Saya pernah membahas qiblat di blog ini dilengkapi dengan video. Kali ini ini saya sampaikan cara menentukan qiblat secara sederhana menggunakan Google Earth. Berikut video dan urutan langkahnya.
Category: Beasiswa ADS
LDR: Long Distant Relationship

Keluarga kecil kami terpencar-pencar anggotanya. Sejak tahun 2007, kami terbiasa berpisah. Waktu itu Asti, isteri saya, bekerja di WHO di Jakarta, saya sendiri harus melakukan tugas di Australia dan Amerika. Lita, anak saya, bersama ibunya. Tahun 2010, perpisahan terjadi lagi setelah sempat bersama tahun 2008 dan 2009. Asti dan Lita kembali ke Indonesia dan saya masih meneruskan perjuangan di Australia. Sebuah drama kehidupan yang sebenarnya tidak menjadi cita-cita. Meski demikian, kami selalu berhasil menemukan alasan perpisahan yang kadang menyedihkan itu.
Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa ADS 2013
Saya yakin, pasti banyak yang senang dan ada juga yang kecewa melihat pengumuman hasil seleksi beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2013 ini. Kepada yang berhasil, saya sampaikan selamat. Kepada yang belum berhasil, saya tidak akan menasihati banyak. Jika Anda serius, Anda berhak untuk sedih tetapi jangan lupa masih ada waktu tahun ini jika memang masih tertarik. Anda sudah jelas-jelas memenuhi syarat tetapi memang mereka tidak mungkin memilih semuanya. Menyeleksi penerima ADS tidak berbeda dengan membeli buah pir di pasar, Anda tahu itu.
Silakan unduh pengumumanya dari website resmi ADS Indonesia atau tengok versi HTML sehingga lebih mudah dinikmati di website saya. Selamat meneruskan perjuangan, Kawan!
Nggak Pantes
Genjo tertunduk lesu, dia sedang mendengarkan ceramah seorang senior. Sejak bersekolah di luar negeri Genjo kerap mendapat nasihat ini dan itu dari kawan-kawan seniornya yang baik dan peduli.
“Kamu tidak pantes melakukan itu, Genjo. Apa kata orang nanti!?” Genjo takzim mendengarkan tanpa membantah sedikitpun. Dia paham, tidak ada gunanya menjelaskan, apalagi membantah.
“Kita ini orang timur, nggak pantes melakukan hal-hal demikian. Kamu jangan ulangi lagi ya, bisa heboh orang Indonesia yang ada di sini kalau kamu tetap seperti itu.” Genjo masih diam, dia tekun menyimak.
Murid baru di Sydney
Pernahkah kisanak rasakan menjadi murid baru di sebuah perguruan? Cobalah menjadi murid baru di Sydney dan datanglah dari kota-kota kecil di Indonesia ke kota megapolitan Sydney. Mereka yang datang dari Jakarta atau kota besar lainnya mungkin akan terpana. Bukan terpana karena kemewahan dan kemegahannya tetapi karena kesepiannya dan hingar bingarnya yang tak sehebat Ibukota kita.
Jika kisanak belum pernah ke negeri seberang, terkejutlah karena tanah rantau tak jauh berbeda dengan ibu pertiwi. Bahwa globalisasi itu niscaya. Tempelan merek barang keseharian di pinggir jalan di Tabanan, tak jauh berbeda dengan semarak umbul-umbul di Kingsford. Tapi cobalah rasakan manusia-manusianya yang berbeda. Mereka menuggu lampu berpijar hijau untuk menyeberang jalan dan sabar menunggu bus di halte yang sudah diharuskan. Mereka berjalan tanpa perlu menoleh ketika melintasi jalanan yang dicat loreng putih. Mereka hidup dalam kepastian. Maka jangan heran jika kecelakaan bisa terjadi dengan hebat dan mengakibatkan celaka 13 jika satu saja dari mereka tidak mengikuti kaidah. Kepastian yang memanjakan itu bisa membuat mereka tidak waspada. Berbeda dengan kita yang senantiasa siaga. Kita tidak melewati lampu hijau dengan santai karena selalu memberi ruang bagi pelanggar dari sisi lainnya. Kita tidak menyeberang jalan di zebra cross dengan tenang karena selalu menoleransi mobil yang tetap melaju dengan kecepatan sama dari dua arah berbeda. Kita hidup di negeri yang mendidik kewaspadaan tinggi.
My speech for a farewell event at IALF Jakarta
I was asked to give a short speech on the closing of a pre-departure training for AusAID scholarship recipients at IALF in Jakarta (September 2012). Here is my speech which I delivered surely without text, no teleprompter, either 🙂
—
It is always good to speak in your home country, especially when people just know how to pronounce your name. Yes, my name is I Madé Andi Arsana, not I made Andi Arsana. Thanks Richard for your introduction and thank you for pronouncing my name correctly. Michael and Barbara, I cannot thank you enough how grateful I am for this opportunity. It certainly is really something. In the language of Syahrini “sesuatu banget”. I have known Barbara for nine years now. Time flies, really! Barbara, you look as wonderful as you were nine years ago [staring at Barbara and smile]. This is actually a payback because that’s what Barbara said to me when I met her two days ago. So Barbara, the score is now one-one.
Teman-teman pejuang sekalian, today is of course about you not me. Today marks an important stage in your journey to Australia. I understand this is not the final day as some of you still have to sit IELTS test in the next couple of days. I know the fight has yet to end but I am also sure that you will do just fine. Good luck.
Continue reading “My speech for a farewell event at IALF Jakarta”
Menyelamatkan diri dengan Educreation dan Corel Draw
Suatu pagi saya mendapati ada panggilan tak terjawab (missed call) di iPhone. Ini tentu hal biasa karena iPhone memang lebih sering di-silent. Yang membuatnya tidak biasa adalah nama yang tertera di layar. Sebuah nama yang menggetarkan hati, nama seorang profersor. Dia adalah pembimbing saya, maha guru di bidangnya. Tanpa menunggu lama tentu saja saya menelpon balik. Pertanyaan pertanya yang muncul darinya adalah “Andi, are you in Australia at the moment?” Tentu saja dia mengatakannya dengan sedikit kelakar menahan tawa. Entah ini terjadi karena dia tahu saya memang suka berkeliaran ke mana-mana atau semata-mata karena dia yang super sibuk sehingga tidak tahu di negara mana bimbingannya berada. Semua itu tentu saja basa-basi yang tidak ada hubungannya dengan maksudnya menghubungi saya pagi itu.
Continue reading “Menyelamatkan diri dengan Educreation dan Corel Draw”
Kembalinya si iPhone hilang
Sore tadi, saat mengantar Asti, isteri saya, menjelajahi kampus UNSW di Sydney sambil melakukan enrollment, saya kehilangan iPhone. Setelah menyelsaikan segala urusan administrasi, kami ngobrol di taman di depan perpustakaan sambil menunggu teman untuk nantinya menjenguk kawan yang sedang sakit. Karena tergesa akan berangkat, rupanya iPhone saya tertinggal dan akhirnya sadar saat berada di rumah sakit. Sesaat setelah memastikan bahwa iPhone memang ketinggalan, saya berusaha tidak panik. Panik jelas tidak akan membantu meskipun tentu saja amat sangat khawatir. Nilai akuntansi iPhone yang sudah berusia lebih dari 3 tahun itu mungkin sudah tidak ada tetapi nilai non-materialnya tinggi sekali. Bukan, saya tidak sedang berbicara tentang foto dan video yang ada di sana. Sejauh ini aman, koleksi yang penting sudah diamankan di tempat lain.
Bagaimana Menjadi Pembicara Publik

Seorang sahabat karib bertanya pada saya tentang tips menjadi pembicara publik. Saya yakin ada berjuta tips di luar sana yang bisa dimanfaatkan. Presentation Zen adalah salah satu situs yang memuat tips presentasi yang sangat komprehensif dan banyak orang merasa mendapatkan manfaat dari situs itu. Meski demikian, toh tidak semua pembacanya tiba-tiba menjadi seorang presenter ulung. Saya percaya bahwa sang pembelajar tetap memegang peranan paling penting dalam proses belajar. Bahan ajar dan guru bisa sama tetapi hasilnya bisa berbeda-beda pada murid yang berbeda. Oleh karena itu, saya yakin Anda tidak akan berharap tiba-tiba menjadi presenter ulung setelah membaca tulisan ini.
Animating a speech
I was once asked if I was available to give a speech in a farewell event at the University of Wollongong. I accepted the offer for it was a great opportunity. Giving a speech in English in front of and on behalf of international students of Asia, Pacific and Africa is certainly not something that will take place everyday. I took the opportunity as a medium to practice and learn. I took the chance with one proposal that I would not only give a speech but also make a presentation. In other words, I would support my speech with animation. I call it as “animating a speech”.