Inspirasi dari Steve Jobs

Steve Jobs, CEO Apple, baru saja mengundurkan diri. Banyak orang yang menilai Steve adalah salah satu CEO terbaik yang pernah dimiliki planet Bumi. Inovasinya luar biasa dan di tangannya Apple menjadi sebuah perusahan terkemuka dunia. Saya coba terjemahkan secara bebas salah satu pidato inspiratifnya ketika berbicara di depan mahasiswa Stanford pada tanggal 12 Juni 2005.

Continue reading “Inspirasi dari Steve Jobs”

Euthanasia

Ngaben

Saya memacu mobil sekencang mungkin. Akhir pekan ini jalanan tidak ramai tetapi batas maksimal kecepatan tetap berlaku. Meskipun tidak ada polisi, rambu lalu lintas di tepi jalan yang dengan tegas memamerkan angka 60 berlaku sama dengan kehadiran seorang polisi. Tidak seorang pun berani melanggarnya. Saya pastikan kecepatan mobil saya hampir 60 kilometer per jam, kecepatan maksimal yang diperbolehkan di Crown Street. Sesekali saya melirik tubuhnya yang lemas di sebelah kiri saya. matanya terpejam, tutuhnya bergerak lemah dan nafasnya turun naik sangat halus. Mulutnya sesekali ternganga, nampak jelas dia sedang sekarat.

Continue reading “Euthanasia”

Galoongan

Sarjana satu dekade

Wisuda Master of Engineering di UNSW

Ketika saya berdiri di depan Pak Ketut Merta, Kepala Sekolah Dasar 1 Tegaljadi, di suatu pagi yang cerah di pertengahan 1984, saya tidak berpikir jauh. Yang pasti tidak lebih jauh dari teritori Kabupaten Tabanan yang ketika itu terasa sangat luas. Dalam pikiran saya, dunia sesederhana ujian masuk SD yang berlaku khusus untuk saya ketika itu yaitu menghitung sampai lima dan mengetahui arah mata angin. Tahun 1984, kesederhanaan itu terasa begitu rumitnya.

Continue reading “Sarjana satu dekade”

Sekretaris Pribadi

Saat berkunjung ke rumah seorang kawan di New Castle, saya mendapati sebuah kalender yang sudah cukup tua umurnya. Ternyata itu adalah kalender ulang tahun, alias birthday calendar. Terus terang, saya baru benar-benar memperhatikan sebuah kalender ulang tahun dalam bentuk fisik seperti itu. Sejak mengenal internet, terutama jejaring sosial digital, bagi saya birthday calendar adalah perangkat lunak dengan basisdata tanggal ulang tahun. Kawan saya, pemilik rumah, mengatakan “this calendar has birthdays of everybody in our extended family and close friends”. Memang penting untuk mengingat hari lahir orang-orang yang dicintai dan birthday calendar sangat membantu hal ini.

Continue reading “Sekretaris Pribadi”

Did he have passion?

Di ulang tahun saya yang ke-30, saya membuat sebuah obituari, tulisan ucapan selamat jalan bagi orang yang meninggal. Itu sekedar ide iseng saja, mungkin karena saya suka film drama berjudul Serendipity yang dibintangi John Cusack bersetting di New York itu. Jonathan Trager (Cusack), diingatkan oleh sahabatnya tetang sebuat filosofi hidup dengan menuliskan sebuah obituari untuknya. Tentu saja aneh, karena obituari biasanya ditulis untuk orang yang sudah meninggal. Meskipun itu bukan obituari yang sebenarnya dan Jonathan memang masih hidup, tulisan itu menginspirasinya dan menyadarkannya tentang sesuatu yang akhirnya mempertemukannya dengan apa yang dicarinya sekian lama.

Continue reading “Did he have passion?”

Cinta Monyet, Cinta Kingkong

Setiap kali saya ajak bertemu teman-teman, ibu saya kadang khawatir. Umumnya beliau merasa tidak imbang jika harus berhadapan dengan teman-teman saya yang menurut beliau berpendidikan. Saya selalu mengingatkan dengan kelakar, “saya juga kan orang sekolahan, buktinya masih gini-gini aja”. Ibu saya tentu paham maksudnya karena di matanya saya mungkin tidak pernah berubah. Masih saja seorang anak kecil meskipun sudah berkeluarga. Orang-orang seperti ibu saya seringkali salah menduga perilaku dan sikap orang-orang berilmu, karena tidak mengenal. Atau karena terlanjur menetapkan sendiri standar perilaku orang-orang di sekitarnya. Bagi Ibu saya, orang-orang pintar itu mungkin harus menyeramkan.

Continue reading “Cinta Monyet, Cinta Kingkong”

Kartini Sekartaji

Kartini telah lama tiada ketika perempuan usia hampir tigapuluh tahun itu bergegas di suatu sore, menyusuri Tukad Sekartaji di pedalaman Tabanan. Kartini pastilah tidak tahu, kaumnya sedang berkejaran dengan gelap dan tak ingin terjebak dalam perjalanan panjang tanpa cahaya. Digendongnya seorang bocah belia yang belum paham akan keberadaan dan bahkan belum cakap membedakan tangan kiri dan kanan. Disusurinya senja yang temaram itu, berpacu dengan laju air di Tukad Sekartaji yang berlalu tak peduli.

Era delapanpuluhan masih belia dalam usia, perempuan itu hidup berjauhan dengan kemewahan dan bahkan tidak akrab dengan kecukupan. Desa Piling di Penebel dan Tegaljadi di Marga kerap ditempuhnya dengan lebih banyak berjalan kaki. Senja itu tiada istimewa karena perjalanan itu tidak terlalu jauh urusannya dari menggali atau membayar hutang atau menuai belas kasihan yang ditukar dengan sarapan pagi keluarga.
Continue reading “Kartini Sekartaji”

Enam tahun, 40 tulisan

The 40th

Musim gugur di Sydney tahun 2005 ketika itu, saya adalah mahasiswa master di tahun kedua. Indonesia dihebohkan oleh sebuah kasus yang di telinga saya terdengar asing: Ambalat. Saya yang adalah pemula di bidang batas maritim seperti mendapat mainan baru dan terutama alasan yang lebih baik bahwa bidang yang saya pelajari ini sangat menarik. Apa yang saya lakukan ternyata terkait erat dengan interaksi bangsa-bangsa yang dinamikanya sangat menantang, menarik dan menaikkan adrenalin. Mempelajari batas maritim adalah mempelajari sesuatu yang bisa menjadi alasan bagi bangas-bangsa untuk berdamai atau bahkan berperang. Istimewa sekali.

Continue reading “Enam tahun, 40 tulisan”

Sewindu

The Arsanas

Kalau ada yang tahu lagu-lagu tahun 80an atau 90an yang di zaman sekarang bisa masuk dalam kategori lebay, kata ‘sewindu’ bisa didapati dengan mudah. Kalimat yang cukup gampang dijumpai misalnya adalah ‘seminggu tidak bertemu kamu, rasanya sewindu’ untuk menggambarkan betapa mudahnya orang menjadi rindu dengan pasangannya ketika sedang jatuh cinta. Sewindu, dalam kalimat itu untuk mewakili sebuah masa yang sangat amat lama. Kata orang pintar, ini termasuk gaya bahasa hiperbola atau ada juga yang mengatakan exaggerating. Benarkah sewindu itu lama?

Continue reading “Sewindu”