MEA itu apa sih?


blog-meaBayangkan, besok setelah kamu menyandang gelar sarjana, seorang berkebangsaan Filipina yang bekerja di sebuah institusi di Singapura menelpon kamu yang tinggal di Sleman, Jogja. Orang itu menawarkan sebuah proyek pemberdayaan masyarakat di sebuah desa pedalaman di Myanmar bagian utara. kamu dihubungi karena melihat CV kamu di Linked In atau Facebook. Jika tertarik menangani proyek itu, kamu diharuskan membentuk tim yang terdiri dari orang Malaysia, Thailand dan Vietnam. Bayangkan, seminggu kemudian kamu ditunggu di sebuah desa di Myanmar dengan tim kamu. Demikianlah Masyarakat Ekonomi ASEAN alias MEA alias ASEAN Economic Society alias AEC.

Ketika kamu bekerja di sebuah desa di Myanmar, kamu bergaul dengan penduduk desa. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Di situ kamu akan menyadari sisi lain dari MEA. MEA bukan hanya sekedar bersaing dalam keilmuan professional, MEA adalah juga tentang mengenal budaya dan bahasa negara tetangga. Sama halnya dengan seorang lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Gigi NUS yang bekerja di Gunung Kidul karena MEA. Dia pintar dan cekatan tetapi bisa saja dia panas dingin ketika berhadapan dengan mbah-mbah yang sakit dan ternyata hanya bisa Bahasa Jawa. MEA lebih dari sekedar bisa berbahasa Inggris. Dan yang paling penting, MEA adalah urusan kita, orang-orang terdidik. Dia bukan urusan mbak Nem, Mbah Tugiyem atau Pak Tukiman. Hidup mereka berjalan seperti biasa dan mereka tidak pernah diajari bahwa kalau sakit, TEOFL-nya harus 550. Kamu, kaum sekolahan inilah, yang harus berjuang menyesuaikan.

MEA adalah kesempatan, bukan ancaman. Jika dulu, setelah wisuda kamu punya 100 lowongan kerja untuk dilamar, kini ada 100 x 10 lowongan kerja di 10 negara. UGM ingin generasi muda Indonesia menganggap MEA sebagai kesempatan, bukan ancaman, karena memang demikianlah seharusnya. Maka dari itu perguruan tinggi di Indonesia harus bersiap-siap. Kita memiliki puluhan mitra kerjasama di ASEAN dalam bentuk pertukaran mahasiswa atau transfer kredit. Kita berusaha keras agar semakin banyak orang Indonesia bisa belajar di institusi mitra kita di ASEAN, demikian pula mahasiswa dari ASEAN semakin banyak yang bisa belajar di Indonesia. Jadi mulai besok, kamu harus siap menerima tawaran dari seorang Filipino yang menelpon dari Singapura untuk memberikan proyek di Myanmar dan kamu harus bekerja dengan orang Malaysia, Thailand dan Vietnam. Demikianlah MEA.

PS. Cuplikan dari bahan pidato yang saya buat untuk Bu Rektor dalam rangka wisuda UGM.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

8 thoughts on “MEA itu apa sih?”

  1. Bagusnya kesempatan jadi terbuka lebih lebar. Dan semoga kita nggak kalah bersaing secara kualitas SDM. 😀 Saya pengen kerja di Singapore Pak.

  2. Seringkali MEA dianggap sebagai ancaman, namun pastinya akan ada sisi kesempatan lain bersamanya. ancaman hanya berlaku bagi yang tak mau akan akan perubahan.

  3. Bagaimana dengan sarjana/master dari penerima beasiswa (ex : LPDP, NZAS) Pak? Para lulusan tersebut entah lulusan LN atau DN diharuskan untuk mengabdi di Indonesia. berarti tidak diperbolehkan untuk turut serta dalam MEA?

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s