Kedatangan saya ke Berlin tahun 2013 ini berawal dari sebuah undangan untuk berpatisipasi dalam symposium ketahanan bumi atau Earth Resilience yang kedua. Intinya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin berniat mengumpulkan pemikiran dan gagasan dari orang-orang Indonesia yang tersebar di seluruh dunia terkait dengan ketahanan bumi. Maka diadakanlah sebuah forum yang memungkinkan para ilmuwan Indonesia untuk betemu dan bercurah gagasan. Simposium Ketahanan Bumi ini berfungsi demikian.
Saya mengawali tahun 2013 ini dengan sebuah presentasi di Berlin tentang dampak perubahan iklim, dalam hal ini, kenaikan muka air laut, terhadap kewenangan negara atas kawasan maritim. Dalam presentasi ini saya membahas, akankah kenaikan muka air laut bisa menyebabkan tenggelamnya kedaulatan atau hak berdaulat. Silakan simak video berikut.
Presentasi ini saya bawakan di acara Simposium Ketahanan Bumi atau “Earth Resilience” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jerman di Berlin bekerjasama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), Surya University, Diaspora Indonesia, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Eropa. Presentasi saya dalam bentuk animasi bisa dilihat di http://madeandi.staff.ugm.ac.id.
Sudah cukup lama saya menulis tips beasiswa di blog ini dan ternyata cukup banyak yang merasakan manfaat dari tulisan-tulisan saya. Setelah mempertimbangkan agak lama, akhirnya saya putuskan untuk menerbitkan sebagian besar tips beasiswa yang ada di blog ini dalam bentuk buku. Ide ini sebenarnya sudah muncul agak lama dari berbagai pihak. Meski demikian, berbagai pertimbangan membuat niat itu baru terlaksana saat ini.
Buku yang rencananya akan terbit Bulan Maret 2013 ini adalah modifikasi dari tulisan-tulisan saya yang ada di blog ini. Ada sebagian tulisan baru tetapi sebagian besar masih bisa dinikmati di blog ini secara cuma-cuma. Semangat berbagi secara cuma-cuma tetap saya pegang teguh dalam menulis sehingga blog ini akan tetap dirawat dengan baik dengan berbagai informasi baru. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak diantara kita yang memilih membaca buku secara konvensional. Ada berbagai macam alasan, mulai dari tidak memiliki akses internet dalam waktu lama, masalah alasan kesehatan sehingga tidak kuat membaca dari layar komputer atau pirantik elektronik lainnya, hingga persoalan psikologis tentang perasaan membaca buku. Untuk pembaca yang demikian, tips beasiswa di blog ini akan hadir dalam bentuk buku. Karena penerbitan buku melibatkan bahan, proses dan tenaga kerja, tentu saja pembaca harus membelinya dengan harga wajar.
Seorang sahabat karib bertanya pada saya tentang tips menjadi pembicara publik. Saya yakin ada berjuta tips di luar sana yang bisa dimanfaatkan. Presentation Zen adalah salah satu situs yang memuat tips presentasi yang sangat komprehensif dan banyak orang merasa mendapatkan manfaat dari situs itu. Meski demikian, toh tidak semua pembacanya tiba-tiba menjadi seorang presenter ulung. Saya percaya bahwa sang pembelajar tetap memegang peranan paling penting dalam proses belajar. Bahan ajar dan guru bisa sama tetapi hasilnya bisa berbeda-beda pada murid yang berbeda. Oleh karena itu, saya yakin Anda tidak akan berharap tiba-tiba menjadi presenter ulung setelah membaca tulisan ini.
Ada satu kegagalan utama saya di tahun 2012 yaitu belum menyelesaikan sekolah S3 saya, tidak sesuai dengan yang seharusnya saya lakukan. Kata orang bijaksana, kalau ada kemauan pasti ada jalan, kalau tidak ada kemauan biasanya banyak alasan. Maka saya bisa menyampaikan 1001 alasan untuk membenarkan mengapa saya harus menunda penyelesaian studi S3 saya hingga tahun 2013 nanti. Meski demikian, di balik semua itu ada satu kebenaran yang tidak bisa dibantah: semua itu terjadi karena kelemahan saya sendiri. Maka resolusi paling utama saya untuk tahun 2013 adalah menyelesaikan S3. Semoga alam semesta bersekongkol membantu saya mewujudkan resolusi ini.
Dengan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran dan motivasi, saya ingin mengenang sejenak apa yang terjadi tahun 2012 lalu. Dari berbagai kegagalan, ada juga keberhasilan. Dari sekian banyak hal yang tidak membanggakan, ada hal-hal yang menumbuhkan semangat. Tahun 2012 saya lewati dengan suka dan duka, seperti halnya tahun-tahun lainnya.
Setiap kali mengiklankan buku, saya merasa risih karena merasa berjualan ilmu pengetahuan. Kadang ada yang bergurau, saya beralih profesi jadi salesman. Idealnya, menurut saya, ilmu pengetahuan harus disebarkan tanpa berbayar untuk kemajuan peradaban. Sayang sekali kita tidak hidup di dunia ideal seperti itu. Ada kertas yang harus dibeli untuk membuat buku dan ada tinta yang harus dibayar. Mesin untuk mencetak juga tidak gratis serta orang-orang yang bekerja di industri penerbitan dan percetakan memiliki anak yang harus membayar SPP. Singkat kata, penerbitan buku sudah menjadi industri mapan yang harus menghidupi banyak manusia.
Saya mengikuti sebuah lomba menulis yang diselenggarakan oleh Telkom Solution terkait penggunaan teknologi informasi (TI) untuk mendukung kinerja perusahaan. Ketika mendapatkan informasi ini dari milis Bali Blogger, saya tidak berniat mengikutinya. Namun begitu, diskusi tidak serius di milis tersebut akhirnya membuat saya mengubah pikiran. Atas ‘desakan’ setengah guyon dari Cahya Legawa, saya akhirnya menulis dan mengirimkannya pada panitia. Ditulis suatu malam yang dingin di Innovation Campus University of Wollongong, saya mengirimkan langsung pada malam itu juga. Tulisan saya hanya 1.192 kata dari 1.200 syarat maksimum yang ditetapkan panitia.
Tulisan saya terkait penggunaan IT untuk kuliah jarak jauh yang memang saya senangi belakangan ini. Rasanya topik ini menarik untuk dibahas dan sangat mungkin untuk diterapkan dengan situasi infrastruktur TI yang dimiliki Indonesia saat ini. Tulisan itu berjudul Teknologi Inspirasi: Jarak Bukan Lagi Tirani.
Seorang kawan baik meminta saya membantunya perihal presentasi yang sedang disiapkan untuk sebuah konferensi. Dia memiliki grafik yang dibuat dengan Excel dan ingin disajikan dengan power point saat presentasi. Jika saja penyajian ini menggunakan tampilan statis tentu tulisan ini tidak perlu ada karena tinggal copy grafiknya di Excel dan paste di Power Point. Teman saya tentu saja mau yang lebih canggih dari itu. Dia mau grafik itu beranimasi dengan kemunculan garis-garis informasi dengan urutan sedemikian rupa sehingga lebih mudah dijelaskan dan terutama dipahami.
Bayangkanlah di sebuah grafik ada beberapa garis yang menujukkan data berbeda dengan warna berbeda. Akan jauh lebih menarik jika saat presentasi garis-garis bebeda ini muncul berurutan, tidak sekaligus, palagi hanya gambar statis. Bagaimana cara melakukan ini?
Terus terang saya tidak langsung bisa mengerjakannya. Saya perlu waktu yang cukup lama untuk bereksperimen, trial and error. Akhirnya saya menemukan caranya seperti video ini. Lihat juga langkahnya setelah video.
Jika grafik itu masih di Excel atau sudah dicopy ke Ms Word, copy grafik itu lalu paste special di Power Point. Ingat, gunakan paste special, bukan paste biasa. Pilih Microsof Office Graphic Object ketika muncul pilihan untuk paste.
Jika perlu, sesuaikan ukurannya. Klik kanan gambar tersebut di bagian pinggirnya (bingkai) lalu “Save as Picture” dan pilih Windows Enhance Metafile saat menyimpan.
Buat slide baru dan masukan (insert) gambar hasil langkah 2 ke Power Point.
Klik kanan gambar tersebut lalu pilih Group > Ungroup. Pilih yes, lalu lakukan ungroup sekali lagi. Tujuan langkah ini adalah untuk memisahkan bagian-bagian gambar menjadi bagian tersendiri agar nanti mudah dianimasikan.
Rapikan gambar agar tampilannya cantik. Ganti font, geser posisi, putar orientasi dll.
Karena di-ungroup maka semua obyek jadi terpisah satu sama lain, padahal mungkin kita ingin ada beberapa obyek yang tergabung membentuk satu kesatuan. Untuk obyek yang demikian, satukan lagi dengan melakukan pengelompokan (Grouping). Caranya, pilih semua obyek yang ingin dikelompokkan lalu klik kanan dan pilih group.
Setelah semua obyek pada posisi yang benar dan terkelompokkan sesuai keinginan, mulailah merencanakan animasi, terutama terkait urutan tampil.
Berikan animasi pada masing-masing obyek, dengan cara memilih menu Animation lalu Custom Animation. Selanjutnya pilih Add Effect yang diinginkan misalnya suatu obyek muncul biasa (appear) atak muncul secara perlahan dari arah tertentu (wipe) atau muncul dengan zoom dan lain-lain.
Lakukan hal ini untuk semua obyek dan nikmati animasinya.
Selamat mencoba.
Adakah cara yang lebih gampang dari ini? Mohoh kesediaannya berbagi.
Suatu hari saya diminta membantu professor untuk menyiapkan bahan kuliah bagi aparat keamanan laut dari 21 negara. Dia diminta mengajar berbagai skenario insiden (pembajakan, perampokan) di laut dan terutama bagaimana reaksi aparat keamanan laut dari berbagai negara. Misalnya, ada kapal bergerak dari sebuah teluk di negara A menuju negara B dan melewati kawasan perairan negara C. Jika di kawasan laut C terjadi perampokan oleh segerombolan perampok yang bermarkas di negara D dan perampok itu lari ke negara E, apa yang terjadi? Siapa yang bertanggung jawab, apa dasar hukumnya, apa yang bisa dilakukan oleh siapa dan seterusnya.
Saya diminta memvisualisasi skenario itu. Tidak hanya itu, saya harus membuat peta dunia tiruan agar tidak menggambarkan negara-negara yang ada di dunia. Sang professor juga meminta saya mengisi efek suara (deru mesin kapal, ledakan, teriakan). Animasi, audio dan visual effect ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan topik S3 saya. Selain karena diminta oleh professor, saya merasa tertantang dan mengiyakan permintaan itu. Akibatnya memang bisa parah: riset tertunda.