa Indonesia senior di Universitas Wollongong berbaik hati meminjami sepeda, termasuk memberi tumpangan sementara selama aku belum mendapatkan akomodasi. Sementara itu Asti dan Lita numpang di Sydney, di tempat Wulan, salah seorang teman baik di UNSW. Begitulah hidup di luar negeri, teman adalah saudara.

Membawa serta keluarga sekaligus memang ada untung ruginya. Untungnya, urusan cepat beres dan settle lebih cepat. Ruginya, sedikit agak repot ketika akomodasi belum diperloleh. Seperti diriku, anak istri harus dititipkan di Sydney, sementara aku berjuang sendiri mencari akomodasi di Wollongong. Itupun dengan kebaikan seorang teman yang memberi aku tumpangan. Kebaikan yang tidak akan terlupakan.

Sepedaku melaju menyusuri Robson Rd. yang berbukit, cukup melelahkan. Setelah sekian lama tidak bersepeda, cukup terasa bahwa mengayuh sepeda di jalan berbukit dengan sedikit tergesa sangatlah melelahkan. Inilah perjuangan. Jika ada yang membayangkah bahwa bersekolah di Australia itu enak, bergaul dengan salju dan bertemu dengan Russel Crow atau Nicole Kidman setiap hari sambil menyaksikan gadis-gadis telanjang di Bondi Beach atau di Coogee, sebaiknya bayangan itu sedikit direvisi. Maksudkku, bukan cuma di Bondi Beach dan Coogee bisa melihat pemandangan seperti itu, di hamparan rumput depan perpustakaan juga bisa 🙂

Singkat kata, kenikmatan harus dibayar dengan keringat. Tidak ada makan siang gratis di muka bumi ini.

Aku berhasil tiba di rumah yang akan disewakan dan tentu saja segera melakukan inspeksi dengan seksama. Rumahnya bagus, semua nampak bersih dan nyaman. Yang terpenting, aku menyukai sirkulasi udara dan sinar matahari yang masuk dengan leluasa. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa pikir panjang aku segera mengisi aplikasi yang diberikan oleh salah seorang karyawan Fanning yang memandu inspeksi. Meski demikian, dia tidak mau menungguku mengisi formulir tersebut dan memintaku menyerahkannya di kantor. Ough.. jauh sekali, di Crown Street, depan Stasiun Kereta Wollongong. Hm.. sebentar, bukankah perempuan muda ini akan memandu inspeksi di rumah lainnya? Bagaimana kalau aku berikan formulir pendaftaranku di sana. Dia setuju sambil berkata ”you have to be there between 2.45 and 3.00 pm. Otherwise you will need to visit our office!” OK, aku akan mengisi formulir ini sekilat mungkin dan mengejar gadis ini di rumah kedua yang diinspeksi hari ini. Astungkara, semua berjalan sesuai rencana, aku tiba di rumah kedua dengan aplikasi lengkap persis ketika gadis itu akan meninggalkan rumah. Aku terselamatkan oleh waktu. Setelah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan, aku menandatangani aplikasi dan diapun memeriksa. ”All good”, katanya. “I really need the place, please let me know the decision today!” aku memohon.

Hari ini aku akan ke Sydney naik kereta setelah jam 5 sore. Aku meninggalkan rumah Mb Yuli di bilangan Poulter St, West Wollongong menuju stasiun kereta. Dalam bus, aku harap-harap cemas. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 5 dan Fanning belum juga menelpon. Mungkin aplikasiku ditolak, karena pasti banyak yang menginginkan rumah tersebut. Aku tidak sabar mengecek HP, ternyata ada 3 missed call. Fanning menelponku. Aku heran mengapa tidak terdengar. Akupun melakukan panggilan balasan dan segera berbicara dengan orang yang tadi menelponku. Gadis yang sama dengan yang aku serahi aplikasi sore tadi. Dia bilang baru saja telah menelpon Asti di Sydney karena kebetulan aku juga meninggalkan nomor telepon Wulan, tempat Asti dan Lita menumpang di Sydney. Singkat kata, pemilik rumah menyetujui lamaranku.

Sangat mengejutkan sekaligus menyenangkan. Meski demikian, aku harus segera ke kantor Fanning, karena kalau tidak, tawaran bisa dibatalkan. Entah kebetulan entah keajaiban, kantor Fanning berada beberapa meter dari Stasiun Kereta Wollongong. Luar biasa! Aku turun di depan Fanning dan segera menghambur masuk. Gadis yang kutemui sore tadi sudah menunggu. Meski demikian, cerita belum berakhir. ”you said that you lived in this area before, may I know your previous address, please?” dia meminta aku memberikan alamatku terdahulu. Ternyata dia perlu melakukan konfirmasi termasuk menanyakan citra dan reputasiku selama menyewa rumah di Wollongong. Thank God, semua baik-baik saja, gadis itu keluar dari ruangannya dan menyatakan “you’ve just been approved” katanya setelah melakukan komunikasi dengan tuan rumahku yang lama. Akupun menyetujui untuk membayar sewa 2 minggu di muka ditambah deposit (bond) sebesar sewa 4 minggu dan $15 untuk biaya administrasi seperti yang biasa berlaku di Australia. Luar biasa! Hari yang melelahkan, tetapi memberi hasil yang memuaskan.

Satu hal yang aku catat, hal ini tentu saja tidak mudah bagi mereka yang benar-benar belum pernah ke Wollongong atau bahkan ke Australia. Menemukan alamat dengan kendaraan umum tidaklah mudah. Bagi yang belum pernah, mendatangi kantor Fanning dalam perjalanan menuju Stasiun Wollongong, bisa jadi bukanlah sesuatu yang mudah. Aku patut bersyukur dalam hal ini.

Aku berlari ke stasiun Wollongong karena khawatir ketinggalan kereta ke Sydney. Kurang dari 10 menit kemudian kereta datang dan siap mengantarkanku ke Sydney. Aku melaju sambil senyum-senyum di kereta. Berhasil mendapatkan rumah dan tanda-tangan kontrak dalam waktu 3 hari setelah sampai di Australia, tentu saja luar biasa. Tidak mudah, tetapi beres dengan perjuangan yang gigih. Perjalanan Wollongong-Sydney hari ini terasa jauh lebih indah dari biasanya. Kereta melaju dengan pasti lambat laun meninggalkan Wollongong yang sepi menuju Sydney yang selalu bergeliat menawarkan kenikmatan demi kenikmatan.

“Mungkin bagus juga kalau satu kamar lagi kita sewakan” Asti tiba-tiba muncul dengan ide yang selama ini belum pernah dipikirkan. Ya, mengapa tidak? Aku, Asti dan Lita hanya butuh 1 kamar tidur dan satu kamar lagi bisa disewakan. Apakah ada yang mau? Itu pertanyaan selanjutnya. Tidak saja rumahnya agak jauh dari Universitas, sharing dengan sebuah keluarga dengan satu anak kecil tidaklah mudah. Tidak banyak orang yang mau melakukan ini dengan berbagai alasan: privasi, kenyamanan, ketenangan, konsentrai belajar dan sebagainya. Pertanyaan selanjutnya, berapa harga yang layak untuk ini?

Akupun mulai melakukan riset kecil, utamanya di website akomodasi Universitas Wollongong, website yang aku datangi pertama kali. Kalau dulu aku gagal mendapatkan informasi dari sini, mengapa tidak mencoba memberikan informasi? Tanpa ragu, akupun memasang iklan kamarku untuk disewakan. Tidak tanggung-tanggung, aku menulis “A clean and tidy room to let. You will share with an Indonesian family with a cute little girl. You pay only $100 per week, all bills included (internet, electricity, telephone). Aku berani beriklan seperti ini tentu saja setelah meneliti bahwa harga ideal sebuah kamar fully furnished adalah sekitar $100.

Luar biasa! HPku berdering setiap saat sejak iklan itu disetujui oleh admin. Orang dari berbagai negara dengan berbagai macam logat tidak henti-hentinya menelpon. Wow, it was even better that I expected! Sementara itu, rumahku sendiri masih kosong melompong, tak satu barangpun tersedia. Tapi tidak usah khawatir, silahkan saja mereka melihat-lihat, toh rumah ini memang aku janjikan siap tanggal 1 Juni 2008. Sementara itu, aku sudah mendatangi RYAN, salah satu toko barang second hand terkemuka di Wollongong. Dalam waktu dekat, dia akan mengirimiku King-sized bed, kulkas, dan mesin cuci. Semuanya $600 sudah termasuk ongkos kirim. Selain itu, aku juga sudah memesan barang lain di SALVOS, toko barang second hand yang dikelola oleh tentara. Keduanya menjadi andalan mahasiswa internasional di Wollongong.

Singkatnya, aku berani menerima orang untuk melakukan inspeksi karena yakin bahwa barang-barang kebutuhan rumah tangga sudah siap terkirim. Rumah ini, saat resmi disewa tanggal 1 Juni nanti, akan benar2 fully furnished.

Seorang mahasiswa berkebangsaan Arab Saudi datang dengan sopannya. Dia tertarik, tetapi tidak mengambil keputusan malam itu. Besoknya seseorang dari India melakukan inspeksi. Dia seorang vegetarian, sangat sopan dan nampak sangat humble. Dia dulunya bekerja di IBM dan sekarang memutuskan untuk sekolah master di Universitas Wollongong. Sebuah pilihan berani. Pemuda ini nampak sangat baik dan aku langsung merasa cocok. Meski demikian, aku mengatakan “I am happy with our talk and I think we can communicate well. However, it is not me alone who will make the decision. My wife should know and has her voice heard too.” Dia pun menyetujui.

Asti, tentu saja, tidak keberatan dengan rencana brilian ini. Sang India resmi diterima sebagai anggota rumah. Ketika kita rela menghabiskan sedikit keringat untuk mencari dan mengisi rumah dengan layak, maka satu kamar akan bisa disewakan dengan harga sangat layak. Memang tidak sulit untuk menyetujui bahwa kami beruntung karena akhirnya hanya akan membayar $70 dan ‘anak kos’ membayar $100. Tapi jangan salah, bisa tinggal di sebuah rumah yang fully furnished dan all bills included di New South Wales dengan harga $100 per minggu adalah juga keajaiban. Tanyakanlah pada mereka yang telah melakukannya.

Apakah ini bagian dari keberuntungan? Well, aku setuju jika keberuntungan itu didefinisikan sebagai pertemuan antara kemampuan dan kesempatan.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

46 thoughts on “Berburu rumah di Australia”

  1. saya lagi nunggu visa kerja saya, tulisan bapak membantu banget untuk ancang2 biaya saya nanti Insya Allah kalo jadi ke Aussie… harga apartment 2 kamar, agen properti, toko barang second, dan barang2 second nya,
    btw, gimana kalo bapak nulis lagi tentang keseharian bpk, seperti biaya makan sehari2 dan ongkos transport ke tmpt kerja, pasti banyak yang pengen tau juga …

  2. pak made,
    aku udah dapet beasiswa ADS dan Insya Allah akan berangkat bulan Januari, waktu apply aku pilih Forensic Accounting, University of Wollonggong. Teman-teman kantor menyarankan aku untuk mengganti universitas karena UOW bukan Go8. Tapi Forensic Accounting hanya ada di UOW. PAk boleh, dijelaskan kenapa Bapak milih UOW? Terima Kasih.

  3. keberuntungan itu didefinisikan sebagai pertemuan antara kemampuan dan kesempatan.

    You always said like that,……..setuju Pak.he…he..

    (wait for me deh, aku akan membuktikan)

  4. Cerita Anda sangat bermanfaat, saya jadi punya gambaran bagaimana kehidupan di sana. Insya Allah taon depan saya akan ke sana mengambil master dengan beasiswa ADS, meninggalkan anak dan suami di iNdonesia. Trims

  5. Pak, ternyata kuliah di Australia tu perjuangan nya berat juga ya, saya pikir sangat menyenangkan sesuai dengan apa yang bapak gambarkan di depan perpustakaan. Hehehehe..

    Bagaimana dengan mereka yang kuliah di amerika dan eropa? Dulu waaktu saya SMA, saya dengar mereka yang pulang kuliah dari luar negeri pulangnya langsung beli rumah dan mobil di Indonesia

    Apakah berita itu benar dan keadaan sekarang tlah berubah????

  6. Sdr Antick,

    Terima kash sudah mampir.
    Pertanyaannya menarik sekali dan ini menjadi isu biasa dalam hal memilih universitas di Australia. FYI, saya menyelesaikan master di UNSW, salah satu Go8 dan merupakan yang terbatik di bidang saya (surveying) untuk belahan bumi selatan 🙂

    Sekarang saya milih UoW semata-mata karena saya menekuni bidang yang spesifik, aspek teknis batas maritim. Di UNSW bisa juga tetapi riset bidang ini belum banyak berkembang sehingga saya justru akan menjadi “the leading person” di sana. Dalam beberapa hal ini bagus tetapi di satu sisi lain saya tidak akan bisa mendapat teman diskusi yang memadai di sana. It is not very good to me.

    Hal lain, saya perlu informasikan bahwa di Australia secara umum, kuliah sangatlah mandiri. Saya tidak melihat secara signifikan peran dosen akan membuat kita hebat, tetapi lebih pada usaha kita sendiri. Ini mungkin debatable, tetapi itulah kesimpulan saya setelah mengambil master di sydney dan pernah jadi peneliti tamu di Wollongong tahun 2007.

    Menurut saya pribadi, it is not the institution, tapi the person. Kalau Anda memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mengetahui atau mendalami sesuatu, Anda tidak akan terlalu dipusingkan dengan kualitas, apalgi popularitas universitasnya. Saya menganut prinsip borderless world in terms of education. Bisa mengakses apa saja dari mana saja.

    Saya menyadari setiap orang punya pemikiran berbeda, jadi terserah masing-masing. Kalau ada yang punya pandangan bahwa universitas akan membuat seseorang menjadi hebat, saya juga punya keyakinan bahwa seseorang bisa membuat universitasnya hebat. Siapa itu? that’s YOU!

  7. Pak Rusydi,

    Banyak hal menyenangkan di luar negeri… termasuk perpustakaan itu he he he. Saya akan posting lagi lebih banyak.

    Terntang beli mobil..
    Ya ini masih berlaku kok 🙂 Kalau yang dari Amerika dan Eropa bisa beli mobil, yang dari Australia harusnya bisa beli rumah dan tanah juga, selain mobil he he he

  8. Dear pak Andi, saya sangat takjub melihat kerja keras bapak dalam mendapatkan akomodasi di Wollongong. Saya pribadi juga mengalami hal yg sama, suka duka mencari akomodasi di Brisbane. Namun sharing pak Andi sungguh berhasil dalam menginspirasi saya. Terima kasih pak Andi. Sukses selalu dalam studynya. Salam dari Brisbane.

  9. Wah Bapak seorang pejuang tangguh dan sangat beruntung. saya sendiri mengalami pusingnya cari permanent accommodation di Sydney. Sudah hunting hampir seminggu belum dapat juga. Establishment allowance dari ADS belum cair dan harus keluar biaya utk temporary accommodation, trnsport, dll. Cerita Bapak sngat inspiratif dan membangkitkan semangat saya lagi utk cari accommodation yg tepat, karena ingin suami dan bayi saya sgera nyusul ke Sydney. Semoga sukses utk Bapak dan keluarga.

  10. Mas Heri,

    Terima kasih atas apresiasinya. Saya yakin Mas Heri juga luar biasa perjuangannya. Selamat menikmati Brisbane yang Tropis. Saya suka sungainya dan suasana South Bank…

  11. Mb Tri,

    Terima kasih terlah berkunjung dan memuji. Memang tidak mudah tetapi saya yakin Mb Tri tidak menyerah. Saya dulu perlu waktu hampir 3 minggu di Sydney, jadi Mb Tri tidak sendiri. Selamat berjuang dan semoga keluarga segera menyusul.

    1. Dear mas Andi, saya tidak tahu apakah tulisan saya ini akan anda baca juga, semoga belum terlambat untuk saya.

      Begini ceritanya, anak saya ingin bekerja dan melanjutkan untuk ambil Master di UNSW, sekarang sedang skripsi di Atmajaya-Jkt, bagian accounting, agak telat setahun karena dapat beasiswa Mandarin ke Hainan-China untuk 1 tahun.

      Karena itu saya jadi sering buka blog untuk cari tahu, bagaimana kehidupan disana dan bagaimana cara dapatkan beasiswanya.
      Maklum, saya khan single mother dan tanggungan saya 3 anak, jadi kalau mau sekolah keluar, sebisa mungkin dapat beasiswa. Jika gak dapet beasiswa, terpaksa jual rumah (kasihan yah ?), ini semua khan demi anak…… (ada alasan kuat kenapa saya ingin anak saya keluar – ini berkaitan dengan tahun 1998).

      Eeehhh secara tidak disengaja saya menemukan blognya mas Andi tentang “berburu rumah di Aussie”…. wooowww seru nian ceritanya, saya sampai ikutan capek membaca bagaimana serunya sampai bisa dapetin tuh rumah. Mas Andi dah lama yah tinggal disana ??

      Saya berharap mas Andi masih sering buka2 blog ini, jadi bisa baca dan semoga mau merelakan waktunya untuk balas email saya ini.
      Terima kasih untuk responnya.

      Salam dari saya, Rita-Jakarta.

  12. Halo Bli,

    Boleh minta email address atau no hp.
    Tgl 28 Juni sy mau mampir Wollongong jalan darat dari Brisbane ke Canberra. Siapa tahu bisa ketemu. Tx

  13. Halo, P’ Made
    Sy jg menerima beasiswa ADS n skrg lg ikut kursus EAP di bali. Rencananya thn dpn sy mau ambil TESOL di UOW. Sy ingin tw info ttg akomodasi, cuaca, dll yg berhubgn dgn keadaan di sana. Apakah bp bisa menolong sy dgn info tsb?

    Thanx sebelumnya.

  14. Halo Mr. Made Andi,
    saya juga menerima beasiswa dan nanti sekitar bulan bulan Juni atw Juli akan berada di Wollongong bersama sekitar 5 orang teman dengan rincian 5 oran cowo dan 1 orang cewe, kami semua akan ngambil FOrensic Accounting di UoW.
    Menurut saya pribadi UoW merupakan salah satu yang terbaik di Aussie, saya sendiri terdahulu pernah kul di Perth di Edith Cowan University,kl Pak Made tau seberapa beda Wollongong dan Perth?krn saya masih ingat semua kesan di Perth (lovely).
    n juga Pak Made, kl boleh sih untuk saat ini boleh ga saya minta tolong can u please help us find a place for us all 6 or probably be 5 people? for 4 or 5 male and 1 female.
    and for me personally, perhaps, can you help me to find one more of the bicycle?thanks in advance.
    oh dan juga boleh ga pak Made saya minta e-mail pribadi pak Made jadi enak komunikasinya?
    thanks again in advance.
    ===
    Saya sudah kirim email ke Anda.

  15. Om Swastiastu..

    Pak Made, apa punya kenalan yg tinggal didaerah kensington (arround UNSW lah..) karena tiang akan melanjutkan pendidikan master di UNSW bulan juli ini..
    Oh iya, boleh tiang minta email pribadi pak Made juga?
    Suksme..

  16. Om Swastiastu..

    Pak Made, apa punya kenalan yg tinggal didaerah kensington (arround UNSW lah..) karena tiang akan melanjutkan pendidikan master di UNSW bulan juli ini..
    Oh iya, boleh tiang minta email pribadi pak Made juga?
    Suksme..

  17. Hallo, Mr.Made Andi
    Saya sangat terkesan dengan perjuangan anda berburu tempat tinggal di Australia. Saya membayangkan begitukah yang akan saya alami sebentar lagi? karena ini pertama kali saya berkunjung ke Australi, sekitar pertengahan September saya bersama 9 teman mahasiswa program doktor (law) dari universitas Airlangga (Surabaya) mendapat kesempatan untuk mengikuti sandwich program selama 3 bulan di Wollongong University.

    Dengan pengalaman anda seperti itu, kami berharap memperoleh informasi mengenai tempat tinggal yang dapat kami hubungi sebelum sampai disana, sehingga setelah sampai disana sudah tersedia tempat tinggal, paling tidak seperti itulah harapan kami.

    bolehkah saya minta email pribadi pak made??
    Thanks for attention
    Salam kenal

  18. perkenalkan, mas Andi, namanya saya anggit, saya pernah baca artikel di blog mas Andi beberapa kali. Saya juga mau mengucapkan terimakasih buat mas Andi, dulu mas Andi pernah upload aplikasi ads versi word di milis beasiswa, itu sangat menolong saya dan akhirnya saya dapet beasiswa ads, rencana saya berangkat januari 2010. saya akan melanjutkan di teknik mesin unsw, mau mengambil master by research.
    saya masih bingung kalo untuk akomodasi itu kita harus booking dari sekarang atau nanti saja ya mas, begitu kita sudah sampai di unsw. soalnya saya baca ada waiting list gitu. Apakah pihak uni akan menyediakan akomodasi sementara?. Terimakasih sekali lagi mas Andi

  19. maaf mas tadi ada yg lupa, saya kebetulan single jadi gak bawa family, apakah mas andi ada referennsi untuk akomodasi. terima kasih

  20. Halo pak Made,
    saya helianti, yang dulu kala pernah bapak telpon terkait kepastian mengambil forensic acc.
    sekarang saya ngambil phd program nya pak, dan juli nanti ke wollongong,
    membaca tulisan bapak berburu akomodasi membuat saya terkagum2, keren pak, bisa dapat murah dan bagus
    saya mohon bantuannya untuk menilai apakah akomodasi yang akan saya ambil ini tergolong mahal atau tidak,
    bisa minta email pribadinya pak?
    makasih pak

  21. Mas Andi salam kenal,
    Terima kasih postingannya.. Ini merupakan informasi baru bagi saya.
    Dulu saya berpikir mahasiswa/i yang mendapatkan beasiswa di LN bisa tinggal
    di semacam asrama kampus, yang disediakan untuk pelajar asing, tempat mereka menuntut ilmu sehingga tidak perlu pusing-pusing memikirkan tempat tinggal selama menuntut ilmu di negeri orang. Ternyata penerima beasiswa Australia khususnya harus mencari tempat tinggal sendiri ya disana. Apakah para mahasiswa/i asing biasanya diberikan tenggang waktu untuk mencari tempat tinggal? Karena tidak mudah mencari tempat tinggal di tempat asing.

  22. Salam sejahtera,
    Salam kenal pak Made, tulisan anda sangat menarik, informasi yang berguna bagi yang membutuhkan.

    Kepada pencari tempat tinggal di australia, saya dapat membantu anda untuk mendapatkan rumah / apartment yang sesuai kebutuhan.
    Jangan ragu untuk menghubungi saya .

    Regards,
    Fyan
    Penta Properties
    081912206688

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s