Sewindu

The Arsanas

Kalau ada yang tahu lagu-lagu tahun 80an atau 90an yang di zaman sekarang bisa masuk dalam kategori lebay, kata ‘sewindu’ bisa didapati dengan mudah. Kalimat yang cukup gampang dijumpai misalnya adalah ‘seminggu tidak bertemu kamu, rasanya sewindu’ untuk menggambarkan betapa mudahnya orang menjadi rindu dengan pasangannya ketika sedang jatuh cinta. Sewindu, dalam kalimat itu untuk mewakili sebuah masa yang sangat amat lama. Kata orang pintar, ini termasuk gaya bahasa hiperbola atau ada juga yang mengatakan exaggerating. Benarkah sewindu itu lama?

Continue reading “Sewindu”

Insiden Selat Malaka

Ingin tahu duduk perkara insiden Selat Malaka yang melibatkan Indonesia dan Malaysia? Silakan kunjungi analisis saya www.borderstudies.info
Keterangan: Peta ini dibuat dengan Google Maps, menggunakan data koordinat yang dilansir oleh Mukhtar A.Pi. M.Si untuk tujuan ilustratif semata.

Anak zaman sekarang

http://www.moviebase.info/

Antingnya tidak saja di telinga, tetapi juga di hidung. Di panas terik, lelaki itu bertelanjang dada dengan celana yang melorot memperlihatkan sebagian celana dalamnya. Keringatnya mengucur melintasi gambar tato yang melingkar-lingkar di dada hingga punggungnya. Lengannya yang putih juga berhias tato semacam rantai atau kawat berduri yang melilit. Tangan kanannya memegang jepitan dan sibuk membolak-balik daging sapi yang dipanggang di atas kompor BBQ, sementara tangan kirinya memegang sebotol bir merek Tohey yang cukup terkenal di Australia. Mulutnya secara konstan melontarkan berbagai kalimat diselingi tegukan bir yang nampak begitu nikmatnya.

Continue reading “Anak zaman sekarang”

Mengenang Godfather Geodesi-Geomatika Indonesia


Prof. Rais

Ketika Presiden SBY dinobatkan menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia oleh Majalah Time, Anwar Ibrahim yang mendapat kesempatan menuliskan ulasannya. Obama, yang juga terpilih dari seratus itu, dibahas oleh Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown. Yang mengulas dan diulas memiliki kapasitas yang sebanding, demikian saya melihatnya. Menuliskan tentang SBY atau Obama, tentu banyak yang bisa dan bahkan mungkin lebih baik dari yang mampu ditulis oleh Anwar Ibrahim atau Gordon Brown. Persoalannya tentu tidak sesederhana itu. Tulisan itu mewakili sebuah atoritas, maka penulisnya disebut author. Menulis adalah persoalan authorship, persoalan legitimasi pengetahuan dan ‘pemegang hak’ yang layak dan diakui berpendapat tentang sesuatu.

Ketika Prof. Jacub Rais berpulang menghadap Sang Khalik, saya menunggu-nunggu seorang dengan otoritas yang cukup untuk menuliskan tentang beliau. Saya ingin sekali membaca sebuah obituari tentang Sang Perintis Geodesi Indonesia itu oleh seseorang yang punya otoritas. Siapa yang berhak menulis tetang Prof. Rais? Sekali lagi, siapapun bisa menulis, yang mempunyai ‘otoritas’ keilmuan ini yang penting, karena yang berpulang adalah seorang Ilmuwan. Seperti SBY yang disetarakan dengan Anwar Ibrahim dan Obama yang disejajarkan dengan Gordon Brown, maka Prof. Rais tentu punya padanannya. Jika ditanya satu persatu, mudah ditebak tidak akan ada yang dengan lantang mengakui kesetaraan itu. Bukan perkara kebiasaan orang Nusantara yang memang malu-malu menonjolkan diri, Prof. Rais memang sulit dicarikan padanannya di tanah air tercinta. Di kepala saya, sebagai orang muda di bidang geodesi-geomatika, sebenarnya mampir beberapa nama yang sekiranya layak menuliskan obituary ini. Akan saya simpan sendiri sebelum harapan itu menjadi kenyataan.

Continue reading “Mengenang Godfather Geodesi-Geomatika Indonesia”

Istri saya…

Seorang kawan dari negeri seberang bercerita, di kampusnya di Australia pernah ada orang Indonesia yang sekolah S3. Sebut saja Pak Bambang, tentu saja bukan nama sebenarnya. Pak Bambang sangat baik, dia terkenal bahkan sampai hari ini saat studinya sudah lama rampung.

Continue reading “Istri saya…”

Selamat jalan Prof. Rais

Indonesia kehilangan seorang tokoh perintis dan pejuang Geodesi-Geomatika Indonesia. Selamat jalan Prof. Jacub Rais. Jejak langkahmu akan menjadi teladan insan geospasial Indonesia. Semoga arwahmu mendapat tempat yang layak sesuai amalmu.

Membuat Peta dengan Google Maps – Advanced

Sebelumnya saya pernah menulis petunjuk membuat peta dengan Google Maps untuk para pemula. Kali ini saya akan berbagi hal-hal yang lebih advanced (lanjut). Jika Anda baru mengenal Google Maps (GM), silakan baca tulisan saya sebelumnya. Beberapa hal yang dibahas dalam tulisan ini adalah file KML, mengkombinasikan Google Earth (GE) dan GM (ekspor impor antarkeduanya), menggunakan bantuan pihak ketiga dalam membuat peta dan berkolaborasi dalam pembuatan peta. Jika Anda belum begitu mengenal GE, silakan baca tulisan saya sebelumnya tentang terbang rendah di dunia maya yang pernah diterbitkan Suara Merdeka tahun 2006 silam.

Continue reading “Membuat Peta dengan Google Maps – Advanced”

Aksi

Lita meluncur

Tiap kali pulang ke Bali, saya sering mendapat tugas mengantarkan ibu saya ke Denpasar untuk berbagai urusan. Ada kesenangan tersendiri mengulang lagi apa yang terjadi sejak belasan tahun lalu. Momen yang saya sukai adalah bercerita sambil nyetir, membahas banyak hal yang penting dan tidak penting.

Suatu kali kami melewati sebuah kemacetan di Badung menuju Denpasar. Cuaca yang panas dan klakson yang berlomba menambah runyam suasana. Semua orang memasang tampang gelisah, tidak sedikit yang mengumpat tetapi tidak satupun berbuat apa-apa. Mengatasi kemacetan memang bukan tugas pemakai jalan, tetapi tugas polisi. Hampir semua orang meyakini begitu. Saya melihat ada satu jalan alternatif yang kosong, meskipun itu satu arah. Saya membayangkan, kalau saja kali ini aturan satu arah itu diubah sebentar saja, barang dua atau tiga jam, tentu kemacetan ini bisa diatasi. Tapi itu hanya ide, tidak ada polisi dan sayapun hanya seorang pemakai jalan biasa. Macet tetap berlangsung, tidak berkesudahan.

Continue reading “Aksi”

Beasiswa ke New Zealand

Taken from NZ Embassy | Download application form in Ms Word (doc)

New Zealand-ASEAN Scholars (NZ-AS) Awards terbuka untuk calon yang memenuhi syarat dari pemerintahan, swasta dan masyarakat sipil. NZ-AS Awards bertujuan untuk memberdayakan individu-individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan kualifikasi tertentu agar bisa berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, sosial dan politik dalam negara ASEAN.

Continue reading “Beasiswa ke New Zealand”

I Ngamyar yang menimal

Seorang kawan pernah bercerita tentang kerabatnya. I Ngamyar namanya, orang Bali asli yang menurut kebanyakan orang, sederhana tingkah polahnya. Meski nampaknya tidak termasuk dalam daftar kosakata Bahasa Bali baku, ‘ngamyar’ sendiri menyisakan kesan makna nanggung, terserak, tidak tegas dan atau tercecer tak teratur. Entahlah, apa demikian memang maksud orangtuanya ketika memberi nama kepada I Ngamyar. Atau bisa saja Ngamyar hanyalah nama panggilan yang sesungguhnya berbeda jauh dengan nama aslinya. Tidak jarang orang Bali dipanggil dengan sebutan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama sebenarnya. Simaklah, Putu Sudiartama bisa menjadi Bagong, atau Wayan Mertayasa bisa menjadi Toblo. Barangkali demikian pula nasib I Ngamyar. Namun kisah ini bukanlah tentang nama.
Continue reading “I Ngamyar yang menimal”