Teman-teman TurunTangan yang saya hormati,
Kebhinekaan itu fakta bukan masalah. Saya pernah tulis itu beberapa waktu yang lalu; dan izinkan saya menulis sebuah email sore ini untuk berbagi rasa dan pandangan dengan temani-teman semua. Semoga email ini menemui anda dalam keadaan baik, sehat dan makin bersemangat.
Beberapa hari ini saya menyaksikan ungkapan atas perbedaan itu seakan sedang menghadapi musuh. Beda pilihan figur itu normal, wajar dan manusiawi. Santai saja, tidak perlu kecewa dan marah pada orang lain yang pilihannya berbeda.
Bagi teman-teman yang bergerak di TurunTangan ini kesempatan untuk membuktikan bahwa kita telah dewasa. Kita telah matang untuk menerima perbedaan sebagai fakta; bukan sebagai masalah karenanya tidak harus dijadikan sama.
Saya banyak menerima pertanyaan, kenapa tidak ambil posisi netral saja? Memang kalau mau nyaman dan aman, pilih netral saja. Tapi coba kita renungkan sebentar anjuran netral itu. Bukankah selama ini kita selalu mengatakan, jangan hanya urun angan, jangan diam dan mendiamkan; kita harus siap untuk terlibat dan membantu. Haruskah saya diam agar aman? Saya pribadi tidak mau pilih diam dan mendiamkan. Pilihan saya bisa jadi berbeda dengan orang lain, tapi saya tidak akan pernah memaksanakan pilihan dan tetap akan menghargai orang lain.
Saya pribadi memilih terlibat dan membantu. Artinya saya juga harus meneruskan prinsip yang selama ini kita pegang: kerja karena suka dan rela. Membantu proses politik ini sebagai relawan bukan bayaran, ini prinsip yang akan terus saya pegang saat membantu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang saya pilih.
Dan ada juga yang bertanya, kenapa bersedia untuk jadi juru bicara? Saya selalu katakan, bukan posisi dan nama jabatan yang penting, tapi makna apa yang diberikan di setiap peran yang kita lakukan. Peran bisa berganti, tapi di peran apapun kita harus memberikan makna yang positif dan harus bisa menjalankannya dengan cara yang terhormat.
Mari kita saling jaga agar semangat kita adalah semangat membuat Indonesia yang lebih baik. Artinya semua yang telibat dalam proses ini adalah Indonesia juga, baik yang mendukung Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK. Artinya, jangan terbersit pikiran untuk menjatuhkan apalagi merendahkan. Jangan merendahkan calon dan jangan pula merendahkan pendukungnya. Mereka semua adalah saudara sebangsa. Perbedaan pilihan ini akan selesai pada hari Rabu 9 Juli jam 13 siang. Sesudah itu apapun pilihannya, kita harus taat pada keputusan seluruh rakyat. Kita harus terus kerja bersama, kerja untuk memajukan manusia Indonesia.
Continue reading “Anies Baswedan: Kenapa Saya Memilih Untuk Tidak Netral?”