Rahasia Pembunuhan Presiden

Hotel Le Meridien, 10 Maret 2010
Aku menghempaskan tubuhku di sebuah sofa. Lelah sekali rasanya setelah seharian bergerak tiada henti. Kantuk menyerang tanpa ampun padahal hari belum gelap. Dalam pandangan yang samar aku melihat keranjang kecil yang cantik di atas meja berisi buah-buahan segar yang diselimuti plastik transparan. Pada selimut itu menempel secarik kertas bertuliskan “Kamar Presiden”. Aku tidak begitu mengerti mengapa keranjang buah itu belum dibawa ke kamar presiden padahal keranjang buah lain sudah lenyap.

Ruang sekretariat nampak sepi, hanya ada aku yang terduduk lesu. Cukup melelahkan mengikuti gerakan seorang Djoko Suyanto yang sigap. Pak Dadang, asisten pribadi yang mendampinginya dari Jakarta, juga kerepotan mengimbangi kesigapannya. Kunjungan Presiden SBY ke Sydney kali ini memang dipenuhi berbagai jadwal. Aku dan para relawan lain yang bertugas mendampingi rombongan selama di Sydney dibuat jugkir balik dengan jadwal padat para menteri.

Continue reading “Rahasia Pembunuhan Presiden”

Twitter Pak Presiden

sbytwitterMungkin berlebihan jika saya katakan Indonesia heboh karena Presiden SBY memilik akun Twitter baru karena memang ada banyak sekali orang Indonesia yang bahkan tidak tahu apa itu Twitter. Bagi pengguna Twitter, mungkin setuju bahwa Indonesia memang heboh karena akun Twitter Pak SBY ini. Memang tidak jadi soal apakah kita tahu Twitter atau tidak. Paham atau tidak paham, Twitter tidak akan membuat kita berhenti bergerak, tidak membuat kita berhenti bermanfaat.

Suka atau tidak, pak presiden kini punya akun Twitter. Mengapa Twitter dianggap penting oleh presiden? Dugaan saya adalah karena pengguna Twitter di Indonesia banyak sekali. Sebuah artikel yang dilansir Forbes akhir tahun lalu menobatkan Jakarta sebagai kota dengan pengguna Twitter paling aktif di jagat raya. Indonesia sebagai negara, menempati posisi kelima di seluruh dunia. Sederhananya, pengguna Twitter di Indonesia banyak sekali. Tidak berlebihan jika Presiden SBY menggunakan Twitter untuk berkomunikasi dengan rakyatnya.

Continue reading “Twitter Pak Presiden”

Presiden Digdaya

http://www.dw.de/

Seorang kepala negara menjabat sebagai ketua umum sebuah partai itu bukan sesuatu yang luar biasa, bukan pula pelanggaran hukum. Di Australia, misalnya, ketua partai bahkan ‘otomatis’ menjadi perdana menteri. Makanya, jika partai mengalami gonjang ganjing dan terjadi pergantian ketua maka itu berarti terjadi pergantian perdana menteri. Inilah yang terjadi di Australia ketika Julia Gillard menjadi perdana menteri menggantikan Kevin Rudd. Di berbagai negara lain juga terjadi, pembaca bisa menelusuri informasinya.

Meski fenomena kepala negara menjadi ketua partai ini bukan pelanggaran hukum, Presiden SBY yang menjadi ketua umum Partai Demokrat (PD) ini menarik perhatian saya. Saya bukan orang politik, tidak juga belajar ilmu politik. Sekali dua kali, saya mungkin hanya korban politik saja karena ketidakpahaman. Saya tidak akan berteori tinggi-tinggi tetapi mencoba mengingat beberapa kejadian terakhir terkait Indonessia dan Presiden SBY.

Continue reading “Presiden Digdaya”