Tips Belajar Bahasa Inggris: Tiga Misteri

Sering saya mendapat pertanyaan tentang tips belajar Bahasa Inggris. Biasanya saya balik bertanya “bagaimana caranya belajar Bahasa Indonesia?”. Umumnya penanya tidak bisa menjawab secara spontan dan bahkan ada yang terkejut dengan petanyaan itu. Kebanyakan tidak bisa menjawab karena memang tidak pernah merasa belajar Bahasa Indonesia. Tentu saja bisa Bahasa Indonesia karena itu adalah bahasa kita sendiri. Tapi, seriously, pasti ada proses belajar di situ. Anehnya, mengapa kita bahkan tidak pernah merasa belajar? Ada tiga hal penting, menurut saya, terkait belajar Bahasa Inggris. Saya menyebut itu sebagai tiga misteri.

Continue reading “Tips Belajar Bahasa Inggris: Tiga Misteri”

Tiga Skil Wajib Sarjana

Dalam sebuah diskusi dengan alumni UGM yang kini bekerja di Jerman ada satu pelajaran kecil yang mungkin menarik saya bagikan. Sebenarnya apa yang beliau sampaikan itu sangat klise dan dipahami banyak orang namun dengan mendengarnya sekali lagi, saya teryakinkan dan merasa belajar lagi. Beliau mengatakan ada tidak skil atau keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang lulusan perguruan tinggi. Skil ini penting untuk bisa bertahan dan kemudian memenangkan kompetisi. Tentu saja teori ini tidak harus dianggap sebagai satu-satunya kebenaran tetapi, menurut saya pribadi, teori ini memang banyak benarnya dan aman untuk dipercaya.

Continue reading “Tiga Skil Wajib Sarjana”

Pengen Kuliah di Luar Negeri?

Silakan ikuti acaranya tanggal 19 Maret 2016 ya 🙂

cdunqf-umaax072

Sarno

Wajahnya sederhana dengan jaket yang sepertinya sudah bebal dengan tikaman sinar matahari. Dia seorang pemuda bermotor yang ada dalam jangkauan saya ketika tragedi itu terjadi. Mobil saya mogok karena alasan kebodohan yang teramat memalukan: bensinnya habis. Tentu bukan lantaran tidak punya uang untuk membeli bensin. Prahara itu terjadi semata-mata karena teledor dan ceroboh tidak segera membeli bensin meskipun indikator bensin sudah memberi peringatan sejak kemarinnya. Inilah buah kemalasan dan ‘salah fokus’ yang akut dan berlebihan.

Continue reading “Sarno”

Nasihat Leonardo DiCaprio untuk Pejuang Beasiswa

LeoBeasiswa

Kamu punya Mental Beasiswa?

  1. Meraih Beasiswa LN itu, selain soal akademik, soal mental juga. Saya akan share hasil interaksi dengan orang-orang yang punya atau tidak punya Mental Beasiswa.
  2. Jika takut jadi minoritas, takut budaya baru, takut tidak alim lagi hanya gara-gara dikelilingi orang yang bergaul bebas, mungkin beasiswa luar negeri bukan untuk kamu.
  3. Jika syarat beasiswa saja kamu tidak berhasil dapatkan di website resminya artinya Mental Beasiswa kamu belum mencukupi 🙂
  4. Jika setiap kali kesulitan mengisi formulir kamu tidak segera baca panduan tapi langsung kirim email dan tanya, kamu tidak punya Mental Beasiswa.
  5. Jika meliat buku panduan beasiswa yang tebal kamu sudah pusing dan buru-buru tanya teman. Jangan daftar beasiswa!
  6. Saat melihat formulir beasiswa, kamu merasa tertantang atau gentar? Ini soal Mental Beasiswa bukan soal akademik.
  7. Kalau masih mikir ‘mendingan tanya langsung daripada baca artikel/buku panduan‘, kamu nggak punya Mental Beasiswa.
  8. Sebelum tanya, coba pikir ‘masa’ sih soal begini gak dijelaskan di website resminya?’ Mungkin kamu nggak jadi tanya. Ini soal Mental Beasiswa.
  9. Jika untuk menelusuri info di website resmi saja kamu merasa kerepotan dan gentar, yakin mau daftar beasiswa?!
  10. Ada ribuan orang yang memenuhi syarat beasiswa. Hanya orang dengan Mental Beasiswa yang cukup yang akan menang. Yang cemen, minggir aja!

Mengingatkan, diingatkan

Malam kemarin, saya pulang agak malam dari kantor. Di jalan menuju tempat parkir ada sekelompok mahasiswa duduk diskusi sebanyak 20 orang atau mungkin lebih. Dari jauh saya amati, diskusinya akrab dan seru. Saking serunya, mereka seperti tidak memperhatikan sekitar. Yang lebih menarik, mereka duduk di jalan, sebuah koridor sempit di Gedung Pusat UGM. Kian mendekat, saya berharap para mahasiswa ini menyadari bahwa mereka menghalangi jalan. Ternyata tidak. Mereka masih asyik berdiskusi dan tidak peduli dengan orang yang akan melewati jalan yang sedang mereka kuasai.

Continue reading “Mengingatkan, diingatkan”

Presentasi saya di Monash University

Pada tanggal 15 Februari lalu saya diundang oleh Monash University bekerjasama dengan Swinburne University di Australia untuk memaparkan pandangan saya terkait batas maritim di Laut Timor. Sebuah kehormatan diundang untuk memberikan pidato kunci bersama tiga orang hebat: Prof. D Rothwell (ANU), Prof. D. Anton (Griffith) dan Ambassador Guterres (Timor Leste).

Presentasi ini divideokan oleh Monash University dan bisa dinikmati di Vimeo. Sialakan menikmati sajian berikut.

Ini adalah acara tanya jawab:

A Way Forward – Panel Discussion from Monash Arts on Vimeo.

Berita Baik, Berita Buruk

Saya masih duduk di atas motor selepas menurunkan Lita di sekolahnya pagi itu. Setelah salim, Lita segera melesat, hilang di tengah kerumunan teman-temanya. Di depan saya, ada seorang lelaki bermotor baru saja menurunkan dua anak kecil yang juga sekolah di sana. Lelaki itu nampak keren dan sangat lelaki. Jaketnya sporty dengan perawakan tinggi besar. Beliau tidak turun dari motor tetapi dengan tertib memastikan dua anak kecil itu turun dan siap melesat menuju kelas mereka.

Continue reading “Berita Baik, Berita Buruk”

Telepon dari Yanti

Lega, akhirnya bisa bertemu Ibu Rektor untuk minta tanda tangan beliau. Beberapa hari ini saya dikejar-kejar mitra UGM dari luar negeri perihal dokumen yang harus saya siapkan dalam rangka sebuah kerjasama. Pasalnya, Ibu Rektor bertugas ke Eropa beberapa hari ini sehingga semua proses terhenti untuk menunggu tanda tangan beliau. Meskipun Senin ini libur Imlek, Bu Rektor berkenan ditemui untuk dimintai tanda tangan. Menariknya, saya menemui beliau saat sedang berlatih pentas Kethoprak. Okay, ini cerita lain.

Continue reading “Telepon dari Yanti”