Presentasi saya di Monash University

Pada tanggal 15 Februari lalu saya diundang oleh Monash University bekerjasama dengan Swinburne University di Australia untuk memaparkan pandangan saya terkait batas maritim di Laut Timor. Sebuah kehormatan diundang untuk memberikan pidato kunci bersama tiga orang hebat: Prof. D Rothwell (ANU), Prof. D. Anton (Griffith) dan Ambassador Guterres (Timor Leste).

Presentasi ini divideokan oleh Monash University dan bisa dinikmati di Vimeo. Sialakan menikmati sajian berikut.

Ini adalah acara tanya jawab:

A Way Forward – Panel Discussion from Monash Arts on Vimeo.

Berita Baik, Berita Buruk

Saya masih duduk di atas motor selepas menurunkan Lita di sekolahnya pagi itu. Setelah salim, Lita segera melesat, hilang di tengah kerumunan teman-temanya. Di depan saya, ada seorang lelaki bermotor baru saja menurunkan dua anak kecil yang juga sekolah di sana. Lelaki itu nampak keren dan sangat lelaki. Jaketnya sporty dengan perawakan tinggi besar. Beliau tidak turun dari motor tetapi dengan tertib memastikan dua anak kecil itu turun dan siap melesat menuju kelas mereka.

Continue reading “Berita Baik, Berita Buruk”

Doa Malam

Wahai gelap gulita, berdoalah bersamaku. Cakupkan tanganmu di atas ubun-ubun atau lakukanlah seperti yang diajarkan leluhur kepadamu. Kita bertumbuh dari akar yang sama tetapi ritualmu mungkin berbeda. Berdoalah bersamaku dengan caramu karena yang kupentingkan bukan tata cara tetapi makna.

Continue reading “Doa Malam”

Tragedi di Bandara

Puluhan mobil tidak bergerak di depan kami. Sejauh mata memandang, deretan kendaraan terjebak dalam kemacetan yang parah. Ring Road Utara, Jogja, yang seharusnya membawa kami ke Bandara Adi Sucipto benar-benar padat. Sementara waktu bergerak cepat, seakan lebih cepat dari seharusnya. Saya yang nyetir menjadi gelisah dan tidak sabar. Berkali-kali saya lihat jam tangan dan waktu boarding kian dekat. Kurang dari satu jam waktu boarding, kami masih terjebak di tengah kemacetan yang parah luar biasa. Asti, isteri saya, yang duduk di sebelah kiri saya berusaha tenang meskipun tentu gelisah. Beberapa menit lagi, kami pasti ketinggalan pesawat ke Surabaya.

Continue reading “Tragedi di Bandara”

MEA itu apa sih?

blog-meaBayangkan, besok setelah kamu menyandang gelar sarjana, seorang berkebangsaan Filipina yang bekerja di sebuah institusi di Singapura menelpon kamu yang tinggal di Sleman, Jogja. Orang itu menawarkan sebuah proyek pemberdayaan masyarakat di sebuah desa pedalaman di Myanmar bagian utara. kamu dihubungi karena melihat CV kamu di Linked In atau Facebook. Jika tertarik menangani proyek itu, kamu diharuskan membentuk tim yang terdiri dari orang Malaysia, Thailand dan Vietnam. Bayangkan, seminggu kemudian kamu ditunggu di sebuah desa di Myanmar dengan tim kamu. Demikianlah Masyarakat Ekonomi ASEAN alias MEA alias ASEAN Economic Society alias AEC.

Continue reading “MEA itu apa sih?”

Payung dari UGM

Belakangan ini, Jogja diguyur hujan hampir setiap sore. Tidak terkecuali sore itu ketika saya pulang kantor saat hari sudah mulai gelap. Hujan turun konstan meskipun tidak lebat. Saya pikir saya bisa menuju parkir mobil tanpa payung meskipun mungkin akan sedikit basah. Saya berjalan dengan langkah mantap di Balairung UGM menuju parkir mobil, bersiap-siap untuk melesat ke rumah.

Saat melewati pos keamanan kampus, ada seorang petugas keamanan perempuan yang mengejar saya. “Pak, hujan lo Pak” kata perempuan itu sopan. “Ya, nih. Tapi nggap apa-apa, saya harus segera pulang” demikian saya menjawab. “Pakai payung saja Pak” katanya sambil dengan sigap mengambilkan payung yang ada di situ dan menyodorkannya pada saya. Petugas ini nampaknya tidak mengenal saya dengan baik tetapi dia merasa perlu melakukan semua itu. “Tapi nanti gimana payungna ini?” saya bertanya karena tidak paham bagaimana saya bisa mengembalikan payung itu. “Bawa saja Pak, besok Bapak kembalikan ke sini” katanya sopan namun jelas dan tegas. Ada senyum dalam penjelasan itu.

Saya selalu bangga dengan UGM. Saya bangga dengan prestasi dan reputasinya yang tinggi dan mendunia. Sore itu saya seperti diingatkan bahwa kepedulian yang tulus seperti ini yang sejatinya menjadi karakter universitas kerakyatan ini. Seraya kita berjuang keras untuk menarik perhatian dan pengakuan dunia, saya senang UGM tidak lupa meneruskan tradisi kebaikan-kebaikan kecil saat diperlukan. Saya rasa itulah sifat UGM yang sesungguhnya. Sederhana, penuh cinta dan peduli. Seperti kata Bung Karno, “Gadjah Mada adalah sumbermu. Gadjah Mada adalah mata airmu. Mengalirlah ke laut pengabdian kepada Rakyat. Bukan kepada kemuktian Diri.” Lewat payung UGM yang melindungi saya sore itu, saya seperti mendengar sayup-sayup petuah dari Sang Proklamator itu.

Lelaki Penakut

10464257_10153965116879274_8188614003230359520_nJika kautanya pada geromboloan burung gereja yang bertengger malas di bubungan bale bengong atau yang nakal trenginas mencuri setangkup nasi setengah basi yang terpapar di bawah pohon kamboja, mungkin kamu akan dapatkan jawaban biasa. Mereka pasti akan bersorak satu kata bahwa aku adalah lelaki periang yang tak kenal takut. Mereka mungkin akan mengumandangkan satu mantera tentang aku yang percaya diri, tenang dan tak gentar akan hiruk pikuk dunia. Burung-burung itu mungkin salah.

Continue reading “Lelaki Penakut”

Tips Wawancara Beasiswa Luar Negeri

Saya sudah cukup sering menulis tips wawancara beasiswa di blog ini. Tidak hanya tips, ada juga prediksi pertanyaan wawancara yang mungkin membantu para pejuang beasiswa luar negeri, terutama yang akan sekolah ke Australia dengan beasiswa Australia Awards atau dikenal juga dengan AAS. Meski demikian, tips itu sebenarnya bersifat universal, berguna juga bagi pejuang beasiswa yang ingin sekolah ke negara lain. Ada beberapa hal yang ingin saya tambahkan dan tekankan, melengkapi tulisan-tulisan terdahulu.

Continue reading “Tips Wawancara Beasiswa Luar Negeri”

Kuliahmu tidak popular dan tidak nyambung dengan orang lain?

Jumat 15 Januari 2016, UGM kedatangan tamu dari sebuah perusahaan terkemuka dari Singapura. Karena bertepatan dengan saat Jumatan, saya satu-satunya orang yang bisa menyambut dan melayani tamu itu. Delegasi yang terdiri dari 8 orang itu berasal dari sebuah perusahaan investasi dan keuangan terkemuka. Pendiri sekaligus CEO-nya menjelaskan dengan sangat meyakinkan.

Paul adalah salah satu anggota delegasi yang terlihat paling muda. Dari gaya bicaranya, saya teryakinkan dia cerdas dan sangat professional. Usianya jelas belum menyentuh 30 tahun namun terlihat dia menguasai apa yang dilakukannya. Dia juga menaruh perhatian kepada pihak lain dengan baik.

Continue reading “Kuliahmu tidak popular dan tidak nyambung dengan orang lain?”

Mengenalkan dan Dikenalkan

George, namanya. Atau Pak George lebih tepatnya karena dia lebih senior dari saya. Darinya saya belajar berkomunikasi dan berjejaring. Tidak banyak orang di sekitar yang saya jadikan panutan dalam berkomunikasi dan Pak George adalah salah satunya. Dia memiliki kemampuan yang istimewa dalam menghubungkan orang dan berbagai pihak sehingga kemudian berinteraksi. Interaksi ini bisa informal, bisa juga formal. Bisa sekedar percakapan ringan, bisa juga kerjasama internasional yang serius. Pak George punya keterampilan yang tidak biasa.

Continue reading “Mengenalkan dan Dikenalkan”