Mengingat 2012


2012

Ada satu kegagalan utama saya di tahun 2012 yaitu belum menyelesaikan sekolah S3 saya, tidak sesuai dengan yang seharusnya saya lakukan. Kata orang bijaksana, kalau ada kemauan pasti ada jalan, kalau tidak ada kemauan biasanya banyak alasan. Maka saya bisa menyampaikan 1001 alasan untuk membenarkan mengapa saya harus menunda penyelesaian studi S3 saya hingga tahun 2013 nanti. Meski demikian, di balik semua itu ada satu kebenaran yang tidak bisa dibantah: semua itu terjadi karena kelemahan saya sendiri. Maka resolusi paling utama saya untuk tahun 2013 adalah menyelesaikan S3. Semoga alam semesta bersekongkol membantu saya mewujudkan resolusi ini.

Dengan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran dan motivasi, saya ingin mengenang sejenak apa yang terjadi tahun 2012 lalu. Dari berbagai kegagalan, ada juga keberhasilan. Dari sekian banyak hal yang tidak membanggakan, ada hal-hal yang menumbuhkan semangat. Tahun 2012 saya lewati dengan suka dan duka, seperti halnya tahun-tahun lainnya.

Januari 2012
Saya mengawali tahun ini dengan sebuah kunjungan bersejarah ke Filipina. Bersejarah karena dua hal: pertama, ini adalah kunjungan saya yang pertama dan kedua, karena saya datang sebagai pembicara undangan dalam sebuah lokakarya internasional. Berkunjung ke Manila di Filipina adalah sebuah pengalaman seru. Kotanya yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta membuat saya seperti pulang kampung. Ada banyak hal menarik mulai dari pengemis jalanan, angkutan kota yang bersahaja, hiruk pikuk kota hingga keramahan Asia yang khas mewarnai perjalanan saya ke Manila Januari silam. Tentu saja kunjungan itu tidak melulu soal konferensi tetapi soal mengenal peradaban lain yang membuat saya lebih kaya dan lebih terbuka. Januari adalah keterbukaan terhadap berbagai macam budaya dan laku peradaban.

Februari 2012
Bulan ini sangat istimewa karena Asti, isteri saya, berhasil mendapatkan beasiswa ADS yang sudah dicobanya tiga kali. Keberhasilan ini mengukuhkan keyakinan bahwa para pejuang seperti kami memang tidak boleh menyerah dan tidak berhenti mencoba. Keberhasilan Asti meraih beasiswa ini sekaligus mengajarkan pada saya bahwa memberi motivasi bagi orang-orang terdekat sejatinya lebih sulit dibandingkan memotivasi mereka yang tidak begitu kita kenal. Meski demikian, hal ini bukan tidak mungkin dan keberhasilannya melahirkan kepuasan yang tak terkira.

Pada bulan ini juga saya mengenal pejuang hebat seperti Mas Taufiq Effendi yang tuna netra tetapi memiliki semangat juang yang mengagumkan. Yang tidak kalah istimewa, saya juga bertemu dengan Anggota Parlemen Australia, Sharon Bird, untuk diskusi banyak hal. Kunjungan ini adalah hasil keisengan saya dan kegigihan untuk mencoba hal-hal baru. Februari adalah tentang pelajaran untuk kreatif dan tidak meyerah.

Maret 2012
Untuk pertama kalinya saya mengajar jarak jauh di Master Teknik Industri ITS Surabaya atas kerjasama dengan sahabat saya Dr. Imam Baihaqi. Pengalaman ini sangat berkesan karena dari sinilah saya belajar banyak lagi hal-hal teknis tentang kuliah jarak jauh berbiaya rendah yang efektif. Saya menyebutnya kuliah jarak jauh dengan investasi nol. Pelajaran yang diberikan Pak Imam sangat berharga, bahwa jarak bukan lagi penghalang bagi kita untuk berbagi. Pelajaran ini kemudian saya teruskan untuk memberi kuliah jarak jauh di banyak tempat lain. Maret adalah tentang berbagi lintas ruang dan waktu.

April 2012
Di bulan April, pernikahan saya dan Asti berusia sembilan tahun, sebuah angka istimewa. Mengawali tahun ke-10, kami jauh dari mapan karena hidup masih terpencar-pencar dan tercerai berai. Asti mengawali hidup di Bali karena mengikuti kursus Bahasa Inggris persiapan kuliah di Australia, saya masih di Wollongong dan Lita tetap di Jogja. What a family. Meski demikian, nampaknya kami melewati segala tantangan dengan cukup baik. Kami diselamatkan oleh teknologi informasi dan komunikasi. Terima kasih yang tak terhingga pada keluarga yang luar biasa mendukung kami. Keluarga adalah kekayaan terbesar kami.

Bulan ini merupakan sejarah bagi blog saya madeandi.com karena pada bulan inilah terjadi kunjungan tertinggi sepanjang sejarah blog yaitu lebih dari 7000 dalam satu hari pada tanggal 26 April 2012. Menariknya, tulisan yang dikunjungi orang adalah tentang video porno DPR, sama sekali berbeda dengan topik utama blog saya. Tulisan itupun sesungguhnya tulisan tipuan yang saya buat untuk memancing para pembaca yang ternyata tergelincir ke blog saya karena licinnya mesin pencari.

Bulan April juga merupakan bulan yang penting bagi dunia geospasial. Dengan bantuan Google Earth, seorang pemuda bernama Saroo berhasil bertemu dengan Ibunya yang sudah terpisah darinya selama seperempat abad. Saya mencoba merekonstruksi bagaimana Saroo melakukan itu dengan Google Earth dan video yang saya buat diliput oleh Detik. April adalah pelajaran tentang interaksi dan pertukaran gagasan secara digital.

Mei 2012
Hal paling istimewa di bulan ini adalah pertemuan saya dengan Bapak Hajriyanto Thohari, wakil ketua MPR dari Fraksi Golkar. Saya bertemu beliau di Sydney dan bersyukur dapat membantu beliau mencari tempat tinggal untuk puterinya, Nadia. Yang menarik tentu saja proses diskusi yang terjadi dan berhasil saya rekam dalam tulisan saya. Berdiskusi dengan orang-orang seperti Hajriyanto ini menumbuhkan semangat dan optimisme bahwa Indonesia masih memiliki tokoh-tokoh politik yang baik dan layak diteladani. Tulisan saya tentang diskusi ini akhirnya juga dimuat di website beliau setelah adminnya meminta izin pada saya. Hal yang juga penting di bulan Mei adalah saya berusia 34 tahun. Mei adalah tentang menjadi lebih dewasa dengan belajar dan berguru dari orang-orang yang tepat.

Juni 2012
Ada dua hal penting yang saya lakukan bulan Juni. Pertama, saya akhirnya berhasil membuat video petunjuk dan tips pengisian formulir Beasiswa ADS yang nampaknya cukup bermanfaat bagi para pelamar. Saya mendapatkan banyak respon positif setelah membuat video ini. Hal kedua adalah saya mengajar jarak jauh untuk fasilitator PNPM di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Pak Ali Hapsah, sahabat saya sejak lama. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa teknologi ini memungkinkan kita berbagi dengan mereka yang terbatas fasilitas teknologinya. Ini sekaligus membuktikan bahwa kuliah online yang saya kembangkan bisa diterapkan untuk daerah yang tidak terlalu bagus infrastruktur intenetnya. Sebuah pengalaman luar biasa. Juni adalah tentang berbagi untuk sesama.

Juli 2012
Yang paling istimewa, tentu saja adalah ulang tahun Asti yang ke-33. Di Bulan ini Asti ulang tahun di Bali karena sedang mengikuti kursus persiapan sekolah ke Australia. Hal lain yang berkesan di bulan Juli adalah bertemu langsung dengan Pak Dino P. Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat di Sydney. Saya belajar dari pidato inspiratifnya. Hal lain di bulan Juli adalah saya memenangi sebuah lomba menulis di Eropa tentang Solusi untuk Jakarta. Ini kejutan yang saya terima ketika mengantri pembelian iMac yang mengharuskan saya antri sejak jam 5 pagi. Di bulan yang sama, saya juga diminta memberikan pidato perpisahan mewakili AusAID students di University of Wollongong. Di bidang akademik, saya diundang untuk presentasi di ANU, Canberra oleh Indonesian Studies Group dalam naungan Indonesia Project. Benar-benar sebuah pengalaman berharga. Juli adalah tentang keputusan untuk meraih kesempatan.

Agustus 2012
Bulan Agustus adalah bulan kekalahan sekaligus kemenangan. Tulisan saya yang masuk final lomba menulis yang diselenggarakan Telkom Solution tidak berhasil menang. Saya gagal memperoleh ‘likes’ terbanyak di FB page Telkom Solution. Memiliki teman 4000 lebih di FB ternyata tidak serta merta membuat saya dengan mudah memperoleh ‘likes’. Karena terbawa situasi, saya bahkan ikut cukup gencar mempromosikan tulisan saya itu agar ‘disukai’ oleh orang-orang. Jika dipikir lagi, itu merupakan pengalaman yang rasanya tidak perlu diulangi lagi. Meski berusaha dengan baik, saya harus puas berada di urutan kedua.

Bulan Agustus juga bulan kemenangan. Saya dinyatakan sebagai pemenang (juara 1) lomba penulisan artikel berbahasa Inggris yang diselenggarakan panitia peringatan Hari Pendidikan Nasional di Canberra. Hal ini sekaligus mengobati sedikit rasa kecewa atas kekalahan sebelumnya. Saya bersyukur atas kepercayaan Panitia dan hadiahnya juga lumayan. Oh ya satu lagi, Agustus juga bersejarah karena bulan inilah Neil Armstrong meninggal di usia 82 tahun. Armstrong telah menjadi inspirasi bagi dunia karena merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.

Yang paling menarik di bulan Agustus adalah saat Lita, anak saya, terbang ke Bali sendirian untuk pertama kalinya. Dia naik pesawat Garuda Indonesia dan mengukir sejarah bepergian sendiri di usia yang sangat belia. Kami, orang tuanya, sangat senang dan bangga. Selamat Lita. Agustus adalah tentang petualangan dan keberanian melakukan hal-hal baru.

September 2012
Untuk pertama kalinya saya mengunjungi Taiwan pada tanggal 1 September 2012. Saya diundang untuk presentasi dalam lokakarya terkait konflik Laut China Selatan dan implementasi UNCLOS. Pengalaman pertama ke Taiwan sangat menyenangkan, saya menemukan banyak hal baru yang akan dituliskan nanti. Saya juga bertemu dengan teman-teman mahasiswa Indonesia di sana dan seorang gadis Taiwan yang lahir dan besar di Indonesia karena orang tuanya berbisnis. Dialah yang mengantar saya ke Night Market terdekat untuk menikmati suasana pasar senggo ala Taiwan. Pengalaman berkunjung ke Taipe 101, gedung tertinggi di Taiwan, juga merupakan pengalaman seru.

Hal penting lainnya di bulan September adalah Lita yang sudah berusia 7 tahun. Telah banyak yang dialami dan dipelajarinya dan Lita telah menunjukkan sikap yang baik dalam bekerjasama dengan orangtuanya yang terpencar-pencar hidupnya karena tugas dan idealisme. September adalah tentang pentingnya dukungan sahabat dan keluarga.

Oktober 2012
Hal paling menyejarah di bulan Oktober 2012 adalah kunjungan saya untuk pertama kali ke bumi Sumatera. Saya berkunjung ke Baturaja, Sumatera Selatan, untuk memberi kuliah umum kepada mahasiswa AKMI Baturaja, atas undangan ketua yayasan Putu Putrayasa, yang adalah teman karib saya sejak tahun 1996. Perjalanan yang berkesan karena saya bisa berbagi dengan mahasiswa dan dosen di AKMI Baturaja yang menurut saya memiliki semangat bekerja dengan cara saling menguatkan.

Di Bulan Oktober ini juga saya bertemu pertama kali secara live dengan Mas Anies Baswedan. Meskipun hanya hadir sebagai peserta road show Indonesia mengajar di Ghra Sabha Pramana, saya merasakan jalaran semangat Mas Anies sebagai penggagas Indonesia Mengajar. Perasaan haru dan bahagia saya sempat saya tuliskan di blog ini dan sempat menarik perhatian Mas Anies dan Mbak Irma Hutabarat (TVRI) yang kemudian menghubungi saya untuk diskusi ringan.

Saya juga sempat memberi kuliah umum di Fakultas Pariwisata Udayana, Fakultas Isipol (Hubungan Internasional) Udayana, dan Fakultas Isipol (Hubungan Internasional) UPN Yogyakarta. Sangat menarik bisa berbagi kepada orang non teknis sehingga memperkaya saya sebagai orang teknis. Rasanya para pserta menikmati presentasi saya dengan baik. Oktober adalah tentang “the power of publications”.

November 2012
Hal paling berkesan pada bulan November adalah kesempatan bagi saya untuk menjadi moderator dalam diskusi bersama Prof. Mahfud MD. Ini adalah kali pertama saya bertemu langsung dengan Bapak Mahfud MD meskipun sudah mengikuti pemikirannya sejak lama. Pertemuan langsung itu juga memberi kesan positif bagi saya. Diskusi berjalan lancar dan rupanya peserta cukup antusias menikmati apa yang disuguhkan sore itu. Hasil diskusi itu saya rekam dengan baik dalam sebuah catatan yang ternyata cukup disukai Pak Mahfud sendiri. Beliau sempat menyebarkan catatan itu lewat twitter beliau.

Hal lain yang tidak bisa dilewatkan selama bulan November adalah kehebohan positif yang ditunjukkan oleh Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki T. Purnama (Ahok). Kedua pemimpin ini, dengan gaya kepemimpinannya yang khas, telah menebarkan harapan baru, tidak saja bagi Jakarta, tetapi juga bagi Indonesia. Ada setidaknya tiga kualitas yang sejauh ini mereka tunjukkan: bersih, bekerja, dan transparan. Hingga akhir 2012, kedua pemimpin ini masih menjadi fenomena. November adalah tentang pemimpin masa depan.

Desember 2012
Ada begitu banyak kesempatan yang luar biasa di bulan ini. Yang pertama dan utama adalah undangan dari United Nations kepada saya atas nama alumni program UN-Nippon Fellowship. Pengalaman ini saya catat rapi di blog ini untuk mengabadikan ingatan yang kadang pendek dan untuk memberi inspirasi kepada para muda yang akan berkelana lebih jauh dan lebih lama dari saya. mungkin perlu waktu analisis lebih jauh. Desember adalah tentang berjejaring internasional.

Dari segi produktivitas menulis dan menyebarkan gagasan, sepertinya saya tidak jauh berbeda dari tahun 2011. Ada 30 publikasi baik itu bersifat ilmiah maupun populer, konferensi maupun bab dalam buku, tulisan di Koran maupun sekedar kuliah umum. Dalam hal ngeblog, saya sepertinya mengalami kemajuan berarti. Ada 320 ribu views tahun 2012, meningkat tajam dari hanya 120 ribu tahun 2011. Jumlah tulisan juga bertambah dari 62 tahun 2011 menjadi lebih dari 140 di tahun 2012. Yang jelas, publikasi itu telah menawarkan berbagai peluang lain yang sangat menarik. Dari keberhasilan dan kebelumberhasilan di tahun 2012, saya berniat menjadikannya catatan pengingat untuk menjalani tahun 2013 dengan lebih baik. Selamat tahun baru.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

19 thoughts on “Mengingat 2012”

  1. hebat, mantap dan produktif sekali pak,… jangan-jangan bapak terlalu sibuk sehingga jadi tidak lulus pak ? (maaf ya pak, maaf, maaf,….)

    btw, tahun 2012 ini saya pun mulai menemukan jalan. Saya berhasil publikasi 3 paper di seminar (salah satunya seminar internasional diadakan di Indonesia, akhirnya saya bisa menulis dalam bahasa Inggris, hore… ). saya juga berhasil menemukan link orang-orang psikologi olahraga di lapangan,… saat ini kami sedang berusaha menggolkan terbentuknya APSOT (Asosiasi Psikologi Olahraga Terapan),..untuk beasiswa, secara rasional sengaja saya tunda, tetapi jalannya menuju ke arah sana masih tetap saya telusuri, lengkap dengan apa saja yang harus dilakukan….

    saya doakan bapak berhasil lulus tahun 2013 ini, amin,…

    1. Saya bukan tidak lulus tetapi belum lulus. Terima ksih masukannya. Saya tidak terlalu sibuk, saya hanya berusaha membantu para pembaca blog ini dgn menjawab pertanyaan2 sederhana 🙂

  2. mantap, produktif sekali pak,…

    tahun 2012 ini saya kembali gagal seleksi beasiswa DIKTI, supervisor menginginkan IELTS 7.5 pas (saya masih 7), tetapi secara rasional saya bisa menerima, dan 2013 ini saya telah menetapkan langkah untuk meraihnya,…saya akan mencoba ADS lagi tahun ini (tahun lalu sengaja tidak mencoba karena merasa CV saya kurang publikasi)..

    btw, tahun 2012 ini alhamdulillah target publikasi paper di seminar tercapai, bahkan lebih… dan saya bertemu orang-orang lapangan psikologi olahraga. Kami masih berusaha menggolkan APSOT (Asosisasi Psikologi Olahraga Terapan), rasanya sedikit demi sedikit saya mulai menemukan jalan.

    semoga pak Andi bisa lulus 2013 ini, amin,….

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s