Jas dan angkot

Genjo turun dari Damri yang mengantarnya dari Bandara Soekarno Hatta ke Bogor. Di terminal Damri Bogor dia mencoba mencari tahu lokasi hotel tempatnya menginap nanti. Alternatif transportasinya banyak. Pertama, Genjo bisa jalan kaki tetapi sepertinya cukup jauh dan memerlukan waktu lama. Bogor tak sedingin yang diduganya sehingga berjalan kaki begitu jauh bisa melelahkan juga. Kedua, Genjo bisa naik taxi. Tentu tidak ada masalah karena ada cukup uang untuk membayar taxi dan itu sudah dianggarkan. Alternatif ketiga, Genjo bisa naik angkot 06 yang turun tepat di depan hotel. Saat itu Genjo mengenakan jas rapi karena akan menghadiri sebuah pertemuan dengan kementerian tertentu. Genjo hadir mewakili pejabat tinggi di universitasnya. Ada pertanyaan kecil terbersit di pikiran Genjo “wajarkah saya, dengan penampilan seperti ini saat mewakili sebuah universitas besar di negeri ini untuk bertemu dengan pejabat di sebuah kementerian mentereng di Republik Indonesia, datang dengan naik angkot?”

Continue reading “Jas dan angkot”