Bodoh, Baru dan Pemula


Kami sekeluarga datang ke sebuah studio foto di Tabanan. Tidak sering dalam hidup keluarga besar kami bisa berkumpul secara lengkap. Meski tidak merayakan Idul Fitri, libur lebaran menjadi alasan keberasamaan ini. Kami mengunjugi sebuah studi sederhana dengan tujuan membuat foto keluarga yang professional.

Lepas mencoba berbagai gaya, proses administrasipun berjalan. Di saat itulah kami merasa tidak mendapat pelayanan yang baik. Seoang ibu, yang mungkin adalah pemilik studio itu, memasang wajah tidak bersahabat bahkan sejak kami masuk studio. Semua pertanyaan yang saya ajukan dijawabnya dengan nada yang datar bahkan cenderung agak ketus. Pandangan matanya tidak bersahabat sejak awal. Semangat melayangi tidak ada. Kesannya, perempuan itu tidak membutuhkan kehadiran kami sebagai konsumen. Dia tidak bersikap sebagai penyedia jasa tetapi seakan akan pemberi sedekah kepada kami yang membutuhkan bantuan. Saya bahkan sempat berbicara dengan nada agak tinggi karena satu perkara. Ibu, kakak, dan adik saya melihat itu dan mereka merasakan kekecewaan yang sama.

Ibu saya dengan cermat menganalisa “Ibu itu pastilah bukan perintis bisnis itu. Bisnis itu pasti didirikan oleh orang tua atau mertuanya dan kini dia tinggal melanjutkan. Kalau saja itu bisnis baru yang dirintisnya, pasti berbeda caranya melayani. Seorang perintis bisnis biasanya ramah kepada konsumen dan berusaha keras memberi pelayanan terbaik.” Ibu saya hanya lulusan SD tetapi pengalaman bisnis keluarga telah mengantarkannya pada berbagai pengalaman asin, pahit dan manis. Analsis itu boleh juga. Rasanya saya setuju.

Saat pertama kali mengunjungi Bandara Halim Perdana Kusuma, saya melihat berbagai hal positif. Pelayanannya baik, orang orang ramah dan peduli, petugas nampak bersemangat dan sepenuh hati ketika memberi pelayanan. Ada nuansa kebaruan dalam sentuhan pelayanan itu. Tidak saja petugas bandara, hal itu juga nampak jelas pada layanan jasa pijat refleksologi yang ada di sana, misalnya. Ketika mencoba masuk, petugasnya begitu ramah dan penuh perhatian. Saya bisa rasakan semangat mereka memberi sambutan. Alasannya satu: saya satu satunya konsumen di situ dan mungkin merupakan konsumen pertama mereka. Diakui, refleksologi itu memang baru buka beberapa hari. Menyadari diri sebagai pemula dan pemain baru memang mampu membuat orang berusaha lebih keras, melayani lebih baik dan belajar lebih banyak. Sayang sekali mereka hanya menerima cash sehingga saya yang tidak membawa uang cair batal menjadi konsumen pertama mereka.

Dalam tugas tugas yang bagi saya baru belakangan ini, saya menemukan satu kesimpulan penting bahwa saya masih begitu bodoh dalam administrasi dan manajemen. Kesimpulan ini tidak mengada ada. Jika selama ini saya lebih banyak bermain dengan kepemimpinan yang bersifat abstrak dan di tingkat gagasan, kini saya berhadapan dengan hal hal yang ‘pritilan’ dan begitu teknis. Di sinilah muncul pemahaman yang lebih baik tentang makna berpikir global bertindak lokal.

Saya masih tertatih tatih dalam menjalankan banyak tugas baru tetapi setidaknya sudah mendapat satu manfaat yaitu menyadari kebodohan yang menjadi alasan utama untuk belajar. Pidato Steve Jobs di Wisuda Standford banyak benarnya, bahwa sebaiknya masing masing dari kita tetap merasa bodoh dan merasa lapar akan hal hal baru untuk kemajuan. Stay hungry, stay foolish! Ibu pemilik studio foto di Tabanan itu mungkin harus mendengar pidato Steve Jobs ini agar merasakan kembali rasa lapar dan rasa bodoh pada dirinya.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

4 thoughts on “Bodoh, Baru dan Pemula”

  1. Benar sekali Bli Made, kalo merasa bodoh terhadap pengetahuan maka pikiran akan terbuka menerima hal baru. kadang hal tersebut menjadikan kita the begineer’s luck 🙂

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s