Beberapa hari terakhir ini, dunia persilatan para pejuang beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu disebut Australia Development Scholarship (ADS) dihebohkan oleh satu berita mengejutkan. Seperti yang saya tulis sebagai judul tulisan ini, ada satu berita yang mengatakan bahwa “Program Beasiswa Pasca Sarjana AusAID Ditiadakan“. Kontan berita ini meresahkan para pejuang yang tengah siap-siap berjuang tahun depan. Ternyata, setelah diselidiki, berita itu salah dan kesalahan terjadi pada proses penerjemahan berita dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Berita berbahasa Inggris mengatakan “DFAT confirms offers for next year’s AusAID graduate program revoked“. Berita aslinya mengacu pada penghentikan penerimaan sarjana baru sebagai pekerja, bukan penghentian pemberian beasiswa pascasarjana.
Kesalahan penerjamahan ini cukup fatal dan meresahkan, membuat dunia twitter dan facebook jadi sangat ramai. Untunglah, berita itu salah dan faktanya adalah beasiswa AAS atau ADS tetap ada seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga disampaikan dalam revisi berita yang mengatakan “AusAID Hentikan Penerimaan Staf Sarjana Baru” Hanya saja, mesti diperhatikan, memang ada pengetatan dana sehingga mungkin akan ada penurunan jumlah. Persaingan mungkin akan sedikit lebih ketat.





