35 Kunci Sukses di Usia Muda ala Billy Boen, Young On Top


Kunci Sukses

Saya membaca bukunya Mas Billy Boen, penggagas Young on Top, tentang 35 Kunci Sukses di Usia Muda. Bukunya keren dan sudah pernah saya twit sebelumnya. Buku ini bagus karena mengandung tips yang tidak saja inspiratif tetapi juga praktis sifatnya. Saya rekomendasikan anak muda membaca buku ini. Membaca buku ini seperti membaca banyak buku bersama Billy Boen dan belajar dari banyak tokoh besar karena banyak kutipan. Berikut 35 tips sukses di usia muda ala Billy Boen.

  1. Kita harus melakukan apa yang kita cintai dan mencintai apa yang kita lakukan. Kerja bukan semata-mata soal imbalan. Jadi ingat, dulu saya kerja di Unilever gaji tinggi, pindah ke Astra yang keren. Ujung2nya pilih jadi guru 🙂 Kisah saya masuk Unilever, pindah Astra dan akhirnya milih jadi guru ada di http://t.co/dSTZipWyDI. Intinya, berusaha mengerjakan apa yang jadi passion kita tapi yang terpenting akhirnya adalah mencintai apa yang kita pilih.
  2. Bersyukur. Terdengar klise tapi ini bener banget. Merasa hidup hancur? Yakinlah, selalu ada hal yang patut kita syukuri. Dalam bahasa saya, syukur ini sama dengan menjadi dinamis: happy dengan apa yang telah dicapai tapi tetap percaya akan perbaikan. Tips bersyukur ala Billy Boen adalah dengan selalu mengingat ada yang lebih buruk dari kita. Bukan untuk sombong tapi agar tetap semangat.
  3. Menjalani hidup yang sehat. Kedengeren basi? Gimana bisa sukses kalau nggak sehat? Saya tertohok nih. Hidup sehat berarti makan baik, istirahat cukup dan olahraga teratur. Sepele? Percayalah itu juga tidak mudah kalau nggak diniati.
  4. Integritas! Bekerja jujur, sepenuh hati, tulus. Tidak bermuka dua. Jangan suka menggosipkan orang lain. Integritas juga berarti tidak menerima yang bukan hak walaupun kelihatan wajar. Misal: menerima komisi yang terkait tugas itu salah.
  5. Berpikir dan bermimpi besar. Bung Karno pernah bilang “mimpilah setinggi langit, kalaupun jatuh, kamu jatuh di antara bintang-bintang”. Memang tidak semua mimpi bisa terwujud tapi kerja keras dan ketekunan akan mengecilkan gap antara mimpi dan capaian. Kalau tidak punya mimpi dan cita-cita tinggi, tidak mungkin mencapai hal tinggi. Tidak ada yang datang dari langit. Pertanyaannya, kalau kita tidak mimpi besar, itu karena kita bijaksana dan rendah hati atau karena kita pengecut? Think!
  6. Percaya diri. Ini memang tidak instan dan terkait erat dengan proses bagaimana kita dibesarkan. Anak-anak yang diberi banyak larangan cenderung tidak PD. Saya juga dulu nggak PD. Kenapa? Karena kami miskin, ortu nggak berpendidikan, rumah nggak pakai listrik sampai SMA, mandi di sungai 🙂 Tapi ingat, kesempatan harus direbut. Tanpa PD, kamu nggak bisa merebut kesempatan. Caranya? Harus tega menyiksa diri untuk memulai satu hal kecil yang tidak biasa kamu lakukan. Memang berat banget tapi setelah itu aman. Agar PD, persiapkan dengan baik sebelum memulai hal kecil. Tunjukkan bahwa bisa berperan meskipun kecil. Akan melegakan. Saya paham, banyak yang nggak pede karena lingkungan kita begitu. Kita mudah mengejek tapi sulit memuji . UBAH kebiasan ini! Kenapa kamu nggak PeDe? Bisa jadi karena kamu mudah menghina orang lain sehingga jadi takut dihina kalau salah 🙂 Tapi PD bisa dilatih dan disiapkan. Caranya: belajar yang banyak, tumpuk pengetahuan dan jujur ketika bicara, jangan pura pura. Penting: PD tidak sama dengan sok hebat dan melebih-lebihkan. PD adalah menampilkan kemampuan kamu secara maksimal. Pernah lihat kan, temenmu sebenernya pinter tapi nggak kelihatan, orang nggak bisa tahu dari cara bicara/sikapnya. Dia nggak PeDe. Tapi jangan overconfident juga. Kalau kamu bisa lima jangan bilang bisa 10 hal. Pernah kan lihat yang seperti ini?!
  7. On time. Ini penyakit banyak orang, termasuk saya. Banyak orang tidak bisa tepat waktu! UBAH sekarang juga! Saking detilnya buku ini Mas Billy Boen bahkan kasih tips biar bisa on time. http://t.co/HYtejiY4qe.
  8. Open minded. Itu mudah diucapkan tetapi susah dilaksanakan. Kita semua egois soalnya. Sok bener sendiri, nggak mau denger orang lain. PD dan open minded itu sebelas duabelas. Orang PD akan open minded. Orang yang yakin sama dirinya akan mau dengerin orang lain. Kalau kamu agresif, suka nyerang pandangan yang beda, bisa jadi kamu nggak PD sama pandangan sendiri. Kalau yakin, santai aja Sob! Open minded itu seperti menerima deskripsi berbeda tentang HP yang sama. Kenapa bisa beda? Karena dilihat dari sisi yang beda. Kalau bisa dilakukan, open minded ini keren banget karena gagasan kita akan jadi lebih baik karena masukannya banyak.
  9. Respect! Hormati orang lain dan tunjukkan. Misal: kalau ada yang masuk ruangan, sambut dan hentikan sejenak kesibukan. Tidak mudah menunjukkan respek ini, terutama kepada orang yang posisinya di bawah. Dosen ke mahasiswa misalnya 🙂 Kalau ke orang yang lebih tinggi sih gampang menunjukkan respek. Coba ke orang yang lebih rendah. Di situlah karakter sebenarnya muncul. Saya masih belajar soal respek ini. Contohnya saat mahasiswa yang datang ke ruangan. Mahasiswa yang akan bisa menilai apakah saya respek atau tidak. Sekalian mau ngetes ni, apakah mahasiswa merasa saya sudah cukup menghargai kalian kalau menghadap saya di ruangan? Intinya: Respek itu bersifat resiprokal. Kalau mau dihormati orang ya hormati orang lain. Gitu aja kok repot 🙂
  10. Never give up. Ini juga klise banget tapi bener banget. Ada banyak banget teori dengan pengalaman orang soal ini. Memangnya kalau nggak nyerah pasti akan berhasil?! Nggak juga sih, tapi kalau nyerah itu sudah pasti gagal. Gimana menurut lo? Saya pernah dapat IP 1,2, kuliah berantakan, di oranganisasi ditolak. Kalau saya nyerah, mungkin tulisan ini nggak ada 😦 Bagaimana caranya biar kuat: pilih teman yang tepat, dekatlah sama orang tua terutama ibu, jalin hubungan positif sama pasangan. Di saat kita jatuh, kita perlu orang yang mendukung tanpa syarat tanpa menanyakan. Orang tua dan pasangan adalah kunci. Jadi jangan menyerah meskipun hasilnya belum pasti karena kalau menyerah hasilnya sudah pasti: GAGAL!
  11. Just perform. Tugas kita adalah berbuat terbaik yang kita bisa di setiap kesempatan. Jadi, bukan sekedar berbuat. Just perform juga diartikan tidak sekedar memenuhi job description saja tapi menjadikan job description sebagai syarat minimal. Waktu kerja cuci piring di Sydney, saya coba ini. Di sela-sela cuci piring, saya lap kulkas yang tadinya nggak pernah dilakukan oleh pekerja lain. Bos saya terkesan oleh hal-hal kecil begitu. Intinya bukan seberapa besar kontribusi kita tetapi seberapa besar usaha untuk memberikan lebih. Menurut Billy Boen, nggak cukup hanya work smart, kita tetap harus kerja keras juga. Kompetisi ketat Bro!
  12. Tenang dan cerdas. Ini penting karena anak muda biasanya meledak-ledak terutama saat ada berita buruk. Pernah dapat email/WA/BBM yang ngeselin kan? Apa reaksi kamu? Langsung balas dengan emosi karena tersinggung? UBAH kebiasaan itu. Kalau dapat pesan ngeselin, saya langsung tulis balasan yang melawan dengan keras tapi tidak saya kirim. Simpan di dariaft. Ini penting untuk memuaskan ego tapi tidak jadi bencana karena kan gak dikirim. Besoknya baca lagi, jadi malu sendiri.
  13. Biasakan mengirimkan laporan progres sedetil mungkin, seberapa kecil pun progres itu agar kamu nampak bekerja. Kadang kita mau kasih kejutan ke bos maka nggak update dulu sebelum ada hasil. Ini bisa bikin bos nyangka kamu nggak kerja. Kalau dikasih 10 tugas, 2 tugas susah perlu waktu 2 bulan dan 8 tugas gampang perlu waktu beberapa jam. Mana yang kamu utamakan? Kalau fokus ke 2 tugas yang susah, maka 2 bulan kamu terlihat nggak ada hasil 🙂 Maka disarankan mulai dari tugas ringan. Jadi enak laporannya: hari kedua setelah dapat tugas sudah bisa bilang “8 tugas sudah selesai, tinggal 2 dalam progress”. Bandingkan, setelah sebulan kamu masih bilang “belum ada satupun tugas yang selesai” beda kan?
  14. Fokus pada detil. Sesuatu akan berjalan sesuai keinginan jika disiapkan dengan detil banget. Soal detil ini jadi kelemahan saya nih. Saya banyak ide besar tapi lemah di detil, harus dibantu oleh yang bisa detil.
  15. Harus paham gambaran besar satu perkara. Meskipun tugas kita spesifik, sebaiknya kita tahu keseluruhan masalah. Dengan melihat gambaran besar yang utuh, kita bisa memilih solusi yang lebih tepat dan komprehensif, bukan sementara.
  16. Berpikir positif. Ini juga klise kan? Memang tapi kebenaran itu memang klise kok. Masalahnya, dijalankan apa nggak? Praktisnya gimana berpikir positif ini? BERKOMUNIKASI! Selalu komunikasikan dan kalauarifikasi langsung jika ada hal-hal yang aneh. Kalau mau agak serem, berpikir positif itu berarti menarik hal-hal positif datang ke hidup kita. Law of attraction?!
  17. Kreativitas itu penting banget. Caranya gimana? Dengan memberi perhatian penuh pada satu perkara. Pengalaman saya, kalau saya ada passion terhadap sesuatu saya akan penuh perhatian. Dengan itu muncul kreativitas. Kreativitas dalam mengerjakan sesuatu juga didapat dengan banyak melihat hal lain, banyak baca, banyak ngobrol. Yang terpenting, harus open minded sehingga di pikiran kita selalu ada keyakinan ‘mungkin ada cara lain menyelesaikan ini’. Ingat, kreativitas tidak selalu menciptakan hal baru. Not doing different things but doing things differently .
  18. Menghadirkan solusi bukan masalah. Jangan bilang “ada masalah” tapi “ada kendala dan opsi penyelesaiannya begini”. Apapun masalahnya, kita pasti punya usul penyelesaian meskipun itu absurd. Katakan saja, nanti akan ada penyempurnaan.
  19. Jangan berasumsi. Ini sering banget terjadi. Kita mengganggap orang lain sudah tahu tapi ternyata belum. Sampai-sampai ada pepatah “assumption is the mother of all f*** ups“. Asumsi lah yang sering membuat situasi jadi berantakan. Dosen yang berasumsi mahsiswanya harusnya sudah tahu cara menulis email, biasanya marah dapat email ‘tidak sopan’. Padahal memang benar-benar mahasiswa belum pernah diajari cara menulis email yang baik. Asumsi itu bahaya.
  20. Belajar dari kesalahan. Kita perlu rajin mencatat apa yang sudah terjadi. Pengalaman itu guru utama. Kata Barack Obama “kesalahan itu bagian dari bertumbuh. Kadang, bertumbuh itu meyakitkan”. Kata Billy Boen kita juga bisa belajar dari kesalahan orang lain. Caranya? Penuh perhatian dan mengamati dengan seksama.
  21. Punya banyak teman. Banyak kesempatan datang dari teman. Ingat tidak semua proyek/pekerjaan itu perlu tes rumit. Kadang kesempatan itu datang begitu saja dari teman tanpa perlu tes. Kalau lagi di pesawat/kereta/bus, suka menyapa orang yang duduk di sebelah nggak? Nggak? Gimana mau banyak teman! Coba petakan temanmu di FB apakah ngumpul di satu kota saja? Atau sekitar kos dan tempat kerja? 😀 Dalam bahasa kerennya, networking itu penting banget. Intinya sederhana, jangan cari teman tapi jadilah teman.
  22. Fair dan obyektif. Harus ada indikator obyektif dalam mengambil keputusan sehingga dianggap fair. Fair juga berarti memberi penghargaan dan ganjaran dengan tepat. Obyektif dalam perusahaan berarti mengutamakan nilai perusahaan.
  23. Memahami mana yang urgen dan mana yang penting atau kombinasi dua-duanya. Dahulukan yang urgen.
  24. Menunjukkan naluri dan kemampuan kepemimpinan itu penting untuk karir. Memang tidak mudah tapi hal ini terbukti efektif jika berhasil dilakukan. Coba ingat, kapan terakhir kamu dengan sukarela mengambil tanggung jawab yang agak besar, misal jadi ketua panita?
  25. Bela tim kamu dengan gigih! Kualitas kepemimpinan ditunjukkan dengan kegigihan memperjuangkan tim. Jangan terlalu mudah bilang “ya” pada atasan sebelum paham betul apakah tim kamu akan sanggup mengerjakan atau tidak.
  26. Extra mile. Suka menantang diri sendiri untuk bisa lebih. Membaca IMPOSSIBLE sebagai I’m possible. Kata Steve Jobs, jangan terlalu lama berdiam di suatu tempat yang nyaman. Keluarlah dari zona nyaman.
  27. Memiliki wawasan yang mumpuni. Ini bisa diperoleh dengan belajar yang keras dan tekun sehingga analsis jadi tajam. Orang yang wawasannya luas dan bagus lebih siap dalam mengambil risiko. Berani ambil risiko adalah salah satu syarat sukses.
  28. Miliki kemampuan negosiasi. Ini terkait erat dengan komunikasi yang baik. Bisa dipelajari jika mau. Tips negosiasi: cari tahu orang yang diajak negosiasi sedetil-detilnya, termasuk hal-hal kecil dan jadikan itu pemikat. Ingat, semua orang suka disanjung dan dianggap penting/hebat. Itu salah satu tips komunikasi dalam negosiasi.
  29. Humor itu penting. Percayalah, banyak hal-hal besar dibicarakan dalam situasi homor. Bagi saya, orang yang lucu adalah orang yang pinter. Bagaimana caranya biar lucu? Jangan maksa mengeluarkan humor jika memang tidak merasa bisa melakukan dengan alami. Namun jika tertarik, bisa belajar dari banyak sumber bacaan atau dari standup comedy dll. Simak dengan baik!
  30. Memiliki pemahaman bahwa kamu tidak punya tempat bersembunyi dari kesalahan. Penting untuk merasa bahwa setiap kesalahan harus dipertanggungjawabkan. Atasan tidak bisa melindungi dan bahwan tidak bisa dijadikan korban. Harus dihadapi sendiri. Keyakinan seperti ini akan membuat kita berusaha lebih baik dan lebih barhati-hati.
  31. Biasakan menyampaikan kritik yang membangun. Pastikan kita bisa memberi pujian kepada orang lain sebelum mengkritiknya. Jika harus mengkritik, pastikan kita memberikan tawaran solusi. Kritik yang baik hanya punya satu maksud: membuat orang yang kita kritik menjadi lebih baik, bukan membuatnya merasa tidak bisa atau bodoh.
  32. Tetaplah rendah hati dan membumi. Tidak ada yang suka orang sombong, Kamupun tidak suka, jadi kenapa harus sombong? Orang sombong pun tidak suka melihat orang sombong.
  33. Jangan cepat puas, tetaplah mencari. Bukan berarti tidak bersyukur tetapi selalu pecaya ada hal baru. Ini adalah ciri orang yang dinamis. Dia bisa menikmati dan bersyukur akan apa yang terjadi tetapi tetap percaya adanya kemungkinan perbaikan.
  34. Suka berbagi dan mau menerima. Jangan pelit ilmu. Ilmu adalah kekayaan yang bertambah ketika dibagi. Yang lebih penting, terbukalah pada gagasan baru dari orang lain, bahkan dari mereka yang awalnya kita anggap tidak lebih pintar.
  35. Yang terpenting, lakukanlah! Tidak ada gunanya paham sesuatu jika tidak dilakukan. Kini saatnya berbuat!

Saya meyakini tips di atas baik meskipun harus diakui, belum semua bisa saya jalankan dengan baik. Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri dan semoga juga demikian manfaatnya bagi pembaca.

PS. Tulisan ini dikembangkan dari twit sehingga tidak menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

20 thoughts on “35 Kunci Sukses di Usia Muda ala Billy Boen, Young On Top”

  1. Mantap mas infonya…mas, saya dari aceh, salah satu pembaca setia web anda yg sangat inspiratif dan bermanfaat..saya sangat ingin berjumpa langsung dengan mas andi..apakah mas andi sebelumnya pernah ke aceh ?

  2. Salam hormat mas Andi…
    Terima kasih untuk tulisan-tulisan yg selalu menginspirasi. Sy seorang guru di Jayapura,semoga suatu saat sy diberi ksmptan untuk bisa bertemu mas Andi…

  3. Reblogged this on Mizwandi Zuandi and commented:
    entah kenapa saya selalu meyukai tulisan pak I made, begitu banyak pelajaran yang bisa di ambil dan itu terkdang tidak bisa disampaikan oleh penulis-penulis lain. thanks pak, terkadang jika mengunjungi web ini saya jadi semangat kembali menulis. .

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s