Kondom

semuadablog.blogspot.com

Suatu saat saya berkendara bersama beberapa kawan mahasiswa riset di University of Wollongong. Saya sedang asik nyetir ketika terjadi kasak kusuk di jok belakang antara dua orang teman. Keduanya cewek, satu dari Pasifik dan satu lagi orang Asia. “What are you guys doing?” kata saya terusik dengan berisik itu. Yang ada bukan jawaban, hanya gelegar tawa, seakan mereka baru saja melakukan hal yang sangat lucu. Namun di balik tawa itu saya menangkap ada yang mencurigakan. Entahlan apa itu.

Belakangan, salah seorang membongkar rahasia kasak kusuk itu. Ternyata, teman Asia memberikan beberapa bungkus kondom kepada teman Pasifik. Di jok belakang mobil saya baru saja terjadi sebuah “transaksi dewasa” melibatkan alat kontrasepsi. Sementara teman yang memberikan kondom itu malu-malu merah mukanya ketika rahasia itu terbongkar. Saya hanya tertawa saja mendengarnya.

Rupanya, baru saja ada pembagian kondom di asrama mahasiswa tempat dia tinggal. Karena dia lajang dan tidak merasa memerlukannya, maka dia berikan kondom itu kepada kawan lain yang sudah bersuami. Kebetulan saja transaksi itu terjadi di jok belakang mobil saya dan dilakukan dengan cara yang agak menggelikan. Rupanya teman saya yang mendapatkan kondom gratis ini merasa risih kalau transaksi tersebut ketahuan. Tepatnya, dia malu. Tidak lebih tidak kurang. “Come on, grow up!” saya lalu meledeknya. Kamipun semua tertawa sementara muka teman saya masih agak merah. Rasanya ini cukup umum terjadi pada orang Asia.

Continue reading “Kondom”

Tukang Sapu itu Bernama Kathy

Maid in Manhattan

Hey Andi, what are you doing here? Go home and have fun!” Aku hampir hafal ucapan senada ini yang meluncur dari mulutnya hampir setiap sore. Dia selalu datang ke ruang kerjaku di Innovation Campus, University of Wollongong. Di tangan kanannya tergenggam sebuah sapu dan tangan kirinya mengepit serok untuk mengumpulkan sampah. Di kantong celananya berjuntai selembar lap kain dan di kantong satu lagi tergantung botol penyemprot berisi cairan pembersih. Wajahnya selalu riang penuh senyum dan percaya diri. Gadis manis itu adalah tukang sapu. Dia bernama Kathy. Sepertinya nama aslinya adalah Katharina atau sejenis itu, aku tidak begitu peduli. Kathy adalah keturunan Macedonia yang lahir besar dan menjadi warga negara Australia. Konon Ibu Bapaknya migrasi ke Australia beberapa puluh tahun silam.

Sementara aku hanya senyum saja membalas celotehnya, Kathy mulai beraksi. Ditelitinya jengkal demi jengkal lantai di ruanganku dan dilapnya setiap senti meja di sekitar ruangan sehingga bersih dari debu. Sekali waktu aku dengar suara semprotan cairan kimia dari botol itu ketika dia menemukan noda yang sulit dibersihkan. Sementara aku tetap mengetik atau mengerjakan apa saja yang sedang aku kerjakan di komputer. Sekali waktu kami bercakap-cakap untuk menghabiskan waktu. Terutama ketika dia harus menghentikanku dari aktivitas saat membersihkan debu dan sampah di mejaku.

Continue reading “Tukang Sapu itu Bernama Kathy”

Nonton final Piala Eropa 2012 ‘live’ dari pinggir lapangan

Tentu saja saya tidak pergi ke Olympic Stadium di Kiev, Ukraina tapi melihat stadion dari Google Street View (GSV). Dengan GSV ini kita bisa seperti benar-benar berkunjung ke Kiev dan mengamati lapangan dari dekat. Silakan berjalan mengelilingi lapangan. Klik di sembarang tempat pada gambar lalu gunakan tanda panah untuk bergerak maju, melihat ke kiri dan kanan. Seru sekali. Inilah salah satu sumbangan teknologi geospasial untuk dunia hiburan olah raga 🙂

Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri

The Proposal – movie

Untuk melamar sekolah dan beasiswa, kita kadang diharapkan mengajukan proposal penelitian/riset (research proposal) untuk tesis atau disertasi. Hal ini wajib bagi mereka yang akan sekolah S3 atau S2 dengan penelitian (master by research). Banyak yang bertanya perihal proposal riset ini pada saya. Saya biasanya menjawab sesuai pengalaman saja, tidak ada teori berlebihan. Satu hal yang selalu saya sampaikan, meskipun pernah diterima, proposal saya juga pernah ditolak. Anggap saja tulisan ini pelengkap dari pencarian teman-teman yang sudah sangat intensif. Jika ini adalah tulisan pertama tentang proposal riset yang dibaca, jangan percaya begitu saja, silakan baca tulisan lainnya.

Ibu saya, meskipun tidak sekolah, sering penasaran dengan apa yang saya lakukan. Beliau rajin menanyakan istilah-istilah asing seperti konferensi, proposal, seminar, presentasi dan sebagainya. Tentu saja heran karena beliau tidak pernah menyiapkan anaknya bergaul dengan hal-hal aneh seperti itu. Saya bilang, proposal ini adalah usul. Kalau kita punya satu maksud maka kita perlu sampaikan dalam bentuk usulan. Tujuannya agar pihak lain mengerti dan kemudian mendukung usulan itu. Proposal riset juga demikian.

Continue reading “Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri”

Saling menuduh

Suatu siang di Jogja

“Gila panas banget ya!?” Dewi mengibas-ngibaskan tangannya kegerahan.
“Ya, aku juga merasa gerah banget! Ndak tahan aku” Mera menimpali.
“sudah panas, lembab lagi. Jadinya keringetan gini. Aku pengen cepet-cepet balik jadinya.”
“Kapan mau balik ke Melbourne?”
“Tadinya bulan depan tapi kayaknya aku mau majukan aja tiketnya. Ndak kuat!”
“Aku juga balik minggu depan. Mending liburan di Christchurch aja, adem.”
“Ya bener. Di sini bikin stress aja. Belum lagi orang-orangnya pada ndak bener semua!”
“Kenapa?”

Continue reading “Saling menuduh”

Penghargaan kecil

Suatu malam saya diminta teman untuk membantu memasak dalam rangka sebuah pesta ulang tahun. Saya tersanjung sekali mendapat kehormatan ini karena ini adalah bentuk kepercayaan. Malam itu ada seorang kawannya yang ulang tahun dan mereka ingin menikmati malam dengan nyaman sehingga perlu orang lain untuk membantu memasak. Pekerjaan itu saya lakukan dengan senang hati. Bukan saja karena dibayar layak, pengalaman itu memperkaya dan menyempurnakan cerita saya bersekolah di negeri orang.

Pekerjaan kami sangat mudah, tinggal membakar atau menggoreng adonan yang sudah disiapkan sebelumnya. Yang lebih menyenangkan adalah para tamu sangat menikmati sajian kami. Saat pesta berlangsung, satu dua orang mendekat. Inilah yang menyentuh. “You guys, did the best job in the world” kata seorang lelaki mendekat dan mengajak kami ngobrol. Sama sekali tidak ada kesan perbedaan tukang masak dan tamu terhormat. Itulah yang menyenangkan di negeri Kangguru ini. Sebentar kemudian seorang perempuan datang dengan sate yang baru dihabiskannya setengah dan berteriak hampir histeris “oh my God, this is superb!” sambil mengangkat jempolnya. Entah berapa belas orang datang memuji malam itu, saya jadi bersemangat.

Continue reading “Penghargaan kecil”

Titanic: Lebih dari sekedar romantika

Generasi muda yang menghabiskan masa remajanya di pertengahan atau akhir 1990 mungkin mengingat Titanic sebagai sebuah film box office yang memenangkan sebelas penghargaan Oscar. Sebagian mungkin mengaitkan Titanic dengan adegan saat Rose DeWitt Bukater berteriak histeris “Jack I’m flying” saat Jack Dowson mendekapnya dari belakang di anjungan sebuah kapal. Meskipun banyak yang paham bahwa film Titanic memang didasarkan pada kisah nyata, banyak yang tidak tahu bahwa kecelakaan yang menimpa Titanic merupakan salah satu insiden maritim terpenting dalam sejarah modern umat manusia.

Continue reading “Titanic: Lebih dari sekedar romantika”

Happy Mother’s Day

Ibu dan kaum perempuan adalah tiang peradaban yang kepadanya kita berharap. Selamat hari ibu untuk istri saya, Asti, dan semua ibu di seluruh dunia. Video dari Obama ini mungkin bisa mengingatkan kita lagi. Happy Mother’s Day!

Di atas langit ada langit

 

Apapun yang saya lakukan, akan ada dua kemungkinan reaksi dari orang-orang di sekitar saya: suka atau tidak suka. Yang tidak peduli, tentu saja tidak jadi soal. Dalam menulis juga demikian, pasti ada yang tidak suka dan tentu ada juga yang suka. Bagaimana prosentase keduanya? Perlu penelitian yang serius soal ini dan sampai kini saya tidak memiliki data. Yang pasti, akan selalu ada yang suka pada apa yang saya buat dan sebaliknya ada yang tidak. Dalam hal karya, akan ada yang memerlukannya, ada juga yang sama sekali tidak memerlukannya.

Continue reading “Di atas langit ada langit”

25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth

Kemarin saya membaca sebuah cerita mengharukan. Seorang pemuda yang sudah berpisah dengan orangtuanya selama 25 tahun akhirnya berhasil menemukan ibunya setelah berusaha menjelajahi tempat kelahirannya dengan Google Earth. Terjadilan pertemuan yang mengharukan setelah perpisahan seperempat abad itu. Saya membuat sebuah video rekonstruksi, bagaimana orang ini berhasil menggunakan Google Earth untuk menemukan Ibunya. Silakan baca kisah selengkapnya di bawah.

Continue reading “25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth”