Berlin 2013: The Invitation


Cerita ini bagian dari Berlin 2013

undanganberlin

Kedatangan saya ke Berlin tahun 2013 ini berawal dari sebuah undangan untuk berpatisipasi dalam symposium ketahanan bumi atau Earth Resilience yang kedua. Intinya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin berniat mengumpulkan pemikiran dan gagasan dari orang-orang Indonesia yang tersebar di seluruh dunia terkait dengan ketahanan bumi. Maka diadakanlah sebuah forum yang memungkinkan para ilmuwan Indonesia untuk betemu dan bercurah gagasan. Simposium Ketahanan Bumi ini berfungsi demikian.

Mereka yang tertarik untuk berpartisipasi harus menyerahkan sebuah karya tulis dalam bentuk abstrak/intisari yang akan dinilai oleh panitia. Jika intisari karya itu sesui tema dan dianggap menawarkan gagasan yang layak maka penulisnya diminta menyerahkan makalah lengkap atau full paper. Selanjutnya penulis akan diundang ke Berlin untuk memaparkan gagasannya itu dalam bentuk presentasi oral selama kurang lebih 25 menit atau dalam bentuk poster yang dipajang selama acara berlangsung.

Saya mengetahui acara Earth Resilience ini dari milis Perimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia yang saya ikuti. Seorang kawan menyebarkan berita itu dan saya sudah tertarik dari awal. Meski demikian, berbagai kesibukan lain membuat saya sempat melupakannya. Hingga mendekati tenggat waktu saya baru mengingatnya lagi dan berniat mengirimkan intisari karya. Sayapun menghubungi Vivi, salah satu panitia yang juga saya kenal. Vivi sedang menempuh S3 di Rusia. Gayung bersambut, Vivi juga bersemangat mendukung rencana partisipasi saya. Hingga beberapa hari menjelang tenggat waktu penyerahan intisari, Vivi bahkan menghubungi saya secara khusus untuk menagih janji saya soal abstrak itu. Inilah gunanya punya teman yang menjadi panitia symposium, dia berfungsi sebagai alarm. Maka sayapun menyelesaikan intisari itu dan mengirimkannya kepada alamat resmi panitia.

Saya kemudian mengetahui bahwa ketua symposium adalah Dr. Johny Setiawan, seorang pakar astronomi lulusan Jerman yang sudah malang melintang di dunia penelitian dan sempat bekerja beberapa lama di Max Planck Institute di Jerman. Jika Anda sempat mengikuti acara Kick Andy saat mewawancarai ilmuan Indonesia di luar negeri, Dr. Setiawan adalah salah satunya. Silakan Google nama beliau dan terpesonalah.

Mas Johny, demikian akhirnya saya memanggil Dr. Setiawan, membalas email saya dengan cepat. Beliau juga dengan sigap mengoreksi intisari tersebut untuk disesuaikan dengan format standard publikasi “Earth Resilience”. Beberapa hari kemudian saya mendapat notifikasi bahwa intisari itu diterima untuk dipaparkan secara oral dan diminta menyerahkan makalah lengkap. Saya telah mengantongi sebuah undangan dari panitia dan harus menjalani beberapa langkah lain untuk benar-benar bisa berpartisipasi dalam acara Earth Resilience di Berlin.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

3 thoughts on “Berlin 2013: The Invitation”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s