Pidato Kemenangan Barack Obama 2012


I have to admit that Barack Obama is one of my inspirations in public speaking and, more importantly, leadership. I have creatively translated his victory speech he delivered after winning a reelection in 2012. When I said ‘creatively’ it means that the translation might not reflect exactly the literal meaning of every part of the speech. Here is Obama’s speech in Bahasa Indonesia.

Terima kasih semua! Terima kasih banyak!
Malam ini, setelah lebih dari 200 tahun sejak bekas koloni memenangkan hak untuk menentukan nasibnya sendiri, tugas untuk menyempurnakan bangsa kita mengalami kemajuan. Gerakan kemajuan ini berkat Anda semua. Gerakan kemajuan ini karena Anda menegaskan kembali semangat yang telah memerdekakan kita dari perang dan depresi, semangat yang telah mengangkat negeri ini dari dalamnya kubang penderitaan menuju menara harapan yang mengangkasa, kepercayaan yang menegaskan bahwa meskipun kita senantiasa mengejar mimpi-mimpi pribadi, kita tetaplah satu keluarga besar Amerika dan kita bangkit atau jatuh bersama-sama sebagai satu nusa, satu bangsa.

Malam ini, di pemilu ini, Anda sekalian, Bangsa Amerika, mengingatkan kita satu hal bahwa meskipun jalan kita sangat cadas, meskipun perjalanan kita telah jauh, kita tetap bergerak laju, kita tetap berjuang melawan keterbatasan, dan kita yakin dalam hati bahwa yang terbaik bagi Amerika Serikat akan datang pada saatnya nanti.

Saya berterima kasih pada setiap warga Amerika yang telah berpatisipasi pada pemilu ini, apakah itu pemilih pemula atau mereka yang telah menunggu dalam barisan antrian yang sangat panjang. Oh ya, kita harus segera memperbaiki sistem antrian ini. Juga kepada mereka yang telah menyusuri jalanan hingga jauh atau menghabiskan waktu menelpon saudara sebangsa, kepada mereka yang mengusung poster Obama atau Romney, Anda telah memperjuangkan agar suara Anda didengar dan Anda telah membuat satu perubahan.

Saya baru saja berbicara dengan Gubernur Romney untuk menyelamatinya dan Paul Ryan atas kampanye yang telah mereka perjuangkan dengan gigih. Kami memang telah bertempur dengan hebat tetapi semua itu kami lakukan karena kecintaan kami yang sangat dalam pada negeri ini dan kepedulian kami yang tinggi pada masa depannya. Mulai dari George, Lenore dan putra mereka Mitt, keluarga Romney telah mengabdi bagi Amerika melalui pelayanan publik dan warisan kebajikan semacam itulah yang kita hormati dan kagumi malam ini. Dalam beberapa minggu ke depan, saya akan duduk bersama Gubernur Romney untuk membicarakan segala perihal yang memungkinkan kami bekerjasama untuk memajukan negeri ini.

Saya berterima kasih pada sahabat dan pasangan saya selama empat tahun terakhir, ksatria Amerika yang senantiasa bahagia, wakil presiden terbaik yang diimpikan siapapun, Joe Biden.

Dan saya tidak akan menjadi seperti yang Anda saksikan hari ini tanpa seorang perempuan yang setuju menikahi saya 20 tahun lalu. Ijinkan saya menyatakan ini di depan semua orang: Michelle, aku tidak pernah mencintaimu lebih dari hari ini. Aku tidak pernah sebangga ini menyaksikan betapa warga Amerika mencintaimu juga segabai Ibu Negara. Sasha dan Malia, di depan mata kami, kalian telah bertumbuh dan menjadi perempuan muda yang kuat dan cantik seperti ibu kalian. Dan ayah sangat bangga pada kalian berdua. Tapi ayah mau katakan sesuatu, satu anjing saja cukup dulu ya, jangan minta nambah lagi 🙂

Saya juga berterima kasih kepada tim kampanye dan sukarelawan terbaik dalam sejarah polik. Terbaik. Terbaik yang pernah ada. Sebagian dari kalian adalah anggota baru dan sebagian lainnya sudah ada mendampingi saya sejak perjuangan ini dimulai. Apapun itu, kita semua adalah keluarga. Tak peduli apapun yang kalian lakukan dan akan ke mana kalian melangkah setelah ini, kalian akan membawa kenangan sejarah yang telah kita torehkan dan kalian akan menyandang lancana penghargaan dari seorang presiden yang penuh syukur atas bantuan kalian. Terima kasih telah menjaga kepercayaan di sepanjang perjalanan kita, di setiap bukit terjal dan lembah curam yang kita lewati. Kalian telah menopang dan mengangkat saya di sepanjang jalan dan saya akah selalu bersyukur atas semua yang telah kalian lakukan dan segala kerja keras luar biasa yang kalian tunjukkan.

Saya menyadari, kampanye politik kadang kala terlihat begitu kecil, bahkan remah temeh. Dan semua itu menjadi alasan bagi para kaum sinikal yang berkata bahwa politik tidak lebih dari sekedar kontes ego atau perhelatan bagi berbagai kepentingan sesaat. Namun jika Anda sempat berbicara pada mereka yang hadir dalam kampanye kita atau berjejal dalam jalur-jalur tali di sebuah auditorium sekolah, atau sempat melihat mereka yang bekerja hingga larut malam di kantor kampanye di sebuah tempat kecil terpencil yang jauh dari rumah, Anda akan menemukan hal lain.

Anda akan mendengar ketegaran yang hadir lewat suara seorang koordinator lapangan yang bekerja di sekolah-sekolah dan ingin menjamin bahwa setiap anak di Amerika harus memiliki kesempatan yang sama. Anda akan mendengar kebanggan yang menggema dari suara seorang sukarelawan yang berjalan dari rumah ke rumahh karena saudaranya akhirnya bisa bekerja karena perusahaan pabrik mobil membuka lowongan kerja karena menambah jumlah produksi. Anda akan mendengar patriotisme mendalam yang hadir dari suara istri atau suami seorang tentara yang bekerja lewat telepon. Istri atau suami itu bekerja untuk memastikan agar mereka yang sudah berjuang untuk negeri ini tidak harus bersusah payah lagi untuk mendapatkan perkerjaan atau untuk mendapatkan rumah yang melindungi keluarga mereka sekembalinya mereka dari medan juang.

Karena itulah kita melakukan semua ini. Itulah bukti bahwa politik bisa berperan besar untuk kita semua. Itulah sebabnya mengapa pemilu sangatlah penting. Bahwa politik bukanlah hal kecil, politik adalah sesuatu yang besar. Politik sedemikian penting bagi kita. Demokrasi di sebuah negara berpenduduk 300 juta memang bisa hiruk pikuk dan kacau serta ruwet. Kita masing-masing punya pendapat sendiri. Masing-masing dari kita memiliki kepercayaan mendalam. Dan ketika kita melewati masa-masa sulit, ketika kita mengambil keputusan besar atas nama sebuah bangsa, wajar jika semua itu mengobrak abrik obsesi kita dan menimbulkan kontroversi.

Semua itu tidak akan berubah setelah pemilu ini dan memang seharusnya tidak berubah. Berbagai adu argumen dan perseteruan yang kita lakukan adalah penanda kebebasan kita. Kita tidak boleh lupa bahwa bahkan saat kita berbicara sekarang ini, umat manusia di negeri-negeri yang jauh, bahkan terancam hidupnya karena berargumentasi dan menyatakan pendapat tentang isu yang penting bagi hidup mereka, atau tentang kesempatan untuk memberi suara dalam pemilu seperti yang kita lakukan hari ini.

Namun lepas dari berbagai perbedaan itu, sebagian besar dari kita memiliki pandangan dan harapan yang sama terhadap masa depan Amerika. Kita ingin anak-anak kita tumbuh di sebuah negara yang bisa memberi mereka akses terhadap sekolah-sekolah dan guru-guru terbaik. Sebuah negara yang yang layak menyandang warisan sebagai pemimpin dunia di bidang teknologi, penemuan dan inovasi, dengan segala pekerjaan dan bisnis bagus yang menyertainya. Kita ingin anak-anak kita hidup di Amerika yang tidak terbebani oleh hutang, yang tidak dilemahkan karena adanya ketidakadilan, yang tidak terancam oleh kekuatan jahat sebuah planet yang terus memanas. Kita ingin mewariskan sebuah bangsa yang aman dan dihormati serta dipuja di seluruh dunia, sebuah bangsa yang dijaga oleh militer terkuat di dunia dan pasukan terbaik yang pernah ada di muka bumi. Tetapi juga sebuah bangsa yang bergerak maju mengakhiri perang, untuk mewujudkan perdamaian yang dibangun di atas janji kebebasan dan kemandirian setiap individu umat manusia.

Kita percaya pada Amerika yang murah hati, pada Amerika yang penuh cinta, pada Amerika yang toleran, terbuka bagi mimpi seorang putri imigran yang belajar di sekolah Amerika dan dengan khusuk menghormat bendera Amerika. Kita percaya pada seorang anak lelaki di sisi selatan Chicago yang telah melihat kehidupan melampui tikungan jalan di dekat rumahnya. Kita parcaya pada anak pekerja mebel North Carolina yang ingin menjadi dokter atau ilmuwan, insinyur atau pengusaha, diplomat atau bahkan presiden – itulah masa depan yang kita harapkan. Itulah visi yang kita miliki bersama. Itulah yang ingin kita tuju – sebuah kemajuan. Itulah yang ingin kita capai.

Kini, kita akan berbeda pendapat, bahkan kadang-kadang secara brutal, perihal bagaimana mencapai semua itu. Seperti yang sudah terbukti selama dua abad lebih, kemajuan akan terjadi jika kita mencapai kesepakatan dan jika kita mau memulainya. Tentu saja jalan kita tidak selalu berupa garis lurus. Tidak selalu kita melewati jalan yang mulus. Bahwa kesadaran akan adanya harapan dan mimpi yang sama tidak menjamin akan bebas hambatan. Harapan dan mimpi yang sama tidak akan menyelesaikan semua masalah. Kita tetap harus bekerja keras untuk membangun kesepakatan dan membuat kompromi yang sulit dalam memajukan negara ini. Namun kesamaan harapan dan mimpi itulah yang mengikat kita dan menjadi titik awal untuk memulai satu langkah besar.

Ekonomi kita dalam masa pemulihan. Perang yang berlangsung satu dekade kini berakhir. Kampanye yang panjang kini sudah selesai. Dan tidak peduli apakan saya memperoleh suara Anda atau tidak, saya telah mendengarkan Anda, saya telah belajar dari Anda, dan Anda telah menjadikan saya seorang presiden yang lebih baik. Dengan berbekal kisah dan perjuangan Anda, saya kembali ke Gedung Putih dengan tekad dan inspirasi yang lebih besar dari sebelumnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa demi masa depan yang menanti kita.

Malam ini, Anda memilih untuk sebuah tindakan nyata, bukan semata-mata karena alasan politik biasanya. Anda memilih kami untuk fokus pada pekerjaan Anda, bukan pada pekerjaan kami. Dalam beberapa minggu dan bulan ke depan saya akan membuka diri untuk bekerja bersama para pemimpin kedua partai untuk bisa mengatasi tantangan yang bisa dilakukan hanya jika kita bersatu. Mengurangi defisit anggaran kita. Mereformasi kode pajak. Memperbaiki sistem imigrasi kita. Membebaskan bangsa kita dari ketergantungan atas minyak asing. Kami memiliki banyak pekerjaan untuk dituntaskan. Namun bukan berarti tugas Anda sudah selesai. Peran warga negara dalam demokrasi kita tidaklah berhenti ketika sudah memilih dalam pemilu. Prinsip Amerika bukanlah “apa yang bisa dilakukan untuk kita?” Prinsip Amerika adalah “apa yang bisa dikerjakan oleh kita secara bersama” melalui tugas pemerintah yang sulit dan melelahkan, tetapi wajib dilakukan. Itulah prinsip yang mendasari kehidupan bangsa kita.

Negeri ini memiliki harta lebih dari bangsa manapun, tetapi bukan hal itu yang membuat kita kaya. Kita memiliki tentara paling digdaya sepanjang sejarah, tetapi bukan itu yang membuat kita kuat. Universitas kita, kebudayaan kita membuat dunia iri, tetapi bukan itu yang membuat bangsa-bangsa lain di dunia datang pada kita. Apa yang membuat Amerika berbeda dan istimewa adalah adanya ikatan yang mampu menyatukan bangsa kita yang paling beragam di dunia. Keyakinan bahwa tujuan akhir kita sama; bahwa negeri ini akan berfungsi jika kita menerima dan menjalankan kewajiban tertentu terhadap sesama dan terhadap generasi mendatang. Kebebasan yang diperjuangkan oleh Bangsa Amerika hingga berkorban nyawa menghadirkan tanggung jawab sekaligus hak. Diantaranya adalah cinta, sedekah, keawajiban dan patriotisme. Itulah yang membuat Amerika besar dan hebat.

Saya punya harapan besar malam ini karena saya telah melihat semangat itu dalam tugas dan kerja di seluruh Amerika. Saya melihatnya dalam bisnis keluarga yang pemiliknya memilih untuk mengurangi gaji sendiri demi tidak mem-PHK tetangga yang bekerja padanya. Saya melihat semangat itu pada pekerja yang memilih untuk mengurangi jam kerja agar temannya tidak kehilangan pekerjaan karena di-PHK. Saya melihat semangat ini pada para tentara yang bersedia bertugas lagi meskipun kehilangan anggota tubuh dan pada satuan khusus Angkatan Laut Amerika (Navy SEALs) yang mendaki tangga dalam kegelapan karena mereka tahu ada seorang kawan yang menjaga dan melindungi mereka dari belakang.

Saya telah menyaksikan ini di sepanjang pantai New Jersey dan New York, ketika para pemimpin semua partai dan semua tingkat pemerintahan rela menyingkirkan perbedaan d iantara mereka demi membantu masyarakat membangun kembali puing-puing akibat badai yang begitu ganas. Dan saya melihat semangat itu beberapa hari lalu di Mentor, Ohio, ketika seorang ayah berkisah tentang putrinya yang berusia delapan tahun. Perjuangannya melawan leukemia hampir seja menelan semua yang mereka memiliki, jika saja tidak diselamatkan oleh reformasi pelayanan kesehatan yang diundangkan beberapa bulan sebelum perusahaan asuransi menghentikan pembayaran perawatan anak itu. Saya berkesempatan untuk tidak saja berbicara pada ayah itu tetapi juga bertemu dengan anaknya yang luar biasa. Dan ketika dia berbicara pada orang-orang yang khusuk mendengarkan, semua pasien di ruang itu meneteskan air mata karena mereka sadar bahwa hal itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak mereka sendiri. Dan saya yakin bahwa setiap warga Amerika ingin masa depan anak itu secerah mungkin. Itulah kita Bangsa Amerika. Demikianlah bangsa ini yang membuat saya bangga sebagai presidennya.

Lepas dari segala kesulitan yang telah kita lalui, lepas dari segala frustasi yang terjadi di Washington, saya tidak pernah merasa lebih yakin dan lebih penuh harap dari malam ini tentang masa depan bangsa kita. Saya tidak pernah merasa lebih yakin dari malam ini terhadap Amerika. Dan saya memohon Anda semua untuk mempertahankan harapan besar itu. Saya tidak menyampaikan optimisme membabi buta yang mengabaikan besarnya tugas dan kewajiban di depan mata atau berbagai hambatan yang menghadang di tengah jalan. Saya tidak menyampaikan idealisme mengawang-awang yang membuat kita hanya duduk dan menonton di pinggir arena atau menghindar dari pertempuran. Saya selalu yakin bahwa harapan adalah suatu ketegaran dalam diri kita yang yakin bahwa sesuatu yang lebih baik tengah menunggu kita selama kita memiliki semangat dan keberanian untuk selalu merengkuh, tetap bekerja, dan tetap berjuang, meskipun kadang tanda-tanda kegagalan begitu jelas di depan mata.

Amerika, saya percaya bahwa kita bisa tetap memajukan segala perkembangan yang sudah kita capai dan tetap berjuang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan kesempatan baru dan jaminan baru bagi kelas menengah kita. Saya yakin kita bisa menepati janji para pendiri bangsa kita, sebuah gagasan bahwa jika Anda bertekad untuk kerja keras, tidak jadi soal siapaun Anda dan dari mana asal Anda atau bagaimanapun rupa Anda atau siapapun yang Anda cintai. Tidak jadi soal apakah Anda hitam atau putih, Bangsa Hispanik atau Asia atau Amerika Asli atau muda atau tua atau kaya atau miskin, berkebutuhan khusus atau tidak, gay atau tidak, Anda bisa berhasil di Amerika jika Anda berniat mencoba dengan sungguh-sungguh.

Saya yakin kita bisa raih masa depan bersama karena kita sesungguhnya tidaklah seterbelah yang ditunjukkan oleh kehidupan politik. Kita tidaklah sesinikal yang dipercaya oleh para analis itu. Kita sesungguhnya lebih besar dari ambisi para pribadi, dan kita tetaplah lebih dari sekedar kumpulan bangsa merah (republikan) dan biru (Demokrat). Kita selalu dan tetap adalah kumpulan bangsa Amerika, the United States of America.

Dan dengan dukungan Anda serta ridho Tuhan yang Maha Kuasa, kita akan melanjutkan perjalanan kita ke depan dan mengingatkan dunia sekali lagi mengapa kita hidup dan menjadi sebuah bangsa terbesar di dunia. Terima kasih, Amerika. Semoga Tuhan memberkati Anda semua. Semoga Tuhan memberkati bangsa kita, Amerika Serikat.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

5 thoughts on “Pidato Kemenangan Barack Obama 2012”

  1. Beliau memang pandai memposisikan dirinya pada keluarga, masyarakat, dan negaranya. Mungkin dalam pidatonya hampir semua hal dari hal sekeecil apapun yang [mungkin] dianggap orang lain tidak penting tetap disampaikan. Justru hal kecil itu yang bisa membuat rakyat mendukungnya. contohnya seperti ucapan terima kasih pada istri dan anak-anaknya.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s