Presiden Digdaya

http://www.dw.de/

Seorang kepala negara menjabat sebagai ketua umum sebuah partai itu bukan sesuatu yang luar biasa, bukan pula pelanggaran hukum. Di Australia, misalnya, ketua partai bahkan ‘otomatis’ menjadi perdana menteri. Makanya, jika partai mengalami gonjang ganjing dan terjadi pergantian ketua maka itu berarti terjadi pergantian perdana menteri. Inilah yang terjadi di Australia ketika Julia Gillard menjadi perdana menteri menggantikan Kevin Rudd. Di berbagai negara lain juga terjadi, pembaca bisa menelusuri informasinya.

Meski fenomena kepala negara menjadi ketua partai ini bukan pelanggaran hukum, Presiden SBY yang menjadi ketua umum Partai Demokrat (PD) ini menarik perhatian saya. Saya bukan orang politik, tidak juga belajar ilmu politik. Sekali dua kali, saya mungkin hanya korban politik saja karena ketidakpahaman. Saya tidak akan berteori tinggi-tinggi tetapi mencoba mengingat beberapa kejadian terakhir terkait Indonessia dan Presiden SBY.

Continue reading “Presiden Digdaya”

Mengunjungi Museum lewat Google Art Project

Sebenarnya ini bukan berita baru. Saya baru tertarik menuliskannya di blog ini untuk dokumentasi dan untuk Anda yang belum tahu. Kini kita bisa berkunjug ke banyak museum di seluruh dunia dan menikmati koleksinya secara virtual. Kita bisa seakan-akan masuk ke museum dan menjelajahi setiap sudut museum dan menikmati maha karya seni di dalamnya tanpa terganggu siapapun, tanpa perlu antri dan tanpa risau museum sebentar lagi akan tutup.

Pernahkan Anda membayangkan datang ke sebuah museum impian Anda dan menjadi satu-satunya pengunjung dengan waktu tak terbatas untuk menikmati setiap koleksi? Pernahkan membayangkan mengamati setiap lukisan atau patung atau benda seni bersejarah lainnya dari dekat seakan-akan Anda membawa kaca pembesar? Pernahkan membayangkan Anda menelusuri lorong-lorong museum sendirian dan berdiam diri selama mungkin tanpa ada yang mengganggu? Kini, semua itu bukan hanya angan-angan. Google Art Project telah membuat semua itu menjadi nyata. Google telah mengumpulkan koleksi puluhan jika tidak ratusan museum dan menyajikannya dengan pendekatan geospasial menggunakan teknologi yang sama dengan Google Street View. Anda bisa berkunjung ke sebuah museum dan merasakan pengalaman menikmati koleksinya seakan itu hal nyata. Berikut adalah contoh sebuah museum di Sydney: Art Gallery of New South Wales. Semua bisa dilihat di Google Art Project.

Galungan


galungan

Tanggal 27 Maret 2013, umat Hindu merayakan Galungan. Definisi yang saya percaya sejak SD, Galungan adalah peringatan atas kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). Galungan diperingati setiap 210 hari sekali setiap Rabu, Kliwon, Dungulan. Demikianlah kalender yang dijadikan pedoman oleh umat Hindu di Indonesia dan akan cukup panjang kalau dijelaskan di sini.

Dalam suasana Galungan begini saya selalu mengenang masa kecil saat ada di Bali. Galungan identik dengan masa bersenang-senang karena saat inilah ada kemungkinan punya baju baru, meskipun tidak selalu. Di saat Galungan pula, kami, anak-anak kecil, dibolehkah bangun subuh-subuhh lalu menonton para orang tua yang menyembelih babi sehari sebelum Galungan. Yang tidak terlupakan adalah saat berebut kantung kemih babi untuk dijadikan bola atau balon untuk bermain di hari-hari berikutnya. Anak-anak kecil tidak dibebani apapun terkait ritual agama, tidak juga ada kewajiban membaca sloka-sloka Bhagavadgita dalam menyambut Galungan. Yang ada hanya satu: kegembiraan tanpa syarat.

Continue reading “Galungan”

Adegan Geospasial dalam Film Taken 2

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Xi_Pwau-cl0]

Banyak review yang mengatakan film Taken 2 terlalu mengada-ada. Harus diakui beberapa adegan memang tidak masuk akal. Yang paling menonjol adalah keterlibatan Kim dalam operasi penyelamatan korban penculikan orang tuanya. Kim adalah seorang gadis usia belasan yang tidak pernah mendapat pelatihan operasi sejenis. Mengejutkan jika dia begitu terampil dan berani. Meski begitu, demikianlah film. Film memang menampilkan hal-hal menipu, bukan? Jika saja dia menyajikan hal-hal yang sama dengan kejadian sehari-hari mungkin kita tidak semangat menontonnya. Tulisan ini tidak akan membahas kualitas film Taken 2 secara umum tetapi menyoroti adegan geospasial di dalamnya. Adegan yang melibatkan peta.

Continue reading “Adegan Geospasial dalam Film Taken 2”

Tips Seleksi Beasiswa AAS/ADS dari Tim Seleksi

Video ini menjelaskan secara gamblang bagaimana seorang pejuang Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau Australian Development Scholarship (ADS) berhasil diterima. Patut disimak dengan seksama. Video ini diambil dari website resmi Beasiswa AAS/ADS www.australiaawardsindo.or.id

Perfect strangers

http://upload.wikimedia.org/

Setengah penggal Maret 2013 saya menghabiskan cukup banyak waktu di pesawat. Saya bertemu dan duduk dengan banyak orang asing di pesawat. Mari kita sebut mereka “perfect strangers”, orang yang bener-benar tidak saya kenal sebelumnya. Saya yakin, kita semua pernah mengalami situasi demikian meskipun lokasi dan konteksnya berbeda. Apa yang Anda lakukan ketika duduk dengan orang asing di kereta atau bus atau pesawat atau sekedar halte? Pilihannya tentu beragam. Yang paling umum adalah diam, tidak menyapa dan tidak mengganggu. Orang yang memilih cara ini mungkin tidak ingin megganggu dan diganggu. Biasanya saya memilih untuk berinteraksi. Bisa jadi ini tidak baik bagi sebagian orang, bagi saya ini lebih menyenangkan.

Memang tidak selalu mudah memulai percakapan, terlebih jika orang yang di samping kita cenderung diam dan tenang. Selain itu, memang kita mudah dihinggapi perasaan rendah diri atau malu, terutama ketika orang yang duduk di samping kita terlihat perlente penampilannya. Selain itu, tidak sulit untuk mencurigai orang yang ada di samping kita sombong. Dalam perjalanan, saya kadang terbang belasan jam. Sangat mudah untuk tampil kucel dan tidak meyakinkan. Ini menambah kerumitan jika harus memulai percakapan.

Continue reading “Perfect strangers”

Cerita dari Berlin

berlinEntahlah apa yang Anda pikirkan ketika membaca ini. Berlin bisa mengingatkan banyak hal berbeda pada masing-masing orang. Dulu, di awal tahun 1990an, saya teringat mendiang Farid Hardja ketika mendengar kata Berlin. Pasalnya, dia meyanyikan lagu tentang runtuhnya Tembok Berlin. Di Belakang hari saya mengingat Berlin sebagai suatu tempat yang pernah menunjukkan bentuk paling nyata sebuah perbatasan antarnegara. Berlin juga mengingatkan saya pada seorang kawan di Jakarta yang bernama Berlina karena lahir di Berlin ketika ayahnya menjadi diplomat. Anda boleh mengingat apa saja soal Berlin tetapi kali ini saya akan mengingat sebuah perjalanan.

Jerman adalah kunjungan luar negeri pertama saya tahun 2013 ini. Kunjungan ke Berlin istimewa karena saya berbicara di sebuah acara yang penting, setidaknya menurut saya: Simposium Ketahan Bumi atau Earth Resilience. Tidak hanya itu, ini adalah kunjungan saya yang pertama ke ibukota Jerman itu, meskipun sebelumnya sudah pernah ke Heidelberg, Munich dan Frankfurt.

Continue reading “Cerita dari Berlin”

Berlin 2013: telur setengah matang

Cerita ini bagian dari Berlin 2013

Tanggal 7 Maret saya meninggalkan Berlin menuju tanah air. Siang menjelang sore itu saya mengajak Ayu makan siang terakhir. Meskipun hampir seminggu tinggal bersama, kami jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing. Saya ingin menyampaikan terima kasih saya yang tulus di hari terakhir. Saya sudah berjanji mengajak Ayu makan siang dan kali ini saya yang akan mentraktir. Dibandingkan segala kebaikan Ayu yang telah menyediakan tempat tinggal dan sarapan sehat setiap hari, traktiran itu adalah hal minimal yang bisa saya lakukan. Kami makan di sebuah restoran sushi.

Continue reading “Berlin 2013: telur setengah matang”

Berlin 2013: Anna

Cerita ini bagian dari Berlin 2013

Selama di Jerman saya tinggal bersama Ayu, adik dari seorang kawan lama. Ayu tinggal di sebuah apartemen yang pemiliknya bernama Anna. Mungkin juga saya salah menuliskan namanya tetapi demikianlah yang saya dengar. Anna sudah cukup berumur, mungkin di atas 60 tahun. Meski sudah berumur masih terlihat sehat dan cekatan. Anna orang yang ramah, meskipun Bahasa Inggrisnya kadang terbata. Yang pasti, jauh lebih bagus dari Bahasa Jerman saya yang bisanya hanya Ich liebe dich. Dalam sekejap saya bisa meyakini Anna adalah orang yang menghargai tamu dengan baik. Ketika saya sampaikan permohonan maaf karena tidak bisa berbahasa Jerman, dengan serta merta dia menjawab bahwa diapun tidak bisa berbahasa Indonesia. Begitulah caranya menegaskan bahwa tidak ada bahasa yang lebih terhormat di dunia ini. Semua bahasa sama saja dan orang tidak harus bisa berbahasa asing untuk menunjukkan dia seorang yang baik. Mungkin itu pelajaran yang bisa saya tangkap dari perkataan Anna.

Continue reading “Berlin 2013: Anna”

Berlin 2013: Bertemu Presiden

Cerita ini bagian dari Berlin 2013

photo

Ketika berjalan-jalan di Berlin tanggal 4 Maret, kami menyaksikan kedatangan Presiden SBY di kota itu. Beliau tinggal di Adlon Hotel Berlin, hotel yang sama dengan tempat menginap Michael Jackson saat dia melakukan tindakan berhaya menunjukkan anaknya kepada wartawan. Masih ingatkah Anda dengan kejadian itu? Jika tidak coba cari di Google. Dari kejauhan kami melihat rombongan presiden yang menarik perhatian masyarakat lokal dan internasional. Sementara di sekitarnya terlihat pasukan pengawal presiden dan diplomat Indonesia yang memastikan kunjungan itu berjalan lancer. Suasana cukup tegang, seperti halnya kunjungan kepala negara lainnya. Keamanan tentu saja menjadi salah satu perhatian dan perlu mendapatkan jaminan.

Continue reading “Berlin 2013: Bertemu Presiden”