Dunia maya

Terjebak di dunia maya
Terjebak di dunia maya

Banyak orang tua yang menyangkan kelakuan remaja saat ini yang konon terperangkap di dunia maya dan miskin sosialisasi. Sepuluh tahun yang lalu atau lebih, sangat mudah menjumpai orang-orang menunggu bis atau berbaris dalam antrian dan bercakap-cakap satu sama lain, meskipun belum saling mengenal. Kini pemandangan menunggu bis atau ngantri sama sekali berbeda. Orang-orang, terutama kaum muda, lebih asik menekan tombol-tombol HP mereka dan senyum-senyum sendiri saat mengirim/membaca sms atau chatting. Tubuh mereka memang ada di sini, tetapi tidak jiwanya, begitu kira-kira kalau dilukiskan secara puitis meniru Dewa 19.

Continue reading “Dunia maya”

Think Globally, Act Locally…

Ibu dan Lita
Ibu dan Lita

Ilmu yang saya pelajari lima tahun belakangan ini membuat saya lebih banyak berpikir global, dalam arti lintas negara. Internasional, demikian istilahnya. Hal ini juga yang lebih sering membuat saya berpikir tentang hal-hal yang abstrak sifatnya, antarnegara atau melibatkan badan-badan dunia. Saya sering tenggelam menyimak sengketa antarnegara soal batas maritim, perebutan pulau, pelanggaran batas, penangkapan nelayan satu negara dengan negara lain dan sejenisnya.

Continue reading “Think Globally, Act Locally…”

Keputusan penting

 

aeropama.com
aeropama.com

Sudah cukup lama saya menjadi konsultan amatir soal beasiswa. Meskipun saya bukan seorang pakar, entah mengapa ada saja yang bertanya ini dan itu. Lepas dari kemampuan saya membantu mereka, saya menikmati berbagi informasi dengan siapa saja.

Suatu hari, Asti, istri saya, ingin melamar beasiswa ADS. Tentu saja dengan sekuat tenaga saya bantu. Jika orang lain saja saya bantu, istri sendiri wajarlah mendapat fasilitas istimewa. Asti, secara akademis, sangat bagus. IP yang sangat memadai, profesi sebagai dokter yang bahkan ketika itu bekerja di WHO dan nilai IELTS 6.0 membuat saya sangat yakin. Kalau kawan yang IELTSnya 5.5 saja diterima, Asti tentu memiliki kans yang tinggi. Setelah dua kali mencoba, ternyata gagal tanpa tahu apa penyebabnya.

Continue reading “Keputusan penting”

Tips belajar Bahasa Inggris

www.msche.org
http://www.msche.org

Kakak saya yang menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SMP di Bali, pernah meminta saya memberinya tips untuk belajar TOEIC. Tujuan permintaan dia ini sebenarnya adalah untuk mencari pembanding terhadap apa yang sudah dilakukannya selama ini. Berikut jawaban saya atas permintaan kakak saya, mungkin ada manfaatnya bagi pembaca sekalian yang budiman.

Continue reading “Tips belajar Bahasa Inggris”

Menjadi pengamat

Gede Prama pernah menulis, berbahagialah mereka yang melampaui kebaikan dan keburukan, mengatasi kematian dan kelahiran. Katanya, hidup akan membebaskan kita dari segala beban jika kita bisa menjadi pengamat saja. Demikian saya memahami dengan kemampuan berpikir yang dangkal. Bisa memahami dengan tersendat, bukan berarti serta merta bisa menjalankannya. Inilah bagian tersulit. Hingga kini saya tidak berhasil menjadi pengamat kehidupan. Lebih sering terjerumus dan terseok-seok di dalamnya bahkan kadang mabuk lupa diri.

Continue reading “Menjadi pengamat”

Keberanian untuk Berubah

Pidato pengukuhan Presiden Barack Obama
[diterjemahkan dengan interpretasi oleh I Made Andi Arsana]

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air:

Saya berdiri di sini saat ini, merasa rendah hati manyambut mandat yang menunggu di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda amanatkan, dan sadar akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Saya berterima kasih pada Presiden Bush atas pelayanannya pada bangsa kita, demikian juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya selama proses transisi ini.

Hingga kini, 44 warga Amerika telah disumpah sebagai presiden. Kalimat-kalimat sumpah ini telah diucapkan saat bangsa kita mengalami kemakmuran berlimpah dan saat kedamaian berkuasa bagaikan air yang tenang. Namun begitu, ada kalanya kalimat sumpah ini diucapkan di tengah-tengah awan yang membawa mendung dan bahkan badai yang ganas. Di saat-saat seperti inilah Amerika tetap bertahan tidak saja karena kecemerlangan dan visi para pemimpinnya tetapi karena kita, bangsa Amerika, tetap yakin pada prinsip dasar pendiri bangsa kita, dan pada kebenaran prasasti kita.

Continue reading “Keberanian untuk Berubah”

Yang pertama

Jika posting sebelumnya adalah yang terakhir di tahun 2008 maka ini adalah posting yang pertama di tahun 2009. Januari hampir berakhir di tahun ini dan saya belum sempat menulis apa-apa. Pelayaran yang saya lakukan di akhir tahun lalu hingga 15 Januari tahun ini memang tidak memungkinkan saya memperbaharui blog.

Continue reading “Yang pertama”

Yang terakhir

2008 yang penuh warna
2008 yang penuh warna

Ini adalah posting yang ke-104 tahun 2008 dan mungkin akan menjadi yang terakhir tahun ini. Karena terlibat dalam sebuah penelitian di tengah laut selama sebulan, saya akan meninggalkan dunia maya sejak tanggal 20 Desember 2008 dan kembali pertengahan Januari 2008. Belum yakin apakah akan ada akses internet memadai di tengah samudra nanti.

Continue reading “Yang terakhir”

… telah memperbarui nya Blog Friendster

kaosgeek.baliwae.com/
kaosgeek.baliwae.com

Saya bukan fans berat Friendster ataupun situs jejaring sosial lainnya tetapi memang memiliki akun di Friendster (FS)maupun di Facebook (FB). Dalam rangka tampil lebih gaul dan nyambung dengan anak-anak [berjiwa] muda terutama mahasiswa, memiliki akun di jejaring sosial sangat membantu. Sering saya merasa terbantu dalam hal komunikasi jika mulai dari hal-hal gaul seperti FS dan FB.

Entah sejak kapan, tanpa niat, saya mengubah media bahasa FS saya menjadi Bahasa Indonesia yang tadinya Bahasa Inggris. Sejak itulah saya mendapat pesan lewat email yang subyeknya kira-kira berbunyi “Si X telah memperbaharui nya Blog Frienster” Pesan ini, walaupun bukanlah merupakan sesuatu yang penting di dunia, pesan ini saya rasa sangat mengganggu. Tata bahasanya jelas-jelas salah.

Continue reading “… telah memperbarui nya Blog Friendster”

Membandingkan

www.muhajirlawfirm.com
http://www.muhajirlawfirm.com

Ketika ditanya berapa saya ingin dibayar untuk mengajar komputer untuk aplikasi perkantoran, saya tidak mampu mejawab dengan segera. Tidak mudah untuk secara gamblang mengatakan saya ingin dibayar “sekian per jam,” terutama karena saya bukanlah pengajar komputer professional. Untunglah calon murid saya paham situasi ini dan dia mengambil inisiatif. “How about forty dollars an hour? Does it sound good to you?” demikian katanya menerobos kebuntuan. Saya senang bukan kepalang mendapat uang sebanyak itu, terutama ketika saya bandingkan dengan gaji yang saya terima untuk bekerja di restoran Thailand. Kurang lebih 10 dolar per jam untuk pekerjaan kasar yang berat.

Continue reading “Membandingkan”