Ten questions a scholarship fighter should not ask

http://brandonreed.wordpress.com

Saya percaya, there is no such thing as a stupid question. Meski demikian, saya juga tahu bahwa memang there is such a thing as an annoying question. Meskipun memang tidak ada pertanyaan bodoh, pertanyaan yang โ€˜ngeselinโ€™ itu ada ๐Ÿ™‚

Sejak tahun 2005 saya sering berdiskusi soal beasiswa luar negeri dengan para pemburu beasiswa. Sekitar dua tahun terakhir, saya malah mendapat beberapa undangan untuk secara formal berbagi soal beasiswa luar negeri. Bagi saya, kesempatan berbagi selalu menyenangkan. Meski saya selalu senang berbagi, saya sering mengingatkan para pemburu beasiswa itu bahwa ada banyak sekali informasi yang bisa diperoleh sendiri. Modalnya adalah ketekunan dan kemauan mencari. Semua informasi teknis dan umum pasti dimuat di website beasiswanya. Hal pertama yang harus dicari, dan ini boleh ditanyakan, adalah alamat website resmi sebuah beasiswa. Sebenarnya bisa ditanyakan keapda Pak Google juga.

Continue reading “Ten questions a scholarship fighter should not ask”

KulOn: waktu nyata, daring dan murah

Bagi sebagian pihak, telekonferensi bisa jadi merupakan sesuatu yang tidak mudah. Kenyataannya, telekonferensi sudah sangat umum dilakukan dan bisa jadi tidak mahal. Setidaknya, ini menjadi hal yang tidak luar biasa bagi sebagian dosen dan mahasiswa Teknik Geodesi, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pada tanggal 26 Mei 2011, untuk kedua kalinya saya mengadakan kuliah dalam jaringan, daring (online) untuk mahasiswa Teknik Geodesi UGM di Yogyakarta. Kuliah pertama kali saya lakukan dari New York hampir empat tahun silam dan kuliah kedua dari Wollongong, Australia. Kali ini saya membahas aspek hukum dan teknis batas maritim antarnegara. Sangat menyenangkan bisa tetap berbagi dengan mahasiswa meskipun terpisah oleh jarak dan waktu. Perbedaan waktu tiga jam dan jarak yang terbentang hampir 5000 kilometer tidak menghalangi interaksi saya dengan teman-teman Mahasiswa di Yogyakarta.

Continue reading “KulOn: waktu nyata, daring dan murah”

No Fly Zone in Iceland

Karena latusan Gunung Grรญmsvรถtn di Islandia, pihak berwenang menetapkan zona larangan penerbangan yang berjarak 120 mil laut dari puncak gunung yang meletus itu. Berikut adalah peta zona larangan terbang yang saya buat dengan Google Maps, menggunakan bantuan FreeMapsTools. Kalau mau tahu cara membuat peta yang sama atau lebih bagus dari ini, silakan baca posting saya tentang membuat peta.

Sarjana satu dekade

Wisuda Master of Engineering di UNSW

Ketika saya berdiri di depan Pak Ketut Merta, Kepala Sekolah Dasar 1 Tegaljadi, di suatu pagi yang cerah di pertengahan 1984, saya tidak berpikir jauh. Yang pasti tidak lebih jauh dari teritori Kabupaten Tabanan yang ketika itu terasa sangat luas. Dalam pikiran saya, dunia sesederhana ujian masuk SD yang berlaku khusus untuk saya ketika itu yaitu menghitung sampai lima dan mengetahui arah mata angin. Tahun 1984, kesederhanaan itu terasa begitu rumitnya.

Continue reading “Sarjana satu dekade”

Sekretaris Pribadi

Saat berkunjung ke rumah seorang kawan di New Castle, saya mendapati sebuah kalender yang sudah cukup tua umurnya. Ternyata itu adalah kalender ulang tahun, alias birthday calendar. Terus terang, saya baru benar-benar memperhatikan sebuah kalender ulang tahun dalam bentuk fisik seperti itu. Sejak mengenal internet, terutama jejaring sosial digital, bagi saya birthday calendar adalah perangkat lunak dengan basisdata tanggal ulang tahun. Kawan saya, pemilik rumah, mengatakan โ€œthis calendar has birthdays of everybody in our extended family and close friendsโ€. Memang penting untuk mengingat hari lahir orang-orang yang dicintai dan birthday calendar sangat membantu hal ini.

Continue reading “Sekretaris Pribadi”

Did he have passion?

Di ulang tahun saya yang ke-30, saya membuat sebuah obituari, tulisan ucapan selamat jalan bagi orang yang meninggal. Itu sekedar ide iseng saja, mungkin karena saya suka film drama berjudul Serendipity yang dibintangi John Cusack bersetting di New York itu. Jonathan Trager (Cusack), diingatkan oleh sahabatnya tetang sebuat filosofi hidup dengan menuliskan sebuah obituari untuknya. Tentu saja aneh, karena obituari biasanya ditulis untuk orang yang sudah meninggal. Meskipun itu bukan obituari yang sebenarnya dan Jonathan memang masih hidup, tulisan itu menginspirasinya dan menyadarkannya tentang sesuatu yang akhirnya mempertemukannya dengan apa yang dicarinya sekian lama.

Continue reading “Did he have passion?”

Cinta Monyet, Cinta Kingkong

Setiap kali saya ajak bertemu teman-teman, ibu saya kadang khawatir. Umumnya beliau merasa tidak imbang jika harus berhadapan dengan teman-teman saya yang menurut beliau berpendidikan. Saya selalu mengingatkan dengan kelakar, “saya juga kan orang sekolahan, buktinya masih gini-gini aja”. Ibu saya tentu paham maksudnya karena di matanya saya mungkin tidak pernah berubah. Masih saja seorang anak kecil meskipun sudah berkeluarga. Orang-orang seperti ibu saya seringkali salah menduga perilaku dan sikap orang-orang berilmu, karena tidak mengenal. Atau karena terlanjur menetapkan sendiri standar perilaku orang-orang di sekitarnya. Bagi Ibu saya, orang-orang pintar itu mungkin harus menyeramkan.

Continue reading “Cinta Monyet, Cinta Kingkong”

Lokasi Smart Investa & Satellite City

Lokasi Smart Investa & Satellite City dalam peta interaktif. Gunakan tanda [+] untuk memperbesar (zoom in) dan tanda [-] untuk meperkecil (zoom out). Tanda panah digunakan untuk menggesar peta.

Silakan klik pada obyek-obyek pada peta untuk melihat keterangan lebih rinci tentang obyek tersebut.

Kartini Sekartaji

Kartini telah lama tiada ketika perempuan usia hampir tigapuluh tahun itu bergegas di suatu sore, menyusuri Tukad Sekartaji di pedalaman Tabanan. Kartini pastilah tidak tahu, kaumnya sedang berkejaran dengan gelap dan tak ingin terjebak dalam perjalanan panjang tanpa cahaya. Digendongnya seorang bocah belia yang belum paham akan keberadaan dan bahkan belum cakap membedakan tangan kiri dan kanan. Disusurinya senja yang temaram itu, berpacu dengan laju air di Tukad Sekartaji yang berlalu tak peduli.

Era delapanpuluhan masih belia dalam usia, perempuan itu hidup berjauhan dengan kemewahan dan bahkan tidak akrab dengan kecukupan. Desa Piling di Penebel dan Tegaljadi di Marga kerap ditempuhnya dengan lebih banyak berjalan kaki. Senja itu tiada istimewa karena perjalanan itu tidak terlalu jauh urusannya dari menggali atau membayar hutang atau menuai belas kasihan yang ditukar dengan sarapan pagi keluarga.
Continue reading “Kartini Sekartaji”

Enam tahun, 40 tulisan

The 40th

Musim gugur di Sydney tahun 2005 ketika itu, saya adalah mahasiswa master di tahun kedua. Indonesia dihebohkan oleh sebuah kasus yang di telinga saya terdengar asing: Ambalat. Saya yang adalah pemula di bidang batas maritim seperti mendapat mainan baru dan terutama alasan yang lebih baik bahwa bidang yang saya pelajari ini sangat menarik. Apa yang saya lakukan ternyata terkait erat dengan interaksi bangsa-bangsa yang dinamikanya sangat menantang, menarik dan menaikkan adrenalin. Mempelajari batas maritim adalah mempelajari sesuatu yang bisa menjadi alasan bagi bangas-bangsa untuk berdamai atau bahkan berperang. Istimewa sekali.

Continue reading “Enam tahun, 40 tulisan”