Angka-angka misterius

http://writemeout.wordpress.com/

Saya ingin bercerita soal angka-angka misterius. Ini tidak penting tetapi cukup menarik untuk diingat. Yang paling menarik adalah pertemuan saya dengan Asti pada tanggal 7/9/97. Asti Kelahiran 79 dan angkatan 97 di UGM. Hal menarik kedua adalah tentang angka yang terpampang di sebuah lemari. Tahun 2004 saya membeli sebuah lemari pakaian bekas di Sydney saat mulai sekolah. Di belakang lemari itu tertulis sebuah nomor empat angka. Lemari itu kami tempatkan sedemikian rupa sehingga bagian belakangnya menutupi tempat tidur. Setiap malam, angka itu kami pandangi, sengaja ataupun tidak. Beberapa saat kemudian kami membeli sepetak tanah dengan nomor sertifikat yang persis sama dengan angka yang tertera di belakang lemari itu. Cukup mengesankan.

Beberapa hari lalu saya memenangkan sebuah lomba penulisan esai di Belanda. Ternyata jumlah pesertanya 54 tulisan dari berbagai benua. Kemarin saya membaca-baca catatan saya tiga tahun lalu ketika memenangkan Olimpiade Karya Tulus Inovatif di Paris dan menemukan bahwa peserta lomba itu juga 54 tulisan. Kenyataan ini membuat saya tersenyum-senyum.

Apa artinya? Tidak ada makna yang serius. Hanya saja, misteri ini menarik untuk saya ingat dan membuat tersenyum di kala iseng. Tidak lebih tidak kurang. Adakah hal mirip yang terjadi pada hidup Anda? Oh satu lagi, saya menikah pada tanggal 14 April, tepat 91 tahun setelah Jack Dowson melukis Rose Dewitt Bukater di kapal Titanic 🙂

Ide Juara yang Sederhana, Sebuah Ide untuk Jakarta

Saya mengikuti sebuah lomba penulisan esai bertema “Solusi untuk Jakarta” yang diselenggarakan oleh Komunitas Masyarakat Indonesia (KMI) Belanda. Yang menarik tentu saja hasilnya. Saya menjadi juara dari 54 peserta di Asia, Australia, Amerika dan Eropa. Hasilnya sudah jelas, saya ingin mengungkap cerita di baliknya.

Continue reading “Ide Juara yang Sederhana, Sebuah Ide untuk Jakarta”

Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah

Kita tahu, semua tahu, bahwa kita tidak boleh menyerah. Hanya saja tidak banyak contoh nyata yang bisa menginspirasi dan dijadikan teladan. Nasihat “jangan menyerah” yang datang dari mereka yang tidak pernah gagal tentu saja tidak bernyawa. Nasihat “pantang menyerah” dari mereka yang hidupnya selalu dilayani tentu saja tanpa taksu, tidak berbisa untuk menyulut semangat. Malam ini, kita menyaksikan satu dari sedikit teladan tentang ketekunan dan pantang meneyerah itu. Dialah Regina, sang Indonesian Idol 2012.

Continue reading “Regina – Sebuah kisah ketekunan dan pantang menyerah”

Kondom

semuadablog.blogspot.com

Suatu saat saya berkendara bersama beberapa kawan mahasiswa riset di University of Wollongong. Saya sedang asik nyetir ketika terjadi kasak kusuk di jok belakang antara dua orang teman. Keduanya cewek, satu dari Pasifik dan satu lagi orang Asia. “What are you guys doing?” kata saya terusik dengan berisik itu. Yang ada bukan jawaban, hanya gelegar tawa, seakan mereka baru saja melakukan hal yang sangat lucu. Namun di balik tawa itu saya menangkap ada yang mencurigakan. Entahlan apa itu.

Belakangan, salah seorang membongkar rahasia kasak kusuk itu. Ternyata, teman Asia memberikan beberapa bungkus kondom kepada teman Pasifik. Di jok belakang mobil saya baru saja terjadi sebuah “transaksi dewasa” melibatkan alat kontrasepsi. Sementara teman yang memberikan kondom itu malu-malu merah mukanya ketika rahasia itu terbongkar. Saya hanya tertawa saja mendengarnya.

Rupanya, baru saja ada pembagian kondom di asrama mahasiswa tempat dia tinggal. Karena dia lajang dan tidak merasa memerlukannya, maka dia berikan kondom itu kepada kawan lain yang sudah bersuami. Kebetulan saja transaksi itu terjadi di jok belakang mobil saya dan dilakukan dengan cara yang agak menggelikan. Rupanya teman saya yang mendapatkan kondom gratis ini merasa risih kalau transaksi tersebut ketahuan. Tepatnya, dia malu. Tidak lebih tidak kurang. “Come on, grow up!” saya lalu meledeknya. Kamipun semua tertawa sementara muka teman saya masih agak merah. Rasanya ini cukup umum terjadi pada orang Asia.

Continue reading “Kondom”

Tukang Sapu itu Bernama Kathy

Maid in Manhattan

Hey Andi, what are you doing here? Go home and have fun!” Aku hampir hafal ucapan senada ini yang meluncur dari mulutnya hampir setiap sore. Dia selalu datang ke ruang kerjaku di Innovation Campus, University of Wollongong. Di tangan kanannya tergenggam sebuah sapu dan tangan kirinya mengepit serok untuk mengumpulkan sampah. Di kantong celananya berjuntai selembar lap kain dan di kantong satu lagi tergantung botol penyemprot berisi cairan pembersih. Wajahnya selalu riang penuh senyum dan percaya diri. Gadis manis itu adalah tukang sapu. Dia bernama Kathy. Sepertinya nama aslinya adalah Katharina atau sejenis itu, aku tidak begitu peduli. Kathy adalah keturunan Macedonia yang lahir besar dan menjadi warga negara Australia. Konon Ibu Bapaknya migrasi ke Australia beberapa puluh tahun silam.

Sementara aku hanya senyum saja membalas celotehnya, Kathy mulai beraksi. Ditelitinya jengkal demi jengkal lantai di ruanganku dan dilapnya setiap senti meja di sekitar ruangan sehingga bersih dari debu. Sekali waktu aku dengar suara semprotan cairan kimia dari botol itu ketika dia menemukan noda yang sulit dibersihkan. Sementara aku tetap mengetik atau mengerjakan apa saja yang sedang aku kerjakan di komputer. Sekali waktu kami bercakap-cakap untuk menghabiskan waktu. Terutama ketika dia harus menghentikanku dari aktivitas saat membersihkan debu dan sampah di mejaku.

Continue reading “Tukang Sapu itu Bernama Kathy”

Nonton final Piala Eropa 2012 ‘live’ dari pinggir lapangan

Tentu saja saya tidak pergi ke Olympic Stadium di Kiev, Ukraina tapi melihat stadion dari Google Street View (GSV). Dengan GSV ini kita bisa seperti benar-benar berkunjung ke Kiev dan mengamati lapangan dari dekat. Silakan berjalan mengelilingi lapangan. Klik di sembarang tempat pada gambar lalu gunakan tanda panah untuk bergerak maju, melihat ke kiri dan kanan. Seru sekali. Inilah salah satu sumbangan teknologi geospasial untuk dunia hiburan olah raga 🙂

Beginilah kalau saya main gitar

Silakan menikmati persembahan saya yang pasti tidak bagus 🙂 Now and Forever dari Richard Marx adalah lagu pertama yang saya bisa mainkan saat belajar main gitar 17 tahun lalu.

Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri

The Proposal – movie

Untuk melamar sekolah dan beasiswa, kita kadang diharapkan mengajukan proposal penelitian/riset (research proposal) untuk tesis atau disertasi. Hal ini wajib bagi mereka yang akan sekolah S3 atau S2 dengan penelitian (master by research). Banyak yang bertanya perihal proposal riset ini pada saya. Saya biasanya menjawab sesuai pengalaman saja, tidak ada teori berlebihan. Satu hal yang selalu saya sampaikan, meskipun pernah diterima, proposal saya juga pernah ditolak. Anggap saja tulisan ini pelengkap dari pencarian teman-teman yang sudah sangat intensif. Jika ini adalah tulisan pertama tentang proposal riset yang dibaca, jangan percaya begitu saja, silakan baca tulisan lainnya.

Ibu saya, meskipun tidak sekolah, sering penasaran dengan apa yang saya lakukan. Beliau rajin menanyakan istilah-istilah asing seperti konferensi, proposal, seminar, presentasi dan sebagainya. Tentu saja heran karena beliau tidak pernah menyiapkan anaknya bergaul dengan hal-hal aneh seperti itu. Saya bilang, proposal ini adalah usul. Kalau kita punya satu maksud maka kita perlu sampaikan dalam bentuk usulan. Tujuannya agar pihak lain mengerti dan kemudian mendukung usulan itu. Proposal riset juga demikian.

Continue reading “Cara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar Negeri”

Mari Kita Ganyang Malaysia

Perselisihan dua bangsa serumpun ini sepertinya tidak habis-habis. Inilah sepuluh alasan mengganyang Malaysia:

http://duniadongeng.wordpress.com/

Continue reading “Mari Kita Ganyang Malaysia”

Learning English: Ibu Astini and the French Couple

http://luxagraf.net/

I was reading an inspiring story from my good friend, Subhan. He wrote about a student by the name of Sentot who studied English in Jakarta. I eventually discovered that the story is autobiographical and Sentot is in fact Subhan himself. The story reminds me of my own experience in learning English.

It was in 1990 when I started learning English in my Junior High School. To me, English is fascinating and I fell in love to the language the first day I started learning it. Ibu Astini, my English teacher, should be given the credit since she managed to captivate me with her charm on the first day of her class. I still remember, we learned numbers on that day. Since everybody seemed to be quite familiar with numbers, Ibu Astini started the class by asking us to spell out numbers and write them on the blackboard. Yes, we still used chalks and blackboard back then. I was amazed by the way English words are spelled out. How can one pronounce “one” as /wʌn/? It did not make any sense to me at the beginning but I liked it. Put simply, I feel in love with English that day.

Continue reading “Learning English: Ibu Astini and the French Couple”