Saya sejatinya tidak mudah galau tetapi hari ini merasakan galau yang teramat sangat. Hari ini Asti, isteri saya, bertolak ke Bali untuk selanjutnya menuju Sydney tanggal 16 Januari nanti. Asti, seperti yang pernah saya ceritakan, berhasil mendapatkan beasiswa ADS dan akan memulai sekolah S2 di UNSW pada akhir bulan ini. Yang membuat galau tentu saja bukan kedatangan Asti ke Sydney yang justru saya syukuri. Yang merisaukan adalah Lita, anak saya, yang tertinggal di Jogja. Mulai hari ini Lita secara resmi terpaksa kami tinggal di Jogja dan kami sementara akan hidup di Negeri Kangguru. Saya tidak menemukan kata-kata yang dramatis untuk menggambarkan kegalauan hati kami.
Category: Beasiswa ADS
Pertama Kali ke Australia: Kartu Kedatangan

Cerita tentang betapa menyeramkannya imigrasi Australia sering kita dengar dan mungkin itu membuat mereka yang akan datang ke Australia ciut nyalinya. Mulai dari petugas imigrasi yang ‘serem’ hingga anjing yang akan melompat dari satu kopor ke kopor lainnya untuk memeriksa narkoba, semua itu membuat gentar. Sesungguhnya, masuk Australia tidak seseram itu. Intinya, harus bersiap-siap dan paham. Sepanjang tidak melakukan kejahatan, tidak ada alasan untuk takut.
Continue reading “Pertama Kali ke Australia: Kartu Kedatangan”
Prediksi Pertanyaan dan Jawaban Wawancara JST Beasiswa ADS 2013
Kemungkinan besar tulisan yang Anda cari bukan yang sedang Anda baca sekarang. Jika demikian, maafkan karena mungkin Anda kecewa. Sebelumnya saya memang membuat tulisan tentang prediksi pertanyaan dalam wawacara beasiswa AAS (atau yang dulu dikenal dengan nama ADS). Tidak hanya prediksi pertanyaan, saya juga mencoba membuat prediksi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Tentu saja itu bukan ‘kunci jawaban’ tetapi merupakan pandangan saya pribadi yang belum tentu benar. Saya juga telah sampaikan di tulisan tersebut.
Seiring perkembangan waktu, saya mendapat respon yang umumnya positif dan berterima kasih terhadap tulisan itu. Saya gembira bisa membantu. Meski demikian, suatu hari saya mendapat email dari seseorang yang yang posisinya terkait AAS Indonesia. Beliau menyampaikan pandangan berbeda. Intinya, memberikan kisi-kisi pertanyaan wawancara adalah suatu hal yang bisa dilakukan untuk memantik semangat perjuangan tetapi menyediakan jawaban atas pertanyan-pertanyaan itu bisa saja disalahartikan. Lebih lanjut dikatakan bahwa apa yang saya lakukan justru bisa menguatkan kebiasan belajar yang berbasiskan hafalan. Ini tentunya tidak baik bagi proses seleksi AAS dan bukan itu pula tujuan saya membuat tulisan itu.
Setelah mempertimbangkan dengan baik dan diskusi dengan beberapa pihak yang saya anggap paham, saya memutuskan untuk menarik tulisan itu dari blog ini. Meski demikian, semangat saya untuk membantu teman-teman pejuang beasiswa AAS tidak pernah surut. Kita bisa diskusi lebih lanjut dalam media-media berbeda online maupun offline. Saya sendiri telah kembali ke Indonesia dan tinggal di Jogja sehingga mungkin lebih banyak kesempatan untuk bertatap muka. Saya yakin ada banyak hal yang bisa didiskusikan untuk saling membantu. Semoga ditariknya tulisan ini juga tidak menyurutkan semangat teman-teman yang sedang berjuang.
Silakan tetap baca tulisan lain yg bermanfaat.
Mengingat 2012
Ada satu kegagalan utama saya di tahun 2012 yaitu belum menyelesaikan sekolah S3 saya, tidak sesuai dengan yang seharusnya saya lakukan. Kata orang bijaksana, kalau ada kemauan pasti ada jalan, kalau tidak ada kemauan biasanya banyak alasan. Maka saya bisa menyampaikan 1001 alasan untuk membenarkan mengapa saya harus menunda penyelesaian studi S3 saya hingga tahun 2013 nanti. Meski demikian, di balik semua itu ada satu kebenaran yang tidak bisa dibantah: semua itu terjadi karena kelemahan saya sendiri. Maka resolusi paling utama saya untuk tahun 2013 adalah menyelesaikan S3. Semoga alam semesta bersekongkol membantu saya mewujudkan resolusi ini.
Dengan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran dan motivasi, saya ingin mengenang sejenak apa yang terjadi tahun 2012 lalu. Dari berbagai kegagalan, ada juga keberhasilan. Dari sekian banyak hal yang tidak membanggakan, ada hal-hal yang menumbuhkan semangat. Tahun 2012 saya lewati dengan suka dan duka, seperti halnya tahun-tahun lainnya.
Tips presentasi proposal untuk Wawancara Beasiswa ADS

Mulai tahun 2013, proses wawancara kandidat beasiswa ADS untuk PhD berbeda dengan sebelumnya. Dugaan saya, hal ini juga berlaku sama bagi kandidat Master by Research (saya belum dapat informasi resminya). Kali ini akan ada presentasi proposal selama 10 menit. Semua kandidat PhD akan diundang ke Jakarta dengan dana dari ADS untuk memresentasikan proposal penelitiannya. Dugaan saya, ini dilakukan untuk memastikan bahwa kandidat terpilih telah benar-benar siap dengan penelitiannya. Meski demikian, tidak perlu terlalu khawatir jika proposal penelitian Anda belum begitu jelas arah dan ujungnya. Einstein pernah berkelakar “if you know what you are doing, then it is not research.” Katanya, jika seseorang tahu persis apa yang dilakukan, ke mana arahnya dan apa hasilnya, maka itu bukanlah sebuah penelitian. Penelitian memang mengandung unsur ketidakpastian di awal. Ada misteri di situ. Yang terpenting adalah seorang peneliti cukup memahami dan menyiapkan strategi untuk mengungkap misteri itu.
Continue reading “Tips presentasi proposal untuk Wawancara Beasiswa ADS”
2012 in review
The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.
Here’s an excerpt:
About 55,000 tourists visit Liechtenstein every year. This blog was viewed about 320,000 times in 2012. If it were Liechtenstein, it would take about 6 years for that many people to see it. Your blog had more visits than a small country in Europe!
Ucapan Natal yang salah alamat?

Sore tadi, saya menerima telepon dari seorang sahabat baik. Kami berbicara banyak hal yang penting dan tidak begitu penting. Selalu menyenangan berbicara dengan sahabat baik, apapun topiknya. Di ujung percakapan dia mengucapan “Selamat Natal” dengan sangat ringan tanpa beban. Sambil tertawa renyah sayapun membalas tidak kalah santainya “Selamat Natal juga”. Jika tidak dipikir serius, ucapan ini biasa saja. Dia jadi tidak biasa karena yang mengucapkan adalah seorag Muslim dan diucapan kepada seorang pemeluk Hindu. Tidak satupun dari kami merayakan Natal dalam konteks agama. Meski demikian kami tentu saja menikmati libur natal dan akhir tahun karena sama-sama berada di Australia.
Wawancara dengan RRI Pro 3 soal isu perbatasan
Tanggal 23 Desember 2012 saya diwawancarai oleh RRI Pro 3 terkait isu perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Wawancara berlangsung cukup lama dan disiaran secara nasional. Yang tertarik dan belum sempat menyimak, silakan nikmati rekaman berikut 🙂
Atau download file pertama dan file kedua (lanjutan) untuk dinikmati secara offline.
Selamat Hari Ibu

Dalam sebuah lokakarya kepemimpinan yang diselenggarakan di Kangaroo Valley, New South Wales, Australia setiap peserta diminta mempresentasikan seorang pemimpin yang menginspirasi hidupnya. Lokakarya itu diikuti oleh pemimpin dan calon pemimpin di Asia Pasifik. Kala itu pertengahan 2009, Obama sedang naik daun. Ada pikiran untuk mempresentasikan Obama karena memang menginspirasi hidup saya. Meski begitu saya urungkan karena saya duga akan ada terlalu banyak orang yang menjadikannya idola. Saya berpikir lama dan akhirnya menemukan tokoh yang saya yakin tepat mewakili seorang pemimpin yang menginspirasi hidup saya.
Di depan para peserta dari Asia Pasifik itu saya berdiri. Saya memegang sebuah poster ukuran sedang dengan gambar seorang perempuan berbusana sederhana. Dengan menatap para hadirin saya memulai presentasi itu dalam Bahasa Inggris.
“Pemimpin ini adalah seorang perempuan. Perempuan ini bukanlah siapa-siapa. Dia dilahirkan di sebuah tempat di pelosok dunia yang mungkin tak ketetahui oleh peradaban. Dia bukanlah seorang politikus, bukan pula tokoh masyarakat. Dia juga tidak terkenal. Dia adalah perempuan biasa tetapi dia menjadi batu karang yang menjaga ketegaran keluarganya. Dia adalah perempuan yang perkasa. Dia kuat dalam makna sebenarnya. Di tahun ‘70an dan awal 80an, dia bekerja di sebuah penambangan batu padas tradisional, di sebuah tempat yang mungkin bahkan tidak terlihat pada Google Earth edisi premium.
New York 2012: Kebaikan-kebaikan kecil
Note: Cerita ini adalah bagian dari New York 2012
Saya sedang berada di antrian panjang imigrasi saat akan meninggalkan Sydney menuju LA dalam perjalanan ke New York. Antriannya sangat panjang, lebih panjang dari yang pernah saya lihat. Di depan saya terlihat puluhan anak muda berseragam dengan tulisan “Las Vegas Tour 2012”. Rupanya beberapa anak sekolah Australia akan bersenang-senang di Las Vegas. Ini yang membuat antrian jadi lebih panjang.

