Tips beasiswa: Melampaui Syarat

Banyak sekali yang ingin mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri, termasuk mereka yang tidak memenuhi syarat atau hampir memenuhi syarat. Sering sekali saya mendapat pertanyaan dari para pejuang beasiswa semacam ini. Kepada mereka, saya menaruh hormat dan salut. Mereka ini pejuang yang gigih.

Suatu hari ada yang mengatakan bahwa IPnya bagus, prestasinya banyak, penelitiannya hebat tetapi TOEFL atau IELTSnya masih sedikit di bawah persyaratan. Dia ingin tahu apakah mungkin dia diterima atau mungkinkah penyeleksi mengabaikan persyaratan IELTS atau TOEFL pada kasus dia. Jawaban normatif saya, “mungkin saja”. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini kan, kata orang yang gemar membaca buku motivasi.

Continue reading “Tips beasiswa: Melampaui Syarat”

Setangkai mawar pengingat

Kisanak, jika kamu melintas di depan toko bunga itu, berhentilah sejenak. Sempatkanlah menikmati ranum mawar yang wanginya menawan, lalu pilihlah setangkai. Ambillah dengan niat penuh seluruh dan tukarlah dia dengan selembar uang pengganti keringatmu, lalu ciumlah penuh sukacita. Silakan bergegas pergi dan niatkanlah dalam hatimu akan sebuah nama dan sebentuk wajah. Jadikanlah nama dan wajah yang tak asing itu sebagai penerima persembahanmu.

Tidak usah menunduk apalagi bersimpuh berlutut. Kisanak tidak perlu lakukan itu. Berikanlah setangkai mawar putih itu kepadanya. Kepada dia yang menunggumu di balik pintu, tak peduli seberapa terlambat dirimu kembali menjumpai rumah. Kepada dia yang tak peduli dingin atau panas, menebar senyum saat dirimu turun dari pelana kuda seraya menambatkannya di samping pondokan. Kepada dia yang menipu kantuknya sendiri demi menyambutmu di temaram lampu yang terpedaya oleh ketulusannya. Kepada dia yang di saat tertentu hanya punya satu kata: dukung.

Continue reading “Setangkai mawar pengingat”

Kuliah di Jurusan atau Fakultas yang Tidak Populer? Santai Saja!

Saat ngobrol-ngobrol dengan mahasiswa, saya ditanya terkait jurusan atau fakultas yang tidak populer. Singkatnya, mahasiswa ini merasa galau karena kuliah di tempat yang menurutnya tidak populer dan khawatir tidak akan bisa berperan optimal saat lulus nanti. Saya bisa memahami, pertanyaan seperti ini pasti juga disampaikan oleh banyak anak muda lain terkait jurusan atau fakultasnya. Ini jawaban saya yang sebelumnya disampaikan dalam bentuk kultwit di Twitter.

Continue reading “Kuliah di Jurusan atau Fakultas yang Tidak Populer? Santai Saja!”

Diplomasi Cabai

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/

Ini cerita tentang cabai, bukan cabai cabaian. Cabai yang sebenarnya, cabai yang pedas. Sebagian orang menyebutnya cabe, sebagian lain mengatakan lombok. Berbeda nama tetapi toh rasanya sama: pedas. Pasalnya, tidak semua orang tahu bahwa cabai ini pedas. Itulah yang saya pahami dari interaksi saya dengan beberapa orang yang berasal dari luar Indonesia.

Kawan saya, seorang ahli hukum perikanan dari Australia, memberi saya pelajaran penting tetang cabai. Ketika itu, kami sama-sama berbicara di suatu forum di Bali. Panitia menyediakan gorengan dengan segala perlengkapannya. Tentu saja di dalam paket itu ada cabai hijau yang segar dan mengundang selera. Di antara gorengan itu ada tempe, ada bakwan, ada tahu dan segala rupa lainnya.

Continue reading “Diplomasi Cabai”

Menulis itu Candu

dusun Anak Dusun

Kisanak, jangan salah duga padaku. Aku menulis bukan karena perkara utama dalam hidupku telah tuntas. Bukan karena aku dihadiahi waktu berlebih. Waktu kita sama, dua puluh empat jam dalam sahari dan hanya tujuh hari dalam seminggu. Jika kisanak memiliki hanya 52 minggu dalam setahun, maka aku juga demikian. Sungguh alam ini adil padaku dan padamu.

Kisanak, jangan salah membayangkanku. Tak benar jika kamu bayangkan aku merenung setiap saat atau bijaksana senantiasa lalu menghasilkan tulisan yang membuai buai. Aku bahkan tak layak mengatakan aku ini orang biasa karena dengan demikian telah kukatakan kepadamu bahwa aku merasa istimewa. Tulisan itu adalah tipuan. Bentuk tipuan lain yang aku pelajari sambil lalu meski akhirnya menjadi kenikmatan. Tipuan ini layaknya peta yang aku gunakan untuk menghipnotis. Seperti kartohipnosis saat lawanku terpesona oleh titik garis dan luasan. Tulisan itu bentuk tipuan yang bersembunyi di balik alasan ilmiah atau berdalih lihai dengan angka, kode dan formula. Demikianlah tulisan itu. Semua menipu.

Continue reading “Menulis itu Candu”

Puisi Akar Tiga

Pernah aku khawatir, aku akan bernasib seperti akar kuadrat tiga yang sendiri dan kesepian. Angka tiga sesungguhnya sempurna dan rupawan. Namun kesempurnaannya sirna saat dia tidak terlihat karena tertutup dan tersembunyi di bawah naungan tanda akar kuadrat yang angkuh dan keji. Angka tiga menjadi tidak berdaya.

Seandainya saja aku adalah angka sembilan, maka aku pasti bisa melepaskan diri dari tanda akar kuadrat yang keji ini dengan mantra-mantra aritmatika sederhana. Aku sadar, aku tidak akan pernah menyaksikan matahari dengan tenang dan tuntas karena aku adalah 1,7321 yang masih bisa memanjang dan tidak berhenti. Aku adalah sebentuk irasionalitas yang mengenaskan dan ini adalah keniscayaan yang kadang tak sempat aku pertanyakan.

Aku terdiam dalam ketidakmengertian, berharap menemukan ketertolongan yang sejatinya tidak pernah aku bisa bayangkan sejatinya. Pencarian itu berhen ti di suatu ketika, saat aku melihat pencerahan. Alam mungkin ikut mendengarkan apa yang kudengar. Turut menikmati apa yang aku lihat. Sebuah akar kuadrat tiga lainnya hadir berkelebat. Dia menari anggun, mengundang dan menghampiri. Ternyata aku tidak sendiri. Kutemukan takdirku, akar kuadrat tiga yang juga sendiri dan kesepian. Mari kita mengalikan diri, membentuk angka yang kita inginkan. Kita telah menjelma menjadi intejer yang terbebas dari kungkungan tanda akar yang keji dan kejam.

Kita membebaskan diri dari keterikatan yang mematikan dengan kibasan sebuah tongkat ajaib. Dan tanda akar kuadrat yang mengekang kita kini sirna. Maka cintamu untukku telah dilahirkan kembali.

PS. Sebuah saduran bebas dari puisi “The Square Root of Three” karya David Feinberg, seperti yang disampaikan Kumar di Film “Harold and Kumar”

Boikot Bali

Kemarin saya membuka acara orientasi mahasiswa internasional di UGM. Tidak tanggung-tanggung, saya harus memberi sambutan sebanyak dua kali karena ada dua kelompok mahasiswa internasional yang mengikuti orientasi. Tidak kurang dari 120 mahasiswa dari berbagai negara yang tercatat sebagai mahasiswa baru semester ini di UGM.

Saya selalu menyempatkan diri bertanya asal negara para mahasiswa itu. Australia selalu mendominasi di kedua kelompok. Tidak lupa saya bercerita agak personal terkait pengalaman saya selama di Australia. Sekali dua kali saya berbahasa Inggris dengan logat Australia yang mengundang gelak tawa. Yang terpenting, saya sampaikan betapa saya memiliki berbagai pemahaman yang salah tentang Australia sebelum saya berkunjung ke negeri Kangguru itu. Cerita itu saya maksudkan untuk mengajak semua mahasiswa Internasional itu untuk menjadikan pengalaman belajar di UGM itu sebagai kesempatan untuk memahami perbedaan. Perbedaan itu keniscayaan dan kita tidak pernah bisa memaksa orang lain untuk menjadi diri kita, sekaligus kita tidak perlu merasa harus menjadi seperti orang lain. Yang terpenting adalah memahami perbedaan itu lalu melakukan tindakan yang menyesuaikan.

Continue reading “Boikot Bali”

Ingin Bekerja di Luar Negeri

singapuraBeberapa saat lalu saya mendapat undangan untuk hadir di acara pameran karir di Singapura yang diselenggarakan oleh Osaka University. Undangan itu ditujukan kepada Rektor UGM dan beliau menugaskan saya untuk menghadirinya karena juga terkait penjajagan kerjasama dengan mitra luar negeri. Osaka University adalah mitra potensial UGM dan berkenan menanggung semua biaya yang timbul karena partisipasi UGM. Atas instruksi itu, saya berada di Singapura pada tanggal 13 hingga 14 Februari 2015.

Dari sekian banyak pembicaraan, ada satu yang begitu menarik perhatian saya yaitu terkait kesempatan kerja di luar negeri. Seorang praktisi Pengembangan Sumberdaya Manusia dari Mitsubishi menceritakan kisah pengalamannya dalam melakukan rekruitmen di Asia Tenggara. Ada bayak fakta yang membut dahi berkerut.

Continue reading “Ingin Bekerja di Luar Negeri”

Pendaftaran Australia Awards Scholarship 2016 telah dibuka!

STOP!

Mungkin Anda sedang mencari informasi pendaftaran Beasiswa Australia Awards tahun 2017. Informasi di bawah ini adalah untuk tahun 2016 dan sudah ditutup. Untuk periode 2017, beasiswa ini akan dibuka tanggal 1 Februari 2016. Silakan baca tulisan ini.

Penjelasan singkat
Australia Awards Scholarship alias AAS adalah beasiswa penuh bagi masyarakat Indonesia yang memenuhi syarat untuk studi S2 atau S3 di perguruan tinggi Australia. Jika Anda sudah menyelesaikan pendidikan S1 dan berusia di bawah 42 tahun, Anda berkesempatan untuk mendaftar. Berikut ini hal-hal penting yang mungkin membantu Anda.

Continue reading “Pendaftaran Australia Awards Scholarship 2016 telah dibuka!”

35 Kunci Sukses di Usia Muda ala Billy Boen, Young On Top

Kunci Sukses

Saya membaca bukunya Mas Billy Boen, penggagas Young on Top, tentang 35 Kunci Sukses di Usia Muda. Bukunya keren dan sudah pernah saya twit sebelumnya. Buku ini bagus karena mengandung tips yang tidak saja inspiratif tetapi juga praktis sifatnya. Saya rekomendasikan anak muda membaca buku ini. Membaca buku ini seperti membaca banyak buku bersama Billy Boen dan belajar dari banyak tokoh besar karena banyak kutipan. Berikut 35 tips sukses di usia muda ala Billy Boen.

Continue reading “35 Kunci Sukses di Usia Muda ala Billy Boen, Young On Top”