Beasiswa Australia Awards tahun 2017 dibuka tanggal 1 Februari 2016

STOP Press!

Tulisan ini adalah untuk pembukaan pendaftaran tahun 2016. Jika yang Anda cari adalah informasi untuk pembukaan beasiswa tahun 2017, silakan baca tulisan ini. Meski demikian, tulisan di bawah ini tetap penting untuk dibaca karena memuat banyak informasi dan tips umum. Terima kasih ๐Ÿ™‚

Berbagi pengalaman meraih beasiswa adalah seperti menahan pintu.
Buku Tips meraih beasiswa Australia

Ini hari yang ditunggu-tunggu banyak orang. Pemerintah Australia kembali memberi kesempatan kepada penduduk Indonesia yang memenuhi syarat utuk belajar S2 atau S3 di universitas-universitas terkemuka di Australia. Yang menarik, seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Australia melalui skema Australia Awards Scholarship (AAS). Khusus untuk Indonesia, beasiswa ini juga dikenal dengan Australia Awards Indonesia atau AAI. Beasiswa ini mengalami perubahan nama berapa kali, mulai dari Colombo Plan tahun 1960an, AIDAB di awal tahun 1990an, ADS di tahun 2000an awal dan kini AAS atau AAI. Barangnya tidak jauh beda, hanya pengelolaannya yang sedikit berbeda. Bagi kita, orang Indonesia, yang penting adalah bagaimana memenuhi persyaratan dan mendapatkan kesempatan itu.ย Untuk AAS tahun 2017, pendaftaran sudah dibuka tanggal 1 Februari 2016 dan ditutup tanggal 30 Maret 2016. Periode pendaftaran memang cukup singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang AAS ini:

Continue reading “Beasiswa Australia Awards tahun 2017 dibuka tanggal 1 Februari 2016”

MEA itu apa sih?

blog-meaBayangkan, besok setelah kamu menyandang gelar sarjana, seorang berkebangsaan Filipina yang bekerja di sebuah institusi di Singapura menelpon kamu yang tinggal di Sleman, Jogja. Orang itu menawarkan sebuah proyek pemberdayaan masyarakat di sebuah desa pedalaman di Myanmar bagian utara. kamu dihubungi karena melihat CV kamu di Linked In atau Facebook. Jika tertarik menangani proyek itu, kamu diharuskan membentuk tim yang terdiri dari orang Malaysia, Thailand dan Vietnam. Bayangkan, seminggu kemudian kamu ditunggu di sebuah desa di Myanmar dengan tim kamu. Demikianlah Masyarakat Ekonomi ASEAN alias MEA alias ASEAN Economic Society alias AEC.

Continue reading “MEA itu apa sih?”

Payung dari UGM

Belakangan ini, Jogja diguyur hujan hampir setiap sore. Tidak terkecuali sore itu ketika saya pulang kantor saat hari sudah mulai gelap. Hujan turun konstan meskipun tidak lebat. Saya pikir saya bisa menuju parkir mobil tanpa payung meskipun mungkin akan sedikit basah. Saya berjalan dengan langkah mantap di Balairung UGM menuju parkir mobil, bersiap-siap untuk melesat ke rumah.

Saat melewati pos keamanan kampus, ada seorang petugas keamanan perempuan yang mengejar saya. “Pak, hujan lo Pak” kata perempuan itu sopan. “Ya, nih. Tapi nggap apa-apa, saya harus segera pulang” demikian saya menjawab. “Pakai payung saja Pak” katanya sambil dengan sigap mengambilkan payung yang ada di situ dan menyodorkannya pada saya. Petugas ini nampaknya tidak mengenal saya dengan baik tetapi dia merasa perlu melakukan semua itu. “Tapi nanti gimana payungna ini?” saya bertanya karena tidak paham bagaimana saya bisa mengembalikan payung itu. “Bawa saja Pak, besok Bapak kembalikan ke sini” katanya sopan namun jelas dan tegas. Ada senyum dalam penjelasan itu.

Saya selalu bangga dengan UGM. Saya bangga dengan prestasi dan reputasinya yang tinggi dan mendunia. Sore itu saya seperti diingatkan bahwa kepedulian yang tulus seperti ini yang sejatinya menjadi karakter universitas kerakyatan ini. Seraya kita berjuang keras untuk menarik perhatian dan pengakuan dunia, saya senang UGM tidak lupa meneruskan tradisi kebaikan-kebaikan kecil saat diperlukan. Saya rasa itulah sifat UGM yang sesungguhnya. Sederhana, penuh cinta dan peduli. Seperti kata Bung Karno, “Gadjah Mada adalah sumbermu.ย Gadjah Mada adalah mata airmu.ย Mengalirlah ke laut pengabdian kepada Rakyat.ย Bukan kepada kemuktian Diri.” Lewat payung UGM yang melindungi saya sore itu, saya seperti mendengar sayup-sayup petuah dari Sang Proklamator itu.

Tips Wawancara Beasiswa Luar Negeri

Saya sudah cukup sering menulis tips wawancara beasiswa di blog ini. Tidak hanya tips, ada juga prediksi pertanyaan wawancara yang mungkin membantu para pejuang beasiswa luar negeri, terutama yang akan sekolah ke Australia dengan beasiswa Australia Awards atau dikenal juga dengan AAS. Meski demikian, tips itu sebenarnya bersifat universal, berguna juga bagi pejuang beasiswa yang ingin sekolah ke negara lain. Ada beberapa hal yang ingin saya tambahkan dan tekankan, melengkapi tulisan-tulisan terdahulu.

Continue reading “Tips Wawancara Beasiswa Luar Negeri”

Lelaki Penakut

10464257_10153965116879274_8188614003230359520_nJika kautanya pada geromboloan burung gereja yang bertengger malas di bubungan bale bengong atau yang nakal trenginas mencuri setangkup nasi setengah basi yang terpapar di bawah pohon kamboja, mungkin kamu akan dapatkan jawaban biasa. Mereka pasti akan bersorak satu kata bahwa aku adalah lelaki periang yang tak kenal takut. Mereka mungkin akan mengumandangkan satu mantera tentang aku yang percaya diri, tenang dan tak gentar akan hiruk pikuk dunia. Burung-burung itu mungkin salah.

Continue reading “Lelaki Penakut”

Kuliahmu tidak popular dan tidak nyambung dengan orang lain?

Jumat 15 Januari 2016, UGM kedatangan tamu dari sebuah perusahaan terkemuka dari Singapura. Karena bertepatan dengan saat Jumatan, saya satu-satunya orang yang bisa menyambut dan melayani tamu itu. Delegasi yang terdiri dari 8 orang itu berasal dari sebuah perusahaan investasi dan keuangan terkemuka. Pendiri sekaligus CEO-nya menjelaskan dengan sangat meyakinkan.

Paul adalah salah satu anggota delegasi yang terlihat paling muda. Dari gaya bicaranya, saya teryakinkan dia cerdas dan sangat professional. Usianya jelas belum menyentuh 30 tahun namun terlihat dia menguasai apa yang dilakukannya. Dia juga menaruh perhatian kepada pihak lain dengan baik.

Continue reading “Kuliahmu tidak popular dan tidak nyambung dengan orang lain?”

Mengenalkan dan Dikenalkan

George, namanya. Atau Pak George lebih tepatnya karena dia lebih senior dari saya. Darinya saya belajar berkomunikasi dan berjejaring. Tidak banyak orang di sekitar yang saya jadikan panutan dalam berkomunikasi dan Pak George adalah salah satunya. Dia memiliki kemampuan yang istimewa dalam menghubungkan orang dan berbagai pihak sehingga kemudian berinteraksi. Interaksi ini bisa informal, bisa juga formal. Bisa sekedar percakapan ringan, bisa juga kerjasama internasional yang serius. Pak George punya keterampilan yang tidak biasa.

Continue reading “Mengenalkan dan Dikenalkan”

Perlindungan yang Membunuh

12227075_10153851969019274_2788158824097702151_nDi rumah, kami menanam rumput di halaman agar hijau dan sejuk. Ada satu masalah, air cucuran atap di satu lokasi tepat mengenai rumput di halaman sehingga rumput tergerus dan terkoyak. Air memang baik untuk rumput yang baru tumbuh tetapi air yang mengguyur begitu deras memang bisa merusak. Kami pikir rumput yang tepat kena cucuran atap di musim hujan harus dilindungi agar tidak terkoyak dan tidak mati.

Continue reading “Perlindungan yang Membunuh”

Mengingat 2015: Sebuah Catatan Akhir Tahun

Tahun 2015 adalah tahun penuh pelajaran. Berbagai kegagalan saya temui di tahun ini dan sejuta pelajaran yang disimak, kerap dengan cara yang mengenaskan, kadang dengan sentuhan yang manis. Catatan ini adalah kumpulan pelajaran.

Continue reading “Mengingat 2015: Sebuah Catatan Akhir Tahun”

Pendaftaran Beasiswa Australia Awards kapan ya?

Pendaftaran Beasiswa Australia Awards kapan ya? Ini pertanyaan biasa dan sangat mainstream. Selalu saja ada orang yang bertanya soal pendaftaran beasiswa luar negeri. Pertanyaan bisa datang dari mahasiswa, dosen bahkan pejabat negara yang ingin sekolah ke luar negeri. Urusannya tentu cepat beres kalau saya jawab dengan singkat padat dan jelas. Hanya saja kadang saya tidak rela berpikir sesederhana itu.

Continue reading “Pendaftaran Beasiswa Australia Awards kapan ya?”