25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth


Kemarin saya membaca sebuah cerita mengharukan. Seorang pemuda yang sudah berpisah dengan orangtuanya selama 25 tahun akhirnya berhasil menemukan ibunya setelah berusaha menjelajahi tempat kelahirannya dengan Google Earth. Terjadilan pertemuan yang mengharukan setelah perpisahan seperempat abad itu. Saya membuat sebuah video rekonstruksi, bagaimana orang ini berhasil menggunakan Google Earth untuk menemukan Ibunya. Silakan baca kisah selengkapnya di bawah.

Adalah seorang anak bernama Saroo (5 tahun) berkebangsaan India yang karena suatu alasan tersesat dan terbawa oleh kereta yang ditumpanginya hingga sangat jauh dari rumahnya. Tiba-tiba saja dia terjaga di Stasiun Kolkata, sebuah kota yang sangat padat, semrawut dan penuh kejahatan. Tidak tahu jalan menuju rumah, Saroo kecil akhirnya menjadi gelandangan. Dia juga tidak mudah menerima bantuan dari orang lain karena kecurigaannya. Anda mungkin masih ingat film Slumdog Millionaire, bagaimana anak kecil dieksploitasi untuk menjadi peminta-minta.

Suatu hari Saroo kecil ditolong oleh panti asuhan dan akhirnya diadopsi oleh sebuah keluarga dari Tasmania, Australia. Sejak itu, Saroo tinggal dan berkembang di Tasmania, sebuah negara bagian paling Selatan Australia. Meski hidup cukup nyaman dan mendapat segala fasilitas layaknya anak Australia, keinginannya untuk bertemu keluarga aslinya tidak pernah surut. Diapun memulai pencariannya setelah beranjak dewasa. Sayangnya Saroo bahkan tidak ingat apa nama daerah tempat kelahirannya. Yang dia ingat hanyalah dia terjaga setelah sekitar 14 jam menempuh perjalanan.

Tanpa mengetahui nama lokasi, Google Earth tentu saja tidak banyak membantu. Diapun tidak kehabisan akal. Saroo memulai petualangannya dari Stasiun Kereta Kolkata, tempat dia terjaga 25 tahun lalu. Dia ingat bahwa dia terjaga sekitar 14 jam kemudian, artinya dia telah menempuh perjalanan selama itu. Dia kemudian mencoba menghitung secara kasar bahwa jarak tempuhnya adalah 14 jam dikalikan dengan kecepatan rata-rata kereta di India. Kecepatan rata-rata kereta di India saat itu adalah sekian km per jam berarti Saroo telah menempuh jarak sekitar 14 jam kali sekian km per jam. Dengan memberikan toleransi pada berbagai hal, termasuk lintasan kereta yang tidak lurus dan sebagainya, dia berkesimpulan bahwa perjalanannya sejauh 1.400 km untuk bisa sampai ke Stasiun Kolkata. Artinya dia berangkat dari satu titik yang berjarak sekitar 1.400 km dari Stasiun Kolkata. Di manakah titik itu berada?

Dalam bahasa matematika, titik itu merupakan salah satu tempat kedudukan berjarak 1.400 km dari Stasiun Kolkata. Karena dia tidak tahu samasekali tempat itu maka kemungkinannya bisa tak terhingga. Saroo kemudian membuat sebuah lingkaran berpusat di Stasiun Kolkata dengan jari-jari 1.400 kilometer. Maka kini perhatian Saroo adalah pada lingkaran itu saja. Dia mengabaikan lokasi di luar lingkaran. Mulailah dia menjelajari alam India dari udara. Dia seperti Superman terbang di sekitar tepi lingkaran itu dan mencoba mengenali bentang alam yang masih ada dalam memorinya di masa kecil.

Setelah menjelajahi beberapa lama (ada berita yang mengatakan setelah 4 tahun kemudian) dia akhirnya menemukan satu petunjuk. Dia melihat air terjun tempatnya bermain di masa kecil. Dari situlah kemudian dia mengetahui bahwa tempat kelahirannya bernama Khandwa. Berbekal itu semua, dia terbang ke India dan akhirnya menemukan Ibunya yang sudah cukup tua. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mengharukannya pertemuan itu. Google Earth telah mempertamukan dua jiwa yang terpisah selama seperempat abad. Kisah ini saya sebut “A Geospatial Reunion”, sebuah reuni dengan dukungan ilmu geospasial. Lihat juga beritanya di internet.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

8 thoughts on “25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth”

  1. Artikel yang Anda tulis sangat menyentuh. Bayangkan, 25 tahun bukan waktu yang singkat. Selamatlah kepada si tokoh “Saroo” yang bisa menjumpai ibundanya tercinta. Betul, seperti kisah dalam film drama saja. Trims informasinya yang bagus. Selamat dan sukse selalu untuk Anda. Salam kenal dari kami.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s