Banyak review yang mengatakan film Taken 2 terlalu mengada-ada. Harus diakui beberapa adegan memang tidak masuk akal. Yang paling menonjol adalah keterlibatan Kim dalam operasi penyelamatan korban penculikan orang tuanya. Kim adalah seorang gadis usia belasan yang tidak pernah mendapat pelatihan operasi sejenis. Mengejutkan jika dia begitu terampil dan berani. Meski begitu, demikianlah film. Film memang menampilkan hal-hal menipu, bukan? Jika saja dia menyajikan hal-hal yang sama dengan kejadian sehari-hari mungkin kita tidak semangat menontonnya. Tulisan ini tidak akan membahas kualitas film Taken 2 secara umum tetapi menyoroti adegan geospasial di dalamnya. Adegan yang melibatkan peta.
Harus diakui, saya senang luar biasa ketika mendapat undangan untuk memberi kuliah di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU) di Singapura. Saya selalu melihat NTU adalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat yang kepada mereka saya banyak belajar. Diminta memberi kuliah di sana tentu saja membuat saya senang dan bahagia. Saya menyiapkannya dengan baik, sebaik-baiknya yang saya bisa. Saya tidak akan mengklaim bahwa kuliah ini sukses atau tidak tetapi setidaknya saya merasa lega dan senang telah menyelesaikanya. Semoga teman-teman bisa mendapat manfaat dari vidoe kuliah yang direkam oleh pihak RSIS ini. Selamat menikmati.
Saya pernah membahas qiblat di blog ini dilengkapi dengan video. Kali ini ini saya sampaikan cara menentukan qiblat secara sederhana menggunakan Google Earth. Berikut video dan urutan langkahnya.
Sore ini saya mendengar dari seorang kawan bahwa Bali sedang dilanda gempa. Langsung saya telpon Ibu dan Bapak, ternyata mereka baik-baik saja. Seperti yang sudah-sudah mereka bahkan tidak tahu apapun tentang gempa itu. Syukurlah, artinya merea selamat dari bahaya. Terima kasih Tuhan. Ini adalah rincian gempa seperti yang dilansir oleh USGS, saya tampilkan dalam bentuk peta. Silakan klik ikon merah untuk mengetahui informasi rinci tentang gempa yang berkekuatan 5,4 skala richter.
I have to admit that Barack Obama is one of my inspirations in public speaking and, more importantly, leadership. I have creatively translated his victory speech he delivered after winning a reelection in 2012. When I said ‘creatively’ it means that the translation might not reflect exactly the literal meaning of every part of the speech. Here is Obama’s speech in Bahasa Indonesia.
Tahun 1969 adalah legenda karena kala itulah untuk pertama kalinya makhluk bumi bernama manusia menjejakkan kakinya di Bulan. Sesaat setelah menyentuh Bulan, Neil Armstrong, astronot Amerika itu mengumandangkan sebuah kalimat “[t]hat’s one small step for man, one giant leap for mankind”. Bahwa jejaknya di permukaan bulan mungkin penanda sebuah langkah kecil manusia biasa tetapi itu sesungguhnya adalah lompatan raksana bagi sebuah peradaban. Hari ini, Neil Armstrong berpulang pada usia 82. Dunia berduka dan kehilangan.
Just in case you wonder, like my other friends, yes, this animation was made using Power Point only. Nothing else. Yes, nothing else. I know, now you wonder even more. Enjoy aja 🙂
Saat tinggal di New York tahun 2007 silam, saya sering melihat antrian panjang di toko produk Apple alias Apple store. Sulit memahami mengapa ada orang yang rela melakukan hal itu hingga berjam-jam. Saya bukan penggemar Apple ketika itu. Bahkan tidak kenal iPod yang waktu itu dinobatkan sebagai sebuah fenomena baru mendengarkan musik. Singkatnya, saya tidak melihat pentingnya harus antri hingga berjam-jam untuk mendapatkan sebuah produk IT.
Keyakinan itu tumbang beberapa hari lalu. Saya menghabiskan waktu lebih dari 5 jam demi sebuah produk Apple bekas: iMac produksi 2008. Sulit dipercaya tapi demikianlah kenyataannya. Tulisan ini sangat panjang, semata-mata untuk merekam pengalaman saya secara utuh.
Suatu saat ada kawan yang mengirimkan berita ke milis PPIA Wollongong bahwa akan ada penjualan iMac inventaris laboratorium yang akan diremajakan. Spesifikasinya, menurut teman yang tahu, cukup bagus dan yang penting harganya hanya AUD 300. Beberapa kawan lain yang sempat melakukan riset mengatakan harga produk serupa di pasaran masih sekitar AUD 700-800. Artinya, itu barang murah. Saya tidak maniak apple tetapi harga yang murah memang godaan luar biasa.
Adalah hal biasa universitas di Australia melakukan penjualan dengan cara ini untuk barang-barang yang akan diremajakan. Informasi dibuka untuk umum dan mereka yang datang pertama yang akan mendapatkannya. First come first served, istilah pare bule itu. Ini akan jadi pengalaman saya yang pertama setelah melewatkan cukup banyak kesempatan sebelumnya karena memang kurang tertarik.
Saya penah dihubungi seseorang dari Jakarta. Beliau memerlukan bantuan karena putranya akan bersekolah di Wollongong. Seperti biasa, sayapun membantu sebisanya dengan informasi yang saya punya. Yang cukup mengejutkan adalah ketika beliau tiba di Wollongong. Sepertinya hafal dengan semua jalan dan lingkungan, padahal baru pertama kali ke Wollongong. Ketika saya tanya, ternyata beliau sudah melakukan kunjungan virtual dengan Google Maps sebelum kunjungan sebenarnya. Saya menyebut orang-orang seperti ini sebagai “pengembara geospasial”, mereka yang melakukan perjalanan dengan persiapan geospasial yang matang. Peta adalah andalan mereka.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi sahabat Muslim di seluruh dunia. Semoga puasanya lancar hingga akhir nanti. Dalam rangka menyambut Ramadhan dan menghormati sahabat Muslim yang berpuasa, saya coba jelaskan perihal arah Qiblat dari kacamata Geodesi. Video berikut ini murni pemahaman saya secara ilmiah berdasarkan ilmu terkait di Geodesi.
Jika ada hal yang kurang tepat dari pemaparan saya di video ini, semata-mata karena kesalahan pribadi. Mohon kesediaan Anda menghubungi saya jika menemukan kesalahan sehingga bisa dikoresksi. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat.