Anjing

iluhindrani.files.wordpress.com
iluhindrani.files.wordpress.com

Jangan terkejut membaca tulisan ini. Judulnya memang singkat dan kalau dibaca dengan suasana hati yang tak semestinya, bisa jadi terdengar seperti makian. Ini bukan makian, tulisan ini memang bercerita tentang seekor anjing.

Seorang kawan berkebangsaan Amerika memeliki seekor anjing putih. Bonnie, nama anjing tesebut, sangat sehat dan bersahabat. Bonnie menyambut saya dengan ramah setiap kali saya datang ke rumah kawan saya ini. Bulunya yang tebal, tubuhnya yang gemuk sehat dan kondisinya yang bersih menunjukkan betapa Bonnie memang terawat dengan baik. Pernah suatu kali ketika kawan saya mengantar saya dari tempatnya ke apartemen saya, Bonnie diajak. Kami melaju dalam mobil BMW kap terbuka berpenumpang tiga: kawan saya, saya sendiri dan Bonnie. ”She is a good girl”, demikian kawan saya ini selalu membanggakannya.

Continue reading “Anjing”

Perubahan itu telah tiba

Pidato Kemenangan Barack Obama
[diterjemahkan dengan improvisasi oleh I Made Andi Arsana]

Selamat malam Chicago!
Seandainya di luar sana masih ada yang meragukan apakah benar Amerika adalah tempat di mana segala kemungkinan bisa terjadi; seadainya masih ada yang mempertanyakan apakah mimpi dan harapan para pendiri bangsa kita masih hidup di masa kini; seandainya masih ada yang meragukan kekuatan demokrasi kita; maka malam ini adalah jawabannya.

Continue reading “Perubahan itu telah tiba”

Lentera Jiwa

salafibatam.wordpress.com
salafibatam.wordpress.com

Anda mungkin sudah membaca tulisan Andy F. Noya yang berjudul sama: Lentera Jiwa baik dari Andy’s corner maupun dari milis yang beredar belakangan. Entah apa pasalnya, tulisan itu memang sangat populer. Anda mungkin juga menuduh bahwa saya meniru tulisan Andy dan bahkan tidak kreatif sehingga memilih judul yang sama. Anda tidak salah. Tapi dalam rangka mengurangi rasa malu saya, mari kita gunakan istilah ‘terinspirasi’, dan bukan ‘menjiplak’. Begitulah biasanya para akademisi atau orang pintar menghidar dari tuduhan.

Membaca tulisan Andy seperti menonton sebuah fenomena yang membius. Hal ini sesunguhnya tak baru, seperti juga yang diakuinya. Banyak orang lain telah melakukan langkah tak populer: meninggalkan kenikmatan dan keluar dari zona kenyamanan. Saya sendiri terinspirasi dengan kaliamat terakhir setiap tulisan Gede Prama di media massa ”Bekerja di Jakarta, tinggal di Desa Tajun, Bali Utara.” Seperti juga Andy, Gede Prama adalah satu dari yang istimewa, meninggalkan kenyamanan dan memilih tantangan baru.

Continue reading “Lentera Jiwa”

Duabelas Oktober

http://upload.wikimedia.org
http://upload.wikimedia.org

Saya dikejutkan oleh suara HP di pagi yang masih gelap. Jerit HP itu membangunkan saya dari tidur yang masih lelap di sebuah kamar kos di Kelapa Gading, Jakarta. “Bali kini sudah tidak aman lagi. Bom meledak di Kuta, puluhan orang meninggal” demikian kira-kira bunyi sms itu, datang dari adik sepupu saya, seorang arsitek dari Udayana. Enam tahun peristiwa itu telah berlalu, tak banyak berkurang kenangan buruk yang saya rasakan. Tidak saja karena banyak nyawa yang melayang, tapi kematian citra Bali sebagai tempat yang aman dan keruntuhan ekonomi yang dampaknya tak sehari dua hari. Hingga kini pun, Bali sesungguhnya belum pulih dari sakitnya.

Saya menulis sebuah ungkapan perasaan ketika itu, mengenang kembali kejadian di tahun 1998 ketika negeri ini rusak binasa oleh segala macam kekacauan. Bali dijadikan satu-satunya tempat berlindung oleh banyak dari mereka yang tertindas hidupnya. Bali memberi harapan kepada mereka yang teraniaya. Setelah bom itu, adakah Bali masih menyimpan kenyamanan?

Continue reading “Duabelas Oktober”

Ranking dan Angka

destiutami.wordpress.com
destiutami.wordpress.com

Untuk pertama kalinya saya merasakan ketegangan adalah saat kenaikan kelas tahun 1985. Waktu itu saya akan naik ke kelas 2. Saya terduduk tegang di deretan bangku depan mendengarkan pembacaan nama-nama siswa yang memperoleh juara 1. Saya berharap amat sangat, nama saya dipanggil, bukan saja sekedar dipanggil tetapi dipanggil pertama kali.

Saya mulai membayangkan apa yang akan terjadi kalau saya tidak mendapat juara 1. Bapak akan melubangi kepala saya dan mengganti otak saya dengan gelas. Begitulah beliau selalu berucap kalau kami sedang bercakap-cakap di dapur atau di kamar. Saya yang baru berumur 7 tahun tentu saja menganggap serius ucapan itu. Tidak terbayang rasanya kepala saya dibor dan otak diganti dengan gelas. Mungkin beliau tidak ingat peristiwa ini karena sepertinya ini hanya kelakar belaka. Tetapi tidak demikian dengan saya. Saya akan mengingatnya sampai kapanpun.

Continue reading “Ranking dan Angka”

Kesempatan

www.skinbase.org
http://www.skinbase.org

Sudah cukup lama saya percaya bahwa keberuntungan adalah perpaduan antara kesempatan dan kemampuan, seperti pernah diingatkan oleh seorang kawan. Dalam setiap percakapan dengan banyak kawan, saya pun menyampaikan keyakinan ini berulang kali. Entahlah ini benar atau tidak, sampai kini saya masih meyakininya. Posting saya kali ini terkait dengan apa yang saya maksud dengan keberuntungan.

Bekerja paruh waktu adalah hal biasa yang dilakukan mahasiswa Indonesia ketika berlajar di luar negeri. Alasan klasiknya adalah mencari pengalaman dan mengisi waktu, walaupun alasan sesungguhnya adalah mengisi rekening. Mengapa rekening perlu diisi? Karena ketika nanti pulang ke Indonesia, belum tentu pekerjaan yang digeluti bisa membuat hidup terbebas secara finansial. Alasan pragmatis: hidup layak secara ekonomi.

Continue reading “Kesempatan”

Melihat kebaikan

memandang jauh

Saya pernah menulis tentang sebuah buku yang dihadiahkan Asti saat ulang tahun saya yang ke-30. Buku itu berkisah tentang memetik kebaikan dari segala sesuatu. Saya setuju bahwa semua hal memiliki sisi baik dan buruk. Bukanlah seberapa baik sesuatu itu, tetapi seberapa mampu saya mengambil kebaikan dari sesuatu itu yang lebih penting. Kitab sucipun, menurut saya, ada kelemahannya. Meski demikian, itu bukanlah alasan untuk ditinggalkan.

Banyak orang menjadikan anak kecil sebagai contoh atau simbol kebaikan. Seorang kawan vegetarian kerap mencontohkan begini: coba berikan dua pilihan “anak ayam” dan “coklat” kepada anak berumur satu tahun. Pasti dia akan mengambil coklat dan memakannya. Dia tidak akan memakan anak ayam. Artinya, secara naluri, kita bukanlah karnivora. Seorang kawan lain juga menjadikan anak kecil sebagai contoh naluri perdamaian: kumpulkanlah beberapa anak kecil umur 2-5 tahun tahun dari berbeda etnis dan agama. Mereka akan asik bermain, tidak mepersoalkan warna kulit, apalagi agama. Ini pelajaran untuk kita semua tentang perdamaian dan hidup bersama.

Continue reading “Melihat kebaikan”

Bahasa

Setelah bergaul agak lama dengan banyak kawan dari berbagai negara, akhirnya saya bisa membedakan asal orang dari cara bicaranya. Meskipun tidak mengerti makna ucapannya, cara bicara seseorang memang bisa menunjukkan asal negaranya. Benar kata pepatah lama: Bahasa menunjukkan Bangsa.

Menariknya, meskipun sama-sama berbahasa Inggris, pelan-pelan saya bisa juga membedakan asal negara seseorang yang saya ajak bicara. Masing-masing memiliki cara yang khas dalam berbahasa, meskipun itu Bahasa Inggris. Ciri kenegaraannya biasanya tidak hilang, terutama mereka yang berasal dari negara bukan penutur asli Bahasa Inggris.

Continue reading “Bahasa”

Surat untuk Lita

 

Ayah dan anak
Ayah dan anak

Lita, ayah bukanlah seorang awatar yang maha sempurna, tetapi ayah memiliki cinta. Cinta yang sayang sekali mungkin pernah salah ayah terjemahkan dan tunjukkan. Cinta ini juga yang mungkin pernah mewujud menjadi teriakan yang menciutkan hati kecilmu. Tapi jangan lupa, cinta ini juga yang membuat ayah melupakan wibawa, tiarap membuang malu menangis dan tertawa dalam dunia kecilmu yang liar. Cinta ini, yang mungkin kadang salah ayah terjemahkan, yang juga membuat pelajaran-pelajaran kecil menjadi bermakna. Maafkanlah ayah.

Lita, hidup di masa depan lebih rumit dari sekedar Nick Jr. tetapi dia bisa lebih menggairahkan dari petualangan Dora dan Diego. Lebih menantang bahkan dari penjelajahan si Curious George. Untuk itulah Lita harus beriap-siap. Bersiap untuk menghadapi pagi yang datang dengan kesungguhan seperti Sportacus melakukannya. Jadilah seperti Stephanie yang tidak saja pintar dan cantik tetapi juga baik hati. Atau seperti Ulagan anaknya Siap Selem, yang mudah mengerti situasi di usia yang sangat muda. Hidup memang akan dihiasi oleh tokoh-tokoh seperti Gobrag yang sombong dan Kuwuk yang culas, tetapi akal dan kebaikan hati akan membuat kejahatan bertobat, percayalah. 

Continue reading “Surat untuk Lita”

Sahabat

Sebelas Januari
Sebelas Januari

Saya punya seorang sahabat baik. Sahabat ini melebih siapapun bagi saya, dia sangat istimewa. Ijinkan saya bercerita tentangnya.

Kami bertemu pertama kali tanggal 7 September 1997, sebelas tahun yang lalu. Waktu itu kami masih sama-sama muda, penuh semangat dan gairah. Sahabat saya ini seorang gadis yang cantik.

Nampaknya pertemuan kami direstui oleh primbon dan juga dewasa seperti kata orang Bali, persahabatan kami tumbuh dengan baik.

Continue reading “Sahabat”