Kami sekeluarga datang ke sebuah studio foto di Tabanan. Tidak sering dalam hidup keluarga besar kami bisa berkumpul secara lengkap. Meski tidak merayakan Idul Fitri, libur lebaran menjadi alasan keberasamaan ini. Kami mengunjugi sebuah studi sederhana dengan tujuan membuat foto keluarga yang professional.
Lepas mencoba berbagai gaya, proses administrasipun berjalan. Di saat itulah kami merasa tidak mendapat pelayanan yang baik. Seoang ibu, yang mungkin adalah pemilik studio itu, memasang wajah tidak bersahabat bahkan sejak kami masuk studio. Semua pertanyaan yang saya ajukan dijawabnya dengan nada yang datar bahkan cenderung agak ketus. Pandangan matanya tidak bersahabat sejak awal. Semangat melayangi tidak ada. Kesannya, perempuan itu tidak membutuhkan kehadiran kami sebagai konsumen. Dia tidak bersikap sebagai penyedia jasa tetapi seakan akan pemberi sedekah kepada kami yang membutuhkan bantuan. Saya bahkan sempat berbicara dengan nada agak tinggi karena satu perkara. Ibu, kakak, dan adik saya melihat itu dan mereka merasakan kekecewaan yang sama.


