[Bukan] tabrak lari

dirawat setelah ditabrak

Pagi itu tanggal 13 September 2012, mobil saya ditabrak oleh sebuah mobil saat berhenti di sebuah perempatan yang padat lalu lintasnya. Pagi itu saya mengantar Lita, anak saya, ke sekolah di Jogja bersama mbah putrinya dan harus berhenti karena perempatan sangat padat. Saya lihat polisi sibuk mengatur lalu lintas dengan cekatan. Di depan saya terlihat sebuah mobil berhenti dan sayapun berhenti pada jarak sekitar dua meter di belakangnya. Saya yakin ini posisi aman karena jalannya tidak terlalu menanjak. Untuk kondisi wajar, tidak akan terjadi apa-apa, saya yakin.

Continue reading “[Bukan] tabrak lari”

Do you see what I see?

Angka-angka misterius

http://writemeout.wordpress.com/

Saya ingin bercerita soal angka-angka misterius. Ini tidak penting tetapi cukup menarik untuk diingat. Yang paling menarik adalah pertemuan saya dengan Asti pada tanggal 7/9/97. Asti Kelahiran 79 dan angkatan 97 di UGM. Hal menarik kedua adalah tentang angka yang terpampang di sebuah lemari. Tahun 2004 saya membeli sebuah lemari pakaian bekas di Sydney saat mulai sekolah. Di belakang lemari itu tertulis sebuah nomor empat angka. Lemari itu kami tempatkan sedemikian rupa sehingga bagian belakangnya menutupi tempat tidur. Setiap malam, angka itu kami pandangi, sengaja ataupun tidak. Beberapa saat kemudian kami membeli sepetak tanah dengan nomor sertifikat yang persis sama dengan angka yang tertera di belakang lemari itu. Cukup mengesankan.

Beberapa hari lalu saya memenangkan sebuah lomba penulisan esai di Belanda. Ternyata jumlah pesertanya 54 tulisan dari berbagai benua. Kemarin saya membaca-baca catatan saya tiga tahun lalu ketika memenangkan Olimpiade Karya Tulus Inovatif di Paris dan menemukan bahwa peserta lomba itu juga 54 tulisan. Kenyataan ini membuat saya tersenyum-senyum.

Apa artinya? Tidak ada makna yang serius. Hanya saja, misteri ini menarik untuk saya ingat dan membuat tersenyum di kala iseng. Tidak lebih tidak kurang. Adakah hal mirip yang terjadi pada hidup Anda? Oh satu lagi, saya menikah pada tanggal 14 April, tepat 91 tahun setelah Jack Dowson melukis Rose Dewitt Bukater di kapal Titanic 🙂

Kondom

semuadablog.blogspot.com

Suatu saat saya berkendara bersama beberapa kawan mahasiswa riset di University of Wollongong. Saya sedang asik nyetir ketika terjadi kasak kusuk di jok belakang antara dua orang teman. Keduanya cewek, satu dari Pasifik dan satu lagi orang Asia. “What are you guys doing?” kata saya terusik dengan berisik itu. Yang ada bukan jawaban, hanya gelegar tawa, seakan mereka baru saja melakukan hal yang sangat lucu. Namun di balik tawa itu saya menangkap ada yang mencurigakan. Entahlan apa itu.

Belakangan, salah seorang membongkar rahasia kasak kusuk itu. Ternyata, teman Asia memberikan beberapa bungkus kondom kepada teman Pasifik. Di jok belakang mobil saya baru saja terjadi sebuah “transaksi dewasa” melibatkan alat kontrasepsi. Sementara teman yang memberikan kondom itu malu-malu merah mukanya ketika rahasia itu terbongkar. Saya hanya tertawa saja mendengarnya.

Rupanya, baru saja ada pembagian kondom di asrama mahasiswa tempat dia tinggal. Karena dia lajang dan tidak merasa memerlukannya, maka dia berikan kondom itu kepada kawan lain yang sudah bersuami. Kebetulan saja transaksi itu terjadi di jok belakang mobil saya dan dilakukan dengan cara yang agak menggelikan. Rupanya teman saya yang mendapatkan kondom gratis ini merasa risih kalau transaksi tersebut ketahuan. Tepatnya, dia malu. Tidak lebih tidak kurang. “Come on, grow up!” saya lalu meledeknya. Kamipun semua tertawa sementara muka teman saya masih agak merah. Rasanya ini cukup umum terjadi pada orang Asia.

Continue reading “Kondom”

Tukang Sapu itu Bernama Kathy

Maid in Manhattan

Hey Andi, what are you doing here? Go home and have fun!” Aku hampir hafal ucapan senada ini yang meluncur dari mulutnya hampir setiap sore. Dia selalu datang ke ruang kerjaku di Innovation Campus, University of Wollongong. Di tangan kanannya tergenggam sebuah sapu dan tangan kirinya mengepit serok untuk mengumpulkan sampah. Di kantong celananya berjuntai selembar lap kain dan di kantong satu lagi tergantung botol penyemprot berisi cairan pembersih. Wajahnya selalu riang penuh senyum dan percaya diri. Gadis manis itu adalah tukang sapu. Dia bernama Kathy. Sepertinya nama aslinya adalah Katharina atau sejenis itu, aku tidak begitu peduli. Kathy adalah keturunan Macedonia yang lahir besar dan menjadi warga negara Australia. Konon Ibu Bapaknya migrasi ke Australia beberapa puluh tahun silam.

Sementara aku hanya senyum saja membalas celotehnya, Kathy mulai beraksi. Ditelitinya jengkal demi jengkal lantai di ruanganku dan dilapnya setiap senti meja di sekitar ruangan sehingga bersih dari debu. Sekali waktu aku dengar suara semprotan cairan kimia dari botol itu ketika dia menemukan noda yang sulit dibersihkan. Sementara aku tetap mengetik atau mengerjakan apa saja yang sedang aku kerjakan di komputer. Sekali waktu kami bercakap-cakap untuk menghabiskan waktu. Terutama ketika dia harus menghentikanku dari aktivitas saat membersihkan debu dan sampah di mejaku.

Continue reading “Tukang Sapu itu Bernama Kathy”

Juara Piala Eropa dalam Peta

Saya mungkin termasuk kaum lelaki minoritas karena tidak suka sepak bola sama sekali. Saya agak suka nonton sepak bola kalau yang main adalah Indonesia (PSSI), itupun bukan karena sepak bolanya tetapi rupanya karena rasa nasionalisme. Selain PSSI, saya tidak bisa menyukai sepak bola. Meskipun tidak pernah merasa terganggu dengan teman yang begitu gandrung dengan bola, saya tetap tidak merasa perlu begadang untuk nonton sepak bola. Tapi saya juga bisa terpesona denga kejeniusan Messi dalam menggiring bola.

Meski tidak suka bola, hiruk pikuk Piala Eropa 2012 toh tidak bisa saya hindari. Tidak perlu sengaja mencari informasinya, dia datang dengan sukarela dari segala penjuru. Kadang ada teman yang tanya di twitter atau di FB soal ini. Rasanya jadi aneh juga jika sama sekali tidak bisa berkomentar. Akhirnya saya sempatkan membaca-baca satu atau dua berita.

Sebagai penghargaan saya atas hajatan empat tahunan yang menggegerkan dunia itu, saya buatkan sebuah peta yang menampilkan Juara Piala Eropa dari tahun ke tahun. Ini hal paling sederhana yang bisa disumbangkan oleh seorang surveyor/kartograf bagi dunia sepak bola, meskipun dia tidak menyukai bola. Silakan zoom in/out menggunakan tanda [+] atau [-] dan geser petanya dengan cara klik tahan dan seret ke tempat yang diinginkan. Untuk mengetahui detil juaranya, silakan klik balon udara di masing-masing negara. Selamat bersepak bola dalam peta 🙂

Learning English: Ibu Astini and the French Couple

http://luxagraf.net/

I was reading an inspiring story from my good friend, Subhan. He wrote about a student by the name of Sentot who studied English in Jakarta. I eventually discovered that the story is autobiographical and Sentot is in fact Subhan himself. The story reminds me of my own experience in learning English.

It was in 1990 when I started learning English in my Junior High School. To me, English is fascinating and I fell in love to the language the first day I started learning it. Ibu Astini, my English teacher, should be given the credit since she managed to captivate me with her charm on the first day of her class. I still remember, we learned numbers on that day. Since everybody seemed to be quite familiar with numbers, Ibu Astini started the class by asking us to spell out numbers and write them on the blackboard. Yes, we still used chalks and blackboard back then. I was amazed by the way English words are spelled out. How can one pronounce “one” as /wʌn/? It did not make any sense to me at the beginning but I liked it. Put simply, I feel in love with English that day.

Continue reading “Learning English: Ibu Astini and the French Couple”

Saling menuduh

Suatu siang di Jogja

“Gila panas banget ya!?” Dewi mengibas-ngibaskan tangannya kegerahan.
“Ya, aku juga merasa gerah banget! Ndak tahan aku” Mera menimpali.
“sudah panas, lembab lagi. Jadinya keringetan gini. Aku pengen cepet-cepet balik jadinya.”
“Kapan mau balik ke Melbourne?”
“Tadinya bulan depan tapi kayaknya aku mau majukan aja tiketnya. Ndak kuat!”
“Aku juga balik minggu depan. Mending liburan di Christchurch aja, adem.”
“Ya bener. Di sini bikin stress aja. Belum lagi orang-orangnya pada ndak bener semua!”
“Kenapa?”

Continue reading “Saling menuduh”

A Typo: Amercia

taken from: http://www.rawstory.com/

Mitt Romney, a candidate for the US President from the Republican, was a trending topic on Twitter yesterday. It was not a good thing since the trending topic was about a typo in his campaign app for iPhone. The apple application, intended to be Mitt Romney’s official campaign iPhone app, misspells the word “America” and it says “Amercia”. Instead of “A better America”, the slogan goes “A better Amercia”. One might consider the mistake as minor since such kind of typo can happen easily but it certainly is not small at the moment in America. Not at this time of the year when tension of rivalry is getting higher between Barack Obama and Mitt Romney. Both are running for the 2012 president of the United States of Amercia, oops America on the next election in November.

As the saying goes, everybody makes mistake. However, a small mistake committed by an important person such as a candidate of the United States’ president can look very big. With such a small mistake, it becomes legitimate to question Romney’s commitment to the country. Due to the small mistake, people think it is right to ask Romney’s willingness to address problems America is now facing. Some say, for example, if he cannot even spell America correctly, how people can trust him to handle much larger problems. Other might also doubt and question whether they are going to risk their country’s future on somebody who cannot even spell the name of his country correctly. It might sound too much to relate somebody’s ability and commitment to run a country with a small mistake he made in spelling a word but this is a fact that Romney and his supporters must face. Like it or not, a small mistake such as a word typo can be excessively exploited when it comes to political rivalry.

The moral of the story seems to be that everybody can make mistakes but the impact varies depending on who does the mistake and when the mistake is committed. Ordinary people can easily be forgiven for a typo such as “America vs. Amercia” but space of tolerance is certainly limited, if any, for such kind of mistake if you are running for president of the United States. Sometimes, it is not the extent of the mistake but who commits it that matters.

Kebetulan

segitiga tidak mungkin - http://www.maniacworld.com

Orang bijak mengajarkan, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Yang ada adalah serangkaian kejadian yang keterkaitannya seringkali tidak atau belum kita pahami. Saya pernah mengalami beberapa kejadian yang sulit untuk dikatakan bukan sebagai kebetulan.

Suatu hari di akhir tahun 2011 saya sedang liburan di Bali sama Asti dan Lita, istri dan anak saya. Suatu sore kami berkunjung ke rumah nenek, ibu dari ibu saya. Sudah menjadi tradisi, kami berkunjung ke rumah saudara di beberapa rumah. Saat asik berbincang-bincang ringan tiba-tiba terdengar telepon berdering dari kamar tamu. Sore itu kami duduk di teras rumah sambil ngobrol. Salah seorang bibi saya bergegas menjawab telepon tersebut. Saya tidak mengikuti pembicaraannya dengan seksama meskipun samar-samar terdengar. Yang saya tangkap adalah bibi saya ini berbicara dengan orang asing dengan nada yang sopan, meggunakan Bahasa Bali halus. Beberapa saat kemudian dia tergesa keluar dan menyerahkan telepon itu pada saya. “Ada yang mau bicara” katanya dengan nada agak ragu-ragu. Saya tentu saja terkejut. Dengan pandangan mata ragu dan gerakan tidak yakin saya menyambut telepon itu. Jika Anda tidak sadar mengapa saya ragu-ragu, saya sarankan membaca ulang paragraf ini, terutama konteks saya di Bali yang sedang liburan dan bahwa saya ada di rumah itu dalam rangka berkunjung.

Continue reading “Kebetulan”