Bertemu Presiden

Bersama Hassan Wirajuda

Kadang saya bertemu orang-orang penting, para pejabat negeri, justru saat ada di negeri orang. Kalau sedang di tanah air, mungkin kesempatan makan malam atau ngobrol dengan menteri atau wapres akan terasa sulit. Isitimewakah kesempatan itu? Saya serahkan saja bagi pembaca untuk menilainya, tapi bagi saya, jelas ini bukan kesempatan sehari-hari. Kalau demikian, bolehlah dia kita anggap istimewa.

Seorang kawan bertanya ’bagaimana caranya bisa punya kesempatan bertemu orang-orang penting itu?’ Saya harus akui, tidak ada cara sistematis yang saya tempuh dan ini bukanlah cita-cita. Yang pasti, tidak pernah ada tes psikologi apalagi IELTS untuk bisa bertemu menteri. Tidak juga ada wawancara. IP juga tidak berpengaruh, apalagi jumlah publikasi ilmiah. Tidak ada.

Continue reading “Bertemu Presiden”

Tidak bisa bahasa asing? Tidak masalah!

Google Translate

Dalam sebuah perjalanan di Eropa tahun 2010 silam, saya ada di Brussels suatu pagi. Hari itu saya akan menemui Bapak Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Dubes Arif Hafas Oegroseno. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Antwerpen ke Brussels, saya tiba di sebuah halte bus bernama Chien Vert. Saya menunggu bus dan tiba-tiba mengkhawatirkan sesuatu. Bagaimana kalau bus di sini seperti di Kota Sydney yang tidak mau menerima pembayaran cash di dalam bus dan hanya mengangkut penumpang yang sudah memiliki tiket? Saya bertanya-tanya dalam hati sambil khawatir. Selain itu, kalaupun saya harus membeli tiket (pre-pass), sayapun tidak tahu harus membeli di mana. Saya harus bertanya kepada orang lain.

Di sebuah kursi, saya melihat seorang ibu-ibu duduk menunggu bus dan sayapun mendekatinya. “Excuse me, Ma’am! Can we buy tickets in the bus?” saya bertanya sopan. Perempuan itupun menjawab dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Sangat singkat tetapi memberi kesan dia tidak mengerti pertanyaan saya. Rupanya perempuan itu tidak paham Bahasa Inggris dan membuat saya menjadi agak panik. Di situ terasa, bisa Bahasa Inggris saja belum tentu bisa menyelesaikan persoalan komunikasi internasional, terutama kalau saya sedang kebingungan di sebuah halte bus di Brussels. Saya membayangkan, seandainya saja saya bisa Bahasa Belanda, Perancis atau Jerman, tentu semua akan beres. Ketiga bahasa ini adalah bahasa resmi di Belgia. Dengan menguasai salah satu dari ketiga Bahasa ini saya pastilah bisa mendapatkan informasi penting yang saya mau. Sementara itu, waktu terus berjalan, bus selanjutnya akan datang pada pukul 9.16, sekitar empat menit lagi.

Continue reading “Tidak bisa bahasa asing? Tidak masalah!”

Tidak tahu atau cari tahu: pelajaran kecil dari Melbourne

Pemilu ketua PPIA di Melbourne

Saya sedang berada di Kota Melbourne suatu sore untuk bertemu seorang kolega di sebuah gedung di Melbourne University. Sesaat setelah turun dari tram, saya mulai mereka-reka. Kebetulan tidak membawa peta dan iPhone tidak berfungsi dengan baik. Saya tidak bisa menemukan gedung yang dimaksud dengan cepat. Sementara itu saya melihat puluhan mahasiswa berlalu lalang di sekitar saya.

Continue reading “Tidak tahu atau cari tahu: pelajaran kecil dari Melbourne”

“Selamat, Anda diterima” hanyalah titik awal

dari: http://www.foyle.eu/

Saya pernah menulis tentang pre-departure training (PDT) bagi calon penerima Australian Development Scholarship (ADS) di blog ini. Calon penerima beasiswa ADS memang wajib mengikuti pelatihan Bahasa Inggris di IALF Bali atau Jakarta yang dikenal juga dengan English for Academic Purposes (EAP). Singkatnya, seorang calon penerima beasiswa ADS harus mencapai nilai IELTS minimal 6,5 untuk bisa berangkat belajar di universitas Australia. Dalam beberapa kasus tertentu, nilai IELTS bahkan harus lebih tinggi.

Continue reading ““Selamat, Anda diterima” hanyalah titik awal”

Didanai Jepang, Riset di Australia dan Amerika

Gedung Putih di US

Saya menulis ini tanggal 2 April 2007 sambil sesekali memandang gemerlap lampu di kejauhan. Suasana malam ini sangat indah terlihat dari tempat tinggal saya di lantai 3 sebuah apartemen yang berada di Crown Street, Wollongong, NSW, Australia. Sudah beberapa hari ini saya berada di Wollongong Australia untuk melakukan sebuah penelitian. Hal inilah yang akan saya ceritakan kepada Anda saat ini. Mungkin tidak berguna bagi semua orang, tetapi bisa jadi memberi sedikit inspirasi bagi sebagian pembaca. Bagi Anda yang ingin mendapatkan kesempatan seperti ini, mungkin ada baiknya Anda simak.

Continue reading “Didanai Jepang, Riset di Australia dan Amerika”

Pertanyaan yang Melatih Kesabaran

Dipinjam dari http://duncantrussell.com/

Saya menerima berbagai pertanyaan yang sama lewat komentar di blog ini. Pertanyaan itu biasanya seputar beasiswa. Menariknya, komentar/pertanyaan yang sama itu disampaikan pada tulisan yang sama. Artinya si penanya berikutnya tidak membaca dengan seksama komentar/pertanyaan/jawaban sebelumnya, meskipun sudah saya anjurkan pada tulisan. Kalau hanya dua atau tiga, mungkin tidak jadi soal tapi kalau sudah belasan atau puluhan, ada perasaan yang tidak nyaman. Kadang ada saja godaan untuk menanggapi pertanyaan yang sama dengan cara yang agak emosi sambil memberi “kuliah”. Perlu perjuangan keras untuk  tetap terdengar sabar dan bijaksana.

Yang bertanya tentu tidak bisa memahami perasaan saya. Suasana psikoligis kami berbeda. Si penanya merasa mengajukan satu pertanyaan yang wajar, sementara saya merasa mendapat dan sudah menjawab pertanyaan yang sama puluhan kali. Saya kira pembaca memahami situasi ini. Bagaimana saya  merespon pertanyaan yang sama seperti ini? Sebenarnya saya merasa punya alasan untuk menjawab pertanyaan ke-20 dengan emosi karena merasa sudah cukup sabar menjawab 19 pertanyaan serupa sebelumnya. Tentu saja saya akan terlihat sangat tidak bijaksana bagi si penanya ke-20 yang tidak tahu duduk perkaranya. Tentu kasihan sekali dia. Dilema ini tidak serius tetapi cukup mengganggu.

Continue reading “Pertanyaan yang Melatih Kesabaran”

Konferensi dan studi banding

This is a seminar, not a conference 🙂

Teman saya pernah bilang “hebat ya, sudah konferensi ke mana-mana. Banyak duit dong!” He just had no idea. Konferensi itu tidak membuat seorang peneliti banyak duit, percayalah. Salah-salah bisa jadi miskin.

Konferensi itu, dalam bahasa sederhana, adalah sebuah forum yang mempertemukan para peneliti untuk bisa menyampaikan temuan terbarunya. Konferensi itu diselenggarakan oleh asosiasi profesi/ilmiah sebagai wadah terjadi pertukaran gagasan. Misalnya, Anda sedang melakukan penelitian dan ingin agar kemajuan penelitian itu diketahui peneliti lain sekaligus untuk mendapat masukan, maka Anda datang ke konferensi. Partisipasi di sebuah konferensi biasanya ditandai dengan menyerahkan paper, presentasi oral atau presentasi poster. Yang lebih penting, partisipasi konferensi adalah keinginan sendiri dengan usaha sendiri dan terutama dengan biaya sendiri. Memang ada kemungkinan beberapa peserta konferensi terpilih dan didanai partisipasinya oleh penyelenggara tetapi ini sangat jarang. Jadi, umumnya konferensi itu terkait erat dengan menghabiskan uang, bukan mendapatkan uang.

Continue reading “Konferensi dan studi banding”

Panduan Menulis Proposal Penelitian

Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D. (biasa saya panggil Katirn), kawan saya di Unpar Bandung, berbaik hati mengompilasi berbagai bahan menjadi sebuah panduan menulis proposal penelitian (research proposal). Sebagian bahannya saya sumbangkan dari tulisan sebelumnya. Di tangan Katirn, tulisan ini jadi sangat cantik. Saya sarankan untuk membaca panduan ini bagi mereka yang akan membuat proposal penelitian, terutama bagi pejuang beasiswa luar negeri. Selain teori, ada juga contoh yang diambil dari sumber-sumber terpercaya. Meskipun beberapa contoh diambil dari Australia dan strukturnya menyesuaikan dengan proposal Beasiswa ADS, saya yakin Panduan Menulis Proposal Penelitian (pdf) bisa digunakan untuk kepentingan studi di manapun. Selamat membaca 🙂

Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah

Kita tahu, semua tahu, bahwa kita tidak boleh menyerah. Hanya saja tidak banyak contoh nyata yang bisa menginspirasi dan dijadikan teladan. Nasihat “jangan menyerah” yang datang dari mereka yang tidak pernah gagal tentu saja tidak bernyawa. Nasihat “pantang menyerah” dari mereka yang hidupnya selalu dilayani tentu saja tanpa taksu, tidak berbisa untuk menyulut semangat. Malam ini, kita menyaksikan satu dari sedikit teladan tentang ketekunan dan pantang meneyerah itu. Dialah Regina, sang Indonesian Idol 2012.

Continue reading “Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah”

Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri

The Proposal – movie

Untuk melamar sekolah dan beasiswa, kita kadang diharapkan mengajukan proposal penelitian/riset (research proposal) untuk tesis atau disertasi. Hal ini wajib bagi mereka yang akan sekolah S3 atau S2 dengan penelitian (master by research). Banyak yang bertanya perihal proposal riset ini pada saya. Saya biasanya menjawab sesuai pengalaman saja, tidak ada teori berlebihan. Satu hal yang selalu saya sampaikan, meskipun pernah diterima, proposal saya juga pernah ditolak. Anggap saja tulisan ini pelengkap dari pencarian teman-teman yang sudah sangat intensif. Jika ini adalah tulisan pertama tentang proposal riset yang dibaca, jangan percaya begitu saja, silakan baca tulisan lainnya.

Ibu saya, meskipun tidak sekolah, sering penasaran dengan apa yang saya lakukan. Beliau rajin menanyakan istilah-istilah asing seperti konferensi, proposal, seminar, presentasi dan sebagainya. Tentu saja heran karena beliau tidak pernah menyiapkan anaknya bergaul dengan hal-hal aneh seperti itu. Saya bilang, proposal ini adalah usul. Kalau kita punya satu maksud maka kita perlu sampaikan dalam bentuk usulan. Tujuannya agar pihak lain mengerti dan kemudian mendukung usulan itu. Proposal riset juga demikian.

Continue reading “Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri”