Road to Australia – Pre-Departure Training


Wollongong Menyapa

Mereka yang sudah dipastikan mendapat beasiswa ADS tahun 2012 ini boleh bersenang hati, bersyukur atas perjuangan yang berbuah baik. Meski begitu, ini adalah awal sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah. Hal pertama yang harus dijalani adalah Pre-Departure Training atau PDT yang durasinya tergantung pada besarnya nilai IELTS saat diuji oleh pihak ADS. Secara umum, durasi PDT adalah 9 bulan bagi yang IELTSnya 5; 6 bulan bagi yang IELTSnya 5,5; 3 bulan bagi yang IELTSnya 6; 8 minggu bagi yang IELTSnya 6.5 tetapi masih ada band di bawah 6; dan 6 minggu bagi yang IELTSnya sudah 6,5 atau lebih dan tidak ada band di bawah 6. Meski demikian, peserta dengan IELTS 6 dan writing di bawah 5,5 akan menjalani PDT selama 6 bulan.

Tujuan utama dari PDT adalah menyiapkan penerima beasiswa agar sanggup mengikuti perkuliahan di Australia baik itu dalam hal akademik maupun budaya. Dalam PDT ada materi English for Academic Purposes dan Cross Culture Understanding. Perlu diingat, secara umum syarat nilai IELTS untuk bisa berangkat ke Australia dengan beasiswa ADS adalah 6,5 dengan masing-masing band minimal 6. Oleh karena itu, tujuan praktis dari PDT adalah menyiapkan para peserta untuk bisa mencapai syarat ini. Meski demikian, tujuan idealnya tentu saja adalah menyiapkan peserta agar siap secara lahir maupun bathin dalam mengikuti pendidikan di Australia yang secara signifikan berbeda dengan Indonesia.

Lokasi PDT ada dua yaitu Jakarta dan Bali dan biasanya ADS sudah menentukan lokasi PDT bagi setiap penerima beasiswa ADS. Meski demikian, lokasi ini bisa saja diubah dengan permintaan yang cukup beralasan. Tidak ada jaminan akan dikabulkan tetapi memang banyak orang bisa melakukan ini dan tidak ada masalah. Alasan keluarga menjadi salah satu yang biasanya dipertimbangkan oleh pihak ADS.

PDT dilakukan dengan system kelas kecil terdiri dari belasan siswa, dengan guru native speaker. Dulu saya menjalani PDT di Jakarta tahun 2003 dengan guru dari Amerika. Mulai dari hari pertama hingga terakhir, tidak ada bahasa Indonesia dalam interaksi di kelas sehingga secara signifikan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Suasana kelas mirip sekali dengan suasana kelas sebenarnya ketika belajar di Australia, termasuk tugas-tugas yang diberikan. Intinya, PDT akan diisi dengan banyak tugas mandiri yang mengharuskan mahasiswa untuk banyak membaca sumber-sumber terpercaya seperti buku dan jurnal. Untuk ini, tentu saja akan ada pelajaran bagaimana mencari sumber melalui jurnal dan buku. Ini persis seperti yang akan terjadi di Australia.

Dengan mengikuti PDT, peserta akan diajari cara menulis akademik yang baik dan mengutip sumber yang terpercaya menggunakan system referensi tertentu. Selain itu ada juga pelajaran presentasi sehingga peserta terbiasa dengan presentasi dalam bahasa Inggris. Untuk menyiapkan diri, peserta diberi juga fasilitas berupa media audio-visual di lokasi PDT.

Selain menyiapkan diri secara akademik dan budaya, saat PDT, peserta harus menentukan pilihan terhadap universitasnya dan melakukan pendaftaran. Diharapkan, saat PDT semua sudah beres dan peserta sudah mendapat surat penerimaan dari universitas yang ingin dituju. Masalah akan timbul jika nilai IELTS peserta belum memenuhi syarat untuk masuk sebuah perguruan tinggi. Adalah umum terjadi bahwa syarat IELTS untuk masuk sebuah perguruan tinggi lebih besar dari syarat untuk mendapat beasiswa. Bahkan ada jurusan tertentu di universtas tertentu yang mensyaratkan IELTS lebih dari 6,5. Artinya target nilai IELTS selama PDT adalah minimal 6,5 dan bisa saja lebih jika universitasnya mensyaratkan demikian. Kontak dengan calon supervisor (bagi PhD student atau master by research) juga harus diintensifkan selama PDT ini akan segala sesuatunya lebih mudah nantinya.

Perlu diwaspadai, ada kemungkinan seorang penerima beasiswa tidak bisa mencapai nilai IELTS yang disyaratkan oleh universitas meskipun bisa melewati yang disyaratkan oleh ADS yaitu 6,5. Jika ini terjadi maka pihak ADS akan menyarankan untuk memilih universitas dengan persyaratan lebih rendah. Maka dari itu, sebaiknya peserta sudah menyiapkan beberapa alternatif. ADS secara formal meminta peserta untuk menentukan dua pilihan di awal untuk kemudian dipertimbangkan.

Hal lain yang wajib dilakukan selama PDT adalah menghubungi mahasiswa Indonesia di kampus idaman di Australia. Kontak yang paling mudah adalah melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di ranting universitas yang bersangkutan. Di University of Wollongong, misalnya, ada PPIA Wollongong yang beralamat di http://wollongong.ppi-australia.org. Dengan menghubungi mereka, banyak hal yang akan menjadi lebih mudah. Jika di universitas yang bersagkutan tidak memiliki PPIA maka bisa dicoba menghubungi PPIA cabang di negara bagian di mana kampus itu berlokasi. Universitas Wollongong, misalnya berlokasi di New South Wales (NSW) sehingga bisa menghubungi www.PPIANSW.com. Jika tidak bisa juga (dan ini hampir tidak mungkin) silakan menghubungi PPIA Pusat di www.ppi-australia.org. Intinya, dengan teknologi informasi yang sedemikian canggih saat ini, tidak ada alasan mahasiswa baru tidak bisa menghubungi mahasiswa Indonesia di Australia.

Selama PDT mulailah membiasakan diri mengenal lingkungan Australia melalui internet. Salah satu yang bisa menjadi pedoman utama adalah Google Maps atau Google Earth. Lokasi kampus Universitas Wollongong misalnya ada di http://j.mp/yqtJCv. Selain itu bisa juga menggunakan fasilitas street view dari Google Maps sehingga kita bisa benar-benar seperti datang sendiri ke Wollongong. Coba lihat ini: http://j.mp/wnVZsm. Bagi yang akan ke Wollongong, perlu membaca buku “Wollongong Menyapa” ini agar lebih siap 🙂

Terkait cross-culture understanding, peserta PDT diajari kebudayaan Australia dan bagaimana berinteraksi dengan orang Australia secara umum. Kalau di Indonesia, usia dan status pernikahan itu umum dibicarakan dengan orang baru (belakangan menjadi semakin tidak umum), hal ini sangat tabu di Australia. Ini adalah salah satu contoh materi cross-culture understanding. Dibahas juga bahasa slang yang sering dipakai di Australia, kebiasaan orang Australia, situasi politik dan lain-lain. Melalui cross-culture understanding, peserta akan diajari bagaimana sebaiknya saat menghadiri pesta Barbeque (BBQ) atau saat bertamu ke rumah orang Australia. Hal sederhana, misalnya, adalah bahwa saat menghadiri pesta, setiap orang harus membawa makanan sendiri. Mirip dengan itu, ajakan makan di suatu restoran itu tidak berarti traktiran. Meskipun undangannya berasal dari seorang yang ulang tahun, makan-makan di restoran biasanya dilakukan dengan membayar sendiri-sendiri. Bersiap-siaplah 🙂

Singkatnya, jika mengikuti dengan baik, PDT sangat cukup untuk menyiapkan seseorang untuk datang dan belajar di Australia. Oh ya, selama PDT, peserta juga diberi gaji, meskipun tidak terlalu besar. Jumlahnya sekitar 2,5 juta per bulan (2012) dan itu diberikan sejak mulai PDT hingga berangkat ke Australia. Selamat berkemas-kemas dan nikmatilah PDT dengan baik.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

45 thoughts on “Road to Australia – Pre-Departure Training”

  1. Pak Andi,

    Selamat Galungan dan Kuningan! 🙂

    sebelumnya saya sangat berterimakasih untuk semua informasi yang bapak berikan di blog ini, saya sangat terbantu dalam melakukan persiapan pendaftaran beasiswa. Saat ini saya juga sedang mencoba ADS untuk tahun 2013 dan sedang menunggu hasilnya apakah lanjut atau tidak ke tahap berikutnya.

    di halaman lain pak Andi sempat menginformasikan bahwa ada nilai tambah jika saat pendaftaran menyertakan Offer Letter dari pihak universitas (meskipun hal ini tidak diperlukan untuk pendaftaran s2). Saya sendiri telah mendapatkan Letter Offer dari kampus yang saya tuju namun tidak saya sertakan dalam pengiriman formulir karena alasan tertentu, selain juga karena commencement yang dituliskan adalah untuk awal tahun 2013. Seandainya (dengan berkat Tuhan dan kalau memang rejeki) saya lolos ke tahap selanjutnya, dan saya memberitahukan perihal penerimaan saya ini ke pihak panitia, apakah mereka akan membantu mengalihkan pendaftaran saya ke semester selanjutnya (karena waktu seleksi tahap selanjutnya biasanya akan memakan waktu lebih dan tidak mungkin mengikuti semester awal 2013), ataukah ada kemungkinan harus mendaftar ulang sendiri?

    terima kasih sebelumnya untuk informasi yang pak Andi bisa berikan
    – A

  2. Hari ini hasil IELTS saya diumumkan. Sempat khawatir karena baru pertama kali tes, syukurlah dapat 7.0 overall, tapi speaking-nya cuma 6.0 😦

    Tinggal nunggu hasil interview JST. Luar biasa deg-degannya!

    Btw, saya dari Hukum juga, Pak Andi 🙂

  3. Pak Andi, terima kasih selama ini saya pengunjung setia Blog Anda dan baru sekarang memberanikan diri meninggalkan jejak. hehe 😀

    Oiya hari ini sdah ada pengumuman succesfull shortlisted candidates utk ADS 2013,sdh ada pengumumannya di web ADS, email msg2 dan via sms.

      1. Sama-sama Bpk 🙂
        Oiya Bpk kalau boleh tanya adakah semacam daftar ulang/hal lainnya yg hrs dilakukan sebelum PDT krn sama sekali tdk disebutkan di email/web/sms dan surat resminya sampai skrg blm dtg.
        Terima kasih. 😀

  4. Pak andi saya salah satu peserta PDT 2013, kebetulan IELTS saya sudah 6.5 tapi writing masih 5.5, saya sudah cari-cari Universitas di Australia yang mau menerima writing dibawah 6 kok tidak ada ya?ya semoga sih bisa naik minimal 6. jurusan yang akan saya ambil Master di biomedic/medicine. klo menurut pak andi ada ndak sih Universitas di australia yang menerima master dengan jurusan tersebut dengan writing dibawah 6?
    trims

  5. Pak andi, klo sebagai dosen dan PNS untuk mengikuti PDT apakah harus mengurus ijin belajar/tugas belajar? atau sekedar ijin pimpinan saja? mengingat sekarang kan sudah pake finger print untuk absensinya…
    Trims

  6. Bli Made Andi, sukseme atas informasinya. Selama ini, blog ini telah membimbing saya mulai dari pengisian form, test IELTS, JST Interview sampai jd awardee ADS 2013  …
    Oiya, Terkait PDT ini, apa dimungkinkan pindah periode dan durasi nya? Misal, saya saat ini dapat yang 8 Minggu, mau pindah ke yang 3 bulan agar persiapan lebih matang. Matur sukseme.

  7. Pak Andi, sejak saya lolos seleksi ADS 2013, saya menemukan blog pak Andi ini, terima kasih karena banyak informasi yang saya dapat dari sini, saya berencana mendaftar di Unimelb, dimana syarat IELTS nya 6.5 (no less 6.0 any band) sedangkan skor saya overall 5.5. pertanyaan pembuka saya; seberapa signifikan biasanya PDT mampu meningkatkan kemampuan english peserta (note: saya belum pernah ikut kursus english, dan menguasai 6 bahasa lokal selain indo dan english). kedua, apakah akan bermasalah bila saya melakukan kontak ke universitas sebelum PDT (jadwl saya april-oktober). masih ada beberapa pertanyaan lagi, pak. beberapa lebih pribadi, apakah baik disini atau via email?
    terima kasih..

  8. Pak Andi saya ads awardee 2013.overall ielts saya 6 tapi writing dan speaking masih 5, tapi kok saya ditempatin 3 bulan yah, bukan yg 6 bulan?. Saya jadi grogi niyy.. semoga saya bisa lulus pdt.nya Pak Andi.

  9. Bli andi, saya PDT 8 W. IELTS saya 6.5. rencana daftar ke monash.tapi bingung memahami syarat ielts minimum apakah 7 atau 6.5 (maklum masih belum terbiasa membaca pengumuman dlm bahasa inggris 🙂 ). mudah2an dengan PDT nanti syarat itu bisa terpenuhi.
    pertanyaan saya, apakah saya ada kemungkinan berangkat tahun ini? (closing date bulan juli). dengan semua tahapan (pendaftaran, ijin belajar, visa dll) apakah bisa terkejar?

    terima kasih

    1. Syarat IELTS setelah lulus AAS adalah sesuai dg syarat masuk uni. Kalau uni mengharapkan 7 berarti harus 7. Jika EAP 8 Minggu, Anda akan tes IELTS lagi di akhir Program nanti.

      Berangkatnya tidak mungkin tahun ini krn mulai eapnya saja akhir tahun ini. Paling cepat berangkat Januari tahun depan. Selamat ya 🙂

      1. ga apa2 Bli maaf pertanyaan sy di awal ga cantumin tgl PDT. ya kapanpun smoga ini yang terbaik ya Bli..
        Sukses terus buat Bli Andi

  10. Teman saya tahun lalu PDT 8 minggu. Bisa berangkat bulan Juli. Tahun ini kan mulainya 17 feb 2014. Saran saya, tes lagi pada minggu2 awal dengan biaya sendiri. Kalau tidak salah kalau sudah memenuhi syarat bisa diajukan, tidak perlu menuggu tes IELTS di akhir EAP??? Dede pdt dimana?

  11. Mas Andi, boleh tidak kita merubah jurusan dan kampus kita? misalnya di form aplikasi kita pilih jurusan dan kampus A dan B, terus waktu kita daftar ke kampusnya, kita lebih tertarik jurusan dan kampus C.

  12. makasih banyak infonya pak ini sangat membantu saya dalam mewudjudkan mimpi saya ingin melanjutkan study ke Australia 🙂
    dan memperkokoh niat serta menambah semangat saya untuk bersungguh-sunggu belajar bahasa inggris di Pare-Kediri Jawa Timur.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s