Aku ingin melukismu

diambil dari www.wildnatureimages.com
diambil dari http://www.wildnatureimages.com

Aku ingin melukismu. Itulah mimpi yang belum sempat aku wujudkan sejak lama. Bukan karena aku tak sempat, semata-mata karena kanvas yang tak kunjung kutemukan. Tinta emasku runtuh, pucat binasa dan lenyap cantiknya. Demikianlah setiap kali aku hendak melukismu. Kuas yang bergururan, tinta yang runtuh dan kanvas yang tak pernah cukup halusnya, semua itu tak pernah sepadan untukmu.

Lama aku bertanya tapi tidak seperti pujangga kenamaan itu. Aku tak mencegat rumput yang menari atau bintang yang bersinar jenaka. Aku tak mau seperti itu karena kutahu mereka tak kan mampu mngisahkanmu. Aku perlu yang magis dan mistis. Aku perlu asap dupa yang mengepul dan bersatu dengan merahnya senja, sepertimu yang datang dan pergi, tak kurang misteri yang tersisa. Aku perlu bintang yang jatuh memberi harapan dan lenyap sesaat sebelum sempat kupeluk. Seperti itulah anganku tentangmu yang nampak dan sirna silih berganti. Aku tak cukup menjadi seniman kebanyakan untuk menuangkan wajahmu dalam puisi. Tak akan tega bulan melantunkan tembangnya karena ia pun pasti merasa hina. Seperti itulah sulitnya berpuisi tentangmu.

Continue reading “Aku ingin melukismu”

Suara binatang

Belakangan saya sering menemani Lita menonton TV di rumah. Acara untuk anak-anak, teruma dari Nick Jr. adalah yang paling digemarinya. Sering sekali dalam program tersebut ada acara tebak suara binatang. Lita, yang mulai lancar mendengar maupun berbicara Inggris, sudah mulai ikut berinteraksi. “Gug gug”, Lita akan berteriak demikian jika ada pertanyaan tentang suara anjing. Menariknya, di TV akan terdengar suara “you are right, ‘whoof-whoof’ is how your dogs bark.” Di Indonesia, “gug gug” adalah suara anjing, sementara di Australia, suaranya menjadi “whoof whoof”. Anehnya, kalau didengarkan dengan seksama, gonggongan anjing di seluruh dunia sama saja.

Continue reading “Suara binatang”

Work hard play hard

Saya pernah mengeluh pada seorang kawan. Sering kali setelah menghabiskan akhir pekan dan Minggu malam telah datang, saya merasa gelisah harus menghadapi hari Senin besoknya. Perasaan seperti ini biasanya datang kelau selama dua hari, Sabtu dan Minggu, saya bersenang-senang. Teman saya menjawab sambil setengah berkelakar. Itu karena kamu belum melakukan yang utama. Rasa bersalah memang mudah datang.

Continue reading “Work hard play hard”

Tour de Europe

Dear Fellows,

Andi on the roof of the Opera House, Oslo - Norway
Andi on the roof of the Opera House, Oslo - Norway

I’d like to share my great experience in Europe last two weeks. On 8 August 2008, I presented a paper in Oslo, Norway in UNCLOS Symposium, part of the International Geological Congress. The conference was prestigious as many ‘immortals’ in the field of technical aspects of the law of the sea were there. Several members of the Commission on the Limits of the Continental Shelf presented their papers in the event and many other people whose names I only saw in textbooks and internet also participated. Simply speaking, it was one of the best conferences I’ve ever attended. I learned much from those ‘gurus’. The other good thing I’d like to share is that the paper I presented was closely related to the research I did with the UN-Nippon fellowship: Indonesia’s submission for an Extended Continental Shelf. Certainly, I also asserted that I am one of the fellowship alumni.

Continue reading “Tour de Europe”

Kecantikan itu…

Percayalah bahwa tidak mudah mengisahkan ini. Aku bukanlah pujangga kata-kata yang bisa menghidupkan cinta dengan ujar-ujar yang fasih daramatis membuai-buai. Aku hanyalah pejalan kaki yang cepat kelelahan di merahnya sore dan sering ketakutan di pekatnya malam yang tak bersahabat. Tetapi sepertinya di sini ada cinta. Cinta yang membuat aliran air kaya cerita dan gemerisik daun penuh dengan senandung. Cinta ini membuat patung seperti berhala yang diampuni dan hidup mengabarkan kenikmatan-kenikmatan lewat gumamnya yang syahdu lanksana mantra. Seperti itulah aku mengingatmu.

Continue reading “Kecantikan itu…”

Menggugat Indonesia?

Bendera Merah Putih
Bendera Merah Putih

I Made Andi Arsana , Heidelberg – Jerman

Oh, Indonesia?! I know Susi Susanti. She is a very good badminton player!” Seseorang berteriak setengah histeris di Stasiun Kereta Api Frankfurt, Jerman ketika saya mengenalkan diri dari Indonesia. Tentu saja Susi Susanti yang lebih dikenalnya karena dia adalah penggemar bulu tangkis. Cerita ini senada dengan kejadian sebelumnya ketika saya baru saja menyelesaikan presentasi di Oslo, Norwegia. “I know Hasjim Djalal very well. He is one of the veterans of the law of the sea from Indonesia.” Tomas Heidar, ahli hukum laut berkebangsaan Islandia ini tentu saja familiar dengan Prof. Hasjim Djalal dibandingkan siapapun di Indonesia, karena reputasinya di bidang hukum laut yang tidak diragukan. Saya semakin teryakinkan bahwa “aku” lah sebagai anak bangsa yang bisa menjadi identitas bagi bangsa sendiri.

Continue reading “Menggugat Indonesia?”

Eropa

… Kita tidak boleh mendahului takdir. Yang bisa kita lakukan hanyalah menempatkan mimpi kita sedekat mungkin dan berusaha mencapainya. Kita akan berkelana berkeliling Eropa hingga Afrika dan menjejakkan kaki kita di almamater suci Universitas Sorbonne…

Kutipan kalimat di atas, yang diambil dari salah satu Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, tidak akan pernah terlupakan. Kutipan yang sangat kuat, menggugah dan terutama menginspirasi. Ketika membaca kutipan ini, entah mengapa Eropa terasa sangat dekat.

Continue reading “Eropa”

Dua perintah berbeda

Jam 10.37 malam

Andi, mop the floor please! Use the pink chemical and only hot water. We have to make sure all part of the floor is clean and properly moped. You cannot go home until you finish the moping, OK.” Seorang gadis Thailand berdiri di pintu memandang ke arahku yang bergegas mengambil ember dan alat pel tergantung di pintu.

Jam 11.42 malam

Hi, Andi! I am in SING at the moment, still preparing the lecture for tomorrow. Could you please make a small amendment to the slides that you made for me? I want you to generate another equidistance line between MR and INA’s PBt by ignoring SL. We will see then that the line lies to the south of SL so that it can be justifiable that MY may use SL as its basepoint. If you can make the amendment, please email it to me before the lecture tomorrow morning. Thank you very much.

Continue reading “Dua perintah berbeda”

Tips menulis (sebuah percakapan di bandara)

Misteri IELTS
Misteri IELTS

Pembicaraan atau pelajaran penting memang tidak harus selalu terjadi di ruang kelas. Seperti kata orang bijaksana, membaca pun tidak salalu berarti membaca buku, duduk diam di meja belajar dan tidak mau diganggu. Membaca yang sesungguhnya justru adalah membaca tanda-tanda jaman, katanya.

Pagi ini saya mengantar seorang kawan baik yang akan meninggalkan Australia untuk kembali ke tanah air karena sudah menyelesaikan tugasnya. “Mungkin aku akan kembali dan sekolah di sini. Sekarang mau belajar IELTS dulu”, katanya setengah berkelakar. “Eh, ada tips gak, gimana caranya mendapatkan skor IELTS yang tinggi, terutama untuk menulis?” tiba-tiba kawan saya ini bertanya agak serius. Pertanyaan seperti ini sebenarnya sangat usang, saya sudah dengar ribuan kali. Entah berapa orang sudah menanyakan ini di milis beasiswa, misalnya atau ketika saya dikarantina di Jakarta 5 tahun lalu.

Continue reading “Tips menulis (sebuah percakapan di bandara)”

Gubernur Bali

Sang Gubernur
Sang Gubernur

Saya tidak memiliki ketertarikan politik yang tinggi. Meskipun beberapa kawan saya adalah penggiat politik dan tahu persis percaturan politik Bali, tanah kelahiran saya, tetap saja saya bukanlah penyimak aktif. Saya memang mendengar bahwa Mangku Pastika adalah salah satu kandidat kuat. Itu saja. Selebihnya tidak banyak yang saya pahami.

Di luar urusan politik, saya mengagumi Mangku Pastika sebagai orang yang pintar dan berkaliber Internasional. Tidak mengecewakan memang kalau akhirnya Mangku terpilih sebagai Gubernur Bali untuk periode lima tahun ke depan. Meski demikian, saya tidak merasa perlu ikut pesta lawar atas kemenangan ini. Bukan karena saya anti pesta, semata-mata karena tidak merasa terlibat secara emosi dengan proses pilkada. Satu syukur yang perlu saya panjatkan adalah karena pilkada Bali berjalan lancar tanpa kerusuhan yang tak perlu.

Continue reading “Gubernur Bali”