Subyektif

Jika Anda menggunakan Gmail, Anda pasti tahu kalau email dengan topik/subyek yang sama akan disusun menjadi percakapan. Topik yang dibicarakan pada suatu mailing list, misalnya, akan dikumpulkan menjadi satu percakapan dengan satu subyek. Positifnya, kita tidak akan kehilangan konteks percakakapan karena bisa melihat urutan komentar dalam satu percakapan panjang. Hal ini berbeda dengan email lain yang punya prinsip satu baris email untuk satu pengirim sehingga akan ada banyak email dengan subyek sama. Maka tidak jarang kita lihat ada orang yang tiba-tiba berkomentar di mailing list tentang suatu isu yang sebenarnya sudah selesai dibicarakan. Pada emailnya, topik pembicaraan tidak muncul sebagai percakapan seperti halnya di Gmail tetapi muncul sebagai email yang terpisah-pisah. Mungkin Anda juga pernah mengalami hal demikian, terutama di mailing list yang rame.

Fitur Gmail yang seperti ini juga bisa menimbulkan kesalahan. Karena disusun dalam bentuk percakapan, pernah sekali waktu saya membaca komentar dari A lalu diteruskan membaca komentar lain dari B. Karena kurang perhatian, saya masih merasa membaca komentar A ketika membaca komentar B itu. Mengingat A adalah orang yang cenderung saya sukai maka pendapat B yang saya baca juga terasa positif karena secara psikologis saya merasa sedang membaca komentar A. Pada selang waktu berikutnya, saya baru sadar bahwa itu adalah pendapat dari B yang selama ini cenderung tidak saya setujui pemikirannya. Ketika dibaca ulang, tiba-tiba hal positif yang saya rasakan ketika membaca pertama kali tadi, hilang entah ke mana. Gmail itu mengajarkan saya satu hal bawa saya tidak bisa lepas dari sifat subyektif.

Saya duga, semua orang subyektif dalam kadar tertentu, dan setiap orang pasti bias dalam melihat sesuatu. Karena demikian halnya maka yang membedakan orang adalah caranya dalam mengekspresikan kesubyektifan dan kebiasan itu. Yang terbaik tentu saja adalah yang sedapat mungkin tidak merusak. Karena semua orang pasti bias, maka saya ingin memilih untuk dibiaskan oleh banyak perpektif, bukan kebenaran tunggal, apalagi yang dipaksakan.

Gara-gara nyetir

Jika kita membayangkan seseorang berdiri di depan ribuan orang lainnya dan memukau hadirin dengan gagasannya, umumnya kita membayangkan orang itu begitu hebat. Wajar jika kita menduga orang itu telah melakukan sesuatu yang besar dan hebat sehingga layak didengarkan, layak dikagumi bahkan layak dipuji. Jika orang itu kemudian mendapat tepuk tangan yang riuh, kita akan semakin yakin gagasannya pastilah baru, penting dan menggugah. Tapi pernahkan Anda membayangkan kalau seseorang bisa dipuja di atas sebuah pentas bergengsi, diakui kecemerlangannya hanya gara-gara dia nyetir mobil di tahun 2013? Lihatlah video ini, mungkin Anda akan setuju mengapa orang tersebut hebat sekali.

Manal Al-Sharif adalah perempuan Arab Saudi. Dia melakukan sebuah revolusi sosial di negaranya. Bukan dengan cara menurunkan penguasa yang tiran atau mengungkap korupsi yang parah. Manal melakukan revolusi dengan nekat nyetir mobil. Mengapa nyetir mobil bisa menjadi sebuah revolusi hebat? Karena di Arab Saudi, perempuan memang tidak boleh nyetir. Di luar segala hal-hal hebat terkait transformasi sosial yang begitu berharga dari cerita ini, saya menarik satu pelajaran penting. Untuk menjadi seorang pahlawan kita tidak harus melakukan hal-hal besar menurut orang lain atau pihak luar. Kepahlawanan bisa saja ditandai oleh sebuah tindakan yang kecil atau biasa menurut orang lain tetapi penting jika dilihat dari kacamata sendiri dan lingkungan terdekat. Yang terpenting ternyata bukanlah apa yang dilakukan tetapi seberapa besar dampak tidakan itu bagi lingkungan. Di negara tertentu, belum bisa nyetir di usia 18 tahun adalah keanenan, sementara di belahan dunia lainnya, berani nyetir bisa jadi tanda revolusi. Pada prinsipnya, sesuatu yang baik itu tidak harus terlihat rumit. Something good does not have to look difficult.

Apa kabar mobil terbang?

Imajinasilah yang merangsang penemuan teknologi di dunia nyata. Kita sudah melihat mobil terbang sejak dulu di film-film tetapi belum melihat yang begitu rupa di dunia nyata, bahkan berpuluh tahun kemudian. Sementara itu, imajinasi terus bergerak dan semakin liar. Komputer tablet yang baru populer di tahun 2000an sesungguhnya sudah menjadi barang basi di film-film yang dibuat dengan imajinasi liar berpuluh tahun sebelumnya. Google Glass yang kini bahkan belum bisa dinikmati publik sesunguhnya sesuatu yang sudah amat biasa di film-film dan novel puluhan tahun lalu. Teknolgi dan penciptaan praktis memang berjalan terseok-seok di belakang imajinasi.

Bagaimana dengan mobil terbang? Akankah kita segera memilikinya? Anna Mracek Dietrich melihat dari sisi lain. Pilot swasta ini mengusulkan membuat pesawat yang bisa dikemudikan di jalan, bukan mobil yang bisa terbang. Sederhananya, dia merancang sebuah pesawat yang bisa berfungsi sebagai mobil, bukan mobil yang bisa berfungsi sebagai pesawat. Bedanya? Bedanya cukup banyak dan ini yang menentukan teknis pembuatannya. Silakan simak salah satu presentasi hasil karya Anna di TED tahun 2011 silam. Mengapa hingga hari ini kita belum melihat sebuah kendaraan yang bisa kita simpan di garasi dan bisa menerbangkan kita dari satu tempat ke tempat lain? Mungkin karena dari dulu kita berharap “mobil terbang”, bukan “pesawat yang bisa jadi mobil”.

Bertemu Bill Gates di Sydney

Undangan

Siapa yang tidak ingin bertemu Bill Gates? Jangan salah, banyak yang tidak ingin bertemu dan mungkin banyak yang tidak tahu siapa dia. Seperti Obama di salah satu video anekdot Bill Gates, mungkin Anda juga akan bertanya “Bill? Bill siapa? Bill Clinton?”

Saya termasuk yang sedang-sedang saja. Tidak megidolakan Bill Gates berlebihan tetapi tidak juga membencinya seperti beberapa pencinta perangkat lunak opensource arus utama. Meski tidak mengidolakan, rasanya senang juga jika ada kesempatan bertemu dengan Bill Gates. Bill Gates, lepas dari segala macam kontroversinya, adalah legenda. Dia yang telah mengubah cara kita menggunakan teknologi komputer dengan memperkenalkan komputer pribadi. Dengan segala yang dilakukannya, kini Bill Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Yang lebih menarik, dalam satu dekade terakhir Bill Gates mengabdikan hidupnya untuk kesehatan dan pendidikan dunia melalui yayasan yang dibangunnya bersama istrinya, Melinda Gates. Konon, Bill Gates memiliki penghasilan hingga 200an dollar per detik jika dia dianggap berkerja siang malam tanpa henti selama 7 hari seminggu. Bayangkan betapa banyak uangnya. Dan bayangkan jika sebagian besar uang itu dia habiskan untuk berderma bagi kebaikan hidup orang lain. Mereka yang tidak percaya akan punya banyak alasan untuk membantah ini tetapi ini adalah tentang cerita lain. Tulisan ini tentang cerita orang biasa yang akhirnya bertemu Bill Gates, orang terkaya di dunia itu.

Saya mendengar bahwa Bill Gates akan datang ke University of New South Wales, Sydney dari istri saya, Asti. Katanya dia akan berbicara tentang global health terkait aktivitasnya di yayasannya selama beberapa tahun terakhir. Salah satu agenda lain adalah merayu pemerintah Australia agar meningkatkan jumlah bantuan internasionalnya. UNSW mengundangnya untuk berbicara langsung pada civitas akademika UNSW dalam format tanya jawab yang merupakan salah satu program dari ABC TV.

Continue reading “Bertemu Bill Gates di Sydney”

Penyelenggara TOEFL yang Diakui Beasiswa AAS/ADS

Untuk melamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS), pelamar harus menyerahkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris. Pilihannya ada dua: TEOFL atau IELTS. Khusus untuk TOEFL, peserta dibolehkan menyerahkan hasil dari TOEFL institusional. Berikut adalah daftar penyelenggara TOEFL yang hasilnya diakui oleh AusAID sebagai penyandang dana Beasiswa AAS. Lembaga ini juga kemungkinan besar bisa menerjemahkan dokumen yang diperlukan untuk melamar Beasiswa AAS seperti akte kelahiran, KTP, ijazah, dll. Peta berikut menyajikan sebaran lokasi penyelenggara TOEFL yang diakui AusAID di seluruh Indonesia berdasarkan dokumen resmi di website AAS. Peta ini dibuat oleh Made Sapta Hadi, mahasiswa angkatan 2012 di Teknik Geodesi UGM, atas permintaan saya. Silakan disimak. Silakan klik balon di kota yang Anda inginkan dan akan ditampilkan informasi rinci lembaga di kota itu. Di bawah peta ini juga ada daftar lembaga penyelenggara TOEFL seperti yang ada di peta.

Continue reading “Penyelenggara TOEFL yang Diakui Beasiswa AAS/ADS”

Sekelumit Ilmu untuk Papua

Vivi, seorang kawan yang sedang kuliah di Russia dan penggiat Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), mengirimkan pesan pada saya lewat Facebook. Pada pesan itu dia mengenalkan saya dengan seorang akademisi di Sorong, Papua Barat bernama Dr. Kadarusman. Vivi menawarkan apakah saya bersedia memberi kuliah umum secara online untuk mahasiswa dan kolega Dr. Kadarusman di Akademi Perikanan Sorong (Apsor). Urusannya tentu tentang laut dan sekitarnya. Tanpa menunggu lama, saya menyampaikan kesediaan.

Continue reading “Sekelumit Ilmu untuk Papua”

Kuliah Online yang Disiarkan Radio Internet

Saya memberi kuliah jarak jauh (telekonferensi saintifik) di Akademi Perikanan Sorong, Papua Barat tanggal 29 Mei 2013. Kuliah ini dibawakan dengan Skype dari Sydney pada pukul 9.30 pagi WIT (Waktu Indonesia Timur). Agar teman-teman bisa menyimak, saya coba siarkan kuliah ini lewat Radio Internet. Jika ingin menyimak, silakan lakukan langkah berikut.

Sorong-Arsana

  1. Kunjungi http://madeandi.listen2myradio.com untuk menyimak siaran radio saya.
  2. Di saat yang sama, kunjungi bahan kuliah berupa animasi di http://madeandi.staff.ugm.ac.id
  3. Animasinya bisa dijalankan seperti halnya Power Point dengan cara klik pada lembar tayang.
  4. Saat mengajar saya akan sampaikan saatnya klik dan sedang ada di lembar tayang ke berapa kita saat itu. Intinya saya akan berinteraksi dengan peserta kuliah di Sorong dan teman-teman di luar Sorong bisa menikmati tayangan kuliah lewat website dan mendengarkan suara saya lewat radio.

Ini adalah ujicoba pertama kali, semoga berjalan baik dan memberikan satu pengalaman baru bagi kita semua. Saya ingin membuktikan bahwa jarak itu tidak seharusnya menghalangi kita bertukar ilmu jika teknologi komunikasi memadai. Mari kita mencoba.

Birahi

http://desamenyali.blogspot.com.

Made Kondang diam saja ketika Klian Banjar memberi perintah. Ada pertanyaan dalam hatinya tetapi tidak diungkapkannya karena alasan etika. Tidak elok mempertanyakan, apalagi membantah perintah Klian Banjar.

“Pastikan semua petani yang membajak sawah, mulai hari ini, tidak menggunakan sapi betina.” Klian Banjar mengulangi sekali lagi perintah yang sebenarnya sudah cukup jelas bagi Kondang.
“Ya, Pak Klian” jawab Kondang lirih.
“Saya tidak mau lagi melihat ada yang menggunakan sapi betina seperti yang sudah-sudah. Sangat tidak elok!” sambung Pak Klian seperti gusar.

Continue reading “Birahi”

Air

http://lashaunahinton.wordpress.com/

Belakangan ini saya sering belajar di sebuah ruangan di UNSW sejak tinggal di Sydney. Di ruangan itu ada dapur tempat para mahasiswa makan siang atau sekedar istirahat menikmati teh. Di dapur itu ada lap/tisu kertas gulung yang menempel di tembok. Tisu itu kadang saya ambil untuk membersihkan meja dari tetesan air, melapisi tangan saat memegang gelas berisi kopi panas atau untuk membersihkan piring dari remah-remah makanan. Setiap kali selesai mencuci perabotan, saya juga memanfaatkan tisu itu untuk membersihkan tangan.

Berbeda dengan tisu toilet yang mudah dipotong karena sudah ditentukan penggalan-penggalan untuk memotong, tisu gulung itu harus dipotong dengan pemotong bergerigi yang sudah ada pada wadahnya.  Tisu itu juga kuat, jauh lebih kuat dari tisu toilet sehingga harus ditarik dengan tenaga secukupnya agar terpotong. Singkat kata, memotong tisu gulung itu perlu sedikit keterampilan dan juga tenaga.

Continue reading “Air”

Daftar Universitas di Australia yang Bisa Dipilih untuk Beasiswa AAS/ADS

Berikut ini daftar universitas di Australia yang bisa dipilih oleh pelamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2013/2014. Jika Anda melamar AAS, sangat dianjurkan untuk menghubungi salah satu dari universitas di bawah ini. Yang melamar Master by Research atau PhD, wajib menghubungi calon pembimbing dari salah satu universitas berikut. Silakan lihat juga website CRICOS: http://cricos.deewr.gov.au untuk informasi lebih lanjut.

Continue reading “Daftar Universitas di Australia yang Bisa Dipilih untuk Beasiswa AAS/ADS”