Tanggal 27 Maret 2013, umat Hindu merayakan Galungan. Definisi yang saya percaya sejak SD, Galungan adalah peringatan atas kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). Galungan diperingati setiap 210 hari sekali setiap Rabu, Kliwon, Dungulan. Demikianlah kalender yang dijadikan pedoman oleh umat Hindu di Indonesia dan akan cukup panjang kalau dijelaskan di sini.
Dalam suasana Galungan begini saya selalu mengenang masa kecil saat ada di Bali. Galungan identik dengan masa bersenang-senang karena saat inilah ada kemungkinan punya baju baru, meskipun tidak selalu. Di saat Galungan pula, kami, anak-anak kecil, dibolehkah bangun subuh-subuhh lalu menonton para orang tua yang menyembelih babi sehari sebelum Galungan. Yang tidak terlupakan adalah saat berebut kantung kemih babi untuk dijadikan bola atau balon untuk bermain di hari-hari berikutnya. Anak-anak kecil tidak dibebani apapun terkait ritual agama, tidak juga ada kewajiban membaca sloka-sloka Bhagavadgita dalam menyambut Galungan. Yang ada hanya satu: kegembiraan tanpa syarat.






