Selamat Hari Raya Galungan

20120829-115714.jpg

Maafkan aku

Sahabat sekalian,

Kata ‘maaf’ ini paling mudah diasosiasikan, salah satunya, dengan Mpok Minah di Bajaj Bajuri. Sudah lama aku percaya bahwa minta maaf adalah salah satu dari beberapa hal yang tidak mudah dilakukan. Anggapan ini berubah setelah aku berkenalan dengan Mpok Minah. Mudah sekali untuk minta maaf ternyata. Jangankan setelah melakukan kesalahan, sebelum melakukan apa-apa pun ternyata kita bisa minta maaf. Maaf ya, bagi yang tidak paham, silakan nonton dulu. Bagi yang punya hobi ilmiah, jangan terkejut kalau maaf-nya Mpok Minah sudah jadi skripsi/tesis. 🙂

Maaf yang dimaksud di tulisan ini tentunya bukan maaf-nya Mpok Minah. Bukan juga maaf yang tertempel di pintu kelurahan yang diteruskan dengan kalimat “tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun” karena maaf yang demikian sesungguhnya diilhami oleh penolakan bukan pengampunan. Maaf ini juga tak seperti maaf-nya Ungu, walaupun tanpa kausadari, aku kadang menduakan cintamu 🙂 Maaf ini seperti maaf-nya Iwan Fals kepada ibunya. Maaf yang mendalam, yang disesali dan berharap tak mengulangi kesalahan, meski berharap akan berjumpa Ramadhan di tahun mendatang.

Semoga maaf ini tak seperti maaf-nya Si Malin Kundang yang tak sempat diucapkannya hingga terbujur kaku menjadi batu. Selamat Idul Fitri 1433 H untuk kawan-kawan yang merayakan. Mari saling memaafkan atas segala kesalahan.

Bagaimana Ilmu Geodesi Menjelaskan Qiblat?

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi sahabat Muslim di seluruh dunia. Semoga puasanya lancar hingga akhir nanti. Dalam rangka menyambut Ramadhan dan menghormati sahabat Muslim yang berpuasa, saya coba jelaskan perihal arah Qiblat dari kacamata Geodesi. Video berikut ini murni pemahaman saya secara ilmiah berdasarkan ilmu terkait di Geodesi.

Jika ada hal yang kurang tepat dari pemaparan saya di video ini, semata-mata karena kesalahan pribadi. Mohon kesediaan Anda menghubungi saya jika menemukan kesalahan sehingga bisa dikoresksi. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Lihat juga posting sebelumnya tentang program Excel untuk menentukan Qiblat.

Menentukan Qiblat dengan Ms Excel dan Google Earth

Sebelum membaca ini, sebaiknya Anda membaca posting lain di blog ini.

Saya membuat sebuah program Macro Excel untuk menentukan Qiblat secara praktis dan menghasilkan file KMZ yang bisa dibuka dengan Google Earth. Jangan lupa, Sesuaikan penggunaan titik atau koma untuk detik pada sudut. Jika settingnya bahasa Indonesia, gunakan koma, jika Bahasa Inggris, pakai titik. Silakan unduh program tersebut di sini dan simak video petunjuknya di bawah.

Trikaya Parisudha

ikmbali.wordpress.com

Suatu sore saya mendapat sms dari ibu mertua “Yah, Lita mau belajar Agama sama ayah jam 7 ya!” Dari semua sms yang ada, ini termasuk salah satu yang menegangkan. Segaul-gaulnya seorang Bapak, ketika tiba saatnya, maka dia harus mengajarkan agama kepada anaknya. Di titik inilah dia akan bertanya pada dirinya, seberapa paham dia tentang agama yang dianutnya.

Continue reading “Trikaya Parisudha”

Dua Jam Bersama Hajriyanto Y. Thohari: Introspeksi, Retrospeksi dan Prospeksi Indonesia

Suasana diskusi di KJRI 21 Mei 2012

Jika belakangan kita sering mendengar studi banding wakil rakyat yang tidak semestinya dan ditunggangi kepentingan pribadi, maka kisah tentang Hajriyanto Y. Thohari nampaknya berbeda. Dalam perjalanan pribadinya terkait studi putrinya di Sydney, Bapak Hajriyanto Y. Thohari yang adalah Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar justru menyempatkan mengemban misi negara. Hal ini terlihat dari aktivitas beliau menghadiri berbagai acara, termasuk diskusi dengan mahasiwa Indonesia di Sydney tanggal 21 Mei 2012 di Konsulat Jenderal RI Sydney. Luhur Korsika, kawan yang duduk di sebelah saya berkelakar, “ini namanya perjalanan pribadi yang ‘ditunggangi’ kepentingan bangsa, bukan perjalanan negara yang ditunggangi kepentingan pribadi”. Saya kira ini tepat digunakan untuk menyimpulkan apa yang terjadi malam itu. Diskusi yang dipandu oleh Pak Nico, seorang diplomat KJRI Sydney, berlangsung menarik.

Kiprah seorang Hajriyanto bisa dilihat di media massa lewat tulisan dan pernyataan oralnya. Beliau juga memanfaatkan media sosial Twitter untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan memiliki situs pribadi www.hajriyanto.com. Penggunaan media komunikasi modern ini mengindikasikan niat beliau untuk berinteraksi dengan konstituennya. Sebagai seorang yang terlibat dalam memperjuangkan keterbukaan informasi publik, seorang Harjriyanto telah menjadi contoh yang layak ditiru.

Continue reading “Dua Jam Bersama Hajriyanto Y. Thohari: Introspeksi, Retrospeksi dan Prospeksi Indonesia”

Menentukan Otonan

Saya pernah menulis tentang otonan di blog ini hampir empat tahun lalu. Otonan, pada dasarnya adalah peringatan hari kelahiran berdasarkan kalender tertentu. Dewasa ini, semakin banyak orang Bali yang berada di luar Bali sehingga tradisi memperingati otonan bisa saja dilupakan. Saya tidak akan berpura-pura menjadi ahli dan mengatakan bahwa melupakan otonan itu bisa membuat sial apalagi masuk neraka. Sama sekali tidak. Meski demikian, sebagai orang Bali, rasanya cukup menarik untuk bisa mengetahui dan memperingati hari kelahiran menggunakan kalender sendiri. Di samping itu, para pendiri tradisi Hindu Bali pada zamannya tentu memiliki alasan yang tidak sederhana mengapa otonan ini perlu diingat dan dirayakan. Seperti yang saya tulis sebelumnya, peringatan hari kelahiran setidaknya bisa menjadi sebuah kontemplasi.

Continue reading “Menentukan Otonan”

Putri Malu, Elin dan Ikan Kecil di Pancuran

Sore itu saya mengajak Lita, anak saya, pergi ke pancuran di dekat rumah di Tabanan Bali. Beji, orang Bali menyebutnya, sebagai tempat untuk mengambil air suci saat upacara di Pura yang ada di desa. Pancuran ini tidak pernah kering, selalu berlimpah air bahkan di musim kemarau yang paling panjang sekalipun. Konon ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, seperti diceritakan oleh orang tertua di kampung kami.

Saya menelusuri jalan setapak yang kini berbeton kuat. Ingatan saya melayang ke suatu masa 20 tahun silam saat menyusuri jalan yang sama dengan sepeda gayung. Saat itu saya masih kelas 1 SMP, berusia sekitar 13 tahun. Jalanan waktu itu berlumpur dan ditumbuhi rumput yang liar. Lumpur dan rumpur di musim hujan adalah paduan sempurna yang tidak pernah membiarkan sepatu saya bersih sampai di sekolah. Sore itu saya termenung sendiri sambil menceritakan hal itu pada Lita. Dia mungkin mengerti ceritanya tetapi sepertinya tidak bisa merasakan apa yang saya rasakan dulu. Di jalanan yang terjal dan licin seperti itu, sepeda lebih sering dituntun daripada dinaiki, itu pasti. Ingatan saya juga melayang ke SMP 2 Marga dan terutama guru-gurunya yang meletakkan landasan yang kuat bagi pengetahuan saya saat ini.

Continue reading “Putri Malu, Elin dan Ikan Kecil di Pancuran”

Tuhan yang gaul

Selepas Trisandya malam, Made Kondang tertidur di altar pemujaannya. Dia kelelahan karena seharian bekerja keras. Tidak biasanya, Kondang bermimpi. Dia bermimpi bertemu Tuhan.

Continue reading “Tuhan yang gaul”