IdeaConnect: Mendukung Gagasan Baik

Kisanak, saya pernah, dan bahkan masih sampai kini, ada di situasi yang sulit. Punya gagasan bagus tetapi tidak punya cukup modal untuk mewujudkannya. Hal ini sering terjadi pada mahasiswa. Banyak mahasiswa yang memiliki ide cemerlang tetapi kekurangan sumberdaya untuk mewujudkannya. Uang adalah persoalan besar bagi mereka. Saat ini, ketika sudah jadi dosen dan setiap hari menghadapi mahasiswa, saya menemukan fenomena yang sama. Tidak sedikit mahasiswa yang brilian dan punya gagasan cemerlang tidak bisa mewujudkan gagasan itu karena tidak punya uang. Gagasan yang cemerlang itu akhirnya berakhir di laci meja kusam kos-kosan atau malah terhempas di tong sampah.

Continue reading “IdeaConnect: Mendukung Gagasan Baik”

Melaspas

melaspasAku duduk di atas hamparan rumput hijau yang tumbuhnya masih belum sempurna menutupi halaman rumah. Di sampingku ada kakak, Bapak, Meme’, Ibu Bapak Mertua, dan Asti. Kami semua dengan khusu’ mengikuti ritual itu. Di depan kami terhampar berupa-rupa bebantenan, sesajen Hindu, yang digelar memenuhi sebagian halaman rumah. Di antaranya terlihat rangkaian janur warna warni bertabur bunga beraneka rupa. Asap dupa mengepul membumbung tinggi di angkasa lalu lenyap menyatu dengan ruang langit yang lengang. Genta berdenting tiada henti, menghadirkan suasana magis yang penuh perenungan. Dentingan harmonis itu lahir dari genta yang digerakkan oleh tangan Dewa Mangku Dalem yang merafalkan mantra-mantra dengan mata terpejam.

Continue reading “Melaspas”

Alur Laut Kepulauan Indonesia alias ALKI, barang apa lagi ini?

Dulu banget, laut di antara pulau-pulau Indonesia itu bukan milik Indonesia. Akibatnya kapal asing bebas berkeliaran di situ. Melalui perjuangan diplomat-diplomat keren Indonesia, akhirnya sekarang laut itu jadi milik Indonesia. Kamu perlu baca tulisanku yang lain untuk paham duduk perkaranya.

Continue reading “Alur Laut Kepulauan Indonesia alias ALKI, barang apa lagi ini?”

Laut di antara Pulau-pulau Indonesia Milik Siapa?

IndonesiaBayangkan peta Indonesia. Negara kita terdiri dari ribuan pulau. Data menunjukkan kita terdiri dari 17.508 pulau, ada juga yang menyebutkan angka 13 ribu sekian. Bayangkan, saking banyaknya, perbedaan data saja bisa 4000 an pulau. Kebayang nggak sih, jawaban teman-teman kita di negara lain ketika ditanya jumlah pulau. Ngga mungkin mereka jawab “hmm, tujuh apa Sembilan ya, lupa!” 😀

Di antara ribuan pulau itu, ada laut yang luas. Laut di antara pulau-pulau Indonesia itu milik siapa? Tentu saja milik kita, Bangsa Indonesia. Ya, sekarang jadi milik kita. Dulu tidak demikian ceritanya. Mari kita simak.

Continue reading “Laut di antara Pulau-pulau Indonesia Milik Siapa?”

Mencatut Nama UGM

Sekali waktu saya naik motor saat ke kampus UGM. Alasannya macam-macam. Kadang mobil di bengkel, kadang dipakai Asti, istri saya, untuk menjemput tamu atau mengangkut barang saat ada kegiatan tertentu. Naik motor masih menyenangkan karena bisa bermanuver leluasa dan sering kali jadi lebih cepat di jalanan Jogja yang mulai meniru-niru gaya Jakarta. Macet.

Continue reading “Mencatut Nama UGM”

Kakek Mentari

12227075_10153851969019274_2788158824097702151_nSore ini saya menghabiskan waktu di bale bengong, bercerita tidak tentu arah dengan Bapak. Beliau berada di Jogja, membantu saya menyiapkan rumah yang baru saja kami tinggali. Bapak dan Ibu saya datang jauh-jauh dari Bali utuk membantu kami bertaman di rumah. Taman yang mulai hijau itu adalah hasil buah tangan mereka. Sore itu, kami menikmati suasana yang tenang dengan bercakap-cakap.

Continue reading “Kakek Mentari”

Pahlawan

Kisanak, jujur saja padaku. Coba Kisanak menjawab pertanyaan ini dengan cara membayang-bayangkan menggunakan akal sehat yang wajar. Apakah semua orang di Indonesia berhati baik dan mulia ketika bangsa ini berjuang di tahun 1940an? Apakah semua orang di saat itu berkarakter emas seperti yang kita baca di buku-buku sejarah saat ini? Betulkah ketika bangsa ini mengusir penjajah semua orang bersatu padu rela berkorban demi bangsa dan negara? Kita semua tabu jawabannya. TIDAK! Tidak semua orang ketika itu berjiwa pahlawan seperti yang mungkin dibayangkan kebanyakan dari kita. Tidak semua orang layak mendapat doa dalam hening cipta kita tiap hari Senin.

Continue reading “Pahlawan”

Tips Presentasi: Intermezzo 

salah Satu tips presentasi adalah memulai dengan mengesankan. Waktu Anda hanya dua atau tiga menit pertama. Jika gagal menarik perhatian di waktu kritis itu, mungkin Anda akan gagal seterusnya.

Agar bisa berkesan dan menarik perhatian di kesempatan pertama, melakukan intermezzo adalah salah satu pilihan. Saya selalu intermezzo dengan nama saya yang ‘aneh’ jika dibaca dalam pelafalan Bahasa Nggris. Mau melihat bagaimana saya melakukannya? Saksikan video ini 🙂

Kamu Ngerti Batas Maritim Nggak?

  

Jagi gini ya, batas maritim itu nggak serumit yang kamu kira atau bisa jadi nggak sesederhana yang kamu duga. Kamu pernah kan, waktu SD atau SMP atau SMA, diajari bahwa negara itu boleh mengklaim laut dengan lebar tertentu yang diukur dari garis pantainya. Coba ingat-ingat lagi pelajaran itu. Misalnya, negara boleh mendapatkan laut teritorial selebar 12 mil laut dari garis pantai. Okay, sebenernya istilah yang tepat adalah garis pangkal sih, bukan garis pantai. Selanjutnya bisa juga mendapatkan Zona Ekonomi Eksklusif alias ZEE yang lebarnya 200 mil laut serta landas kontinen atau dasar laut yang lebarnya bisa lebih dari 200 mil laut. Ngomong ngomong, kalau kamu nggak bisa ngebayangin, mil laut itu adalah satuan yang biasa dipakai dalam dunia kemaritiman. Satu mil laut setara dengan 1,852 meter. Artinya, sebuah negara bisa mengklaim 12 x 1,852 meter laut teritorial dan 200 x 1,852 meter ZEE dan seterusnya.

Continue reading “Kamu Ngerti Batas Maritim Nggak?”

Menulislah di kala terpana

dusunKisanak, setiap orang adalah bagian dari sejarah, kecil atau besar. Setiap orang adalah pembuat sejarah, sederhana atau cetar membahana. Kepada pembuat sejarah itulah kita berterima kasih karena telah ditinggalkannya banyak hal untuk kita. Tapi Kisanak, kita sejatinya tidak belajar dari pelaku sejarah. Kita belajar dari penulis sejarah. Kita tidak belajar tentang nasionalisme dari Bung Karno tetapi dari buku yang ditulisnya atau ditulis orang lain atau dari video yang direkam seseorang ketika sejarah itu terjadi. Sejatinya kita belajar dari penulis sejarah, terutama karena kita tidak selalu hidup bersamaan dengan pelaku sejarah.

Kisanak, menulislah jika menebar ilmu dan berbagi kebaikan adalah prinsip hidupmu. Dan Kisanak, menulislah di kala terpana. Jangan tunda pengalaman menjadi kenangan lama karena kenangan tidak akan pernah selengkap kecapan panca indera yang bekerja saat ini dan di sini. Kisanak, menulislah tentang segerombolan orang kaukasian yang bekerja mendorong trolley di Bandara Sydney di suatu pagi kerena tidak pernah sebelumnya kisahak saksikan pemandangan serupa. Jangan tunggu dua minggu Karena di minggu ketiga pemandangan serupa akan menjadi biasa, mainstream dan kehilangan daya pikatnya. Kisanak menulislah tentang keindahan sungai, jembatan tua dan peradaban masa lalu di Heidelberg ketika menyaksikannya pertama kali. Jangan tunggu dua minggu karena air Sungai Neckar yang membelah kota tak akan lagi wibawa di minggu ketiga. Aliran yang maha dasyat itu akan segera tertimbun tugas padepokan yang Kisanak hadiri atau keseharian yang mendadak gaduh. Kisanak menulislah tentang wibawa batu padas di perbukitan Monaco saat pertama kali menyentuhnya. Jangan tunggu dua minggu karena di minggu ketiga batu padas yang cadas itu akan kehilangan kemasyuran apalagi misterinya.

Continue reading “Menulislah di kala terpana”