Contoh tayangan dan naskah presentasi

Banyak yang bertanya cara membuat presentasi yang baik. Saya sudah melihat ratusan presentasi dan banyak dari presentasi itu yang sangat bagus. Dari mereka saya belajar banyak sampai akhirnya saya menemukan cara dan pola membuat presentasi yang menurut saya baik. Kualitas presentasi tentu saja bisa subyektif. Yang baik menurut saya bisa jadi tidak baik menurut orang lain. Meski demikian, saya yakin ada kriteria presentasi yang bisa dianut karena mengandung kriteria yang secara umum bisa diterima oleh banyak pihak.

Contoh presentasi yang saya sampaikan di posting ini terdiri dari dua berkas. Berkas pertama adalah tayangan presentasinya dalam bentuk file Power Point dan berkas kedua adalah naskah presentasi dalam file Microsoft Word. File kedua merupakan naskah yang berisikan kata-kata yang diucapkan oleh seorang presenter ketika membawakan presentasi pada file pertama. File naskah disusun seperti naskah skenario drama yang memuat ucapan sekaligus tindakan (acting) yang harus dilakukan oleh seorang presenter ketika presentasi. Kedua jenis file ini biasa saya gunakan ketika menyiapkan presentasi, bukan ketika presentasi yang sebenarnya. Saya sarankan, hafalkan naskah ini ketika berlatih dan praktikkan ketika presentasi sebenarnya. Meski demikian, bukan tidak mungkin naskah ini memang disiapkan untuk dibawakan saat presentasi jika presenter tidak ingin menghafalkan.

Jika Anda adalah pemula di bidang presentasi, saya rasa kedua file ini akan berguna bagi Anda untuk memahami bagaimana sebuah presentasi dibuat, dipersiapkan, dilatih dan akhirnya dipentaskan. Sekali lagi, yang baik menurut saya belum tentu baik menurut Anda. Silakan gunakan kedua materi ini dengan penuh kebijaksanaan. Jika Anda ingin memiliki kedua file ini silakan kirimkan email ke madeandi@ugm.ac.id dengan subyek “Unduh Tayangan dan Naskah Presentasi” (tanpa tanda petik). Email dengan subyek ini akan secara otomatis dibalas jadi pastikan subyek emal Anda tidak salah.

Catatan:

  1. Contoh presentasi dalam Bahasa Inggris
  2. Silakan baca tulisan saya lainnya soal presentasi di sini, sini, sini, sini dan sini
  3. Jika berhasil mengunduh file ini, mohon kesediaannya menyampaikan tanggapan/saran/kritik ke saya

 

Anies Baswedan: Kenapa Saya Memilih Untuk Tidak Netral?

Teman-teman TurunTangan yang saya hormati,

Kebhinekaan itu fakta bukan masalah. Saya pernah tulis itu beberapa waktu yang lalu; dan izinkan saya menulis sebuah email sore ini untuk berbagi rasa dan pandangan dengan temani-teman semua. Semoga email ini menemui anda dalam keadaan baik, sehat dan makin bersemangat.

Beberapa hari ini saya menyaksikan ungkapan atas perbedaan itu seakan sedang menghadapi musuh. Beda pilihan figur itu normal, wajar dan manusiawi. Santai saja, tidak perlu kecewa dan marah pada orang lain yang pilihannya berbeda.

Bagi teman-teman yang bergerak di TurunTangan ini kesempatan untuk membuktikan bahwa kita telah dewasa. Kita telah matang untuk menerima perbedaan sebagai fakta; bukan sebagai masalah karenanya tidak harus dijadikan sama.

Saya banyak menerima pertanyaan, kenapa tidak ambil posisi netral saja? Memang kalau mau nyaman dan aman, pilih netral saja. Tapi coba kita renungkan sebentar anjuran netral itu. Bukankah selama ini kita selalu mengatakan, jangan hanya urun angan, jangan diam dan mendiamkan; kita harus siap untuk terlibat dan membantu. Haruskah saya diam agar aman? Saya pribadi tidak mau pilih diam dan mendiamkan. Pilihan saya bisa jadi berbeda dengan orang lain, tapi saya tidak akan pernah memaksanakan pilihan dan tetap akan menghargai orang lain.

Saya pribadi memilih terlibat dan membantu. Artinya saya juga harus meneruskan prinsip yang selama ini kita pegang: kerja karena suka dan rela. Membantu proses politik ini sebagai relawan bukan bayaran, ini prinsip yang akan terus saya pegang saat membantu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang saya pilih.

Dan ada juga yang bertanya, kenapa bersedia untuk jadi juru bicara? Saya selalu katakan, bukan posisi dan nama jabatan yang penting, tapi makna apa yang diberikan di setiap peran yang kita lakukan. Peran bisa berganti, tapi di peran apapun kita harus memberikan makna yang positif dan harus bisa menjalankannya dengan cara yang terhormat.

Mari kita saling jaga agar semangat kita adalah semangat membuat Indonesia yang lebih baik. Artinya semua yang telibat dalam proses ini adalah Indonesia juga, baik yang mendukung Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK. Artinya, jangan terbersit pikiran untuk menjatuhkan apalagi merendahkan. Jangan merendahkan calon dan jangan pula merendahkan pendukungnya. Mereka semua adalah saudara sebangsa. Perbedaan pilihan ini akan selesai pada hari Rabu 9 Juli jam 13 siang. Sesudah itu apapun pilihannya, kita harus taat pada keputusan seluruh rakyat. Kita harus terus kerja bersama, kerja untuk memajukan manusia Indonesia.

Continue reading “Anies Baswedan: Kenapa Saya Memilih Untuk Tidak Netral?”

Menjaga Kewarasan Alumni Luar Negeri

i4talksposter

Ketika hampir menyelesaikan pendidikan di luar negeri, dia mendapat suatu pelatihan yang menurutnya aneh. Pelatihan itu bertema persiapan pulang kampung. Dia tidak habis pikir, mengapa untuk pulang kampung saja harus menyiapkan diri. Jika persiapan sebelum berangkat ke luar negeri dulu dilakukan begitu serius, dia paham karena akan datang ke tempat baru. Namun persiapan serius untuk pulang ke rumah sendiri ini terasa agak berlebihan. Akibatnya dia tidak mengikuti pelatihan itu dengan serius. Baginya tidak begitu penting. Dia tidak merasa perlu diajari bersikap di rumah sendiri, di negeri sendiri. Tidak akan ada yang mengejutkan di lingkungan budaya yang dia kenal sejak lahir. Itulah keyakinannya.

Continue reading “Menjaga Kewarasan Alumni Luar Negeri”

Sebelas

Lukisan Lita :)
Lukisan Lita 🙂

Kami belum apa-apa. Tak layak menegakkan dagu apalagi menepuk dada jumawa. Tapi hati kami masih diliputi sombong maka kadang-kadang kami berpuas diri, berhenti sejenak dari lari. Karena kami makhluk biasa maka kami berhenti tak saja untuk istirahat tetapi untuk menikmati butir-butir kecemerlangan yang kami artikan sendiri. Di penggal perjalanan ini, telah berpelukan antara duka nestapa dan sumringah gembira, maka susah kami bedakan keduanya. Kami berusaha sangat untuk memelihara keterkejutan dan memanen pelajaran dari keterpurukan meski perasaan datar kadang mampir menghinggapi. Datar karena kami mulai terbiasa dengan sedu sedan duka dan tawa riang bahagia yang tak henti saling merangkul.

Continue reading “Sebelas”

Kreatif atau Mati

Jika Anda pernah bepergian dengan pesawat, mungkin Anda setuju dengan saya bahwa setelah penerbangan lebih dari tiga kali maka perhatian kita terhadap instruksi keselamatan penerbangan mengalami penurunan yang serius. Petunjuk mengenakan sabuk pengaman, pemakaian baju pelampung dan masker oksigen menjadi tidak menarik lagi jika Anda sudah terbiasa naik pesawat. Sering saya perhatikan, pramugari yang memeragakan instruksi itu juga setengah hati melakukan peragaan dan penumpang juga acuh tak acuh. Intinya, semua ritual itu seperti formalitas basa-basi, tidak lebih tidak kurang. Singkat kata, membosankan.

Anggapan saya berubah saat naik Air Asia dari Kuala Lumpur ke Singapura tanggal 26 Juni 2013 lalu. Karena lelah setelah mengikuti konferensi di Kuala Lumpur, saya hampir tertidur bahkan sebelum pesawat tinggal landas. Di sela kantuk dan kegamangan itu saya dikejutkan oleh berisik penonton yang tertawa seperti dikomando. Ternyata penumpang tertawa mendengarkan instruksi keselamatan yang yang dibawakan dengan cara lucu oleh pilot atau ko-pilot (saya tidak tahu persis).

Setelah saya perhatikan, ternyata instruksi keselamatan disampaikan secara langsung oleh seorang lelaki dari ruang kendali sambil diperagakan oleh beberapa orang pramugari. Yang membuatnya tidak biasa adalah cara penyampaianya yang lucu. Seringkali lelaki itu berbicara dengan gaya bergema (echo) yang dibuat-buat. Dia juga menyampaikan komentar-komentar konyol seperti “baju pelampung ini memiliki dua pipa tiup, bukan pipa sedot” yang disambut gelak tawa penumpang. Di saat lain, lelaki itu mengatakan “if you cannot find your seatbelt, you might sit on it”. Singkat kata, penumpang dibuatnya riuh rendah tertawa dan penuh perhatian.

Ini video dari Youtube, bukan video yang saya rekam sendiri

Ini adalah contoh kreativitas. Sesuatu yang tadinya biasa dan cenderung membosankan bisa menarik lagi dan menjadi pusat perhatian. Yang diperlukan hanya satu hal: keberanian berpikir dan berbuat di luar kebiasaan. Tentu ada risikonya tetapi jika tidak dicoba, maka ritual instruksi keselamatan di pesawat akan menjadi ‘barang kuno’ padahal sesungguhnya penting tetapi diabaikan sebagian besar orang. Alangkah berbahayanya jika kita abai akan hal-hal yang penting, hanya gara-gara penyampaiannya tidak menarik dan membosankan.
Dalam banyak hal, kreativitas adalah kunci. Tanpa itu, kita akan mati dengan segera. Mati karena terlindas roda zaman yang berlari kencang dan menjadi korban mengenaskan dalam kompetisi yang kian sengit. Jadi pilihannya jelas, kreatif atau mati.

Sepuluh Tips Menjadi Moderator

Bersama Mahfud MD di Sydney
Bersama Mahfud MD di Sydney

Saya pernah menjadi moderator untuk berbagai forum yang menghadirkan berbagai jenis orang. Mulai dari mahasiswa hingga professor, mulai dari pejabat hingga diplomat, mulai dari akademisi hingga pengusaha. Saya pernah menjadi moderator diskusi bersama Prof. Mahfud MD (Ketua MK) di Sydney, Bima Arya (kini Walikota Bogor) di Perth, Havas Oegroseno (Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa) di Jogja dan forum ilmiah di Bali. Menjadi moderator itu pekerjaan yang menarik. Tidak menjadi bintang utama dalam diskusi karena bukan pembicara tetapi vital perannya karena dia menentukan jalannya diskusi. Menjadi moderator itu soal seni dan ilmu menjadi pengendali komunikasi.

Saya merasa nyaman menjadi moderator diskusi. Soal baik atau buruk, tentu bukan saya yang berhak menilai. Saya masih terus belajar. Untuk mencatat pelajaran menjadi seorang moderator saya mengumpulkan sepuluh tips.

Continue reading “Sepuluh Tips Menjadi Moderator”